Adat Nusantara
204 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cerita Datu Brumbung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Pada zaman dulu hiduplah dua orang Datu (bangsawan) bersaudara. Karena nasib yang malang seorang di antaranya meninggal dunia dan meninggalkan seorang putra bernama Lalu Ino Kripan Kertapati. Begitu Lalu Ino Kripan Kertapati ini besar semua harta yang ditinggalkan oleh ayahnya habis, dipakai oleh pamannya. Di dorong oleh jiwa mudanya ditambah lagi habisnya harta peninggalan orang tua, ia bermaksud untuk merentau, membuang diri dan hanya ditemani oleh bayangannya saja. Namun dalam pengembaraannya ini ia sempat membawa serta dua buah tombak masing-masing bernama "bangka kludan dan senuk lingkung" serta sebuah keris bernama "kalamesana". Dalam pengembaraannya ini diperjalanan ia bertemu dengan dua orang. Mula-mula dengan seorang yang keranjingan judi sedang yang seorang lagi keranjingan candu. Kedua orang ini menyerahkandiri pada Lalu Ino Kripan Kertapati, minta diajak kemana Lalu Ino Kripan Kertapati pergi ke situ mereka menunju.Seolah-olah ada semacam sumpah di antara mereka. Sek...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ritual Barodak
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Berbagai tradisi menarik ada di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya adalah ritual Barodak Rapancar. Ritual ini merupakan salah satu prosesi perkawinan adat masyarakat Sumbawa. Barodak adalah salah satu tata cara perkawinan adat Sumbawa yang hingga saat ini masih menjadi ritual wajib dalam prosesinya. Barodak dilaksanakan setelah dilaksanakannya tahap-tahap pernikahan dalam adat Sumbawa yaitu : Bajajak, Bakatoan, Basaputes, dan Nyorong  oleh pihak keluarga calon mempelai pria. Barodak  adalah tradisi luluran dan mewarnai tangan. Kata Barodak diambil Dari kata 'Odak' yang berarti Lulur. Ini merupakan tanda diawalinya ritual pembersihan diri calon pengantin dengan cara meluluri seluruh tubuh calon pengantin dengan ramuan-ramuan alami.  Yang menghadiri acara  barodak pangantan  ini adalah ibu-ibu dan para gadis dari sanak keluarga dan kerabat calon pengantin. Karena nantinya satu persatu dari ibu-ibu yang m...

avatar
Aze
Gambar Entri
Upacara Pesta Ponan
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Upacara P esta Ponan ialah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Petani Desa Poto Kecamatan Moyo Hili r Sumbawa B esar. Upacara ini juga dinama kan upacara Lalo ko Ponan. Lalo artinya berziarah, sedangkan Ponan menunjuk sebuah bukit (tanah tanpa nama) yang ditumbuhi pohon mangga (bahasa d aer ah po= mangga, nan = itu) sehingga arti  Lalo Ko Ponan ber arti berziarah ke B ukit Ponan. Bukit Ponan yang dikelilingi oleh tiga dusun tersebut, menjadi pusat pelaksanaan pesta ponan ini. Upacara ini dilakukan setelah semua warga selesai menanam padi , kemudian warg a desa mempersiapkan segala keperluan yang akan digunakan dalam Upacara Pesta Ponan ini. Seperti mempersiapkan kepe rluan membuat jajan/makanan kecil . Semua warga desa terlibat dalam Upacara Pesta Ponan ini, mulai dari anak -anak, ibu -ibu dan bapak-bapak. Anak laki -laki dan bapak -bapak biasanya mulai mencari kayu bakar, memetik kelapa, memetik buah pisang dan mengambil daun bambu,ke...

avatar
Aze
Gambar Entri
Cerita Terjadinya Bambu Tutul
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Ada sebuah ceritera, murah berharga satu mahal berharga dua. Konon diceriterakan tentang I Kambing dan I Bojog I Kambing dan I Bojog bersahabat baik sekali I Kambing baik dan rajin, tetapi I Bojog licik benar akalnya. Kerap kali I Kambing diperdaya. Kerap kali I Kambing kena tipu. I Kambing sakit hati  karena terlalu sering kena tipu. Ingin benar ia membalas, agar sama-sama pernah merasa terperdaya. Lalu diajaknya I Bojog bekerja sama. "Bojog! Mari kita berkerja-sama." "Bekerja sama membuat apa, Kambing?" "Ayolah kita bekerja sama menanam kacang" "Kacang apa?"    "Kacang tanah." "Bagaimana caranya?" "Kau mencari bibit, aku yang menanamnya." "Sesudah itu?" I Bojog bertanya. "Nanti kalau sudag tumbuh, kau yang mengambil umbinya, biarlah aku mendapat daunnya saja." Bukan main senangnya hati I Bojog mendengar kata-kata I Kambing itu. "Memang benar-benar I Kambing kawan yang baik hati. Tak ada yang lebih baik daripada kau. Nah,...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Upacara Adat Merariq
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Merarik adalah bahasa sasak yang artinya menikah, di daerah lombok sendiri upacara pernikahan dilakukan dengan cara yang unik yaitu pertama mempelai perempuan akan diculik oleh si mempelai laki-laki dan di bawa kerumahnya, dimana hal ini sebelumnya sudah ada kesepakatan terlebih dahulu dengan orang tua mempelai perempuan.Singkat cerita setelah hal tersebut dilakukan maka besoknya akan dilakukan sebuah prosesi ijab kaboul untuk mengesahkan pernikahan dua pasangan tersebut. sumber :http://beautiful-indonesia.umm.ac.id/id/foto/jelajah-daerah/nusa-tenggara-barat/upacara-adat-merariq.html

