Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hantaran Manjapuik Marapulai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

  Hantaran Pamanggia Marapulai Adat Minangkabau memiliki keunikan tersendiri dalam menyelenggarakan prosesi pernikahan. Salah satunya adalah Manjapuik Marapulai atau Mamanggia Marapulai (Memanggil / menjemput calon pengantin pria). Terdapat beberapa prosesi sebelum manjapuik marapulai dilaksanakan. Prosesi tersebut antara lain : 1. Rombongan penjemput Marapulai berangkat menuju rumah calon pengantin pria bersama-sama sambil membawa berbagai macam perlengkapan. Perlengkapan itu biasa disebut hantaran pamanggia marapulai. Hantaran pamanggia marapulai terdiri atas beberapa macam makanan seperti :  a . Apik Ayam b. Bareh Rendang c. Pangek Padeh Dagiang d. Nasi Lamak Sagantang Sipuluik e. Paragede Hias f. Lauak goreng hias  g. Kue pengantin tigo tingkek h. Raga-raga i. Kundua Ukia j. Siriah Carano Biasanya rombongan juga membawa pakaian untuk calon pengantin dan beberapa barang yang sudah menjad...

avatar
OSKM18_16918262_M. Iqbal Alfarizi
Gambar Entri
Malam Pacar
Ritual Ritual
Aceh

Malam pacar adalah salah satu upacara adat yang diabsorsi dari negeri timur tengah atau india . beberapa daerah di indonesia mengabsorsi ritaul tersebut yang menjadikannya menyatu denagn ritau-ritual adat mereka . Salah satu daerah yang mengabsorsi upacara ini adalah masyarakat aceh . Mereka mengenal ritual malam pacar sebagai Malam Bohgaca . Arti dari Malam Bohgaca adalah Malam Berinai ( mengenakan pacar atau inai ) dan dilaksanakan pada malam hari sehari sebelum akad nikah yang dihadiri keluarga dekat kedua mempelai . Daun pacar / inai melambangkan isteri sebagai obat pelipur lara sekaligus sebagai perhiasan rumah tangga . Adapun tujuan ritual ini , selain mempercantik mempelai wanita , juga untuk mengingatkan bahwa ia akan memasuki mahligai rumah tangga . Adapun yang dilakukan pada malam pacar ini adalah pengenaan pacar atau inai di bagian tangan mempelai wanita yang dilakukan oleh kerabat kedua mempelai . Setelah menjelaskan ritual malam pacar, saya akan menjelaskan tentang ina...

avatar
Oskm_16618333_azzamnahdi
Gambar Entri
Asal Mula Danau Sipinggan dan Danau Silosung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Konon dahulu ada dua orang bersaudara, namanya Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Orang tuanya mempunyai sebuah tombak pusaka. Sesuai dengan adat, jika orang tua meninggal maka tombak pusaka jatuh ke tangan anak yang tertua, yaitu Datu Dalu.   Suatu ketika Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi hutan. Datu Dalu meminjamkan tombak itu kepada adiknya dengan syarat tombak itu harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Begitulah ketika Sangmaima sampai di kebunnya dia melihat seekor babi hutan yang sedang merusak tanamannya.   "Babi hutan, sialan! Kerjanya merusak tanaman orang!" rutuknya. Tanpa berpikir panjang ia melemparkan tombak pusaka tepat mengenai lambung babi hutan itu. Babi hutan itu masih sempat melarikan diri. Sangmaima berusaha mengejar, tetapi yang dia temukan di semak-semak hanya tombaknya saja sedangkan mata tombaknya masih melekat di lambung babi hutan itu.   Sangmaima segera pulang, melapor pada abangnya. Di...

avatar
OSKM18_FITB_Harlen Munthe
Gambar Entri
Kang & Nong
Ritual Ritual
Banten

Kang dan Nong (Kang untuk pria dan Nong untuk wanita) adalah pemilihan duta wisata daerah Kota Tangerang. Ajang pemilihan Kang dan Nong ini mirip dengan acara Abang dan None yang berasal dari Betawi dengan tujuan menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah serta membentuk generasi muda yang berbudi luhur dan kreatif. Untuk pemilihan Kang dan Nong ini menggunakan beberapa tahapan seleksi. Untuk Finalis akan dipilih 20 besar yang terdiri dari 10 Kang dan 10 Nong. Para finalis akan diuji di Grand Final Kang dan Nong Kota Tangerang. Dari 20 orang ini akan dipilih satu Kang dan satu Nong. Ada beberapa poin penilaian dalam pemilihan Kang dan Nong ini, yaitu brain (kecerdasan), beautiful (kecantikan), dan behaviour (kepribadian). Pemilihan Kang dan Nong ini merupakan program rutin Pemkot Tangerang dalam rangka pengembangan budaya tradisional serta mencari sosok generasi muda yang dinilai mampu menjadi duta pariwisata Kota Tangerang. Karena Kota Tangerang merupakan gerbang Prop...

