Naskah atau manuskrip kuno merupakan salah satu warisan budaya dan harta karun semua negara di dunia. Di masa lalu, itu terkenal dengan budaya menulis yang kuat. Hasil tulisan tangan atau pengetikan menjadi dokumen yang disebut manuskrip. Daun lontar dipilih oleh nenek moyang kita sebagai media menulis sebelum kertas muncul, karena salah satu cirinya adalah cukup kuat untuk digunakan dalam waktu yang lama. Biasanya naskah terdiri dari beberapa daun yang dihubungkan dengan tali. Sebagai pelindung biasanya dilapisi dengan kayu, bambu, dan lain-lain yang disebut kropak. Ada juga Kropak yang terlihat sangat indah dengan hiasan ukiran. Naskah lontar biasanya berisi informasi tentang urusan agama atau spiritual, kedokteran, sejarah, astronomi, arsitektur, ramalan, karya sastra, dll. Ada banyak jenis bahasa dan aksara yang digunakan, antara lain: Pegon, Jawa Kuno, Bali, dan Sunda Kuno. Oleh karena itu, selama dituangkan ke dalam berbagai bentuk teks, isi naskah lontar dapat menghasilkan bany...
Toko Outdoor Bandung adalah tempat yang tepat untuk pergi keluar dan bersenang-senang. Ini adalah tempat yang sangat baik untuk menghabiskan Sabtu pagi yang malas atau hari dengan teman-teman. Staf selalu siap membantu dan dengan senang hati akan menghibur Anda. Toko Outdoor adalah toko yang sangat populer di Bandung, Indonesia. Ini adalah salah satu tempat paling populer untuk membeli perlengkapan outdoor karena mereka memiliki semua yang Kalian butuhkan dan banyak lagi. Mereka juga menawarkan layanan pelanggan yang sangat baik, sehingga Kalian selalu dapat memastikan kebutuhan Kalian akan terpenuhi. Toko Outdoor memiliki pilihan pakaian, ransel, tenda, kantong tidur, dan lainnya yang menakjubkan, semuanya dengan harga menarik! Toko Outdoor dari Bandung adalah tempat yang tepat untuk menikmati hari bersama teman atau keluarga. Ini sempurna untuk hari Minggu pagi yang malas atau hari keluarga yang menyenangkan. Wahananya mendebarkan dan mengasyikkan, yang membuatnya sempurna unt...
Setiap kota dan daerah di Indonesia pasti memiliki kebudayaannya sendiri, begitu juga dengan Kota Karawang yang memiliki beragam kebudayaannya, folks!. Salah satunya adalah Goyang Karawang yang berangkat dari beberapa kesenian seperti Topeng Banjet, Tari Jaipong, dsb yang ada di Kota Karawang. Beberapa penggiat seni yang ada di Indonesia, menuturkan bahwa stigma yang dibuat dari istilah ‘Goyang Karawang’ ini merupakan istilah yang merujuk pada goyangan erotis seperti tarian-tarian yang memainkan gerakan pinggul yang dilakukan oleh penarinya dan secara umum stigma ini dibuat oleh orang-orang dari luar Karawang. Istilah Goyang Karawang mulai dikenal pada tahun 70 - 80an, dimana kesenian Topeng Banjet dan Tari Ronggeng sudah umum dilakukan sejak zaman itu. Selanjutnya, hingga tahun 90an, istilah Goyang Karawang mulai menyebar dan mencapai popularitas setelah penyanyi Lilis Karlina mengeluarkan lagu berjudul ‘Goyang Karawang’ yang pada saat itu meledak dan didengarkan oleh seluruh masya...
Terdapat sebuah tradisi perayaan Idul Adha dari Cirebon yang dipercaya merupakan dakwah dari Sunan Gunung Jati sebagai penyebar agama Islam di tanah Cirebon. Tradisi ini disebut tradisi Gamelan Sekaten yang selalu dibunyikan setiap perayaan hari besar agama Islam yaitu, Idul Fitri dan Idul Adha. Alunan Gamelan yang berada di sekitar area Keraton Kasepuhan Cirebon, menjadi penanda bahwa umat Muslim di Cirebon merayakan hari kemenangan. Rangkaian Gamelan dibunyikan sesaat setelah sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Referensi: https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/tradisi-unik-perayaan-idul-adha-di-indonesia-aja-yang-perlu-kamu-tahu https://cirebon.tribunnews.com/2020/05/24/sejarah-tradisi-penabuhan-gamelan-sekaten-di-keraton-kasepuhan-cirebon-setiap-idulfitri-dan-iduladha
"Bhinneka Tunggal Ika! Ungkapan ini sungguh tepat untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Tanah air kita, Indonesia, tidak dapat dipisahkan dari tradisi dan kebudayaan yang tumbuh subur di setiap daerahnya. Ketika kita berbicara tentang kearifan lokal dan kebudayaan, salah satu elemen yang tak bisa dilewatkan adalah seni. Indonesia memiliki beragam jenis seni yang telah diwariskan turun-temurun dari nenek moyang kita, dan keindahan seni ini tetap abadi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di Kabupaten Purwakarta, juga ditemukan berbagai bentuk seni lokal yang terus dilestarikan dan dijaga dengan tekun untuk diserahkan kepada generasi mendatang." Kesenian yang Khas di Purwakarta Dibawah ini beberapa kesenian maupun kebudayaan yang berasal dari kabupaten Purwakarta yang perlu kalian ketahui, sebelum itu liat juga info-info OK di situs Wisatpurwakarta . Ok lanjut gays! Kesenian Genye "Kesenian Genye merupakan sebuah seni pertunjukan khas yang...
