Buku
23 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pelalah Manuk - Lombok - Nusa Tenggara Barat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Bahan-bahan : ayam 1 ekor kelapa 1/2 btr. minyak goreng 2 sdm.   Bumbu-bumbu: lombok merah 10 bh. bawang putih 5 siung kemiri 6 bj. terasi 1 sdt. kunyit 1 rj. garam 1 sdm.   Cara membuatnya: Ayam dibersihkan lalu dipanggang, kemudian dipukul-pukul seperti empal. Bumbu-bumu dibersihkan lalu ditumis hingga harum. Kelapa dibuat santan. Santan dimasukkan ke dalam bumbu tumis jangan sampai pecah. Ayam yang sudah dipanggang dimasukkan, dibiarkan sebentar hingga bumbunya meresap, lalu diangkat. Dihidangkan dalam pinggang.   Keterangan: Masakan ini hampir menyerupai sambal goreng hanya berkuah sedikit dan agak kental.     Sumber: Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 736

avatar
Fachni
Gambar Entri
Makam Embung Puntiq
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Alkisah pada suatu desa yang bernama Bayan, tinggallah sebuah keluarga. Sang Ayah bernama Panji Bayan Ullah Petung Bayan, sedangkan anaknya bernama Panji Bayan Sangge. Suatu hari tatkala Panji Bayan Sangge masih kanak-kanak, entah karena apa, ia pergi meninggalkan desa kelahirannya untuk mengembara. Setelah melewati berbagai lembah dan bukit, akhirnya Panji Bayan Sangge tiba di suatu daerah yang bernama Batu Dendeng. Hutang memang harus di bayar, takdir juga harus di jalani. Singkat cerita, di Batu Dendeng, Panji Bayan Sangge dijadikan anak angkat oleh sepasang suami-istri yang tidak mempunyai anak, bernama Inaq Bangkol dan Amaq Bangkol. Ia dianggap dan diperlakukan seperti anak kandungnya sendiri. Ia tidak merasakan kejanggalan apapun juga. Inaq dan Amaq Bangkol dianggap sebagai orang tuanya sendiri. Mereka saling mengasihi, mencintai dan pada segi-segi tertentu saling menghormati. Hari berganti minggu, bulan demi bulan datang siling berganti, tahun demi tahun menyusul, akhirnya...

avatar
Rahmah
Gambar Entri
Puteri Kayangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Pada suatu hari Sangaji (Raja Bima) pergi berburu di hutan sebelah utara. Ia pergi tanpa sepengetahuan para pengawalnya. Ia ke sana menggunakan kuda kesayangannya. Manggila Nama kuda itu. Manggila sangat kuat, cepat larinya, serta patuh. Sementara itu hari sudah beranjak sore. Tak satupun rusa yang didapatkan. Tiba-tiba ia mendengar suara canda tawa dari arah telaga yang tidak jauh dari tempat ia berburu. tujuh orang bidadari yang sedang mandi di sebuah telaga di tengah hutan itu. Sangaji mengintip dan mengambil selendang salah seorang yang paling bungsu di antara mereka. Lalu Sangaji menyembunyikan selendang itu. Tak lama kemudian bidadari-bidadari itu terbang ke khayangan. Tinggallah seorang yang bungsu di antara mereka. Ia menangis tersedu-sedu karena selendangnya tidak ada. Sangaji datang menghampiri dan membujuk gadis itu. Nama gadis itu adalah Puteri Indah. Akhirnya gadis itupun menerima tawaran Sangaji. Mereka berdua pergi ke istana Bima dan melangsungkan perkawinan....

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Bima
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Setiap daerah pasti memiliki asal usul yang menggambarkan perjalanan kisah suatu daerah, kali ini saya akan coba memaparkan sejarah daerah bima. Bima pada jaman dahulu berada diwilayah kekuasaan kesultanan bima yang berkuasa sekitar lima atau enam abad,sebelum merdeka ataupun berdirinya republik Indonesia.sejarah kerajaan bima yang masih dangkal, dikarnakan belanda yang tidak terlalu minat terhadap daerah bima sehingga dijadikan sebuah jalan untuk menuju wilayah timur seperti maluku dan papua pada saat itu, asalkan keamanan dan ktertiban tidak terganggu. Ada juga dari sumber lain yang menjelaskan perkembangan sejarah bima. Yang pertama adalah ilmu arkeologi hanya mengungkap segelintir peninggal yang tidak utuh. Namun kita pun tidak bisa memungkiri bahwasanya arkeologi itulah yang memberikan sedikit kisah tentang peradaban dan masuknya islam diwilaya bima pada saat itu. Kedua adalah adalah sejarah dokumen dalam Bahasa melayu yang ditulis diantara abad ke 17 sampai dengan abad...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Ketong Kasalung, Ansambel Bambu Asal Sumbawa
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Barat

Ansambel Ketong Kasalung merupakan ansambel asal Sumbawa yang seluruh instrumennya terbuat dari Bambu. Ansambel ini digunakan untuk mengiringi tembang yang dibuat secara khusus. Ansambel ini merupakan hasil eksperimantasi dari seniman Sumbawa yang berasal dari Kecamatan Lunyuk. Terdapat delapan jenis alat musik dalam ansambel ini, yaitu: 1. Ketong Salung Ketong Salung terdiri dari tujuh buah ketong, yaitu bambu yang besar dan tebal, dengan ukuran yang berbeda-beda. Cara memainkannya adalah dengan memukul bagian bawah ketong ke lantai sehingga menghasilkan suara yang berbeda-beda sesuai dengan ukurannya. Ketong kecil akan menghasilkan suara nyaring sementara ketong besar akan menghasilkan suara yang "ngebas". 2. Ketong Ngentong Ketong Ngentong adalah ketong yang digantung dan memiliki fungsi sebagai pembawa melodi. 3. Ketong Kosok Ketong Kosok adalah sebuah alat musik yang dimainkan seperti marakas. Alat musik ini terbuat dari...

