Secara umum rumah tradisional Sunda merupakan sebuah rumah panggung sama seperti rumah - rumah tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Bentuk rumah panggung ini bertujuan untuk menghindari masalah - masalah dari lingkungan yang bisa mengancam penghuninya. Dilihat berdasarkan bentuk atapnya, maka rumah tradisional atau adat Sunda terbagi atas beberapa ciri yang berbeda satu dengan yang lainnya: Keterangan: Jolopong (sebutan untuk rumah dengan atap pelana yang betuknya memanjang) Perahu Kumureb (sebutan untuk rumah dengan bentuk atap perisai "oleh masyarakat sunda, disebud perahu kumureb karena bentuk atap seperti perahu terbalik") Julang Ngapak (dikarenakan bentuk atapnya seperti sayap burung yang sedang terbang) Badak Heuay (dikarenakan bentuk atapnya seperti seekor badak yang sedang membuka mulutnya) Tagog Anjing (dikarenakan bentuk atapnya seperi seekor anjing yang sedang duduk) Capit Gunting (dikarenakan bagian atas atapnya yang saling menyilang berbentuk gunting) Pondasi...
Di Ciamis, ada prosesi ngikis atau pemasangan pagar di Cagar Budaya Karang Kamulayan. Warga Tatar Galuh Kabupaten Ciamis melaksanakan acara adat Ngikis yang tujuannya untuk membersihkan dan memagari ‘pangcalikan’ atau singgasana Raja Galuh agar bisa membersihkan serta memagari diri di bulan Ramadan. Upacara Adat Ngikis merupakan warisan budaya tak benda (intangible) yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Karangkamulyan. Upacara Adat Ngikis adalah kegiatan rutin sejak dulu sampai kini yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Karangkamulyan menjelang Bulan Suci Ramadhan di Situs Karangkamulyan. Ngikis mempunyai makna filosofis yaitu membersikan diri dari sifat kotor dalam hati serta dalam diri sebelum melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan, dengan syimbol seluruh masyarakat Desa Karangkamulyan membersihkan, menyapu, memagar situs (batu pancalikan) dengan bergotong – royong, menyataan banyu suci dari setiap kabuyutan dan berdo’a ber...
Sumedang adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Di kabupaten ini, tepatnya di Desa Karedok, Kecamatan Jati Gede, ada satu upacara adat yang disebut dengan ngarot. Kata “ngarot” dalam bahasa Jawa dapat diartikan sebagai “berkenduri menjelang mengerjakan sawah” (Prawiro-atmodjo, 198: 422). Sedangkan, dalam bahasa Sunda, kata “ngarot” berasal dari kata “ngaruat” yang artinya adalah “selamatan untuk menolak bala”. Asal usul upacara ngarot di Desa Karedok berawal pada sekitar tahun 1900-an, ketika desa itu dilanda wabah penyakit yang banyak memakan korban, baik manusia maupun hewan peliharaan. Melihat warganya mendapat musibah, Erum, Kepala Desa Karedok waktu itu, meminta bantuan seorang Polisi Desa bernama Ki Maryamin untuk bertapa selama 40 hari-40 malam. Tujuannya adalah mencari tahu penyebab terjadinya wabah penyakit di Desa Karedok. Konon, ketika menjelang malam ke-40 tiba-tiba Ki...
Nhay (Nyai) Subang Larang adalah putri dari Ki Gedeng Tapa, seorang mangkubumi dari Nagari Singapura, dari Nhay Ratu Karanjang (putri Ki Gedeng Kasmaya penguasa Wanagiri, yang masih saudara dari Prabu Anggalarang).. Carita Purwaka Caruban Nagari mengisahkan bahwa Subang Larang adalah salah satu istri dari Raden Pamanah Rasa yang kelak marak menjadi Raja Pajajaran. Ayah Subang Larang adalah Ki Gedeng Tapa, mangkubumi di Singapura. Nagari Singapura merupakan pecahan Nagari Wanagiri Besar yang dirajai Prabu Indraprahasta, termasuk kekuasaan Galuh. Ibunya bernama Nhay Ratu Karanjang, putri Ki Gedeng Kasmaya penguasa Wanagiri, yang masih saudara dari Prabu Anggalarang. Oleh penguasa Surantaka Ki Gedeng Surawijaya Sakti, Ki Gedeng Tapa alias Ki Gedeng Juman Janti diangkat menjadi syahbandar pelabuhan Muara Jati. Datanglah rombongan armada Cina yang dipimpin Laksamana Zheng He (Cheng Ho) dan Kun Wei Ping tiba di Muara Jati dalam jumlah prajurit 27 ribu dengan kapal-kapal...
