Aibon merupakan salah satu makanan yang berasal dari Biak Numfor. Proses pengolahannya ada dua tahap, yaitu: Yang pertama dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. Bahan mentahnya adalah buah bakau yang bentuknya seperti jari dengan panjang sekitar 20 cm yang juga disebut aibon. Buah bakau ini kemudian diserut tipis kemudian direbus. Serutan aibon lalu dikeringkan dengan cara dijemur. Sertan kering inilah bahan setengah jadi yang bisa disimpan dalam waktu yang lama dan siap diolah menjadi aneka makanan sebagai hasil akhir. Olahan yang dimasak kali ini adalah yang paling populer. Tahap pertama adalah merendam serutan aibon untuk menghilangkan getah yang bila termakan bisa menyebabkan gatal, pusing atau gejala alergi lainnya. Air yang biasanya dipakai untuk merendam adalah air laut untuk faktor kemudahan. Karena warga yang mengolah aibon biasanya hidup di dekat pantar seperti asal bahan mentahnya. Namun air tawar juga bisa dipakai. Selanjutnya serutan ai...
Kolak wajik, yaitu makanan yang terbuat dari bahan dasar ubi talas. Bahan: Ubi talas Santan kelapa Gula pasir Cara Membuat: 1. Talas diiris tipis lalu direbus sampai hancur bersama santan kelapa. 2. Setelah itu diangkat dan selagi panas diaduk dan dicampur dengan gula pasir. 3. Tahap akhir, yaitu menuangkannya ke dalam loyang atau wadah lainnya dan ditunggu sampai berubah padat. Setelah padat, kolak wajik siap disantap dengan dipotong dulu menjadi bentuk kotak yang lebih kecil. Rasa manis merupakan rasa yang dominan pada kolak wajik ini. Sumber : http://alfianwidi.com/2015/01/kelana-rasa-tanah-papua-bag-1-manokwari/
Bahan dasarnya: Buliran biji rumput ilalang sejenis gandum yang hanya tumbuh di pulau Biak. Santan kelapa Gula pasir Susu Air secukupnya Cara Membuat: 1. Keluarkan buliran dari tangkai dengan cara digerus menggunakan tangan, buliran biji ditumbuk untuk mengelupas kulitnya. 2. Pengayakan untuk memisahkan dan membuang kulit adalah tahapan berikutnya. Pokem lalu ditumbuk lagi agar lebih halus. 3. Proses memasaknya sendiri dimulai dengan merebus santan. Setelah mendidih, biji pokem dimasukkan ke dalam panci dna diaduk sampai kental. 4. Kemudian ditambahkan gula pasir, susu, dan air, lalu diaduk sampai warnanya kekuningan dan merata. Pokem harus segera dimakan karena penggunaan santan membuatnya tidak tahan lama. Sumber : http://alfianwidi.com/2015/01/kelana-rasa-tanah-papua-bag-1-manokwari/
Kasbi bambu merupakan makanan yang terbuat dari ubi singkong (kasbi) yang dibakar dalam bambu bersama merica, bawang putih, bawang merah, garam dan daun gedi. Daun gedi adalah tanaman yang lazim dijumpai di Sulawesi sampai Papua dan biasa digunakan untuk sayur. Bentuknya runcing, sekilas mirip daun pepaya. Aroma semerbak langsung menyeruak ketika ubi dikeluarkan dari bambu. Rasanya gurih agak manis dan sedikit pedas. Sumber : http://alfianwidi.com/2015/01/kelana-rasa-tanah-papua-bag-1-manokwari/
Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi. Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan. [3] Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika. [3] Papeda merupakan salah satu sajian khas sagu yang jarang ditemukan. [3] Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Variasi menu Pada umumnya, pap...
Di kota Papua ada yang namanya kepiting raksasa dan masyarakat setempat menyebutnya karaka. Kepiting besar yang dengan mudah ditemui di muara sungai di sekitar Kabupaten Mimika. Mengunjungi Timika, Papua seakan belum lengkap tanpa menikmati karaka. Kepiting ini ditangkap dalam keadaan hidup dan dijaga tetap segar hingga nanti disajikan di meja makan. Saat ditangkap, karaka akan dibungkus daun pisang. Bahan - 3 bh kepiting ukuran sedang - 1/2 bh bawang bombay yang diiris melintang - 2 bh bawang putih - 1 cm jahe, memarkan - 3 sdm saus cabe - 1 sdt garam - 50 gr gula merah - 1 sdm air perasan jeruk nipis - 1/2...
Di kota Papua ada yang namanya kepiting raksasa dan masyarakat setempat menyebutnya karaka. Kepiting besar yang dengan mudah ditemui di muara sungai di sekitar Kabupaten Mimika. Mengunjungi Timika, Papua seakan belum lengkap tanpa menikmati karaka. Kepiting ini ditangkap dalam keadaan hidup dan dijaga tetap segar hingga nanti disajikan di meja makan. Bahan - 3 ekor (1 1/2 kg) kepiting, cuci bersih, belah 2 - 4 sdm air jeruk nipis - Minyak untuk menggoreng - 2 sdm minyak untuk menumis - 6 siung bawang putih, memarkan - 3 cm jahe, memarkan - 2 sdm saus tiram - 4 sdm kecap asin - 1 sdm kecap manis - ...
Eurimoo adalah kue khas daerah Papua yang terbuat dari tepung sagu, buah pisang, dan kelapa parut. Kue ini konon katanya berasal dari Timika --- suatu daerah yang direncanakan menjadi ibukota provinsi Papua Tengah. Kue ini dimasak dengan cara direbus, dan termasuk dalam katagori jenis kue basah. Kue Eurimoo sering disajikan pada acara-acara adat tertentu seperti pesta pernikahan, khitanan dan jenis pesta lainnya. Buah pisang yang digunakan dalam bahan ini dipercaya memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, antara lain : dapat mengobati sakit maag, dapat menghaluskan kulit wajah, sebagai sumber energi, dapat menyembuhkan luka bakar, untuk mengalirkan oksigen ke otak, melancarkan buang air besar, kaya akan vitamin dan serat, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mencegah penyakit jantung. Bahan 300 gr tepung sagu kering 6 bh pisang Kepok/Ambon yang cukup matangnya 150 gr kelapa parut...
Bahan-bahan 3 buah ubi ukuran sedang (dikukus, haluskan) 400 gr tepung terigu 5 sdm gula 1 sdt fermipan 1/2 sdt garam 150 ml air hangat kuku 2 sdm mentega (dicairkan) 1 sachet SKM putih Langkah Siapkan bahan, buat bahan biang, campurkan air, 1 sdm gula, garam, dan fermipan, aduk, diamkan kurleb 15 menit. Masukkan tepung, ubi yang dihancurkan, telor, gula, SKM, uleni dengan bahan biang sedikit demi sedikit. Masukkan mentega uleni s...