Banten merupakan salah satu dari sekian banyak propinsi yag berada di Indonesia yang memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah pakaian adat tradisonal. Pakaian tradisional khas Banten salah satunya adalah pakaian Pengantin Banten Kebesaran, pakaian Adat suku Baduy, Banten Gaya Tangerang. Pakaian-pakaian tersebut biasa digunakan sebagai upacara pernikahan, upacara adat, saat ritual, dan lain - lain. Sesuai dengan namanya, pakaian Pengantin Banten Kebesaran digunakan saat upacara pernikahan. Kedua mempelai menggunakan kain beludru yang dibalut dengan warna hijau dan hitam. Untuk hiasannya, mempelai pria mengenakan penutup kepala yang disebut dengan makutaraja. Sedangkan mempelai wanita memakai penutup kepala bernama makuta. Tambahan hiasan lainnya yaitu selop dan tombak pendek senagai hiasan untuk mempelai pria. Dan mempelai wanita menggunakan kalung,...
Kota Sumedang memiliki julukan "Puseur Budaya sunda" (artinya : pusat budaya sunda) ada begitu banyak elemen-elemen budaya yang berasal dari Sumedang. Mulai dari seni musik, tari, pertunjukkan, makanan tradisional dan masih banyak lagi. Disini saya akan menjelaskan satu dari sekian banyak kesenian asli Sumedang yaitu tari umbul. Tari umbul merupakan tari tradisional yang dikenal berasal dari Situraja, Sumedang, Jawa Barat. Menurut seorang seniman dan budayawan dari Desa Cijeler yang bernama Bapak Dadi, seni tari umbul diperkirakan muncul pada tahun 1940-an di Desa Pasir Reungit Kecamatan Paseh dan kemudian juga berkembang di daerah Kecamatan Situraja. Seiring berjalannya waktu tari ini menyebar ke daerah lain di Sumedang. Awalnya tari umbul dikenal dengan gerak atau tarian yang terdapat pada seni pertunjukkan reog. Gerak tarian yang mengandung unsur erotik dan kelucuan ini menjadi landasan dari penciptaan kesenian umbul. Hal tersebut menandakan bahwa umbul merupa...
PARTUTURAN Indonesia, negeri yang memiliki banyak kekayaan. Ragam suku, agama, bahasa dan lainnya menjadi suatu aspek yang membuat negeri ini semakin elok dan kaya. Ragam suku, ragam pula budaya atau tradisi yang dimiliki. Nah, kali ini saya akan berbagi penjelasan mengenai sebuah tradisi dari suku batak. Tradisi “Partuturan” atau sering disebut dengan cara kita memanggil atau menyapa orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi, dalam suku batak, kita memiliki panggilan untuk orang yang ada di sekitar kita baik yang lebih tua ataupun muda. Semakin baik kita mengerti “Partuturan”, semakin sopanlah cara kita untuk berkomunikasi dengan semua orang di sekitar kita. Nah, berikut ini cara kita “Martutur” : Opung : Panggilan untuk orangtua ibu bapak kita Pak tua : Panggilan untuk saudara laki –laki bapak yang lebih tua Mak tua : Panggilan untuk ist...
Daun kelor, atau dalam bahasa ilmiahnya Moringa oleifera , adalah daun yang kerap disangka sebagai tanaman mistis. Padahal aslinya, daun ini memiliki segudang kegunaan. Untuk para wanita, daun kelor bisa mempercantik penampilan lho. Dikarenakan kandungan antioksidan tinggi dan vitamin C dalam daun kelor, kulit bisa menjadi lebih sehat. Cara untuk mendapatkan kulit indah dengan daun kelor juga mudah. Bisa dengan dikonsumsi sebagai sayur secara teratur, dan bisa juga dengan cara menghaluskan daunnya dan dijadikan masker muka. Selain untuk kecantikan, daun kelor juga berfungsi untuk kesehatan. Air rebusan daun kelor bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit. Tak hanya penyakit kulit, daun kelor juga bisa membantu mencegah kanker, mengobati diabetes juga sariawan. Mata juga bisa menjadi semakin sehat dengan mengkonsumsi daun kelor. Jadi, itulah kegunaan-kegunaan daun kelor, baik untuk kecantikan dan kesehatan.