avatar
Aze
Gambar Entri
Bau Nyale
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Secara etimologis, Bau Nyale terdiri dari 2 suku kata, yakni “Bau” dalam bahasa Indonesia artinya menangkap; dan “Nyale” adalah cacing laut yang tergolong jenis filumannelida. Tradisi Bau nyale salah satu tradisi turuntemurun yang dilakukan oleh masyarakat Lombok Tengah sejak ratusan tahun silam. Awal mula tradisi ini tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan isi Babad Sasak yang dipercaya oleh masyarakat, tradisi ini berlangsung sebelum 16 abad silam. Tradisi ini dilangsungkan setiap tanggal 20 bulan 10 menurut perhitungan penanggalan tradisional Sasak, atau sekitar bulan Februari, bertempat di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah. Tradisi ini berkaitan dengan cerita rakyat Putri Mandalika. Diceritakan, Putri Mandalika adalah seorang putri yang berparas cantik dan berbudi luhur, sehingga diperebutkan oleh banyak pangeran dari berbagai kerajaan. Namun sang Putri memilih jalan lain untuk hidupnya, sang Putri tidak menerima pinangan dari salah...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Museum Samparaja
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Barat

Museum Samparaja Jl. Gajah Mada, Kerara Bima Museum ini dibangun sejak tahun 1987 yang dirintis sekaligus didirikan oleh Hj. Siti Maryam R. Salahuddin (anak ke-7 Sultan Salahuddin – Raja Kesultanan Bima). Tujuan pendirian Museum Kebudayaan Samparaja ialah penyelamatan peninggalan Kesultanan Bima terutama naskah-naskah lama dari kepunahan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya daerah serta menjadikan museum sebagai sarana penelitian kebudayaan Bima. Status museum Kebudayaan Samparaja adalah museum pribadi yang terbuka untuk umum. Koleksi yang dimiliki museum Kebudayaan Samparaja antara lain naskah-naskah lama berhuruf Arab dan berbahasa Melayu yang ditulis sekitar abad XVII - XIX Masehi. Naskah-naskah tersebut memuat berbagai ilmu pengetahuan dan sejarah pemerintahan Bima, hukum adat dan hukum Islam yang diterapkan di Bima, Ilmu Pertanian, kelautan, perbintangan, hubungan interaksi dengan daerah lain maupun pedagang dari negeri asing. Tidak ketinggalan...

avatar
Roro
Gambar Entri
Alat musik tradisional penyemangat prajurit di NTB
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Gendang Beleq merupakan alat musik tradisional NTB yang diyakini berasal dari Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Asal kata  Gendang  tentunya karena suara yang dihasilkan itu berbunyi  deng ..  dang ..  dung ..  dan kata  Beleq  adalah bahasa Sasak yang artinyal Besar jadi Gendang Beleq artinya Gendang Besar.  Dulunya Gendang Beleq digunakan masyarakat Lombok sebagai penyemangat prajurit yang ingin pergi berperang atau sepulangnya dari peperangan sehingga alat musik tradisional ini memang dimainkan untuk memacu adrenalin dan menghibur orang. Seiring berjalannya waktu, Gendang Beleq akhirnya dijadikan musik pengiring dalam upacara adat seperti nikahan, khitanan, aqiqah dan upacara lainnya. T erlepas dari masa lalunya, Gendang Beleq juga bisa dimainkan secara berkelompok, seperti semacam kelompok gendan yang membuat orkestra. Orkestra Gendang ini terdiri dari 2 jenis gendang yakni  Gendang Beleq Mama  dan ...

avatar
Roro
Gambar Entri
Alat musik unik dari bambu di NTB
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Barat

  Sarone adalah alat musik sejenis klarinet yang dibuat dari bahan bambu dan daun lontar. Bagian bambu digunakan sebagai tangkai sekaligus sebagai tempat lubang nada, sementara daun lontar yang digulung dibagian ujungnya berfungsi untuk mengeraskan bunyi yang dihasilkannya. Jumlah lubang nada dalam sarone umumnya berjumlah 6 dengan 1 lubang di arah berlawanan sebagai corongnya. Dalam kepercayaan suku Sumba, Sarone dipercaya dapat menjadi media pengobatan alternatif dari orang-orang yang terkena gangguan roh halus. Ia diasapi dengan kemenyan sebelum dimainkan di depan orang yang sakit.   Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/7-alat-musik-tradisional-ntb-gambar-dan.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.

avatar
Roro