Pada masyarakat banceuy terdapat beberapa cerita terkait mengenai sejarah maupun mitos dan cerita rakyat lainnya. Dalam masyarakat banceuy seperti dongeng Tangkuban perahu, Lutung Kasarung merupakan dongeng yang pada masyarakt banceuy pada umumnya telah mengetahui karena dongeng tersebut telah banyak dipublikasikan dan terutama dongeng tersebut merupakan dongeng yang terkenal di Jawa Barat khususnya daerah subang ( Tangkuban Perahu). Terkait dengan cerita sejarah yang ada di banceuy, hal ini sangat menarik dimana cerita sejarah ini terkait dengan perkembangan desa banceuy seperti cerita berdirinya desa Negla sebelum mendajadi banceuy, dulunya terdapat bencana yang menimpa desa negla berupa angin puting beliung, ada yang mengatakan angin tersebut merupakan kiriman dari penguasa alam, dan ada juga yang mengatakan sebuah bencana alam yang terkait dengan manusia dengan alam. Berawal dari bencana tersebut datang terdapat tujuh tokoh ya...
PUPUH I Hayam Wuruk, raja Majapahit ingin mencari seorang permaisuri untuk dinikahi. Maka beliau mengirim utusan-utusan ke seluruh penjuru Nusantara untuk mencarikan seorang putri yang sesuai. Mereka membawa lukisan-lukisan kembali, namun tak ada yang menarik hatinya. Maka prabu Hayam Wuruk mendengar bahwa putri Sunda cantik dan beliau mengirim seorang juru lukis ke sana. Setelah ia kembali maka diserahkan lukisannya. Saat itu kebetulan dua orang paman prabu Hayam Wuruk, raja Kahuripan dan raja Daha berada di sana hendak menyatakan rasa keprihatinan mereka bahwa keponakan mereka belum menikah. Maka Sri Baginda Hayam Wuruk tertarik dengan lukisan putri Sunda. Kemudian prabu Hayam Wuruk menyuruh Madhu, seorang mantri ke tanah Sunda untuk melamarnya. Madhu tiba di tanah Sunda setelah berlayar selama enam hari kemudian menghadap raja Sunda. Sang raja senang, putrinya dipilih raja Majapahit yang ternama tersebut. Tetapi putri Sunda sendiri tidak banyak berkomentar. Maka...
Menurut sumber tradisional setempat, baik yang berupa cerita rakyat maupun babad, nama Wanayasa berasal dari kata Wana yang berarti “leuweung” (hutan) dan yasa yang berarti “didamel lembur” (dijadikan perkampungan). Wanayasa berarti “hutan yang dijadikan perkampungan”. Munculnya asal-usul nama Wanayasa tersebut berkaitan dengan terbentuknya Kabupaten Wanayasa, yang disebut “kabupaten anu madeg mandiri” (kabupaten yang berdiri sendiri), untuk membedakan dengan masa ketika daerah Wanayasa menjadi bagian dari Kabupaten Karawang, dan sempat dijadikan ibukota Kabupaten Karawang. Menurut Babad Wanayasa, leluhur Wanayasa barasal dari Mataram, yakni Susuhunan Mangkurat. Susuhunan Mangkurat mempunyai seorang putra bernama Pangeran Dipati Katwangan. Ia menikah dengan Putri Pangeran Madura dan mempunyai dua orang anak, yang laki-laki bernama Pangeran Pancawara dan yang perempuan bernama Ratu Harisbaya. Ratu Harisbaya menikah dengan Panemb...
Panjalu berasal dari kata jalu (bhs. Sunda) yang berarti jantan, jago, maskulin, yang didahului dengan awalan pa (n). Kata panjalu berkonotasi dengan kata-kata: jagoan, jawara, pendekar, warrior (bhs. Inggeris: pejuang, ahli olah perang), dan knight (bhs. Inggeris: kesatria, perwira).[butuh rujukan] Ada pula orang Panjalu yang mengatakan bahwa kata panjalu berarti "perempuan" karena berasal dari kata jalu yang diberi awalan pan, sama seperti kata male (bhs. Inggeris : laki-laki) yang apabila diberi prefiks fe + male menjadi female (bhs.Inggeris : perempuan). Konon nama ini disandang karena Panjalu pernah diperintah oleh seorang ratu bernama Ratu Permanadewi.[butuh rujukan] Mengingat sterotip atau anggapan umum watak orang Panjalu sampai sekarang di mata orang Sunda pada umumnya, atau dibandingkan dengan watak orang Sunda pada umumnya, orang Panjalu dikenal lebih keras, militan juga disegani karena konon memiliki banyak ilmu kanuragan warisan dari nenek moyang mereka, oleh ka...
Misteri Nini Pelet , adalah sebuah kisah atau cerita rakyat yang sangat melegenda bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Ceremai. Gunung dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, yang juga merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat ini memang banyak menyimpan legenda dan kisah mistis. Cukup banyak cerita misteri, mitos hingga legenda yang sampai kini tetap diyakini. Gunung Ceremai , adalah gunung tertinggi di Jawa Barat yang wilayahnya mencakup tiga daerah yakni Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Kuningan. Gunung purba dengan sejuta daya pesona ini memiliki keindahan yang sangat memikat bagi para pecinta alam. Gunung Ceremai juga memiliki kekayaan flora dan fauna dan kandungan energi panas bumi yang sangat besar dan melimpah. Namun sebagaimana layaknya gunung berapi yang memiliki ragam kekayaan alam, gunung ini juga menyimpan beragam kisah yang beberapa diantaranya cukup menyeramkan. Selain adanya kisah para Wali Tanah Jawa yang diant...