Hari Pahlawan
199 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cerita Nogo Ema
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Siti Pol Mage Lio adalah nama sebuah desa di daerah Kabupaten Ende Lio. Di sana hiduplah seorang ibu dan seorang bapak. Si ibu bernama Ose Lango Ladju Burak, sedang si ayah bernama Pati Lae. Kedua suami-isteri mempunyai 8 (delapan) orang anak yang terdiri dari 7 (tujuh) orang putera dan seorang puteri. Nama ke tujuh putera tersebut masing-masing adalah Lalaku Lalo deng, Bala Karung, Kasarua Maring Badjo, Eko Kaen, Wewe Ame, Mabu Kaeng, dan Jawa Ama; Si wanita bernama Tonu Nogo Gunung Wudjo Ema. yang biasa disingkatkan menjadi Nogo Ema atau Nogo Gunug atau Tonu Wudjo. Pada masa itu orang belum mengenal makanan pokok seperti padi dan jagung. Makanan pokok mereka pada waktu itu ialah batu dan buah-buah. Minuman mereka adalah air yang berlumpur. Ketika Nogo Ema atau Nogo Gunung telah dewasa maka oleh saudara-saudaranya ia hendak ditukarkan dengan gading dan kambing. Ini berarti ia harus dibawa dan dijual kepada penduduk di pedalaman Lio. Cara semacam ini menurut istilah Lamaholot di...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Kolo Bian
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Dalam sebuah kampung yang bernama We-Kto-Talaka tumbuhlah sebuah pohon beringin besar tepat di depan istana dari raja Malaka. Daunnya sangat rindang. Pohon beringin itu biasa disebut dengan nama Hali Malaka. Suatu ketika hinggaplah seekor ayam betina pada salah satu cabang beringin itu. Ayam betina itu dikirim oleh Nai Maromak atau Yang Mahakuasa ke dunia ini. Bertepatan pula pada waktu itu raja sedang berjalan-jalan menghirup udara segar di bawah pohon beringin tersebut. Setelah dilihatnya ayam betina itu, raja Malaka langsung mengambil sumptnya untuk menyumpit ayam betina itu. Sementara raja mencari-cari tempat yang cukup baik untuk menyumpitnya, tiba-tiba raja mendengar suatu suara yang mengatakan: "Hai tuan raja Malaka, janganlah engkau membunuh saya dengan sumpitmu, sebaiknya marilah kita mengadakan perundingan lebih dahulu." Kemudian ayam betina itu menruskan pembicaraannya demikian. "Tuan raja jangan memubunh saya, oleh karena saya ini adalah utusan dari Yang Mahakuasa da...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Museum Bahari End
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Museum Bahari Ende, Ende, Flores Openingstijden:   Setiap hari: 08.00 – 16.00 WITA Plaats:   Ende, Flores Provincie:   Nusa Tenggara Timur Land:...

avatar
Roro
Gambar Entri
Manalolo Banda
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Nusa Tenggara Timur

MANA LOLO BANDA ( Lagu Rakyat Pulau Rote ) Lagu ini menceritakan tentang pengembala sapi Ciptaan NN   Aua ia mana lolo banda Aua soda ele le le lele Ia au tataon mana lolo banda Au fali du dau ledoa tenaso Aua ia mana lolo banda Aua soda ele le le lele Ia au tataon mana lolo banda Au fali du dau ledoa tenaso   Reff   Fo banda fali aua fo Tungga dea Nahaka me e mana Lolo banda  sapi binaka bête Malinu oe ena leo ia tungga fali mana lolo banda     Aua ia mana lolo banda Aua soda ele le le lele Ia au tataon mana lolo banda Au fali du dau ledoa tenaso   Meraih Mimpi Mari berlari meraih mimpi Menggapai langit yang tinggi Jalani hari dengan berani Tegaskan suara hati* Kuatkan diri dan janganlah kau ragu Tak kan ada yang hentikan langkahmu   Re...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kepercayaan Orang Donggo
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Sulit selaki untuk memahami kepercayaan orang Donggo (Sumbawa Timur), karena mereka begitu tertutup dan amat takut untuk memberi penjelasan mengenai apa yang mereka yakini. Hal ini tentu disebabkan karena banyak peristiwa agama telah berusaha untuk menanamkan pengaruhnya, terutama peristiwa 1969, peristiwa 1974, peritiwa 1979, belum lagi peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahan Belanda. Tulisan-tulisan tentang kepercayaan orang Donggo tidak cukup jelas, bahkan kadang-kadang tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan. Misalnya J. Elbert (1912: hlm. 69) mencatat bahwa yang menjadi ncuhi hanya dari keturunan duna (belut), sedang P. Arndt (1952) mencatat bahwa dou deke (tokok) yang berhak menjadi ncuhi.   Baik Elbert dan Arndt mencatat bahwa pada masa itu hanya terdapat 5 buah klen patrilineal yang exogam, sedang masyarakat sekarang mengenal lebih dari 13 buah klen. Jadi walaupun merek seolah-olah tidak berkembang dan tidak menjalankan kepercayaannya lagi, secara...

