Batik yang dengan segala bentuknya merupakan identitas dari bangsa Indonesia. Pada era keraton tempo dulu, kegiatan membatik merupakan mata pencaharian bagi para wanita Jawa, bahkan kegiatan membatik dilingkungan keraton surakarta sangat dikenal sebagai suatu pekerjaan yang eksklusif. Batik Solo memiliki ciri khas, baik dalam proses cap maupun tulisnya. Pewarna yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam, yaitu soga. Motif Batik Solo Sidomukti dan Motif Batik Solo Sidoluruh merupakan contoh pola batik tulis Solo yang terkenal. Motif batik memiliki makna tersendiri, lain motif lain makna. Motif batik Solo yang diciptakan beraneka ragam, dengan harapan dapat membawa kebaikan bagi pemakainya. Motif Batik Solo yang dikenal antara lain yaitu, Motif Batik Solo Jenis Parang, Motif Batik Solo Jenis Barong, Motif Batik Solo Jenis Kawung dan Motif Batik Solo Jenis Sawat. Selain dari jenis Batik Solo yang disebutkan ada jug...
Kota Solo masih sangat lekat dengan budaya Jawa. “The Spirit of Java” merupakan slogan yang dimiliki kota ini yang menunjukkan sebuah tekad mengakar untuk melestarikan budaya Jawa. Selain dikenal dengan kekentalan adat Jawa, Solo juga dikenal sebagai ikon batik. Motif Batik Solo yang dihasilkan pun beragam dan akan dijelaskan pada paragraf selanjutnya dari artikel ini. Bahkan Batik Solo kini lebih populer melalui lini produsen Batik Keris yang sudah merambah pangsa pasar luar negeri. Tidak mengherankan jika Batik Solo menjadi salah satu tujuan yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan ketika berkunjung ke kota Surakarta hadiningrat. Untuk wisata Batik Solo dapat melakukannya di kampung Batik Laweyan, juga kawasan kampong batik Kauman. Kampung Laweyan merupakan sentra atau pusat kegiatan batik bermula, kegiatan membatik sudah menjadi budaya sehari-hari bagi masyarakatnya, dan biasanya diturunkan da...
Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi lahir di Serang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1762. Beliau adalah putri bungsu dari Bupati Serang, Panembahan Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Purwodadi-Sragen. Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang yang juga salah satu keturunan Sunan Kalijaga menggantikan ayahnya. Meski merupakan putri bangsawan, namun sejak kecil Nyi Ageng Serang dikenal dekat dengan rakyat. Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah. Semangatnya untuk bangkit selain untuk membela rakyat, juga dipicu kematian kakaknya saat membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwana I yang dibantu Belanda. Yang sangat menonjol dari sejarah perilaku dan perjuangan Pahlawan Wanita ini antara lain ialah kemahirannya dalam krida perang, kepemimpinan yang arif bijaksana sehingga menjadi suri tauladan bagi penganut-p...
Upacara Ngapati Upacara Ngapati yaitu ketika ada seorang wanita hamil yang masa kehamilan tersebut telah mencapai 4 bulan. Biasanya, orang jawa melakukan acara ini yaitu karena di usia 4 bulan janin akan diberi nyawa oleh Allah SWT sehingga orang Jawa akan mendoakannya. Dan sebagai rasa syukur atas karunia yang telah di berikan dengan cara Ngapati. Ketika proses Ngapati yaitu berdoa bersama agar kelak ketika sudah lahir akan menjadi orang yang bermanfaat dan di jauhkan dari larangan agama. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Siraman Tradisi Siraman merupakan upacara adat khas Semarang dimana calon pengantin wanita harus dimandikan dan disucikan dengan air bunga 7 rupa. Tradisi ini dilakukan dengan cara menguyurkan dan memandikan calon pengantin perempuan agar dirinya bisa suci sebelum prosesi pernikahan digelar. Usai Siraman selesai biasanya calon pengantin perempuan akan dibopong oleh ayahnya atau keluarganya guna dirias untuk acara sungkeman meminta doa restu kepada pihak ayah dan ibunya agar pernikahannya bisa lancar dan berkah. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
iwayat singkat Kesenian Incling ini sebenarnya bersumber dari sebuah cerita yang terdapat di Jawa Timur dan khususnya Karesidenan Madiun yang berpusat di Ponorogo. Adapun cerita ringkasnya adalah sebagai berikut : Di Ponorogo ada seorang bernama Suromenggolo, ia seorang yang sakti mandraguna. Dalam hidupnya ia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sarinten, ia adalah wanita yang sangat cantik sekali. Karena kecantikannya itu ia dilamar oleh seorang dari Trenggalek bernama Singalodra. Karena Sarinten tidak mau, maka Sarinten dibunuh oleh Singajaya atas perintah Singalodra. Karenanya marahlah Suromenggolo. Sehubungan dengan itu ia memasang umbul-umbul sebagai tanda menantang perang terhadap Singalodra. Umbul-umbul tersebut terlihat pula oleh Singalodra dan kawan-kawannya. Terjadilah peperangan. Dalam peperangan ini mereka masing-masing saling mengerahkan prajurit. Keduanya sangat kuat. Sin...
