Tradisi Sangjit adalah salah satu prosesi pernikahan dalam budaya Tionghoa, tak terkecuali keturunan Tionghoa di Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, sangjit berarti proses seserahan atau lamaran dari pihak keluarga mempelai pria dengan membawa “persembahan” ke pihak keluarga mempelai wanita. Tradisi ini merupakan salah satu dari banyak tradisi yang dibawa oleh orang-orang Tionghoa yang bermigrasi dari negeri Tiongkok ke Indonesia. Tradisi ini pun tidak melekat pada kepercayaan agama tertentu, walaupun sudah banyak diantara warga etnis Tionghoa yang memeluk agama lain seperti Kristen, katolik dan lain lain, mereka tetap melakukan tradisi ini sebelum melakukan pernikahan. Sangjit dilakukan sebelum hari pernikahan. Hari sangjit ini didiskusikan bersama oleh kedua pihak mempelai. Dalam prakteknya saat ini, tradisi ini seringkali ditiadakan atau digabungkan dengan prosesi lamaran yang terkesan lebih moderen. Adapun tata cara dalam prosesi sang...
Curug Orok Dibalik keberagaman adat istiadat, budaya, dan suku bangsa, Indonesia juga kaya akan legenda cerita rakyat yang menarik dan menjadi ciri khas. Salah satunya Legenda Curug Orok. Curug Orok merupakan air terjun yang terletak di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Air terjun ini memiliki ketinggian 45 meter. Batu tebing alami dan tumbuha yang tumbuh di sekitar lokasi air terjun membuat air terjun ini nampak sangat indah. Ketinggian Curug Orok kurang lebih berada pada ketinggian 1250 Mdpl dengan konfigurasi umum lahan berbukit karena letaknya di kaki Gunung Papandayan. Air yang jernih, temperature dingin dan kondisi alam yang natural menjadi daya tarik pengunjung. Namun dibalik keindahannya curug ini ternyata menyimpan sebuah misteri. Konon curug ini menurut masyarakat setempat dulu bernama Curug Sanghiyang Prabu Gebur Cahaya. Tetapi suatu waktu ada seorang wanita yang membuang bayi ke lokasi air terjun. Bayi tersebut dibuang dengan dimasukan kedalam karung goni...
Ulen Sunda Ulen adalan makanan olahan ketan khas sunda. Pada umumnya ulen dijadikan sebagai makanan pokok tradisional pengganti nasi. Ulen biasa disajikan saat lebaran atau acara-acara yang personal seperti syukuran. Ulen juga dikenal didaerah DKI Jakarta dengan nama uli. Namun, cara pengolahan dan penyajiannya berbeda dengan ulen. Cara pembuatan Ulen dibuat dengan bahan-bahan yang cukup mudah didapatkan seperti beras ketan putih, kelapa yang sudah di parut dan sejumput garam. Cara mengolahnya pun cukup mudah, beras ketan putih yang sudah direndam selama semalaman disiapkan untuk dimasak dengan cara ditanak seperti saat membuat nasi. selanjutnya ketan yang sudah setengah matang di tumbuk sambil ditambahkan kelapa parut dan garam sedikit demi sedikit. setelah tercampur, ulen dibentuk atau bisa dicetak menggunakan cetakan agar bentuknya rapi dan menarik. Setelah terbentuk, ulen dikukus kembali hin...
Ngeuyeuk seureuh adalah salah satu rangkaian upacara adat pernikahan sunda yang dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah di rumah mempelai wanita. Ngeuyeuk seureuh berisi nasihat-nasihat dalam berumah tanggadan pendidikan seks ( sex education ) yang disampaikan dengan canda tawa, sehingga acara berlangsung dipenuhi dengan canda tawa. Pelaksanaan Ngeuyeuk seureuh dipimpin oleh Nini Pangeuyeuk. Upacara dimulai dengan pemberian 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua mempelai. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang, kedua mempelai meminta izin menikah kepada orang tua mereka. Lalu, Nini Pangeuyeuk membawakan kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sembari nyawér (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada mempelai sebagai simbol harapan hidup sejahtera bagi sang mempelai. Setelah itu, mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi, diiringi nasihat untuk saling memupuk kasih sayang....
Kota Sumedang memiliki julukan "Puseur Budaya sunda" (artinya : pusat budaya sunda) ada begitu banyak elemen-elemen budaya yang berasal dari Sumedang. Mulai dari seni musik, tari, pertunjukkan, makanan tradisional dan masih banyak lagi. Disini saya akan menjelaskan satu dari sekian banyak kesenian asli Sumedang yaitu tari umbul. Tari umbul merupakan tari tradisional yang dikenal berasal dari Situraja, Sumedang, Jawa Barat. Menurut seorang seniman dan budayawan dari Desa Cijeler yang bernama Bapak Dadi, seni tari umbul diperkirakan muncul pada tahun 1940-an di Desa Pasir Reungit Kecamatan Paseh dan kemudian juga berkembang di daerah Kecamatan Situraja. Seiring berjalannya waktu tari ini menyebar ke daerah lain di Sumedang. Awalnya tari umbul dikenal dengan gerak atau tarian yang terdapat pada seni pertunjukkan reog. Gerak tarian yang mengandung unsur erotik dan kelucuan ini menjadi landasan dari penciptaan kesenian umbul. Hal tersebut menandakan bahwa umbul merupa...
