Pohul-pohul merupakan kue khas dari Tapanuli, Sumatera Utara. Pohulpohul sering menjadi buah tangan bagi pihak keluarga yang datang berkunjung dalam rangka pembicaraan adat, misalnya, membicarakan rencana perkawinan putra dan putri kedua belah pihak. Pohulpohul bentuknya mengikuti siluet kepalan tangan, yakni bekas jari-jari lah yang membentuk pohulpohul tersebut. Sehingga tepung beras sebagai bahan utamanya menjadi padat dan saling mengisi. Hal ini merupakan perlambang dari bagaimana pembicaraan adat di antara kedua belah pihak (paranak dan parboru) berlangsung. Pohul-pohul terbuat dari tepung beras yang di kukus di padukan dengan gula merah dan bumbu lainnya memberikan rasa yang manis lekat pada lidah anda. Untuk pembuatannya tergolong cepat dan mudah. Yuk kita langsung aja mulai membuatnya. Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat camilan ini beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 350 gr tepung beras 150 gr tepung ketan 125 g...
Dolung-dolung bentuknya bulat dan liat. Bentuk itu merupakan hati dan jiwa yang bulat (tekad bulat) dalam suatu kegiatan, pesta ataupun acara-acara adat. Jika membawa dolung-dolung ke rumah kerabat, berarti kita datang dengan hati yang bulat, satu pikiran, satu persepsi, dan satu cita-cita dalam menghadapi apapun pada saat ini dan di kemudian hari. Sumber: https://solup.blogspot.co.id/2016/09/makna-filosofis-pohulpohul-dan-dolungdolung.html
Ketika membuat kue pohul-pohul, akan menggenggam itak (bahan pohul-pohul dari tepung beras) dan menekannya kuat-kuat. Dengan demikian, kue itu berbentuk serupa genggaman tangan, lengkap dengan bekas kelima jemari tangan. Maknanya adalah meskipun kita merasa tertekan, terjepit atau kesusahan dalam suatu pesta atau kegiatan adat mulai dari perencanaan hingga acara selesai, semua itu baik dan bertujuan mempererat kekerabatan dan jalinan kasih sayang, persis seperti pohul-pohul yang menjadi utuh karena ditekan genggaman tangan. Bekas 5 jari pada pohul-pohul disimbolkan sebagai konsep 5 waktu dalam tradisi Batak yang disebut hatiha silima, yaitu: 1. Manogot 2. Pangului 3. Hos Ari 4. Guling Ari 5. Bot Ari. Selain itu, lima jari-jari menjadi simbol tentang rasa manusiawi setiap orang yang terbentuk dari panca indera, yaitu: 1. Parnidaan (penglihatan) 2. Parbinegean (pendengaran) 3. Parnianggoan (penciuman) 4. Pandaian (rasa/cecap) dan 5. Pangkilaan (perasaan/kulit). Bekas 5 jari...
Sumatera Utara bukan hanya ke indahan alamnya saja yang terkenal, tapi kulinernya pun banyak sekali yang terkenal dan enak di lidah. Salah satu yang akan dibahas pada postingan kali ini adalah Resep Masakan Kue Lapet Khas Batak . Ada dua jenis Kue Lapet, ada yang berbahan dasar beras ada juga ketan, tapi kali ini yang akan kita buat adalah Lapet Beras. Makanan ini merupakan makanan khas tradisional Sumatera Utara, khususnya adat Batak. Bahan dasar dari makanan ini adalah beras, jadi kalo kamu udah makan makanan ini pasti cepat kenyang. Bahan-bahan: o 50 g tepung ketan o 50 ml air o 150 g kelapa yang muda, bersihkan kulitnya, parut memanjang o Daun pisang untuk membungkus o 200 g beras Bumbu-bumbu Halus: o 100 g gula pasir o 1 sdt garam Semua bahan-bahan dan bumbu-bumbu sudah siap, kita lanjut memasak....