terbuat dari tahu dan bumbu lainnya.[1] Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya terdiri dari cabai, bawang putih, bawang merah, dan gula.[1] Biasanya disajikan di layah kecil dengan potongan gacor berbentuk kotak.[1] Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas.[1] Tahu gejrot adalah tahu yang dipotong kecil-kecil kemudian ditaruh di atas piring kecil dan tahu yang digunakan adalah tahu sumedang.[2] Saat ini, tahu gejrot telah menyebar ke seluruh Indonesia seperti Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Malang, Surabaya, dan beberapa tempat di kota-kota besar lainnya di Indonesia.[3]
Prajurit pemanah dari komunitas pemanah berkuda indonesia (KPBI) mengikuti Festival Keraton Nusantara 2017. mewakili kesultanan kasepuhan cirebon. PAKAIAN: terdiri dari ikat kepala/ totopong khas sunda jenis mahkuta wangsa. kain sembongb berwarnaungu di ikat di pinggang bersamaan dengan senjata tajam seperti golok dan pisau lalu baju & celana pangsi sunda. dengan baju corak ukiran batik khas sunda di bagian dada. untuk alas kaki sebagian besar memakai sendal gunung, namun juga ada yang memakai sepatu berkuda. BUSUR: sebagian besar memakai busur dengan model bentuk turkis dan ada juga memakai busur model bentuk korea. ANAK PANAH: Semua nya memakai anak panah bahan natural seperti bambu tonkin, kayu mapple & kayu spruce QUIVER (TEMPAT ANAK PANAH): Semua pemanah menggunakan quiver jenis backside quiver atau hip quiver . yaitu quiver yang anak panah di pasang di pinggang dan apabila anak panah di pasang di dalam quiver , nock anak panah menghadap ke belaka...
Sambal Terasi Pedas Sunda: Panduan Praktis Membuat Pelengkap Khas Sunda Sambal merupakan identitas kuliner Indonesia yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakatnya, dengan hampir setiap daerah memiliki versi sendiri baik dari segi bahan maupun teknik pengolahan (Sumber 6). Di wilayah Sunda, sambal terasi menonjol sebagai salah satu variasi yang paling diminati dalam kumpulan resep lokal, dikenal dengan cita rasa pedas yang kuat dan aroma terasi yang khas (Sumber 1). Berbeda dengan sambal tomat yang umumnya ditumis hingga matang (Sumber 3), sambal terasi Sunda umumnya diolah dengan teknik penggilingan tradisional yang mempertahankan kesegaran bahan mentah, sehingga menghasilkan sensasi rasa yang lebih tajam dan autentik. Karakteristik dan Variasi Regional Masyarakat Sunda mengenal beragam jenis sambal, mulai dari sambal cikur, cibiuk, oncom, leunca, dadak, hingga sambal terasi yang menjadi favorit untuk melengkapi hidangan sehari-hari (Sumber 1). Sambal terasi khas Sunda dapa...
Angklung Jawa Barat Angklung merupakan instrumen musik tradisional yang secara spesifik berasal dari Jawa Barat dan telah menjadi simbol identitas budaya masyarakat Sunda. Instrumen ini dibuat dari tabung-tabung bambu yang dirakit pada sebuah rangka bambu, menciptakan karakteristik bunyi yang unik dan khas ketika dimainkan (Sumber 4). Keberadaannya dalam sejarah budaya Nusantara telah mencakup rentang waktu yang sangat panjang, dengan bukti penggunaan yang dapat ditelusuri kembali ke periode abad ke-12 hingga abad ke-16 Masehi, menunjukkan kedalaman akar historis instrumen ini dalam kehidupan masyarakat Sunda (Sumber 2). Asal-Usul Asal-usul angklung secara geografis dan kultural terletak di wilayah Jawa Barat, Indonesia, yang menjadi pusat utama penyebaran dan pengembangan instrumen tradisional ini (Sumber 2, Sumber 4). Berdasarkan catatan historis yang tersedia, tradisi penggunaan angklung dalam masyarakat Sunda telah berlangsung sejak periode abad ke-12 hingga ke-16 Masehi, me...