Pada suatu hari Sangaji (Raja Bima) pergi berburu di hutan sebelah utara. Ia pergi tanpa sepengetahuan para pengawalnya. Ia ke sana menggunakan kuda kesayangannya. Manggila Nama kuda itu. Manggila sangat kuat, cepat larinya, serta patuh. Sementara itu hari sudah beranjak sore. Tak satupun rusa yang didapatkan. Tiba-tiba ia mendengar suara canda tawa dari arah telaga yang tidak jauh dari tempat ia berburu. tujuh orang bidadari yang sedang mandi di sebuah telaga di tengah hutan itu. Sangaji mengintip dan mengambil selendang salah seorang yang paling bungsu di antara mereka. Lalu Sangaji menyembunyikan selendang itu. Tak lama kemudian bidadari-bidadari itu terbang ke khayangan. Tinggallah seorang yang bungsu di antara mereka. Ia menangis tersedu-sedu karena selendangnya tidak ada. Sangaji datang menghampiri dan membujuk gadis itu. Nama gadis itu adalah Puteri Indah. Akhirnya gadis itupun menerima tawaran Sangaji. Mereka berdua pergi ke istana Bima dan melangsungkan perkawinan....
Nontogama adalah Alquran tulis tangan yang diperkirakan ditulis pada masa awal kesultanan Bima 1640 -1700 M pada masa pemerintahan Sultan Abdul Kahir I dan dilanjutkan oleh puteranya Sultan Abil Khair Sirajuddin. Nonto berarti jembatan penuntun. Gama adalah Agama. Jadi Nontogama adalah Kitab penuntun agama. Alquran ini berukuran 39 x 25,5 Cm dengan jumlah 715 halaman. Menurut Hj.Siti Maryam M.Salahuddin, kertas kitab ini dipesan khusus dari Eropa dan penulisannya menggunakan tinta tradisional saat itu yaitu dari Nanah pohon kinca yang dicampur arang. Pada surat Al Fatihah dan al-baqarah dipinggirnya dihiasi ornamen Bunga Satako (Bunga setangkai) . Ide penulisan Alquran ini sebagai upaya penyiaran Islam pada masa-masa awal masuknya Islam di tanah Bima. Sehingga ayat-ayat suci itu bisa disebarluaskan ke seluruh masyarakat. Hanya inilah Alquran yang ada di Bima pada saat itu dan stategi penyebarluasannya dengan cara menghadirkan rakyat di Asi Mbojo untuk sama-sama mendengarkan lantunan...
Jika ingin merasakan sensasi nyam-nyam dengan kue tradisional Mbojo, cobalah cicipi kue Birua.Kue ini banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional Bima terutama di pasar Amahami Kota Bima. Disamping itu, kue Birua juga bisa dibeli di sepanjang jalan kelurahan Santi hingga di kampung Na’e Kota Bima. Sejak dulu, kaum ibu di kampung-kampung ini menjajakan kue tradisional terutama Birua. Kue Birua dibentuk bulat dan bergerigi dengan adonan dari tepung terigu, telur, gula merah dan gula pitih sehingga dikenal Birua gula merah dan Birua gula putih. Pada zaman dahulu bahan utama pembuatan birua adalah beras yang ditumbuk dan dihaluskan. Tetapi seiring perkembangan zaman bahan utama pembuatan Birua adalah tepung terigu. Dalam sejarah kesultanan Bima, warga kelurahan Santi, Kampung Nae dan Salama adalah para pembuat kuliner khas untuk tamu-tamu kerajaan. Sudah selayaknya, tiga kampung ini dijadikan pusat jajan Kota Bima. Pemerintah Kota Bima semestinya membangun lapak-lapak perm...
da sebuah dongeng di masa silam. Dongeng ini datangnya dari tanah Donggo yang tinggi. Pasalnya ada seorang gadis yang sangat cantik di Donggo Kala. Tidak ada orang yang tahu anak siapa si gadis itu. Namanya La Hila. Tapi La Hila dibesarkan oleh seorang nenek yang bernama Wa’i Kimpi. Dengan penuh ketabahan Wa’i Kimpi membesarkan La Hila. Dia jaga dan rawat La Hila layaknya seperti anak kandungnya sendiri. Kasih sayang Wa’i Kimpi tiada pupus untuk La Hila. Kecantikan La Hila tiada bandingannya. Wajahnya yang bulat, putih dan bersih. Hidungnya yang mancung. Bibirnya yang manis dan tipis. Lehernya yang indah, jika meminum sesuatu kelihatanlah aliran air dan makanannya.Jika ingin mengeringkan rambutnya, maka disiapkanlah tujuh buah galah untuk menjemur rambutnya. Perangai La Hila cukup baik dan bersahaja. Tutur katanya sangat halus. Tingkah lakunya sungguh sopan. Semua orang di kampung itu senang melaihat La Hila. Seperti ungkapan, La Hila adalah kuncup dan bung...
