Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Bangunan Ikon Kota Daerah Istimewa Yogyakarta Jogjakarta
Monumen Jogja Kembali (Monjali)
- 21 April 2014
Monumen ini dibangun pada 29 Juni 1985. Ditandai dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.
 
Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan Kolonel Sugiarto. Saat itu beliau Wali kota madya Jogjakarta. Pelontaran gagasan ini bersamaan dalam Peringatan Jogja Kembali yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1983. Dipilihnya nama Jogja Kembali dengan maksud sebagai tetenger atau penanda peristiwa sejarah. Yaitu ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibu kota Jogjakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai tanda awal bebasnya Bangsa Indonesia secara nyata dari kekuasaan pemerintahan Belanda. Pembangunan monument ini membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun. Diresmikan dan dibuka pada tanggal 6 Juli 1989 oleh Presiden RI pada waktu itu, Soeharto.
 
Monumen setinggi kurang lebih 31.8 m ini terletak di Dusun Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bentuk kerucutnya melambangkan bentuk gunung yang menjadi perlambang kesuburan selain memiliki makna melestarikan budaya nenek moyang pra-sejarah.
 
Pemilihan lokasinya nggak asal lho Sob. Ada alasan budayanya. Monumen dibangun pada sumbu atau poros imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan pantai Parang Tritis. Sumbu imajiner ini sering disebut dengan Poros Makrokosmos atau Sumbu Besar Kehidupan. Titik imajinernya sendiri bisa anda lihat pada lantai 3 ditempat berdirinya tiang bendera.
 
Pada bagian taman depan kamu bisa melihat Meriam PSU Kaliber 60mm buatan Rusia. Pada halaman paling depan kamu bisa lihat Replika Pesawat Guntai dan Pesawat Cureng yang dipakai dalam peristiwa perjuangan ini. Memasuki halaman museum terdapat dinding yang memenuhi satu sisi selatan monumen yang berisi Rana Daftar Nama Pahlawan. Ada 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Terdapat juga puisi ‘Karawang-Bekasi’ karangan Khairil Anwar.
 
Monumen Jogja Kembali Bangunan monumen yang terdiri dari tiga lantai terbagi dalam beberapa bagian. Seluruh bangunan dikelilingi oleh kolam air. Di lantai satu adalah museum. Terdapat empat ruang museum yang menyajikan benda-benda koleksi berupa: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum. Semuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Kamu bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya. Juga  seragam tentara dan dokar yang pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.
 
Total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan. Perpustakaan menggunakan satu ruang di lantai satu yang merupakan perpustakaan khusus yang menyediakan bahan-bahan referensi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Semuanya boleh dimanfaatkan oleh umum. Ada juga ruang serbaguna. Ruangan yang terletak ditengah-tengah ruangan lantai satu lengkap dengan panggung terbuka-nya. Setiap hari Sabtu dan Minggu diruangan ini digelar berbagai atraksi. Berbagai atraksi itu antara lain tarian klasik, gamelan, dan musik electone yang memainkan lagu-lagu perjuangan. Ruangan Serbaguna ini bisa digunakan oleh umum untuk acara-acara pernikahan, seminar, wisuda dan lain-lain.
 
Di lantai 2 bagian dinding paling luar yang melindungi tubuh monumen, kamu bisa melihat 40 buah Relief Perjuangan Phisik dan Diplomasi perjuangan Bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. Kamu bisa melihat antara lain relief Jenderal Mayor Meyer yang mengancam Sri Sultan HB IX pada tanggal 3 Maret 1949. Ada juga relief  Presiden dan para pemimpin lain kembali ke Jogjakarta. Dan tentu saja pernyataan dari Sri Sultan HB IX yang menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bagian dari Negara Republik Indonesia.
 
Pada lanta dua terdapat sepuluh diorama perjuangan Phisik dan Diplomasi Bangsa Indonesia sejak 19 Desember 1948 hingga 17 Agustus 1949. Menggunakan ukuran life-size melingkari bangunan monumen. Diorama diawali dengan Agresi Militer Belanda memasuki kota Jogjakarta dalam rangka menguasai kembali Replublik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948. Disini kamu bisa melihat miniatur pesawat-pesawat Belanda yang dibuat mirip dengan asli-nya.
 
Kesepuluh diorama disajikan dalam kronologis waktu. Jadi kamu bisa memahami urutan kejadian yang sebenarnya. Disini kamu juga semakin memahami peran perjuangan Jenderal Soedirman. Saat itu kondisi kesehatan beliau sangat lemah dan tetap memaksakan diri ikut berjuang dengan cara gerilya. Padahal waktu itu Presiden Soekarno sudah memintanya untuk tinggal bersamanya saja.
 
