Nasi Astakona merupakan salah satu kuliner khas masyarakat Banjar yang berasal dari tradisi Kesultanan Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam perkembangannya, nasi astakona dapat disajikan dalam prosesi pernikahan adat Banjar. Biasanya disantap pada acara Badadapatan (santap bersama setelah pengantin bersanding di pelaminan). Astakona merupakan sebuah kata yang terdapat dalam istilah sastra Indonesia lama yang berarti segi banyak. Hal ini dapat dilihat dari cara penyajiannya hidangan yang cukup banyak dan disajikan pada tempat khusus berupa talam yang bertumpang 3-5 susun. Hidangan umumnya terdiri dari 3 komponen pokok yaitu nasi, lauk pauk dan buah-buahan. Nasi Astakona disajikan dalam talam kuningan tumpang tiga berkaki tunggal. Diameter talam-talam yang disusun membentuk seperti kerucut ini ukurannya cukup variatif. Dari yang terbesar (45 cm), sedang (38 cm) hingga terkecil (32 cm). Ketiganya disusun bertingkat hingga mencapai tinggi sekitar 50 cm. Talam pertama berisi nasi...
Gangan Humbut Nyiur merupakan salah satu jenis kuliner khas yang berasal dari daerah Banjarmasin (Kalimantan Selatan). Makanan ini berbahan utama humbut nyiur ini sejak dahulu telah disajikan dalam acara-acara khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat Banjar, seperti acara adat, acara keagamaan, maupun acara keselamatan kampung. Gangan Humbut Nyiur masih dapat dijumpai terutama sekitar Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=2429
Bingka adalah salah satu cemilan kalimantan selatan atau lebih tepatnya adalah cemilan khas dari suku Banjar yaitu suku asli Kalimantan Selatan. Sedangkan rasanya adalah manis, lembut dan sedikit berlemak. Cemilan ini biasanya disajikan bersama cemilan dan kue khas Kalimantan Selatan lainnya untuk acara pernikahan. Selain itu, Bingka juga salah satu makanan favorit untuk berbuka puasa di Kalimantan Selatan. Makanan ini terbuat dari adonan tepung terigu, santan, telur, garam, dan gula pasir. Kemudian dipanggang mengunakan cetakan yang berbentuk bunga. Selain itu, terdapat berbagai varian rasa seperti Labu, Kentang, Tapai, dan Pandan.
Soko adalah salah satu masakan langka yang sangat sulit sekali ditemukan, masakan ini terbuat dari dari bahan dasar ketan dengan campuran parutan kelapa, gula dan bubuk kacang hijau, sehingga rasanya sangat manis dan teksturnya yang sangat lembut. Berasal dari Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Masakan ini kembali muncul pada festival pasar terapung tahun lalu, yakni 2017, sejatinya Soko hanya terlihat pada acara pernikahan dan acara resmi lainnya. Saat ini untuk kawan-kawan yang ingin mencicipinya, bisa datang ketika festival pasar terapung, karena tidak terdapat ditempat lain ataupun di pasar kuliner lainnya. Cara pembuatan dan penyanyiannya pun cukup sederhana, hanya terbuat dari ketan dan penyanyiannya ditaburi dengan parutan kelapa dan bubuk kacang hijau. Sumber: https://redkal.com/ini-soko-dan-tatal-haruan-kuliner-langka-asli-tanah-laut/ https://www.cendananews.com/2017/08/soko-dan-tatal-haruan-kuliner-langka-asal-tanah-laut.html
Makanan ini sudah sejak lama dijual di pasar Barabai dan sampai saat ini masih bertahan meski sudah banyak makanan cepat saji kebarat-baratan. Barabai sendiri merupakan ibukota dari kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Apam barabai adalah kue basah yang dibuat dari tepung beras, santan, gula merah/putih, dan tape singkong. Makanan ini bentuknya bulat dan tipis, berwarna merah kecoklatan atau putih. Teksturnya sangat lembut, sehingga enak dilidah. Yang berwarna merah kecoklatan, gula yang digunakan adalah gula merah, sehingga rasanya sangat khas, gurih dan manis, aromanya pun memiliki aroma yang kuat dari gula aren. Yang warna putih pun tak kalah enak, rasanya juga manis, orang yang kurang suka aroma dan rasa gula merah bisa memilih apam yang putih ini. Apam ini banyak dijual dipasar barabai terutama dimuka terminal barabai, biasanya apam ini dibungkus dengan daun pisang. Satu bungkus isinya biasanya 8-10 lapis apam...
