HARI PAHLAWAN
906 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kampung Dukuh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berada pada ketinggian ± 390 m di atas permukaan laut dengan luas ± 5 hektar. Dalam kisah tradisi yang dipercayai masyarakat setempat bahwa yang berjasa sebagai pendiri Kampung Dukuh adalah Syekh Abdul Jalil.   Menurut cerita nama dukuh diambil dari bahasa Sunda yang berarti tukuh (kukuh, patuh, teguh), dalam mempertahankan apa yang yang menjadi miliknya, atau taat dan sangat patuh menjalankan tradisi warisan nenek moyangnya. Menurut penuturan (2006) Lukmanul Hakim, Juru Kunci (Kuncen) Kampung Dukuh istilah dukuh berasal dari padukuhan atau dukuh = calik = duduk. Jadi padukuhan sama dengan pacalikan atau tempat bermukim. Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman yang mengelompok, terdiri atas beberapa puluh rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkat. Pada tiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur dari arah barat ke timur. Letak antar rumah hampir berdempetan, sehingga jalan kampung terletak di sela-sela rumah penduduk berupa jalan s...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ucing Kalangkang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Pelaku permainan 5 sampai 10 anak, mereka mengadakan undian yang kalah menjadi kucing. Dilakukan pada pagi hari atau malam hari waktu terang bulan, dimana orang berdiri jelas bayangannya. Gelanggang permainan di tempat terbuka. Jalannya permainan yang menjadi kucing harus menginjak bayangan lawannya dan bila terinjak lawannya berbalik menjadi kucing. Permainan ini melatih kecekatan bergerak.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Bedil Sorolok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Mainan yang terbuat dari pelepah daun pisang yang berbunyi "sorolok", Mainan ini banyak dimainkan ketika bahan tersebut banyak tersedia, yaitu ketika saat pengambilan daun – daun pisang untuk keperluan membawa makanan, atau saat adanya seIamatan, upacara adat yang membutuhkan makanan yang dibungkus daun.  Tetapi banyak pula yang yang membuat mainan ini dengan secara sengaja mengambil pelepah nya dan daunnya tidak dipakai. Mainan ini cukup pembuatannya yaitu pisang tersebut dan sepanjang 10-12 cm panjang dari pelepah sederhana dalam dengan memotong pelepah menyayat bagian atasnya membunyikannya yaitu dengan cara  hasil sayatan tadi posisi nya berdiri dan dihentakan dengan cara memukulnya bersamaan dengan punggung telapak tangan sehingga sayatan tersebut kembali kesemula dan berbunyi bersamaan. Pada masa sekarang mainan ini mengalami perubahan bentuk dengan penambahan pegangan seperti sebuah senjata laras panjang. Dengan cara membengkokkan pangkal dari pelepah pisa...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Karnaval Tasikmalaya Creative Festival 2014 - titasiks blog
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pada hari Minggu (14/12) Kota Tasikmalaya dimeriahkan dengan adanya Karnaval Tasikmalaya Creative Festival (TCF). Karnaval yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya itu diikuti sekitar 600 peserta. Karnaval tersebut terdiri dari kategori  creative person  dan seni budaya. Sementara pesertanya dari pegawai perbankan, perhotelan, instansi pemerintah, pelajar dan lainnya. Pelaksanaan karnaval akan dimulai pukul 08.00. Peserta berangkat dari Tifosi Futsal Tasikmalaya. Dari Jalan KHZ Mustofa itu peserta akan berjalan kaki menuju Tugu Adipura berkahir di Halaman eks Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya. Di eks gedung dewan itu juga ada pertunjukan kesenian. Selama kegiatan Tasikmalaya Creative Festival 2014 juga diadakan lomba fotografi  on the spot .    

