monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
278 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kue Meuseukat Khas Aceh
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Keu Meuseukat adalah makanan khas Aceh yang bertekstur lembut dan berasa manis, mirip dengan dodol. Kue ini terbuat dari tepung terigu tanpa pewarna dan campuran buah nanas sehingga menyebabkan warnanya putih kekuningan murni yang menyimbolkan kejernihan hati masyarakat aceh saat menyambut tamu. Selain itu, komposisi bahan yang unik ini juga menimbulkan rasa manis khas yang digemari oleh masyarakat luas. Kue tradisional ini sangat jarang ditemukan di pasar-pasar dan biasanya hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu seperti pernikahan, sunatan, dan perayaan hari-hari besar. Namun, seiring berjalannya waktu kue meusekat menjadi oleh-oleh khas Aceh yang wajib dibeli para turis saat berkunjung. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16718290_Raissa Azzahra ITB_2018
Gambar Entri
Tari Tarek Pukat
Tarian Tarian
Aceh

     Indonesia menyimpan banyak sumber daya , baik manusia maupun alam. Bukti menunjukkan Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam, seperti makanan, tarian, rumah adat, baju adat, dan sebagainya. Sayangnya, tak sedikit yang mengetahui budaya-budaya indonesia setempat, khususnya orang orang perkotaan yang sibuk dengan karir dan sampai lupa menjaga dan melestarikan kebudayaan negara Indonesia.      Indonesia memiliki lebih dari 30 provinsi dengan populasi terpadat di Jawa Barat. Terdapat banyak sekai kebudayaan Jawa Barat, tetapi kali ini saya akan menjelaskan salah satu budaya tarian khas Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu Tari Tarek Pukat .      Menurut Wikipedia, tarek berarti "Tarik", dan pukat adalah sebuah alat para nelayan untuk mencari ikan di laut dikarenakan nelayan adalah mata pencaharian orang Aceh, khususnya Aceh Utara. Tari Tarek Pukat mempunyai filosofi proses nelayan mencari ikan. Tarian yang...

avatar
OSKM18_16918173_Muhammad Fahrell Adlinizar
Gambar Entri
Kupiah Riman (Peci Riman)
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Aceh, Provinsi yang dikenal dengan agama islam yang masih kental di Indonesia. Banyak kebudayaan di Aceh yang bernuansa islam seperti tari saman,  seudati,  dan juga  kupiah  riman (peci riman). Kupiah riman adalah sebuah jenis peci khas Aceh yang diwarisi dari Sulthan Iskandar Muda. dulunya, peci ini hanya dingunakan oleh anggota kerajaan saja dan peci ini baru di produksi lagi pada tahun 1985. Kupiah riman diproduksi di  kampoeng  (desa) Adan, kecamatan Mutiara Timur, Pidie. Selain bertani, masyarakat desa Adan juga mempunyai kemampuan membuat penutup kepala tradisional Aceh.  Kupiah riman yang merupakan warisan Sulthan Iskandar muda dibuat dari bahan baku pohon aren. Kemudian, pohon aren dirajam sehingga berbentuk serat. setelah itu, serat pohon aren dipilih yang memiliki kualitas yang bagus. kemudian serat yang telah dipilih direndamkan dalam larutan lumpur serta diberikan pewarna dari daun atau bahan lainnya. serat kemudian dicuci dan set...

avatar
Muzakki
Gambar Entri
Tari Saman
Tarian Tarian
Aceh

Sejarah Serta Asal Usul Tari Saman Tari Saman merupakan salah satu tari asal Suku Gayo, Aceh, Indonesia yang biasanya diperankan oleh laki-laki. Di mana tari ini mulai dikembangkan sejak abad ke-14 oleh seorang ulama besar Aceh yang bernama Syekh Saman. Pada awalnya, tari Saman hanyalah semua permainan rakyat yang disebut dengan Pok Ane . Akan tetapi setelah kebudayaan Islam masuk ke daerah Aceh, khususnya Suku Gayo, permainan rakyat ini kemudian berakulturasi . Sehingga nyanyian pengiring permainan rakyat Pok Ane yang mulanya bersifat pelengkap, berubah menjadi sebuah nyanyian penuh makna serta pujian kepada Allah. Tak hanya itu, kebudayaan Islam juga mampu mengubah beberapa gerakan dasar pada tarian ini, mulai dari tepukan tangan hingga perubahan pada tempat duduk para penarinya.   Penggunaan Tari Saman dan Pengakuan dari Dunia Di masa kesultanan Aceh, tarian ini hanya ditampilkan saat acara atau perayaan Maulid Nabi Muhammad. P...

avatar
Oskm18_16718244_johannes_samuel
Gambar Entri
Makam Sultan Iskandar Muda
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

