Bahan: Tepung sagu 100 gr Air 1000 cc Garam 1/2 sdt Gula 1/2 sdt Cara membuat: Cairkan tepung sagu dengan sebagian air, kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula garam dan gula. Rebus sisa air (700 cc) hingga mendidih. Tuangkan air mendidih ke dalam adonan tepung sagu secara perlahan-lahan sembari diaduk-aduk hingga sagu matang merata. Tanda sagu sudah matang adalah warnaya menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk. Begitu matangnya sudah merata, segera angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin tekstur dan rasanya bisa berubah. Hidangkan papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau bunga pepaya). Untuk mengambil adonan sagu yang lengket gunakan dua bilah sumpit yang dipegang kedua tangan. Masukkan sumpit dalam adonan lalu putar-putar dengan cepat. Masukkan adonan sagu ke dalam piring yang sudah di...
Bahan dan Peralatan Untuk Membuat Selai Buah Pala Berikut beberapa bahan dalam pembuatan selai buah pala; Bahan Buah pala matang. Gula pasir putih bersih yang sudah dihaluskan, sehingga menghasilkan tepung gula. Senyawa pektin. Tepung agar-agar. Asam sitrat, asam asetat, atau cairan asam dari perasan buah jeruk nipis. Peralatan Pisau dan landasan. Mesin penggiling. Wadah pemasak bubur. Kompor atau tungku. Botol kaca atau plastik es batu. Alat pemasang segel plastik. Cara Pengolahan Buah Pala Menjadi Selai Berikut cara-cara pengelolahan selain dari buah pala; Kupas lapisan terluar dari buah pala setipis mungkin, lalu cincang atau potong kulit buah pala menjadi kecil-kecil dan segera rendam dalam larutan natrium bisulfit hangat dengan suhu antara 70 – 80 selama 20 menit. Tiriskan cincangan atau potongan kulit pala yang direndam tadi, selanjutnya haluskan menggunakan al...
Sambal Mattah menjadi salah satu sambal khas dari Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, sambal ini disajikan dikala masyarakat membuat menu ikan. "Sambal mattah menjadi sambal khas daerah ini, selain rasanya enak, sambal ini dijadikan menu pembangkit selera, karena sambal mattah disajikan bersama menu bakar ikan," kata masyarakat Kelurahan May Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Desta Yulia (32) sekitar 278 Km dari Bandarlampung di Way Mengaku, Minggu. Dia menjelaskan, sambal ini menjadi kegemaran masyarakat Lampung Barat. "Rasanya yang khas membuat sambal ini sangat di gemari masyarakat, hampir setiap hari menu sambal ini dibuat untuk pelengkap makan lauk seperti ikan," kata dia. Dikatannya, sambal mattah terbuat dari tomat mentah yang masih hijau yang ditambah bumbu pilihan, sehingga rasa yang dihasilkan menggugah selera. Kemudian, lanjut dia, terasa kurang bila mengkosumsi ikan tanpa ada sambal mattah. "Bila mengkosumsi ikan ber...
Bahan-bahan 8 porsi 500 g petatas (ubi) ungu 150 g tepung tapioka 250 g gula merah,disisir 125 g kelapa parut kukus secukupnya garam Langkah 30 menit Kukus pepatas smpai matang,haluskn selagi panas,dinginkan Campur pepatas halus dengan tepung tapioka, uleni smpai tercampur rata tambahkan sedikit garam Ambil sedikit adonan isi dengan gula merah yang sudah disisir,bentuk bulat, lakukan smpai bahan habis Masuk...
Musik adalah salah satu hasil dari proses kebudayaan manusia dalam bentuk bunyi-bunyian yang memiliki unsur-unsur melodi , irama dan tempo. Selain itu musik juga merupakan gambaran dari kehidupan sosial masyarakat pemilik budaya tersebut yang dapat disaksikan dan didengarkan dari hasil karya para pemusik tradisional yang diturunkan secara turun-temurun dan tersosialisaikan dalam kehidupan masyarakat yang berkembang sesuai dengan perkembangan jaman . Musik tradisi Batak Toba me...
Aru adalah nama daun yang hanya tumbuh di Sumbawa. Bahan-bahan: Daun Aru mentah Kecambah (direndam air panas sebentar) Kelapa parut (dibakar dulu) Bawang merah bakar Kemiri bakar Cabe Cara membuat: Bawang merah, kemiri, dan cabe diulek kasar Campurkan dengan kelapa parut yang sudah dibakar terlebih dahulu Campurkan bumbu tadi dengan daun aru dan kecambah Bisa disajikan dengan ikan panggang suwir sumber: http://henioktania.student.umm.ac.id/2016/06/17/budaya-makanan-dan-ciri-khas-kota-sumbawa/
Jajanan Karoto Sahe dibawa oleh orang suku Bugis, Makasar, para masyarakat Suku Bugis tersebut banyak yang merantau ke Kec. Kempo, mereka banyak menikahi masyarakat local yang berada di kecamatan tersebut sehingga terjadilah pembauran suku alkuturasi budaya yang berbeda, sampai saat ini Karoto Sahe merupakan jajanan Khas Masyarakat Dompu yang terus berkembang. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1734
Bubur Beaq dan Bubur Putiq Wali Nyatoq yang merupakan, yang meninggalkan karya budaya tersebut, pelaksanaan ritual selalu di pusatkan di Masjid Kuno Rambitan. Prosesi ritual dilaksanakan untuk menyambut datangnya bulan Muharam (Bulan awal tahun Islam) yang disimbulkan dengan Bubur Putiq sedangkan Bubur Merah untuk menyambut bulan Syafar yang bertujuan sebagai permohonan keselamatan, baik manusia, lingkungan, makhluk hidup di seluruh Alam Jagad ini. Fungsi ritual tersebut sebagai media pembelajaran kepada masyarakat untuk senantiasa bisa membaca hidup, alam dan keseimbangan menyatu dengan alam. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1739
Kuliner ini tetap dipakai di masyarakat Budaya Kec, ATL, Lembur, dan ALSEL karena bisa bertahan lama dan rasanya gurih dengan melalui banbu dan serat pisang dari dalam sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6613