Suku Tunjung merupakan satu dari 28 anak suku Dayak yang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Mereka sebagian besar mendiami tepian Sungai Mahakam dan Sungai Bengkalang. Pada zaman dahulu, suku ini dipimpin oleh raja secara turun-temurun. Siapakah raja pertama suku Tunjung yang kemudian menurunkan raja-raja berikutnya? Temukan jawabannya dalam cerita Asal Usul Raja-Raja Suku Tunjung Dayak berikut ini! * * * Di daerah Kalimantan Timur, ada dua orang bersaudara yang bernama Gah Bogan dan Suman. Gah Bogan tinggal di Negeri Linggang yang terletak tidak jauh dari Sungai Bengkalang. Sementara itu, Suma menetap di Negeri Londong, sebelah kanan mudik Sungai Mahakam. Suatu hari, istri Gah Bogan yang bernama Gah Bongek melahirkan anak kembar delapan. Barangkali karena alasan tidak sanggup menghidupi kedelapan anak tersebut sehingga pasangan suami istri itu memutuskan untuk membua...
Dahulu, di Tepian Batu atau Kutai Lama, Kalimantan Timur, berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan itu didirikan oleh Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti yang memerintah dari tahun 1300-1325 Masehi. Konon, sang Maharaja gemar bermain sabung ayam. Ia mempunyai seekor ayam jantan yang sakti bernama Ujung Perak Kemudi Besi. Ayam itu selalu menang dalam setiap pertarungan. Namanya pun sudah terkenal hingga ke luar negeri karena ayam jago itu telah mengalahkan ayam jago milik raja-raja dari Jawa, Brunei, dan lainnya. Kabar tentang kesaktian Ujung Perak Kemudi Besi tersebar hingga ke Negeri Cina. Mendengar kabar tersebut, Pangeran Cina pun bermaksud untuk menjajal kesaktian ayam jago milik sang Maharaja itu. Dengan diiringi ratusan awak kapal dan pasukan, pangeran itu bertolak menuju Kutai dengan menggunakan sebuah kapal besar. Sang Pangeran juga membawa 15 ekor ayam jago miliknya yang paling unggul. Dalam perjalanan menuju Kutai,...
ejarah terbentuknya sebuah Masyarakat di Kalimantan timur, Khususnya Bulungan tidak lepas dari cerita Legenda asal-usul keberadaan mereka. Cerita-cerita yang berisi tentang kisah orang-orang terkemuka diantara mereka maupun peristiwa-peristiwa penting lainnya disampaikan dari mulut kemulut selama beberapa generasi. Hal ini dapat dipahami karena Suku Bulungan pada dasarnya adalah suku bangsa penutur (menyampaikan sebuah peristiwa dengan cara dilisankan, Oral Tradition), oleh karena itu, mereka tidak memiliki abjad atau alfabet tersendiri, setelah agama islam masuk dan berkembang di Bulungan serta dipeluk oleh mayoritas suku Bulungan, barulah mereka mengenal tulis-menulis huruf arab murni maupun huruf Jawi (arab-melayu). Konon cerita asal-usul suku Bulungan dimulai dari kisah kehidupan Ku Anyi, Ku Anyi adalah seorang kepala Suku Dayak Hupan (Dayak Kayan Uma Apan) mereka tinggal di hilir Sungai Kayan, mula-mula mendiami sebuah perkampungan kecil yang penghuninya ha...
Tari Kancet Papatai (Tari Perang) Tari Kancet Papatai juga bagian dari keseian tarian daerah Kalimantan Timur. Tari ini merupakan kesenian tradisional dalam bentuk tari-tarian perang. Pesan yang disampaikan menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang sedang berperang melawan musuh dengan memakai alat p erang tradisional . Pesan keberanian juga disampaikan pada tarian ini. Yaitu dengan menggambarkan tentang keberanian para pria atau ajai suku Dayak Kenyah dalam berperang. Tarian ini menggambarkan mulai dari perang sampai dengan upacara pemberian gelar bagi pria atau ajai yang sudah berhasil mengenyahkan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan para penari. Kancet Papatai diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik tradisional Sampe .