Di tengah-tengah diorama disisipkan juga adegan Serangan Umum 1 Maret 1949. Dipimpin oleh Letkol Soeharto yang memiliki tujuan politik, psikologis dan militer. Saat itu bangsa Indonesia ingin mengabarkan pada dunia mengenai eksistensi-nya. Berita keberhasilan SU 1 Maret 1949 tersebut berhasil disebarluaskan melalui jaringan radio AURI dengan sandi PC-2 di Banaran, Playen, Gunung Kidul secara beranting hingga sampai ke Burma, India dan sampai kepada perwakilan RI di PBB. Menjelang diorama terakhir kamu bisa melihat akhir dari perjuangan ini. Akhirnya tentara Belanda ditarik dari Jogjakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Sri Sultan HB IX bertindak selaku koordinator keamanan, mengawasi jalannya penarikan pasukan tersebut dan diakhiri dengan adanya Persetujuan Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tari Jauk
Tarian Tarian
Bali

Tari Jauk adalah salah satu tari tradisional khas Bali yang terkenal karena gerakannya yang enerjik, ekspresif, dan penuh karakter. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang penari laki-laki dengan mengenakan kostum berwarna cerah, kain khas Bali, hiasan kepala, serta topeng yang memiliki mata besar dan ekspresi tajam. Nama “Jauk” sendiri sering dikaitkan dengan sosok makhluk penjaga atau tokoh yang memiliki sifat gagah, kuat, dan kadang terlihat menyeramkan. Oleh karena itu, penampilan Tari Jauk mampu memberikan kesan dramatis sekaligus memikat bagi penonton. Gerakan dalam Tari Jauk sangat khas karena menonjolkan penggunaan topeng berwarna merah atau putih, gerakan tangan, dan langkah kaki yang cepat. Penari harus mampu menggerakkan wajah topeng ke kanan dan kiri dengan lincah, lalu menggabungkannya dengan posisi tubuh yang tegas dan dinamis. Gerakan tersebut mencerminkan karakter tokoh Jauk yang selalu waspada, berani, dan memiliki kekuatan batin. Iringan gamelan Bali yang cepat...

avatar
Budayawan
Gambar Entri
Lawar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Lawar khas Bali adalah salah satu hidangan tradisional yang mencerminkan kekayaan rasa, budaya, dan kebersamaan masyarakat Pulau Dewata. Makanan ini umumnya dibuat dari campuran sayuran cincang, kelapa parut, aneka bumbu khas Bali, serta daging cincang yang dapat berupa daging babi, ayam, bebek, atau penyu pada masa lalu. Dalam penyajiannya, lawar sering hadir sebagai pelengkap nasi bersama sate lilit, babi guling, ayam betutu, dan sambal matah. Ciri utama lawar terletak pada perpaduan rasa gurih, pedas, segar, dan harum rempah. Sayuran yang digunakan dapat berupa kacang panjang, nangka muda, daun pepaya, atau batang pisang yang diiris halus. Bumbu dasarnya biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, lengkuas, kencur, terasi, kemiri, serta berbagai rempah lain yang dihaluskan. Kelapa parut yang telah dibumbui kemudian dicampurkan untuk memberikan tekstur lembut dan rasa gurih yang khas. Salah satu jenis lawar yang terkenal adalah lawar merah. Warna merahnya be...

avatar
Budayawan
Gambar Entri
Tahu Sumedang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Tahu Sumedang adalah kuliner khas dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang terkenal karena teksturnya unik: bagian luar garing dan renyah, sementara bagian dalamnya lembut serta berongga. Tahu ini dibuat dari kedelai pilihan yang diolah menjadi tahu, kemudian digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Tahu Sumedang biasanya dinikmati selagi hangat dengan cabai rawit hijau atau sambal, sehingga rasa gurihnya semakin terasa. Camilan sederhana ini sangat populer sebagai oleh-oleh maupun teman perjalanan karena praktis, lezat, dan memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan pada tahu goreng biasa.

avatar
Radenwandika
Gambar Entri
Surabi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Surabi adalah jajanan tradisional khas Sunda yang terbuat dari adonan tepung beras dan santan, lalu dimasak di atas tungku atau cetakan tanah liat. Teksturnya lembut di bagian tengah dengan pinggiran yang sedikit renyah, serta memiliki aroma gurih khas santan dan daun pisang. Surabi biasanya disajikan dengan berbagai pilihan topping. Versi tradisional umumnya memakai oncom, sedangkan versi manis dapat diberi gula merah, kinca, cokelat, keju, durian, atau aneka topping modern lainnya. Cita rasanya yang sederhana namun kaya membuat surabi menjadi camilan hangat yang cocok dinikmati kapan saja.

avatar
Radenwandika
Gambar Entri
Sambal Rampai
Makanan Minuman Makanan Minuman
Lampung

Sambal rampai merupakan salah satu sambal tradisional khas Lampung yang memiliki keunikan pada penggunaan tomat rampai, jenis tomat berukuran kecil dengan rasa asam segar. Sambal rampai umumnya dibuat dari campuran cabai, tomat rampai, bawang, terasi, dan bumbu pelengkap yang diulek hingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam. Sambal ini biasanya disajikan sebagai pelengkap ikan bakar, lalapan, maupun hidangan khas indonesia lainnya. Resep sambal rampai: 10 buah Cabai rawit merah 10 buah cabai rawit hijau 3 buah cabai merah 4 buah Tomat kecil (rampai) 1/2 sdt Garam 1/2 sdt Gula 1 sdt terasi bakar/ goreng 1/2 sdt kaldu bubuk 1 buah jeruk limau (optional) Referensi: https://cookpad.com/id/resep/25372348?ref=search&search_term=sambal+rampai https://lampung.idntimes.com/food/dining-guide/deretan-kuliner-khas-lampung-bikin-anak-rantau-rindu-kampung-halaman-00-jf67w-6cdvc1?utm_source=chatgpt.com

avatar
Ghinai