fc points playstation 4 Besuche die Website Buyfc26coins.com. Fairer Deal..UD9i
571 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Oseng-oseng Mercon
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

BAHAN: 500 gr tetelan daging sapi 2 lbr daun salam 3 sdm minyak goreng BUMBU: 250 gr cabai rawit merah 7 siung bawang merah 4 siung bawang putih 1 sdt garam bumbu penyedap bila suka CARA MEMBUAT: Rebus tetelan daging sapi hingga empuk. Tiriskan. Iris kecil-kecil. Sisihkan. Siapkan bumbu di dalam wajan, beri 1/2 gelas air. Ungkep hingga air menyusut. Haluskan. Tumis bumbu yang telah halus, tambahkan daun salam, aduk. Masukkan tetelan daging sapi. Aduk-aduk hingga bumbu meresap. Sajikan dan oseng2 nan pedas siap di santap

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Sego Kucing/ Nasi Kucing
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

bahan yang diperlukan : 1. nasi hangat 1 bakul 2. daun pisang 3. Karet Gelang Lauk : 1. Mie goreng : - mie 10 grm - kecap 1 sdm - bawang putih 1 sung , cincang - merica 1/4 sdt - bawang merah 2 siung, cincang - minyak 1 sdm - garam.1/4 sdt - air 1/4 cup cara membuat : 1. panaskan minyak, masukkan bawang merah, banwang putih, tumis, tambahakan air dan masukkan mie 2. tambahkan kecap, garam, merica,dan mie aduk.. masak hingga matang. 2. Tempe oseng : - tempe 20 grm, iris tipis dan kecil. - kecap 1 sdm - bawang putih 1 buah, cincang - bawng merah 2 buah, cincang - garam1/2 sdt - gula 1 sdt - cabai cincang 2 buah - minyak cara membuat : 1. panaskan minyak , masukkan bawang, tempe dan tumis sebentar. 2. masukkan kecap, dan bumbu lain. 3. Sambel teri 1. teri 10 grm 2. sambal terasi cara membuat : 1. goreng teri campur dengan sambal. Cara Membuat Nasi Kucing 1. Ambil bungkus daun pisang, ambil 1/2 centong nas...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Bacem Ayam
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan : 1.000 ml air kelapa 1 ekor ayam potong 18 bagian 50 gram gula merah 3 mata asam 5 sendok makan kecap manis garam secukupnya tusuk sate Bumbu yang dihaluskan : 1 sendok teh ketumbar, sangrai 5 butir kemiri, sangrai 4 siung bawang putih 8 butir bawang merah Cara membuatnya : Rebus ayam bersama air kelapa, gula merah, asam, kecap manis, garam, dan bumbu halus. Kecilkan api. Masak hingga kuah mengering. Angkat dan dinginkan kemudian tusuk dengan tusuk sate. Siap di sajikan bersama sayur gudeg. Selamat mencoba.   Tempat yang Menyediakan:   Warung Ayam Goreng Bacem Mbok Sum Address: Jalan Sempur No. 58, Bogor Tengah, Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 Phone: 0878-7220-7111

avatar
Imam Taufik
Gambar Entri
Gudeg Ceker Jogja
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan : 750 gr nangka muda, kupas, potong-potong 500 ml air kelapa 750 ml santan kental dari 2 butir kelapa 4 butir telur, rebus matang, kupas 2 lembar daun jati 150 gr gula merah 6 lembar daun salam 4 cm lengkuas, memarkan 100 gr daging sapi, potong-potong 10 ceker ayam, cuci bersih Haluskan Bumbu : 12 butir bawang merah 6 siung bawang putih 8 butir kemiri, sangrai 1 sdm ketumbar, sangrai 1 sdt garam Cara membuat : Cuci bersih nangka, rebus sebentar dengan air kelapa, angkat Siapkan panci, alasi dasar panci dengan daun jati. Taruh setengah bagian nangka muda dan setengah bagian bumbu halus. Tambahkan sisa setengah bagian nangka muda, telur, sisa bumbu, gula merah, daging sapi, dan ceker ayam. Tambahkan santan dan tutup pancinya. Masak dengan api sedang hingga gudeg matang dan ceker lunak, angk...

avatar
Imam Taufik
Gambar Entri
Opor Telur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan-bahan : 3 sendok makan minyak 3 cm lengkuas, memarkan 2 batang sereh, memarkan 6 butir telur, rebus, kupas ½ sendok makan cuka 500 cc santan 8 siung bawang merah 4 siung bawang putih 3 cm kunyit 1 sendok teh ketumbar bubuk 1 sendok teh terasi matang 1 sendok teh garam Cara membuat : Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar bubuk, terasi matang, dan garam, sisihkan. Panaskan minyak, lalu masukkan lengkuas, sereh, dan bumbu yang telah dihaluskan, tumis hingga harum. Masukkan telur, aduk rata, lalu masukkan santan dan cuka, aduk rata, masak hingga mendidih dan kuah mengental, angkat. Sajikan dengan nasi hangat.