Tradisi Nganjang Nganjang merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Cirebon, khususnya Cirebon timur. Kebiasaan ini berupa hantaran makanan dari mempelai wanita kepada keluarga besar mempelai pria yang dilakukan beberapa hari setelah acara pernikahan. Keluarga besar yang dikunjungi misalnya nenek, uwa, paman, ponakan-ponakan. Jenis makanan yang dikirim adalah makanan yang disajikan ketika acara pernikahan, contohnya acar timun, sambal goreng, bakakak (ayam panggang satu ekor utuh), pisang masih dalam bentuk sisir, dan makanan itu dihantarkan dengan cara dipanggul jika diantarkan ke keluarga yang dekat. Timbal balik setelah kedua mempelai menghantarkan makanan tersebut, maka keluarga yang didatangi memberikan sejumlah uang sebagai bentuk rasa terimakasih telah dikirim makanan. Dengan berkembangnya jaman, kebiasaan ini hampir ditinggalkan masyarakat terutama cara mengantarnya sudah menggunakan alat tra...
Nuju Bulanan dalam Adat Sunda Oleh : William Samalo Dalam paparan sunda, dalam tradisi atau adat istiadatnya terdapat ciri khas unik dalam prosesi nuju bulanan. Upacara Tingkeban adalah salah satu tradisi masyarakat Sunda, upacara ini disebut juga mitoni . Ritual yang dilakukan di acara ini adalah sang calon ibu dimandikan atau disiram di taman untuk memohon agar anak yang kelak dilahirkan dapat menjadi anak yang berguna bagi sesama manusia dan agama. Siraman yang di lakukan oleh para sesepuh sebanyak 7 orang termasuk ayah dan ibu wanita hamil serta suami dari calon ibu. Makna dari siraman ini juga untuk memohon agar anak yang dilahirkan dapat selamat dan yang memandikan sang calon ibu adalah orang tua yang sudah mempunyai cucu. Setelah siraman selesai, dilanjutkan dengan upacara memasukan belut mulai dari bagia...
Ngeuyeuk seureuh merupakan sebuah ritual/upacara untuk meminta restu kepada orang tua kedua calon pengantin di rumah pihak wanita. Biasanya upacara ini dilakukan saru hari sebelum akad nikah dan bersamaan dengan prosesi seserahan. Upacara ini juga dipenuhi dengan nasehat berumah tangga dan tidak jarang mengandung edukasi seks. Upacara ini dipimpin oleh seorang Nini Pangeuyeuk atau wanita yang telah paham akan upacara ini dan sering kali juga merupakan juru rias adat Sunda. Tidak semua orang boleh hadir dalam upacara ini, hanya calon pengantin, keluarga terdekat dan orang tua yg memiliki peran khusus. Tak hanya itu, seorang gadis, anak remaja yang belum mengalami pubertas, dan wanita dewasa yang belum pernah menikah juga tidak diizinkan menghadiri upacara ini. Melalui ritual ini, calon pengantin diharapkan dapat mewujudkan filosofi "kawas gula jeung peuet" yang secara harfiah berarti "bagaikan gula dengan nira yang sudah matang" . Peribahasa ini menggambarkan hidup yang rukun, saling...
Bandung Barat memang sudah dikenal dengan banyaknya tempat wisata yang menarik dan bagus untuk dijadikan spot foto, tidak hanya itu Bandung Barat juga memiliki banyak budaya yang harus dilestarikan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, sekarang Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki tarian penyambutan dan persembahan khas Bandung Barat yang rencananya akan segera dipatenkan, yaitu Tari Dayang Sumbi. Tari Dayang Sumbi merupakan tarian khas Bandung Barat yang dipadukan dari berbagai tarian tradisional Jawa Barat dan diharapkan dapat menjadi salah satu ikon Kabupaten Bandung Barat. Tari ini berdurasi sekitar tujuh menit serta diiringi dengan musik tradisional Sunda. Pertunjukannya dibagi menjadi dua sesi yaitu tari penyambutan dan tari persembahan. Pada sesi pertama, ada 10 orang penari yang terdiri dari enam orang perempuan dan empat orang laki-laki. Sedangkan pada sesi kedua, hanya terdiri dari tujuh orang penari perempuan. Makna yang terkandung dari tari ini adalah untuk m...