Cagar Budaya merupakan kekayaan bangsa yang sangat penting dan wajib kita lestarikan. Selain itu, kita dapat memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional. Secara tidak langsung cagar budaya dapat mencerminkan jati diri dari suatu bangsa mengingat cagar budaya merupakan warisan dari budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur dan spiritual. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Sebagai warisan budaya bangsa, kita wajib mencintai dan melindungi benda cagar budaya dari ancaman seperti pencurian, penghancuran, dan pemalsuan. Upaya pemerintah melindungi benda cagar budaya dari kepunahan dilakukan dengan mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 dan disusul dengan Nomor 11 tahun 2010. Tug...
EMPING MELINJO PEDAS Emping adalah sejenis makanan ringan sebangsa keripik atau kerupuk yang terbuat dengan cara menghancurkan bahan baku (biasanya terbuat dari biji melinjo) hingga halus kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.Proses pembuatan emping melinjo diawali dengan menyangrai melinjo, kemudian dikupas dan ditipiskan dengan sejenis palu dari batu. Makanan ini banyak dihasilkan oledih pengusaha kecil, biasanya emping melinjo diproduksi oleh industri daerah misalnya di Kabupaten Klaten, Kabupaten Batang,Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur, yaitu di Kabupaten Magetan dan di Kabupaten Bantul. Emping sebagian diekspor ke Timur Tengah dan Amerika Serikat. Emping juga disertakan dalam penyajian bubur ayam atau bubur nasi, gado-gado, ketoprak, soto betawi, dan lain sebagainya. Sebagai makanan ringan yang berdiri sendiri emping juga dijual dalam bentuk emping balado pedas, manis pedas, gurih pedas, dll. Pembuat...
Candi Mendut merupakan candi yang berada di wilayah Magelang yang bercorak Buddha. Candi Mendut ini merupakan candi paling populer di wilayahnya setelah Candi Borobudur. Candi tersebut terletak di kawasan wilayah percandian di Jalan Mayor Kusen Kota Mungid. Candi ini juga dibangun pada masa periode yang sama dengan candi terpopuler yaitu Candi Borobudur tepatnya pada abad ke-8 di masa Dinasti Syailendra. Jika dilihat dari arah mata angin, candi ini terletak sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Candi ini memiliki tiga buah arca Buddha didalamnya. Jika diteliti lebih dekat dinding-dinding candi ini terdapat hiasan-hiasan relief yang terpahat sangat rapi hingga sekarang. Candi yang memiliki bentuk dasar segi empat ini, berketinggian secara menyeluruh sekitar 26,40 m. Di dinding-dinding luar dari candi ini dapat terlihat Jaladwara atau merupakan saluran pembuangan air dari selasar yang pastinya terlih...
Perjanjian Salatiga Perjanjian ini menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa terjadi pembagian wilayah mataram menjadi 2 yakni Yogyakarta yang dipimpin oleh Hamengkubuwono I dan Surakarta yang dipimpin oleh Sunan Pakubuwono III yang merupakan akhir dari serangkaian konflik di kesultanan Mataram. Tetapi yang terjadi Pangerang Sambernyawa tetap melancarkan perlawanan dan menuntut wilayah Mataram dibagi menjadi 3, akhirnya muncul lah Perjanjian Salatiga . Sub tema yang akan kita bahas meliputi latar belakang, isi perjanjian, setelah perjanjian, dan generasi baru pasca pembagian wilayah mataram. Latar Belakang Perjanjian Salatiga Setelah dilaksanakan perjanjian Giyanti, ternyata pihak Pangeran Sambernyawa tetap melakukan perlawanan di bekas wilayah Mataram. Raden Mas Said atau dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa kemudian melawan 3 pihak yang bersekutu yakni Sunan Pakubuwono III, Pangeran Mangkubumi dan VOC (Beland...
Batik adalah kain khas Indonesia. Setiap daerah hampir pasti memiliki motif atau corak khas daerahnya sendiri. Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, setidaknya terdapat 3 sentra pengrajin batik tulis, yakni di Desa Jemur, Desa Seliling, dan Dusun Tanuraksan. Sentra Batik Tanuraksan memiliki jumlah pengrajin yang cukup banyak. Di dusun ini, pembuatan batik sudah dilakukan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Konon, Batik Tanuraksan sendiri adalah turunan batik dari Keraton Yogyakarta. Penghulu Nusjaf namanya. Beliau adalah penyiar Agama Islam yang datang dari jogja dan menetap di timur Kali Lukulo. Seiring berjalannya waktu, Batik Tanuraksan pun mulai mengalami perkembangan. Ada beberapa pengrajin yang sudah menggunakan teknik cap ada pula yang masih mempertahankan teknik tulis. Ada pula yang memadukan teknik cap dan tulis. Mengenai motif, tidak seperti motif batik keraton yang sarat akan filosofi, Batik Tanuraksan lebih bersahaja. Para pengrajin b ati...
