Tarian dolo-dolo berkembang dari tarian yang lebih tua, yang disebut Banama. Flores Timur dan Lembata menyebutkan dirinya sebagai orang Lamaholot. Keduanya berada di provinsi NTT yang terletak di ujung Timur pulau Flores. Masyarakat dari dua Kabupaten ini menyebut diri mereka sebagai orang Lamaholot, dengan bahasa khasnya juga Lamaholot. Lamaholot adalah sebuah kata bahasa asli dari Flores Timur termasuk Lembata, Alor, Adonara dan Solor. Salah satu kebudayaan Flores Timur yaitu tarian dolo-dolo. Tarian Dolo Dolo identik dengan Lamaholot. Tarian dolo biasanya dibawakan dengan nyanyian dolo. Dolo termasuk salah satu tarian yang populer bagi masyarakat Flores Timur, Lembata, Adonara, Solor dan Alor dikategorikan sebagai tarian massal yang dapat diikuti oleh massa rakyat dari semua kalangan. Namun dolo sangat menonjol bagi muda mudi sebagai arena perjumpaan untuk membangun persahabatan, termasuk untuk menemukan jodoh dan menjalin cinta dua sejoli. Kata dolo yang...
BAHAN Ikan laut kecil 1 kg BUMBU Laos 1 iris Lombok besar 1 buah Kunyit 3 iris Lombok rawit 10 buah Cuka 3 sendok makan Garam 1 sendok makan Air 1 gelas Sereh 1 potong CARA PEMBUATAN Ikan dibersihkan dibuangi kepalanya. Bumbu diiris tipis-tipis. Kunyit, laos dan sereh dipukul-pukul. Bumbu-bumbu dimasukkan dalam panci bersama ikan dan cuka. Dididihkan sampai masak. Setelah itu kunyit, laos dan sereh dikeluarkan. sumber: https://hobimasak.info/resep-ikan-hahiru-timor/
Se'i atau daging asap merupakan salah satu makanan paling populer di NTT, yang berasal dari Kupang. Biasanya menggunakan bahan dasar daging babi atau sapi, namun baru-baru ini juga menggunakan daging ikan. Kata Se'i sebenarnya berasal dari Pulau Rote yang artinya daging tipis yang diiris memanjang. Bahan yang digunakan untuk membuat se'i adalah daun kesambi, 3 ons daging sapi, potong kecil, 1 gelas air, 1/2 buah paprika merah diiris memanjang, 1/2 buah paprika hijau diiris memanjang, 1 buah bawang bombay, diiris tipis, 1 sdm cincangan bawang putih, 2 sdm butiran merica hitam, disangrai dan ditumbuk kasar, 1 sdm saus tiram, 1 sdm kecap manis, 1 sdm tepung maizenna yang dilarutkan dengan 2 sdm air hangat, 1/2 sdm minyak wijen, 1/2 sdt garam, 1/2 sdt gula pasir dan minyak goreng secukupnya. Proses pembuatannya diawali dengan mencuci bersih daging sapi, paprika merah dan hijau serta bawang bombay. Kemudian panaskan minyak untuk menumis bawang putih dan bawang bombay samp...