Manten kaji dimulai tahun 1930-an yang diselenggarakan oleh salah satu keluarga orang terkaya di Semarang yang memiliki berbagai usaha. Manten kaji berfungsi sebagai perekat sosial dan budaya dalam masyarakat. Manten kaji terbentuk sebagai akulturasi kebudayaan Arab, Jawa, Cina, Melayu dan Eropa, sesuai dengan latar belakang terbentuknya Kota Semarang. Manten kaji adalah tata cara pernikahan sepasang mempelai khas Semarangan. Dinamakan manten kaji karena busana yang dikenakan mempelai pria menyerupai gamis atau jubah yang sering dipakai oleh mereka yang baru pulang menunaikan ibadah Haji. Pengaruh Arab terlihat jelas pada sorban yang dinamakan, begitu pula dengan kopiah alfiah yang dikenakan oleh mempelai pria seperti orang yang pulang haji. Baju mempelai pria model gamis beludru berlengan panjang. Tata rias Pengantin Semarangan model cengge (pengaruh budaya China) dengan bedak yang sangat tebal. Selop kedua mempelai serta sanggul Jawa mendapat pengaruh dari Kasunanan Surakarta...
Berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta tak akan lengkap jika tidak menelusuri jejak sejarah di Museum Keraton Surakarta Hadiningrat atau Museum Suaka Budaya. Dalam museum ini para pengunjung dapat menyaksikan benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Museum Karaton Kasunanan Surakarta ini terdiri dari beberapa bangunan yang tiap-tiap bangunan sudah di atur ruangnya untuk memuat hasil kriya Karaton Surakarta. Adapun ruang-ruang dan seni kriya yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut : a. Ruang I Museum Keraton Kasunanan Surakarta berisi gambar-gambar dan ukir-ukiran sebagai berikut : Gambar Ingkang Sinuhun Paku Buwana VII (1830-1858), Paku Buwana VII (1858-1861), Paku Buwana X dalam sebuah pigura yang besar. Gambar Paku Buwana X berdiri dengan mengenakan busana kebesaran. Dua buah gambar Kangjeng Ratu Emas, permaisuri Paku Buwana X. Beberapa kur...
Museum Kamar Pengabdian RA Kartini mulai didirikan pada tahun 1975 diprakarsai dari wakil-wakil warga Jepara dalam rangka menghormati perjuangan R.A Kartini sebagai perintis emansipasi wanita di Indonesia. Pada tahun 1977, museum ini kemudian diresmikan oleh Bupati Sudikto dan setelahnya dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Uniknya, bangunan museum ini adalah bangunan asli yang pernah ditempati R.A Kartini bersama suaminya pada tahun 1889 hingga 1912. Hingga saat ini sebagian besar bangunan juga masih digunakan sebagai rumah dinas Bupati Kabupaten Rembang. Koleksi Museum Kamar Pengabadian RA. Kartini Ada berbagai macam koleksi peninggalan R.A Kartini yang dapat pengunjung nikmati di museum ini seperti keramik peralatan rumah tangga, ukiran kayu jati, tempat tidur, mesin jahit, meja makan beserta piring, tempat perawatan bayi, bothekan (tempat jamu), sepasang rono penyekat dari kayu yang merupakan hadiah dari ayah...