avatar
Hanifah P. Darmawanti
Gambar Entri
Situs Pangcalikan Gunung Padang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Di Desa Sukaresik, Kecamatan Cikoneng terdapat semacam hutan lindung yang di dalamnya terdapat objek peninggalan purbakala yang oleh masyarakat setempat dinamakan pangcalikan. Lahan seluas sekitar 7 hektar ini kondisi geografisnya berupa perbukitan. Untuk mencapai lokasi ini setelah memasuki kawasan hutan lindung harus melalui jalan setapak berbatu yang menanjak. Pada kompleks situs Pangcalikan Gunung Padang terdapat objek berupa bangunan berundak, makam, dan kolam. Bangunan berundak di Gunung Padang terpusat pada batu datar yang disebut pangcalikan. Batu ini berada di dalam bangunan semacam cungkup yang dibangun pada 1999 oleh kerabat juru pelihara. Bangunan cungkup menghadap ke arah selatan berukuran 4,42 x 4,62 m berdiri pada lahan yang lebih tinggi dari sekitarnya. Lahan tersebut dibatasi dengan benteng talud batu dengan ukuran panjang 11,76 m dan lebar 12,80 m. Batu pangcalikan terdiri dua bongkah. Batu yang besar berukuran panjang 114 cm, lebar 69 cm, dan tebal 14 m. Sedang ba...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Prasasti Curug Dago
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

 Prasasti Curug (air terjun) Dago berada dalam kawasan hutan lindung dan daerah perbukitan, di Kampung Curug Dago, Desa Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, dengan keletakan geografis pada garis koordinat 107º 37'044" BT dan 06º 51'562"  LS dan daerahnya merupakan dataran tinggi ± 1310 m di atas permukaan air laut.  Dua prasasti ini terletak ± 10 km di sebelah timur laut dari pusat kota Bandung, tepatnya di tebing Sungai Cikapundung yang tidak jauh dari air terjun Curug Dago dalam kondisi insitu dan utuh. Lokasi prasasti dapat ditempuh melalui Jalan Ir. Juanda/Dago turun di Dago Tea House (Teehuis)/Balai Pengelolaan Taman Budaya  dan dari lokasi itu dilanjutkan dengan berjalan  kaki menuruni tangga beton sampai ke lokasi prasasti. Berita pertama tentang prasasti dengan aksara dan bahasa Thai Curug Dago terdapat dalam Surat Kabar Harian Bandung Pos tanggal 1 Pebruari 1990, dan kemudian di Surat Kabar Harian Kompas, ditulis oleh...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Balong Dalem
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Nama Situs Balong Dalem diambil dari bahasa Sunda balong yang berarti kolam dan dalem yang mengacu kepada status sosial seseorang. Situs ini dihubungkan dengan keberadaan Sultan Matangaji atau Buyut Bayu yang datang dari Kesultanan Cirebon di tempat ini. Beliau menetap hingga meninggal di tempat ini. Selama hidup beliau  menyebarkan agama Islam dan setelah meninggal dimakamkan di lokasi yang dekat dengan balong tersebut. Situs ini terletak di desa babakan Mulya. Lokasi situs yang tidak jauh dari pusat Kota Kuningan ini mudah dicapai karena letaknya yang berada di tepi jalan raya beraspal yang memisahkan wilayah desa Babakan Mulya dengan desa Jalaksana di seberang timurnya. Di tempat ini pula terdapat Taman Makam Pahlawan “Samudera”. Secara astronomis terletak pada koordinat 6º55’13 LS dan 108º28’33” BT. Situs Balong Dalem berupa areal yang di dalamnya terdapat mata air, dua monolit berdampingan yang dikenal dengan batu kawin, areal ko...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Raginang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Raginang , atau juga ada yang menyebut Ranginang sebenarnya merupakan makanan yang sama hanya di Majalengka sendiri di sebut Raginang dan jika diinventaris ke berbagai daerah akan banyak lagi nama-nama raginang ini yang sedikit berbeda. Raginang merupakan olahan dari ketan yang di masak menjadi nasi ketan kemudian dibentuk bulat atau juga bisa menggunakan citakan , kemudian di jemur hingga kering dan setelah kering digoreng. prosesnya cukup mirip-mirip dengan pembuatan kerupuk. Di majalengka Raginang ini dibuat ketika ada acara-acara besar seperti Hajat Perkawinan, Kelahiran, Sunatan, Ngadegkeun dan hampir semua acara-acara besar lainnya Raginang selalu tersedia. Selain untuk keperluan hajatan, raginang juga dibuat untuk konsumsi sehari-hari, oleh-oleh atau bahkan di jaman sekarang sudah banyak yang mengembangkannya menjadi sebuah peluang usaha.   RM/Toko yang Menyediakan :   Rengginang Ce Nani Food Products Supplier7.1 km Address: Jl...

avatar
Duriah Solihah