avatar
Imam Taufik
Gambar Entri
Kaligrafi Aksara Jawa
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kaligrafi aksara Jawa merupakan kebudayaan Jawa warisan nenek moyang masyarakat Jawa. Tidak seperti batik yang kini sudah lestari, kaligrafi aksara Jawa bisa dikatakan terancam punah. Fan Page dan Group Kaligrafi Aksara Jawa di Facebook: Kaligrafi Jawa dan Kaligrafi Aksara Jawa. Twitter: @KaligrafiJawa Foto Relief Kaligrafi Aksara Jawa yang terbuat dari limbah kertas. Water resistant (tahan air). Bunyi: Kembang. Jika anda tertarik dengan produk ber-Kaligrafi Aksara Jawa, di Yogyakarta ada Rikswa Craft yang memproduksi Hiasan Dinding Relief Kaligrafi Aksara Jawa dari Limbah Kertas. Produk Rikswa Craft ini juga dapat dijumpai di Mirota Batik Jl. Malioboro Yogyakarta. Anda juga bisa memesan nama anda untuk dibuat Relief Kaligrafi Aksara Jawanya. Sebaiknya anda memesan satu minggu sebelum datang ke Jogja, sehingga ketika sudah sampai di Jogja tinggal membawa pulang Relief Kaligrafi Aksara Jawa yang sudah anda pesan.  

avatar
Feni Tri Utami
Gambar Entri
Monumen Jogja Kembali (Monjali)
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Monumen ini dibangun pada 29 Juni 1985. Ditandai dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.   Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan Kolonel Sugiarto. Saat itu beliau Wali kota madya Jogjakarta. Pelontaran gagasan ini bersamaan dalam Peringatan Jogja Kembali yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1983. Dipilihnya nama Jogja Kembali dengan maksud sebagai tetenger atau penanda peristiwa sejarah. Yaitu ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibu kota Jogjakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai tanda awal bebasnya Bangsa Indonesia secara nyata dari kekuasaan pemerintahan Belanda. Pembangunan monument ini membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun. Diresmikan dan dibuka pada tanggal 6 Juli 1989 oleh Presiden RI pada waktu itu, Soeharto.   Monumen setinggi kurang lebih 31.8 m ini terletak di Dusun Jongka...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Grebeg Maulud Yogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Gerebeg  atau  grebeg  mempunyai arti "suara angin". Garebeg merupakan salah satu adat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Sultan Hamengku Buwana I. Upacara kerajaan ini melibatkan seluruh Kraton, segenap aparat kerajaan serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Secara formal, garebeg bersifat keagamaan yang dikaitkan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW serta kedua hari raya Islam (Idul Fitri dan Idhul Adha). Garebeg secara politik juga menjabarkan gelar Sultan yang bersifat kemuslimatan ( Ngabdurrahman Sayidin Panotogomo Kalifatullah ). Selama satu tahun terdapat tiga kali upacara garebeg yaitu Garebeg Mulud, Garebeg Besar, dan Garebeg Sawal yang diselenggarakan di kompleks Kraton dan lingkungan sekitarnya, seperti di Alun-alun Utara. Garebeg Mulud diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran ( maulid ) Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada tanggal 12 Rabiul awal. Bulan Rab...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Bas-Basan Sepur
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Dolanan/ permainan yang sering disebut Bas-Basan Sepur lebih ini dekat dengan dunia mainan anak laki-laki daripada anak perempuan. Permainan ini tidak hanya berfungsi sebagai mainan tetapi juga mengajak kepada pemainnya untuk berlatih olah pikir. Artinya, tidak hanya sekedar bermain, tetapi pemain juga dituntut untuk mengasah otak agar dapat memainkan permainan dengan membuat strategi jitu yang brilian sehingga memperoleh kemenangan yang gemilang. Biar pun termasuk permainan tradisional, Bas-Basan Sepur bisa digolongkan sebagai permainan "pertandingan", bukan "perlombaan". Setiap pemain yang bermain akan saling berhadapan dan harus ada yang kalah atau menang.   Walaupun permainan ini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak, tetapi di sekitar tahun 1980-an beberapa daerah di Yogyakarta, seperti di daerah Imogiri, Bantul, permainan ini masih sering dimainkan oleh anak-anak masyarakat Jawa (Soekirman, 2004). Seiring perkembangan zaman, permainan ini mulai dilupakan oleh anak...

avatar
M Luthfi Fathurrahman