Bahan: Daging sapi yang masih muda 1 kg Bumbu-bumbu: Serai 1 batang Bawang merah 10 buah Lombok rawit 15 biji Garam 1 sdm Cara membuatnya: Bumbu ditumbuk sedikit halus. Daging dipotong-potong kecil, dicuci, lalu dicampur dengan bumbu. Campuran ini dibakar sampai matang. Keterangan: Cara membakarnya sebagai berikut: Dipilih beberapa butir batu kali sebesar bola pingpong. Batu ini dibakar sampai menajdi merah, kemudian dimasukkan ketengah-tengah campuran daging. Semuanya dimasukkan dalam bambu atau dibungkus daun lontar atau pelepah pisang yang basar. Setelah diikat erat-erat, dipanggang diatas bara. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 755
Bahan : 400 gram beras ketan, dicuci bersih 150 ml santan dari 1/2 butir kelapa 1 sdt garam Daun pisang untuk membungkus Cara membuat : Kukus beras ketan 10 menit. Rebus santan dan garam sampai medidih. Masukkan beras ketan, aduk sampai terserap. Angkat. Bungkus beras ketan dengan daun pisang. Ikat dengan tali sambil dipadatkan. Rebus sampai matang. RM/Toko yang Menyediakan : Subasuka Paradise Restoran Alamat: Jl. Timor Raya, Klp. Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim. Telepon: (0380) 833968 sumber: http://resepmasakanlengkap.blogspot.co.id/2009/10/kalesong.html
Masyarakat Sabu diklassifikasikan sebagai masyarakat bilineal dan menganal kelompok-kelompok keturunan patrilineal atau disebut juga clan atau suku, dan dua garis matrilineal ( moieties ) atau hubi dari garis keturunan dua kakak-beradaik perempuan. Hubi berarti ‘bunga pohon palem’. Tekstil merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sabu. Tekstil Sabu berupa tenun ikat yang ditenun dengan teknik ikat dan celup untuk memperoleh pola tertentu. Sejak permulaan pekerjaan utama perempuan sehingga perempuan memainkan peran utama dalam masyarakat Sabu, yang khususnya menunjuk pada garis ibu. Tidak mungkin mengerti tenunan pulau Sabu tampa memahami struktur social unik dari pulau ini. Kisah asal-muasal : dua akak-beradik perempuan Menurut silsilah mantra pulau Sabu yang bersifat rahasia dan kramat, masyarakat terbagi dalam dua kelompok atau moieties (dari kata Prancis ‘ moi...
1 buah terong ukuran besar 2 buah tomat (saya mini tomato. kalo ukuran besar 1/2 - 1 buah) 1/2 bks terasi sachet, bakar di api hingga tepinya gosong sdkt 3 buah cabe 1/2 buah jeruk nipis, ambil airnya secukupnya garam dan vetsin Langkah Rebus terong hingga matang. suwir, kemudian peras. sisihkan Buat sambal : uleg cabe bersama garam hingga halus. tambahkan terasi dan vetsin. uleg lagi....
Sebuah tarian yang menggambarkan rasa saling kasih sayang antara dua insan pria dan wanita. Dalam tarian ini digambarkan seorang wanita yang meminta sirih pinang yang kuning. Sebagai tanda kasih sayang seorang pria, dipanjatlah sirih pinang yang kuning itu, walaupun pohonnya sangat tinggi dan licin. Sumber: https://www.senibudayaku.com/2018/01/5-tarian-tradisional-nusa-tenggara-timur.html?m=1
Menurut cerita orang tua- tua di Belu, pada jaman dahulu kala, seluruh pulau timor masih di genangi air, kecuali puncak gunung lakaan. Pada suatu hari turunlah seorang putri dewata di puncak gunung lakaan dan tinggallah ia di sana.putri dewata itu bernama laka lorak mesak yang dalam bahasa belu berarti putri tunggal yang tidak berasal usul. Laka lorak mesak adalah seorang putri cantik jelita dan luar biasa kesaktian. Karena kesaktiannya yang luar biasa itu, maka laka lorak mesak dapat melahirkan anak dengan suami yang tidak pernah di kenal orang. Itulah sebabnya laka lorak mesak di sebut pula dengan nama nain bilakan yang artinya berbuat sendiri dan menjelma sendiri. Beberapa tahun kemudian putri laka lorak mesak berturut- turut melahirkan dua orang putra dan dua orang putri. Kedua putra di beri nama masing - masing, atok lakaan dan taek lakaan. Sedangkan kedua putrinya masing- masing di beri nama : elak loa lorak dan balak loa lorak. Setelah keempat putra- putri ini dewasa maka dik...