avatar
Oskm18_16718060_farah
Gambar Entri
Jompong Suar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Ratusan tahun yang lalu tersebutlah seorang pemuda bernama Jompong Suar wajahnya tampan tubuhnya kekar berisi walaupun umurnya baru menginjak lima belas tahun. Dari penuturan orang, keluarga Jompong Suar adalah keluarga pendatang. Mereka bukan asli dari desa itu. Ayahnya bernama Pandelala dan ibunya dipanggil orang Dendelawi. Dahulunya mereka hanya sekedar mengungsi akibat terusur dari tempat asalnya. Jompong Suar tiada beradik kakak. Ia adalah anak tunggal. Tidak mengeherankan kalau ia menjadi anak yang manja. Permintaanya kerap dikabulkan hampir tidak pernah ditolak. Kepadanya harapan masa depan orangtuanya ditumpahkan. Namun pada diri Jompang Suar terdapat watak yang kurang baik. Ibarat kata pepatah, tiada gading yang tak retak. Ia suka sekali mengganggu anak - anak di dasarnya. Tak jarang menampar dan memukuli anak - anak seumurnya. Kelakuannya tidak saja mengusik tetapi bahkan merampas dan menjarah sesuatu yang bukan miliknya sering pula dilakukan. Akibatnya teman sebabnya me...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Bau Nyale
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Secara etimologis, Bau Nyale terdiri dari 2 suku kata, yakni “Bau” dalam bahasa Indonesia artinya menangkap; dan “Nyale” adalah cacing laut yang tergolong jenis filumannelida. Tradisi Bau nyale salah satu tradisi turuntemurun yang dilakukan oleh masyarakat Lombok Tengah sejak ratusan tahun silam. Awal mula tradisi ini tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan isi Babad Sasak yang dipercaya oleh masyarakat, tradisi ini berlangsung sebelum 16 abad silam. Tradisi ini dilangsungkan setiap tanggal 20 bulan 10 menurut perhitungan penanggalan tradisional Sasak, atau sekitar bulan Februari, bertempat di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah. Tradisi ini berkaitan dengan cerita rakyat Putri Mandalika. Diceritakan, Putri Mandalika adalah seorang putri yang berparas cantik dan berbudi luhur, sehingga diperebutkan oleh banyak pangeran dari berbagai kerajaan. Namun sang Putri memilih jalan lain untuk hidupnya, sang Putri tidak menerima pinangan dari salah...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Klewang pedang Khas dari kerajaan Lombok
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Senjata tradisional Nusa Tenggara Barat selanjutnya yang akan kita kenal yaitu Klewang yang merupakan pedang khas tentara khusus kerajaan Lombok. Kisaran tahun penciptaan berkisar rentang 1700 – 1800 Masehi. Sebagaimana diungkap dalam buku “Keris Lombok” karangan Bapak Ir. Lalu Djelenga. Masyarakat umum di Lombok lebih sering menyebut Klewang. Julukan yang hampir sama bagi semua jenis pedang. Pasukan tentara kerap menyandang di bagian tubuh-punggung belakang. Bentuk bilah besi terhunus dengan lengkungan khas. Ujung mata pedang meruncing pada sisi bilah bagian yang tajam. Pamor pada pangkal bilah sangat kontras dengan tera motif yang kian tampil cantik. Terutama pada bagian tengah bilah hingga ujung. Rentang panjang bilah capai 50 cm.  Warangka terbuat dari kayu hitam. Tidak lazim seperti umumnya bahan warangka keris khas Lombok, bersanding kayu Berora Pelet. Sedikit memberi kesan tegas dan garang. Namun masih bernuansa estetis dengan tambahan asesoris,...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tentang Islam Wetu Telu dan Stigma yang Keliru #DaftarSB19
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Di sebuah desa di kaki Gunung Rinjani, terdapat sebutan untuk masyarakat yang tinggal di sana yaitu masyarakat yang menganut Islam Wetu Telu. Masyarakat menganggap mereka menjalankan ibadah shalat hanya tiga kali, padahal hal itu adalah keliru. Ritual ini kerap disalahpahami, sehingga dianggap sebagai agama sempalan Islam. Desa yang kabarnya masih melestarikan pratik peribadatan wetu telu adalah Karang Bajo. Berbagai stigma berkembang soal masyarakat adat ini. Beberapa yang paling populer misalnya Wetu Telu merupakan percampuran agama Hindu, Islam, dan Buddha. Itu pun  diwakilkan oleh penghulu adat , serta mengukur keislaman hanya dari syahadat, pantang makan babi dan alkohol, serta berkhitan bagi kaum lelaki. Jika kita merujuk sumber sekunder, Wetu Telu dimaknai sebagai sinkretisme Hindu dan Islam. Praktik peribadatan warga Sasak di desa Bayan karenanya, dicap sebagai sempalan mazhab Sunni maupun Syiah penduduk Indonesia. Mendengar penjelasan Junan, di pikiran saya Wet...

avatar
Sintia Ahla Mulya