Toraja memiliki banyak acara adat yang unik dan istimewa, diantaranya adalah Ma'Bugi, Ma'Badong, dan Ma'Gandang. Ma'Bugi adalah suatu tarian pengucapan syukur seusai panen. Tarian pengucapan syukur ini memiliki lagu yang berisi syair - syair yang penuh rasa syukur. Ma'Bugi ini dilaksanakan di tempat yang lapang serta luas seperti sawah. Tarian ini dilakukan ramai - ramai dan menggunakan baju adat. Adat ini biasanya berlangsung selama enam (6) bulan setelah panen. Ma'Badong adalah adat dimana masyarakat Toraja menangis namun ada nadanya seperti orang menyanyi. Kebalikannya dengan Ma'Bugi, nyanyian Ma'Badong berisi syair - syair belasungkawa atau kesedihan. Ma'Badong dilaksanakan saat berlangsungnya ritual Rambu 'Solo, yaitu upacara kematian atau penguburan orang meninggal. Masyarakat Toraja memiliki lambang tersendiri untuk Rambu 'Solo. Ma'Gandang adalah bermain gendang yang dimainkan oleh para pria untuk mengatur irama dan...
Tradisi Nganjang Nganjang merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Cirebon, khususnya Cirebon timur. Kebiasaan ini berupa hantaran makanan dari mempelai wanita kepada keluarga besar mempelai pria yang dilakukan beberapa hari setelah acara pernikahan. Keluarga besar yang dikunjungi misalnya nenek, uwa, paman, ponakan-ponakan. Jenis makanan yang dikirim adalah makanan yang disajikan ketika acara pernikahan, contohnya acar timun, sambal goreng, bakakak (ayam panggang satu ekor utuh), pisang masih dalam bentuk sisir, dan makanan itu dihantarkan dengan cara dipanggul jika diantarkan ke keluarga yang dekat. Timbal balik setelah kedua mempelai menghantarkan makanan tersebut, maka keluarga yang didatangi memberikan sejumlah uang sebagai bentuk rasa terimakasih telah dikirim makanan. Dengan berkembangnya jaman, kebiasaan ini hampir ditinggalkan masyarakat terutama cara mengantarnya sudah menggunakan alat tra...
Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba dan Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dad Indonesia memiliki beragam budaya, salah satunya budaya Batak yang ada di Sumatera Utara. Budaya batak yang akan dibahas kali ini adalah Simalungun. Simalungun memiliki pakaian adat, namun yang akan kita bahas kali ini adalah penutup kepala, yaitu : " Gotong " untuk pria dan " Bulang " untuk wanita. Dan pada zaman dahulu raja-raja inilah yang memakai gotong tersebut : 1. Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba. 2. Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Purba Tambak. 3. Raja Sidamanik Tuan Ramahadim Damanik Bariba. 4. Raja Raya Tuan Gomok Saragih Garingging. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. Dan bulang untuk parinangon (wanita). Dan sekarang biasanya digunakan saat acara adat, yang paling sering yaitu digunakan saat acara pe...
Deskripsi Permainan Dukka ronjangan adalah suatu permainan rakyat yang berasal dari daerah Bangkalan – Madura. Dukka ronjangan terdiri dari dua kata yakni dukka dan ronjangan . Dukka berarti membunyikan ronjangan dengan memukulkan alat semacam alu. Sedangkan ronjangan berarti tempat untuk menumbuk padi yang bentuknya memanjang, terbuat dari kayu. Jadi apabila kita terjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia dukka ronjangan berarti memukul ronjangan atau membunyikan ronjangan. Dukka ronjangan, suatu permainan di kalangan petani untuk bergembira ria setelah panen padi. Dukka ronjangan ini adalah permainan yang khas di kalangan petani Madura dalam menunjukkan kegembiraan mereka karena panen sangat memuaskan. Sambil menumbuk padi wanita – wanita petani itu mempermainkan gentongnya (alu) ke sisi ronjangan sehingga menimbulkan suara. Karena berat gentong itu berbeda dengan yang lain, maka bunyi yang ditimbulkan berbeda pula. Ronjangan...
Buroq Buroq adalah suatu jenis kesenian yang berasal dari daerah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, khususnya pada pesisir utara seperti Cirebon, Losari, Indramayu, hingga Brebes. Buroq sendiri berupa patung/boneka berbentuk kuda dan berkepala wanita. Buroq biasanya ditampilkan pada acara-acara seperti pernikahan, khitanan, khataman Al-Qur'an, dan penyambutan bulan suci Ramadhan. Pertunjukkan Buroq biasanya diiringi musik berupa dogdog, genjreng, simbal, organ, gitar, kromong, suling, dan kecrek. Sambil dimainkan lagu dan diiringi nyanyian, Buroq biasanya akan diarak keliling desa/kampung. Pada acara khitanan, anak yang telah dikhitan akan dinaikkan keatas Buroq dan diarak diatasnya. Sambil diarak, biasanya masyarakat yang menonton akan ikut menari dan bernyanyi seiring dengan nyanyian dan ikut memeriahkan acara. Buroq sendiri konon berasal dari tahun 1934. Saat itu, seseorang bernama Abah Kalil, seorang penduduk desa Kalimaro, Kecamatan Baba...