Mappacci adalah kata kerja dari 'mapaccing' yang berarti bersih atau suci. Upacara adat mappacci dilaksanakan pada waktu tudampenni, menjelang acara akad nikah/ijab kabul keesokan harinya. Mappacci dilaksanakan oleh kedua mempelai botting(pengantin) dirumah masing-masing, dalam artian kedua mempelai mappaci sendiri-sendiri.Upacara mappacci adalah salah satu upacara adat Bugis yang pada pelaksanaannya menggunakan daun pacar atau Pacci.Proses mappaci harus dilakukan sesuai adat yang diturunkan yaitu di mulai dengan penjemputan (paddupa) mempelai untuk dipersilahkan duduk di pelaminan.Setelah duduk di pelaminan,lalu didepannya diberi satu buah bantal sebagai simbol mappakalebbi (penghormatan), tujuh lembar sarung sutera sebagi simbol harga diri, sepucuk daun pisang simbol hidup yang berkesinambungan, tujuh daun nangka sebagai simbol menas (harapan). Sepiring wenno (padi yang disangrai hingga mengembang) sebagai simbol berkembang baik, sebatang lilin yang berapi simbol penerangan, dan d...
PALLU CELLA Pallu Cella adalah makanan khas Makassar asli dari suku Bugis. Pallu Cella sendiri didefinisikan secara Bahasa yaitu “Pallu” yang berarti masak dan “Cella” yang berarti garam. Terdapat beberapa pilihan bahan utama untuk membuat Pallu Cella antara lain ikan cakalang, laying, bolu, sibula, atau tembang. Berdasarkan definisi secara Bahasa, dapat disimpulkan bahwa Pallu Cella memiliki rasa asin dengan aroma khas kunyit. Bahan yang digunakan: 2 ekor ikan bandeng 2 gelas air 1 sdm garam 1 sdt kunyit bubuk Penyedap rasa Cara membuat Pertama, Bersihkan ikan bolu, buang insang dan kotoran perut, biarkan sisiknya. Setiap ekor dipotong 4 bagian, kemudian dicuci bersih. Selanjutnya, masukkan ke dalam panci, tuang air, beri kunyit, dan garam. Setelah itu, didihkan ikan hingga berubah warna menjadi kuning dan mengental, beri pen...
Pallu basah merupakan salah satu makan traditional Makassar yang dapat dikatakan hampir mirip dengan coto Makassar. Bagi yang tidak tahu akan coto Makassar, coto Makassar adalah makanan khas daerah Yang tentunya nikmati dan sangat enak yang terdiri atas berbagai rempah yang tercampur dalam kuahnya dengan berbagai isi dalam dan daging sapi. Dari berbagai rempah dan bumbu yang sama dengan coto Makassar, yang membuat pallu basah unik yaitu tidak menggunakan bubuk kacang melainkan menggunakan santan. Dengan santan ini, racikan aneka rempah dan bahan menjadikan pallu basah memiliki kuah pekat yang nikmati. Satu hal lagi yang membedakan pallu basah dengan coto Makassar adalah coto Makassar dimakan dengan buras, sementara pallu basah dimakan dengan ketupat ataupun nasi. Proses memasak pun hampir sama dengan coto Makassar, yakni jeroan dimasak dalam air rebus dalam waktu yang lama. Setelah matang, ditaruh dalam mangkuk lalu dituangkan dengan kuah santan. Dahulu, pallu basah merupakan makan...
Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengaruh globalisasi pada kalangan remaja, tak jarang membuat mereka tidak siap kehilangan identitas daerahnya masing-masing. Sebagai putra asli dari Sulawesi Selatan, tulisan ini diangkat karena tidak sedikit generasi muda sekarang sama sekali tidak mengetahui bahasa dan budaya mereka masing-masing, salah satunya adalah budaya Siri’ dan Pesse’ . Kedua kata ini menjadi pandangan hidup dan merupakan azimat kebanggaan daerah ini. Pemaknaan ini dapat dibuktikan dengan tingkah laku orang-orang Bugis, Makassar, Mandar, dan Tana Toraja. Pemaknaan yang cukup luas sehingga penulis hanya mengangkat makna Siri’ dan Pesse’ berdasarkan pandangan dan persepsi orang-orang Bugis saja. Nilai-nilai ini dianggap sudah terlanjur masuk ke dalam sumsum masyarakat daerah ini, sehingga mereka senantiasa menjaga dan memeliharanya dengan baik dan sudah identik dengan harga diri. Siri' dan Pesse’ memiliki ar...