Salah satu motif batik Yogyakarta yang masuk kategori motif batik klasik khas busana kraton adalah jenis Sidomukti , biasanya batik sidomukti ini terbuat dari zat pewarna soga alam . Warna soga atau coklat pada kain batik sidomukti merupakan warna batik klasik atau seperti aslinya. Batik Sidomukti berasal dari Solo, Jawa Tengah, dengan motifnya yang asli dan kuno. Motif batik Sidomukti adalah merupakan perkembangan motif batik Sidomulya dengan latar putih yang berasal dari zaman Mataram Kartasura, diganti dengan latar ukel oleh Paku Buwono IV. Pengertian batik Sidomukti dijabarkan dari kata asalnya. Sidomukti berasal dari kata ”sido” yang berarti jadi/ menjadi atau terus menerus, dan “mukti” yang berarti mulia dan sejahtera. Jadi pengertian batik Sidomukti adalah menjadi mulia dan sejahtera. Motif motif batik berawalan “sido” mengandung ha...
Kota Surakarta pada mulanya adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Akan tetapi, adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Kerajaan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Pemecahan pusat pemerintahan terbagi menjadi 2, yakni Kota Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintah Kota Surakarta terpecah menjadi 2 lagi, yakni Kasunanan dan Mangkunegaran atas dasar Perjanjian Salatiga (1767). Kota Surakarta sendiri lebih dikenal masyarakat dengan nama Kota Solo. "Sala" adalah nama sebuah desa yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II untuk mendirikan istana baru setelah perang suksesi Mataram yang terjadi di Kartasura. Pada saat itu, Sunan Pakubuwana II membeli tanah itu dari seorang Kepala Desa Sala bernama Kyai Gedhe Sala. Kata "sala" berasal dari nama sebuah pohon suci asal India, yaitu Pohon Sala (Couroupita guianensis). Nama Kota Sala (dibaca Solo) terus dipakai secara meluas, bahkan lebih umum penggunaannya dibandingkan nama Kota Surakarta. Akan tetapi ejaanny...
Situs arca Arca Gupolo ini Terletak di Dusun Sambirejo, Kec.Prambanan, Kab.Sleman, Yogyakarta Lokasi arca ini berada di tengah hutan dan ada pada di ketinggian 195 m di atas permukaan air laut. Peninggalan situs Gupolo pada tanggal 1 September 1981. Menurut laporan dari SPSP di seputar situs Gupolo juga terdapat peninggalan-peninggalan lain yang letaknya demikian terserak. Peninggalan-peninggalan lain itu di antaranya ialah Arca Ganesya yang sudah hilang bagian kepalanya. Arca Ganesya ini terletak di sebelah barat daya dari lokasi situs Gupolo. Tinggi Arca Ganesya adalah 605 sentimeter, lebar 400 sentimeter, tebal 125 sentimeter. Konon nama Gupolo merupakan nama yang diberikan oleh penduduk setempat. Bagi penduduk setempat Gupolo dipersamakan artinya dengan arca yang berpostur tinggi besar dan cenderung gemuk seperti arca-arca yang menghiasi gerbang-gerbang rumah mewah/istana, yakni sepasang raksasa yang bernama Cingkara Bala dan Bala Upata yang dalam dunia percandian terken...
Candi Ngawen Jump to navigation Jump to search Candi Ngawen dilihat dari sudut timur laut. Candi Ngawen adalah candi Buddha yang berada kira-kira 5 km sebelum candi Mendut dari arah Yogyakarta , yaitu di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang . Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh wangsa Sailendra pada abad ke-8 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno . Menurut Soekmono keberadaan candi Ngawen ini kemungkinan besar adalah bangunan suci yang tersebut dalam prasasti Karang Tengah pada tahun 824 M, yaitu Venuvana (Sanskerta: 'Hutan Bambu'). Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Sebuah patung Buddha dengan posisi...