Tari Persembahan Kutai Tari Persembahan Kutai adalah salah satu tarian tradisional berasal dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada zaman dulu, tarian persembahan ini hanya bisa ditemukan di lingkungan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Tarian ini dibawakan secara khusus oleh putri putri Keraton didalam suatu upacara penyambutan resmi dengan diiringi alat musik tradisional Gamelan. Yang membedakan dengan tari lain, dalam tari Persembahan Kutai ini tidak ada batasan yang jelas mengenai jumlah para penari. Semakin banyak jumlah para penari, maka akan semakin baik. Lambat laun, tarian ini diperbolehkan untuk ditarikan oleh kalangan dari luar Keraton supaya tetap lestari sebagai bagian dari warisan kebudayaan Kutai. https://www.silontong.com/2018/09/28/tarian-daerah-kalimantan-timur/
Tari Topeng Kemindu Tari Topeng Kemindu adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tarian ini sering disebut juga dengan tari topeng Kutai, hal tersebut digunakan untuk membedakan dengan berbagai jenis tarian tradisional yang ada di berbagai daerah lainnya yang ada di Indonesia. Pada zaman dahulu, Tari Topeng Kemindu ini hanya berkembang dikalangan terbatas. Tarian ini hanya dapat dibawakan oleh orang-orang dari strata sosial budaya tertentu, yakni para remaja putri dari kalangan bangsawan yang ada di Kesultanan Kutai. Waktu pun berjalan, tarian ini mulai diperbolehkan untuk dibawakan oleh masyarakat yang ada di luar lingkungan Keraton. https://www.silontong.com/2018/09/28/tarian-daerah-kalimantan-timur/
Tari Datun Julud Tari Datun Julud merupakan salah satu tarian adat tradisional yang berasal dari kalangan masyarakat Kayan atau Kenyah yang mendiami pedalaman Kutai, Berau, Bulungan, dan Pasir yakni kawasan persempadanan antara Sarawak dan Provinsi Kalimantan Timur. Pertunjukkan tarian ini biasanya dibawakan di hari-hari besar ataupun berfungsi merayakan kedatangan para pelawat ke rumah panjang, terutama para pelancong dari luar negeri. Tari Datun Julud bersifat wajib bagi suku Dayak Kenyah dan menjadi budaya yang kuat. Hal itu terbukti di dalam upacara apa saja tarian Datun Julud ini selalu dihadirkan, seperti pada upacara adat Mecaq Undat ataupun pesta panen. Tak lupa masyarakat lokat menggelar tari ini untuk merayakan kemenangan di dalam peperangan yang durasi waktunya seharian penuh. https://www.silontong.com/2018/09/28/tarian-daerah-kalimantan-timur/
Tari Kancet Papatai adalah tarian perang tradisional masyarakat suku Dayak di Kalimantan timur. Tarian ini merupakan kesenian tradisional dalam bentuk tari-tarian perang yang bercerita tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang sedang berperang melawan musuh. Tarian ini juga menggambarkan tentang keberanian para pria atau ajai suku Dayak Kenyah dalam berperang, mulai perang sampai dengan upacara pemberian gelar bagi pria atau ajai yang sudah berhasil mengenyahkan musuhnya. Gerakan Tarian Kancet Papatai di dominasi oleh gerakan yang gesit, lincah dan juga akrobatik. Kancet Papatai diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik sampe. Gerakan saling serang dengan gerakan yang gesit di padukan dengan seni tari yang indah membuat tarian ini terlihat mempesona. Pada gerakannya tarian ini di awali dengan tarian dan gerakan teatrikal dari para penari. Kemudian di lanjutkan dengan gerakan dan teriakan yang saling memprovokasi. Lalu setelah itu akan...
Sumber : (https://4.bp.blogspot.com) Arsip.Dok. Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur merupakan Provinsi terkaya di Indonesia. Dengan sumber daya alam dan manusianya yang baik, Provinsi Kalimantan Timur terus berbenah membangun bangunan-bangunan megah sebagai symbol kekayaan alam Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu bangunan megah dan menjadi landmarknya Provinsi Kalimantan Timur sekarang ini adalah Masjid Islamic Center Samarinda. Masjid yang berada ditepian sungai Mahakam ini merupakan masjid terbesar ke tiga di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, dan Masjid AL-Akbar di Surabaya. Masjid Islamic Center Samarinda memiliki luas bagunan utama 43.500 m 2 , serta luas bangunan adalah 7.115 m 2 dan luas lantai basement 10.235 m 2 . Bangunan Masjid ini juga memiliki menara sebanyak 7 menara, dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermaknakan asmaul husna, 4 di masing-masing sudut masjid setinggi 70 meter, dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 met...