             Makam Sultan Iskandar Muda     Makam Sultan Iskandar Muda merupakan objek wisata yang terletak di daerah  Krueng Daroy, Banda Aceh. Lebih tepatnya lagi di samping “Meuligoe Aceh” atau bahasa Indonesia nya pendopo gubernur Aceh. Makam Sultan Iskandar Muda merupakan makam sultan termasyhur atau dengan kata lain sultan yang pernah membawa kejayaan emas pada abad ke 17. Dulu, makam ini pernah dihilangkan jejaknya oleh Belanda, dan kemudian dicari-cari lalu ditemukanlah oleh Pocut Meurah pada tanggal 19 Desember 1952.   Makam Sultan Iskandar Muda ini dijadikan objek wisata ziarah yang memikat wisatawan penikmat sejarah.Mengapa? Karena Sultan Iskandar Muda sendiri pernah membawa kejayaan yang menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan internasional. Sultan Iskandar Muda merupakan raja yang adil. Hal itu dibuktikan melalui hukuman pancung untuk anaknya sendiri, Meurah Pupok, karena anakn...

avatar
OSKM18_19918189_CUT ASYIFA EVELI
Gambar Entri
Kain Songket (Tenun) Khas Daerah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Hanifah Hasnamuthia Ramadhani 16118077 / SITH-S #OSKMITB2018   KAIN TENUN KHAS DAERAH (ACEH) Tenun adalah hasil kerajinan yang berupa (bahan) kain yang dibuat dari benang (kapas sutra dan sebagainya) dengan cara memasuk-masukkan pakan secara melintang pada lungsin. (Menurut KBBI) Di negeri Indonesia yang kaya akan budaya dan bermacam ragam adat ternyata memiliki kerajinan tenun yang tidak hanya berasal dari satu daerah. Hampir di seluruh penjuru pulau Indonesia memiliki kain tenun khas dari daerahnya masing-masing. Dari daerah masing-masing tersebut, kain tenun memiliki nama yang berbeda di setiap daerahnya. Sekarang kita akan melihat terlebih dahulu aneka kain songket dari macam daerah. Sebut saja di Jambi, Palembang di pulau Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara seperti Batak menyebut kain tenunnya dengan sebutan Ulos, di Sumatera Barat seperti Minangkabau kain tenun songket ternamanya adalah Pandai Sikek dan Silungkang, Riau menyebutnya sebagai Ten...

avatar
16118077_OSKMITB2018_Hanifah Hasnamuthia Ramadhani
Gambar Entri
Tari Saman: Tarian Tradisional Khas Aceh
Tarian Tarian
Aceh

            Tari Saman adalah sebuah tarian dari Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.             Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan nilai-nilai tertentu yaitu pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Tari saman biasanya ditampilkan tidak menggun...

avatar
OSKM18_16418208_ERVIN CHRISTIAN
Gambar Entri
Silat Pelintau, Permainan Daerah khas Aceh
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Pelintau di ambil dari bahasa tamiang asli yaitu; PELIN berarti semua, sedangkan TAU berarti tau atau mengerti, jadi PELINTAU memiliki makna atau arti SEMUA TAU, baik fisik maupun sepiritual.   Silat Pelintau menjadi tradisi untuk penyambutan pengantin di Aceh. Tradisi sambutan ini dinilai cukup berbahaya karena yang ditampilkan adalah gerakan-gerakan silat yang lihai oleh pemuda ahli pelintau Aceh.  Pendekar silat Pelintau ini akan menghadang rombongan pengantin lelaki ketika tiba di perkarangan rumah. Para pendekar ini terdiri dari lelaki dan perempuan. Ketika rombongan tiba, mereka pun siap beraksi. Selama aksi berlangsung, rombongan harus menjaga jarak. Karena aksi ini sebenarnya cukup berbahaya. Sebab dalam aksi seni silat Aceh, para pendekar ini juga menggunakan bermacam senjata tajam seperti pisau, pedang maupun toya. Meskipun memiliki senjata, para pendekar ini tidak menghujamkan senjatanya ke tubuh seperti seni Debus. Mereka memang m...

avatar
Sylviaanggi
Gambar Entri
Festival Budaya Saman 2018
Tarian Tarian
Aceh

Pada tanggal2 Oktober 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyelenggarakan acara ‘Seminar dan Festival Budaya Saman 2018’. Bertemakan "Saman dalam Spektrum Pengetahuan” dengan pembicara Dr. Sal Mugiyanto ( Pakar Petunjukan Program Pasca Sarjana ISI Yogyakarta), H. Ali Husin. SH ( Ketua DPRK Gayo Lues), Dr.Nyak Ina Raseuki (Etnomusikologi, Program Pasca Sarjana IKJ), Aminnulah, M.Ak ( Pengajar Saman, Duta Saman Institue Jakarta), Dr. Rajab Bahry ( Pakar Saman, Prodi bahasa Indonesia, FKIP Unsiyah, Aceh, Dr. Lono Simatupang ( Antropolog, pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Budaya, UGM Yogyakarta), H. Muhammad Amru, MSP ( Bupati Gayo Lues) dan Mukhsin Putra Hafid, M.A ( Peneliti Saman, Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, FKIP Unisyah, Aceh. Seminar kali ini ditujukan untuk melestarikan tari Saman yang berasal dari Kabupaten Gayo dan ternyata saya baru tahu kalau tari Saman itu hanya di tarikan...

avatar
Puken