avatar
OSKM18_16418291_[Jonathan] Benediktus
Gambar Entri
Warung Kepiting Cak Gundul
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Menikmati kuliner kepiting  tidak hanya soal rasa, tapi juga sensasi membuka cangkang dan menghisap daging-dagingnya. Bagi sebagian orang, hal itu cukup menyusahkan dan mengurangi kenikmatan. Cak Gundul adalah julukan untuk pemilik yang bernama asli Machsun. Tambahan 1992 ternyata adalah angka spesial, di mana pada tahun tersebut ia menikah dengan wanita pilihan ibunya bernama Masruroh. Pasang surut dalam usaha sudah dilalui oleh Machsun sejak membuka warung di tahun 90-an. Meski begitu, ia tetap berusaha dan tahan banting dalam segala keadaan. telah berdiri sejak tahun 1992 di daerah Pandaan-Pasuruan (KM 48 Surabaya-Malang) Pasang surut usaha kuliner tak membuat Cak Gundul putus asa dan berhenti berjualan. Dengan modal sekitar Rp400.000, ia memulai kembali usahanya dan berjualan di daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Memasuki tahun 1994 usahanya mulai bangkit dan berhasil menggaet banyak pelanggan setia. Dua tahun setelahnya, tempat jualan yang semula meng...

avatar
OSKM18_16618393_Muhammad Naufal Azhar Ramadhan
Gambar Entri
Legenda Lau Kawar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Desa Kawar namanya. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Suatu waktu, hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut, Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran ‘Gendang Guro-Guro Aron’, musik khas masyarakat Karo. Pada pesta yang hanya dilaksanakan seta...

avatar
OSKM18_FTSL_Nito Sahputra Zebua
Gambar Entri
Tari Gong
Tarian Tarian
Kalimantan Timur

Tari Gong Budaya Khas Suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur  -  Tari Gong adalah salah satu tarian dari sekian banyak tarian yang berasal dari kalimantan timur, sama dengan namanya tarian ini menggunakan alat gong sebagai media untuk menari, tari gong ini di tarikan oleh beberapa gadis cantik dengan gong sebagai alat musik pengiringnya, tari gong ini biasa disebut juga dengan nama kencet lendo, biasanya diadakan pada saat upacara menyambut kelahiran seseorang bayi kepala suku tersebut dan upacara penyambutan tamu agung. Tari gong ini menggambarkan gerakan tarian yang begitu lembut, dengan gerakan tangan yang sederhana serta tidak banyak terdapat pola gerakan bahkan banyak juga gerakan yang di ulang-ulang, selain dari gerakan tangan, tari gong ini juga melibatkan gerakan kaki dan tubuh saat melangkah dan berpijak pada gong, dan yang istimewa dari tari ini adalah dibutuhkan kelenturan serta keseimbangan, s elain gong musik pengiringnya juga dilengkapi sapeq, yaitu ala...

avatar
OSKM18_16518352_Satrio Puji Laksono
Gambar Entri
Ngeuyeuk Seureuh
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ngeuyeuk seureuh merupakan sebuah ritual/upacara untuk meminta restu kepada orang tua kedua calon pengantin di rumah pihak wanita. Biasanya upacara ini dilakukan saru hari sebelum akad nikah dan bersamaan dengan prosesi seserahan. Upacara ini juga dipenuhi dengan nasehat berumah tangga dan tidak jarang mengandung edukasi seks. Upacara ini dipimpin oleh seorang Nini Pangeuyeuk atau wanita yang telah paham akan upacara ini dan sering kali juga merupakan juru rias adat Sunda. Tidak semua orang boleh hadir dalam upacara ini, hanya calon pengantin, keluarga terdekat dan orang tua yg memiliki peran khusus. Tak hanya itu, seorang gadis, anak remaja yang belum mengalami pubertas, dan wanita dewasa yang belum pernah menikah juga tidak diizinkan menghadiri upacara ini. Melalui ritual ini, calon pengantin diharapkan dapat mewujudkan filosofi "kawas gula jeung peuet" yang secara harfiah berarti "bagaikan gula dengan nira yang sudah matang" . Peribahasa ini menggambarkan hidup yang rukun, saling...

avatar
OSKM18_16218061_Popy Nurul
Gambar Entri
Tolu Sahundulan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Utara

          Tolu Sahundulan SANINA pangalopan riah Jongjong nasiam ase rup hita manortor Riap ma hita mangembas manortor Mangalo-alo haganupan sindohorta TONDONG pangalopan podah Roh ma nasiam ase roh hanami marsombah Podahi nasiam hanami na lepak Ulang manlembang humbani adat Simalungun Nasiam panggual nami Gual nasiam ma gondang in Ase manortor hanami on Na marsanina janah martondong maranak boru Ase manortor hanami on Na marsanina janah martondong maranak boru BORU pangalopan gogoh Roh ma nasiam ase roh hanami mangelek Hobashon nasiam ganupan horjata Ulang tarbador hita humbani pestata        Lagu Tolu Sahundulan adalah lagu populer SImalungun yang dibawakan dengan genre pop. Lagu ini kerap dimainkan di acara-acara adat, pesta, maupum kompetisi musik derah. Lagu ini digemari segala usia dan golongan.      ...

avatar
OSKM18_16918175Rado Purba