Marga Silalahi di tanah Batak mengenal ulos khas tradisi marga-marga Batak yang termasuk dalam rumpun Silalahi, yang disebut Ulos Polang-polang atau Pelang-pelang. Ulos Polang-polang atau Pelang-pelang ini dipakai keluarga suhut (tuan rumah, penyelenggara) pada upacara adat Batak di kawasan Silalahi, Sumatera Utara. Dalam perkembangannya terdapat berbagai variasi Ulos Polang-polang atau Pelang-pelang, dan telah dikenal luas pula di kalangan masyarakat Batak di luar kawasan marga Silalahi. Dimensi umum ulos ini antara lain panjang sekitar 2 m, lebar sekitar 110 cm.
Fakhe nifalögu adalah nasi yang di masak menggunakan beras khas asli nias selatan, yang membuat nya unik adalah memasak nya itu menggunakan periuk tanah liat yang setengah lingkaran bola. Penyajian nya di telungkupkan diatas daun pisang, makanya di beri nama Fakhe nifalögu. Sejatinya fakhe nifalögu disajikan dengan lauk daging babi, atau anak babi. Fakhe nifalogu biasanya di jumpai pada acara acara tertentu, misalnya pesta pernikahan, upacara adat, menjamu tamu penting atau bangsawan dan upacara upacara adat lainnya. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Masakan tradisional ini jarang di temui di luar acara adat, hal ini menyebabkan tidak semua orang beruntung untuk menikmatinya. Suku batak biasa mempergunakan daging babi sebagai bahan dasarnya. Tapi kali ini kita sajikan resep yang mempergunakan daging kerbau yang tidak kalah enak. Bahan : 1 kg daging kerbau 200 gram beras, sangrai, tumbuk, ayak 2 batang honje , bakar, lalu pukul-pukul, peras airnya 600 ml air 1 sdm garam Bumbu yang dihaluskan : 5 siung bawang putih 8 buah cabai rawit merah 10 buah kemiri sangrai 3 cm jahe 1 sdm merica 1 sdm garam Cara Membuat : Rebus daging hingga matang, angkat, potong-potong Campur tepung beras, bumbu yang dihaluskan, air honje, dan air, aduk rata. Rebus hingga mendidih. Angkat. Campur daging yang sudah direbus, aduk rata. Masak hingga bumbu meresap. Sajikan. sumber: https://menusumut.blogspot.co...
Ikan arsik adalah kuliner tradisional khas Toba yang kaya dengan bumbu dan rempah. Makanan ini kaya akan cita rasa tinggi, tetap sehat, dan alami, serta tidak mengandung MSG. Penamaan makanan Batak sebagian besar didasarkan pada proses memasak. Nani arsik berarti dimarsikkan atau dikeringkan. Dengan kata lain, dekke nani arsik, ikan yang dimasak terus-menerus sampai kuahnya kering, bumbunya menyerap ke ikan mas tersebut. Jika proses memasak benar, nani arsik dapat bertahan 2 hari tanpa basi. Selain nani arsik, masakan khas batak lain yang dinamakan berdasarkan proses memasaknya antara lain na tinombur, na niura, dan na nigota. Nani Arsik adalah makanan yang menjadi bagian dari adat Batak yang memiliki cerita dari mulai kelahiran, perkawinan, hingga meninggal. Nani Arsik penting dalam upacara adat Batak terkait dengan siklus kehidupan. Konon, dalam memberikan nani arsik, ada aturan yang perlu dipatuhi. Tidak sembarang orang bisa memberikan Nani Arsik. Hanya hula-hula atau...
Fakhe nifalögu adalah nasi yang di masak menggunakan beras khas asli nias selatan, yang membuat nya unik adalah memasak nya itu menggunakan periuk tanah liat yang setengah lingkaran bola. Penyajian nya di telungkupkan diatas daun pisang, makanya di beri nama Fakhe nifalögu. Sejatinya fakhe nifalögu disajikan dengan lauk daging babi, atau anak babi. Fakhe nifalogu biasanya di jumpai pada acara acara tertentu, misalnya pesta pernikahan, upacara adat, menjamu tamu penting atau bangsawan dan upacara upacara adat lainnya. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html