Mpa’a Ngge’e terdiri dua kata, yaitu Mpa’a dan Ngge’e. Mpa’a berarti bermain, Ngge’e artinya “Tinggal”, dalam pengertian “Tempat Tinggal” dalam hal ini “Rumah”.Jadi Mpa’a Ngge’e adalah jenis dolanan yang meniru cara Ibu bersama Putri-putrinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti Mbako Ro Lowi (Memasak), atau sedang menyuguhkan hidangan untuk Orang tua dan keluarga. Sedangkan Kali Amba terdiri dari dua kata “Kali” dalam hal ini adalah “Bagai” atau ‘Seperti”, Amba berarti “Pasar”. Jadi Mpa’a Kali Amba berarti permainan yang bertemakan kegiatan jual beli seperti dipasar. Mpa’a Ngge’e dominan dimainkan oleh sekelompok anak-anak putri, kehadiran anak laki-laki terbatas jumlahnya. Usia pemain antara 6-12 tahun. Biasanya permainan ini dilakukan pada waktu senggang, dikala anak-anak beristirahat. Berlangsung di halaman rumah...
Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Permainan yang ditampilkan cukup beragam, Ada kesenian yang berfungsi sebagai hiburan dan ada pula berupa olahraga guna mengadu ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Permainan anak-anak berupa kesenian biasa disebut dengan istilah “dolanan”. Semua jenis permainan anak-anak baik jenis dolanan maupun jenis olahraga oleh masyarakat Mbojo dinamakan “Mpa’a Rompije Dambe To’i” (permainan anak-anak). Semua jenis Mpa’a Rompije yang tumbuh dan berkembang dikalangan anak-anak, pada dasarnya merupakan hasil tiruan mereka dari apa yang dilakukan oleh para orang tua dan masyarakat. Dengan demikian semua jenis Mpa’a Rompije itu, berpedoman pada nilai dan norma budaya Mbojo. Dengan kata lain Mpa’a Rompije merupakan media pelestarian dan pengembangan budaya bagi anak-anak. Salah satu dari permainan atau Mp’a Ro Mpije itu adalah Puri-puri Kalo.Permainan ini terdiri dari kata Puri-pu...
Permainan Rakyat Tradisional Bima-Dompu AE AENA mungkin sudah hilang dari telinga generasinya. Permainan ini kini telah digeser berbagai jenis permainan dan game manca Negara yang saat ini menjamur di tanah air. Hingga tidak heran anak-anak dan generasi muda saat ini telah menjadi orang asing di tanahnya sendiri. Sebagai kenangan budaya, saya gambarkan permainan rakyat AE AE NA sebagai berikut : Ae-aena merupakan perpaduan Seni Gerak (Tari), percakapan atau Dialog (Teater) diiringi lagu Ae-aena. Pada masa lalu,permainan ini lazim dimainkan anak-anak pada waktu istirahat seusai belajar atau bekerja membantu orang tua guna menghibur hati yang gundah. Dimainkan oleh anak-anak usia antara 7-12 tahun, terdiri dari anak perempuan dan laki-laki. Lazimnya dimainkan dihalaman rumah dikala bulan purnama seusai belajar mengaji dan shalat. Ae-aena diangkat dari judul lagu”Ae-aena” yang mengiringi dolanan Ae-aena. Aena berarti Hasna, kata Na merupakan singkatan dar...
“Songko janga” terdiri dua kata yaitu Songko dan janga. Arti sebenarnya dari kata Songko adalah Songkok (Kopiah). Tetapi dalam permainan ini artinya bukan songkok, melainkan “ditutup” (diselubung) dengan Tembe (Sarung) permainan, merupakan simbol Sangkar Ayam dalam keadaan tertutup. Didalamnya ada seorang pelaku yang berperan sebagai seekor ayam untuk ditebak namanya oleh pihak lawan (regu lawan). Jadi Mpa’a Songko Janga sebenarnya adalah jenis permainan adu tebak nama lawan bermain yang disimbolkan sebagai seekor ayam jantan dalam sangkar tertutup. Mpa’a Songko Janga dimainkan oleh anak-anak usia 6-12 tahun. Anak laki-laki akan membentuk kelompok sendiri begitu pula halnya dengan anak-anak putri. Dengan kata lain boleh dimainkan oleh anak laki-laki dan putri tetapi melalui kelompok terpisah. Dalam setiap kelompok atau regu beranggotakan 3-6 orang anak, salah satu diantaranya berperan sebagai “Janga Sawu” (Ayam Jantan). Makin ba...
Bagi orang-orang Bima yang saat ini telah beranjak dewasa dan berada di berbagai pelosok Bumi ini tentu sangat akrab dengan Ncimi Kolo. Permainan masa kecil ini biasa dilakukan pada malam bulan purnama usai belajar shalat Isya Berjamaah dan pulang dari surau-surau untuk belajar ngaji. Yah… Ncimi kolo adalah kenangan yang tak terlupakan bagi orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan dari peradaban Dana Mbojo Sampai kapanpun. Apa dan Bagaimanakah permainan ini ? Saya mencoba menggali akar budaya ini untuk teman-teman dimana saja berada. Ncimi Kolo sejenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak laki-laki dan kadang juga perempuan. Pemain dibagi dua regu, satu regu akan Ncimi Kolo (bersembunyi), regu lain mencari. Ncimi Kolo diangkat menjadi nama permainan. Dimainkan pada bulan purnama setelah usai mengaji dan sholat Isya. Sambil menemai para ibu dan gadis yang sedang memintal benang di halaman rumah. Permainan ini lajimnya dimainkan oleh anak-anak laki-laki berus...