Bagi masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat Banjar, Mandai terdengar tidak asing dan bahkan sangat terkenal. Mandai adalah sebutan untuk kulit cempedak yang sudah melalui proses fragmentasi. Masakan olahan yang bahan utamanya adalah kulit cempedak ini bisa dijadikan lauk menemani makanan utama seperti nasi, rasanya sangat nikmat dengan tekstur berserat serta lembut, kelembutannya tergantung seberapa lama kulit cempedak di rendam. Pembuatan Mandai tidak terlalu sulit, berikut adalah tahap-tahap pembuatan Mandai hingga siap di hidangkan. Buah cempedak haruslah dalam keadaan matang, setelah itu daging buahnya di ambil dan dimakan atau diolah dan di hidangkan sesuai selera. Kulit cempedak kemudian dikupas hingga kulit bagian yang paling luar tidak ada lagi, dan kulit bagian dalamnya yang terlihat seperti gabus inilah yang akan di manfaatkan dan diolah menjadi Mandai. Setelah itu kulit dalam ini di potong-potong menjadi beberapa bagian sesuai selera....
Di sebuah desa yang berada di sebelah Barat lereng Pegunungan Meratus, hiduplah anak laki-laki bernama Angui bersama ibunya yang bernama Diang Ingsun. Mereka hidup sangat miskin. Angui membantu ibunya menangkap ikan di sungai atau mengumpulkan umbi-umbian dari hutan agar mereka bisa tetap makan. Suatu hari, sebuah kapal merapat di pelabuhan kecil yang ada di desa itu. Menurut kabar, pemiliknya adalah seorang saudagar kaya dari kota yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Penduduk desa boleh menukar kebutuhan pokok itu dengan rotan, lilin, atau damar. Mendengar kabar itu, Angui bergegas mencari sebanyak mungkin rotan, membersihkannya dengan cepat, lalu mengikatnya rapi. Dia ingin menukar rotan itu dengan beras, garam, dan gula merah. Dia sudah bosan makan nasi hambar. Dia juga sedih melihat ibunya hanya bisa minum kopi pahit karena mereka tidak pernah punya persediaan gula merah. Angui tiba di pelabuhan. Dia ikut mengantre bersama penduduk lain. Lalu, tibalah giliran...
Motif sasirangan kambang sakaki Sasriangan kambang sakaki, kambang dalam bahasa banjar yang berarti kembang atau bunga, yang bermakna bunga melambangkan keindahkan. Simbol bunga banyak dipergunakan sebagai ornamen arsitektur khas Banjar dalam bentuk ukiran. Motif sasirangan gagatas Gagatas adalah makanan khas suku banjar yang terbuat dari tepung beras atau tepung sagu dan parutan kelapa kemudian disajikan dengan gula merah cair. Pada umumnya makanan khas Banjar dipotong dalam bentuk ini. Maknanya adalah pentingnya melestarikan simbol budaya agar tidak hilang digerus jaman. sumber : http://sasiranganmodern.blogspot.co.id/2016/05/motif-sasirangan-banjar-bag-2.html
Kelahiran anak pertama selalu menjadi hal yang mendebarkan dan penuh harap. Di Indonesia, ada berbagai prosesi adat yang dilakukan guna menyambut dan mendoakan calon jabang bayi yang dikandung oleh ibunya. Salah satunya adalah upacara daur hidup Mandi Tian Mandaring yang dilakukan suku Banjar. Prosesi ini dikhususkan untuk kehamilan anak pertama di usia tujuh bulan. Menurut keyakinan orang Banjar, makhluk halus sangat tertarik untuk mengganggu wanita yang sedang hamil. Bahkan proses kehamilan juga sangat rentan dengan gangguan makhluk halus. Sehingga dengan diakan acara mandi tian mandaring, diharapkan ibu dan anak yang akan dilahirkan selalu dilindungi dan lahir dengan selamat. Peralatan dan Perlengkapan Upacara Ada beberapa peralatan yang harus disiapkan dalam prosesi ini, antara lain banyu yasin (air yang sudah dibacakan surat Yasin), banyu tuju , banyu baya (biasanya sudah disiapkan oleh dukun bayi), dan mayang balik tilantang . Se...