avatar
Aze
Gambar Entri
Ta Pe Fenu
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Berbicara mengenai upacara daur hidup, maka banyak daerah yang dapat dijadikan referensi karena populernya upacara tersebut. Misalnya upacara pernikahan adat jawa, sunda, betawi, dan lain-lain. Pulau Timor atau dataran Timor (NTT) sebenarnya memiliki upacara daur kehiduapan seperti masyarakat adat lainnya. Misalnya pada masyarakat Dawan atau Atoni atau Boti. Dalam perkembangnannya, masuknya agama Kristen turut memengaruhi tata cara upacara terutama untuk suku Boti yang tinggal di daerah pesisir atau yang disebut Boti luar. Hal ini diterangkan dalam buku Laporan Hasil Kajian Upacara Siklus Kehidupan Masyarakat Suku Boti- Kabupaten TTS yang diterbitkan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Arkeologi, Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan, tidak semua warga Suku Boti melaksanakan berbagai upacara tersebut, hanya sebagian kecil saja yang masih melaksanakan upacara peninggalan leluhur terse...

avatar
Aze
Gambar Entri
Bole Jaru (Jangan Besedih)
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Nusa Tenggara Timur

Lagu ini menceritakan tentang perpisahaan seorang anak yang ingin merantau terhadap ibunya.  Lyric: Bole jaru ina tana yae Era deo mone tao Maji nagi dahi ae Era mangngi tu di ……………… Era mangngi tu di ……   Bole noho nga hedui Noho huma kolo lai Do ta mai bale wari Era mangngi dai leto …………………. Era mangngi dai leto ………….     Terjemahan Lirik:  BOLE JARU (JANGAN BESEDIH)   Bole jaru ina tana yae (jangan bersedih ibuku tersayang) Era deo mone tao (ada Tuhan Pencipta) Maji nagi dahi ae (walau mengarungi samudra luas) Era mangngi tu di (ada berkat buat kita) Era mangngi tu di (ada berkat buat kita) Bole noho nga hedui (jangan merintih dan sedih) Noho huma kolo lai (jeritan kalbu karena perpisahan ini) Do ta mai bale wari (akan da...

avatar
Ramm
Gambar Entri
Senjata Kabeala daerah Nusa Tenggara Timur #DaftarSB19
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Timur

Kabeala merupakan senjata andalan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang biasa dibawa para pria dengan diselipkan pada ikat pinggangnya. Bentuk dari senjata ini menyerupai parang, golok atau pedang dengan ukuran panjangnya sekitar 48 cm sampai 58 cm. Tentu saja senjata tajam ini digunakan untuk kebutuhan bekerja dan juga ada yang dipakai sebagai simbol kejantanan masyarakat NTT. Bentuk Kabeala Senjata ini memiliki banyak bentuk pada gagang serta sarungnya. Hal ini berfungsi untuk membedakan penggunaannya dalam masyarakat. Gagang yang menggunakan bahan baku kayu digunakan untuk pekerjaan bertani dan berburu. Sedangkan gagang yang menggunakan bahan gading atau tanduk digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri.   Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak menggunakan senjata Kabeala yaitu wilayah pulau Sumba. Pulau Sumba ini terpisah dari ibukota provinsi Kupang dan lebih dekat dengan provinsi NTB. Di wilayah ini masih terdapat banyak hutan rim...

avatar
Herlambang
Gambar Entri
Towe Songke #DaftarSB19
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

        TOWE SONGKE merupakan kain tenun khas daerah manggarai, Kain tenun songke juga biasa di sebut lipa. Towe atau lipa dalam bahasa Manggarai untuk laki-laki disebut dengan "Tengge Towe/Lipa" dan untuk perempuan disebut dengan "deng Towe/Lipa". Towe Songke biasa digunakan baik di rumah maupun saat menghadiri ritual adat, ke gereja, ketika mandi dan tidur, saat kelahiran dan pernikahan, dan untuk membungkus orang yang telah meninggal. Songke juga bisa menjadi pemberian saat acara masuk minta (lipa widang) dari orangtua kepada bakal keluarga baru. Dan dari fungsinya Lipa Songke kerap kali dianggap sebagai "wengko weki," yang melindungi tubuh. Boleh dibilang, Songke itu menjadi jejak budaya Orang Manggarai. Saat ini, di kota-kota pusat administrasi wilayah Manggarai Raya seperti Ruteng, Borong dan Labuan Bajo, para pegawai pemerintah diwajibkan mengenakan Songke dalam bentuk jas atau kemeja sebagai salah satu usaha menghargai dan melestarika...

avatar
Nabilah