Kegunaan Jenglot: Jenglot adalah figur berbentuk manusia yang berukuran kecil (sekitar 10-17 cm), berkulit gelap dengan tekstur kasar (seperti mumi), berwajah seperti tengkorak dan bertaring mencuat, serta memiliki rambut dan kuku yang panjang. Jenglot ditemukan di beberapa wilayah di nusantara, misalnya Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Jenglot dipercaya memiliki kekuatan mistis dan memakan darah manusia. Masyarakat Indonesia meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistik dan dapat mengundang bencana. Kegunaan jenglot menurut kepercayaan masyarakat di antaranya sebagai berikut : Pesugihan tanpa tumbal, memudahkan meraih kekayaan. Kelancaran rejeki segala arah dimanapun anda berada. Mudah meluluhkan / Menaklukan hati siapapun. Menarik pusaka lain, dengan memiliki jenglot mudah mendapat pusaka sakti lainnya. Mengirim santet penyakit sampai kematian. Selain yang disebutkan di atas, masih banyak kegunaan jeng...
Budaya Mattekkeng/ Mappattekkeng (terjemahan bebasnya menggunakan tongkat) dalam masyarakat Bugis merupakan upacara tradisional yang dilakukan ketika anak/bayi sudah berumur ±1 tahun atau sudah bisa berdiri dan melangkah sendiri tanpa bantuan. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kedua orang tua dan keluarga besarnya, yang ditandai dengan menyediakan ketan putih yang dibungkus dengan daun kelapa yang masih muda atau sering disebut Janur Kuning. Adapun prosesi pembuatannya yaitu ketan putih yang telah dimasak dan diberi santan kemudian dibungkus dengan daun Janur Kuning dan diikat tali dari daun lontar kering sehingga menyerupai sebuah tongkat. Tongkat ketan tersebut selanjutnya dimasak kembali sekitar 3 jam. Ada 2(dua) ukuran tongkat ketan yang disediakan yaitu (1) tongkat ketan dengan panjang ±1 meter dan diameter ±3 – 3,5 cm dan (2) tongkat ketan dengan panjang ±20 cm dan diameter ±2 cm. Tongkat ketan ini kemudian dikenal...
Ronto' adalah salah satu makanan khas Bugis yang berbahan pokok udang kecil mentah yang masih segar, alias hidup. Udang kecil tersebut dapat dijumpai di berbagai pasar tradisional Sengkang, dimana biasanya dijual dengan harga berkisar Rp.5.000 - Rp.10.000. Bahan ronto' sendiri terdiri dari udang kecil yang sudah dibersihkan, namun tidak dilepas dari kulit dan kepalanya. Yang kemudian dicampur dengan bahan-bahan yang telah dihaluskan dengan cara diulek hingga halus. Bahan-bahan tersebut yakni bawang merah, cabai, jahe, dan juga kemiri yang telah di goreng. Serta diberi perisa rasa (garam) dan perasan jeruk nipis sebagai penetrasi rasa udang. Makanan ini sering kita jumpai didaerah Bugis, khususnya Ibukota Kabupaten Wajo, Sengkang. Karena ronto' biasanya sering dikonsumsi oleh masyarakat Sengkang, maka makanan ini jarang dijumpai didaerah lainnya di Sulawesi Selatan. Rasa dari ronto' ini sendiri mirip seperti sambal udang mentah. Dengan perpaduan lembut antara daging udan...
dafa adalah olahan ikan kecil yang diolah seperti pepes atau otak otak dengan bumbu olahan hanya santen dengan garam
Salah satu adat Suku Bugis yang jarang diketahui masyarakat luas adalah adat naik rumah atau adat saat memiliki rumah baru, adat ini juga sudah mulai luntur sedikit demi sedikit. Apabila seseorang memiliki rumah baru, dan memiliki anggota keluarga atupun tetangga yang masih bayi, maka anak bayi yang pertama kali masuk rumah baru tersebut disentuhkan tangannya dengan air yang ditampung di dalam rumah. Masyarakat Suku Bugis percaya bahwa apabila hal ini dilakukan maka tuan rumah bias mendapatkan rezeki yang bagus. Alasan ritual ini karena anak bayi dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. Serta air yang sifatnya dingin, air yang dingin sebagai simbol rezeki dingin, artinya rezeki yang banyak, bagus, berkah, dan halal.