2.235 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
AMBO UPE DAN BURUNG BEO
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Ambo Upe adalah seorang penggembala kerbau yang tinggal di sebuah daerah di Sulawesi Selatan, Indonesia. Ambo upe adalah bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata, yaitu ambo yang berarti bapak, dan upe berarti untung atau beruntung. Ambo upe berarti bapak yang beruntung. Pada suatu hari, Ambo Upe menggembalakan enam ekor kerbaunya di pinggir sebuah hutan lebat. Tanpa diduga, tiba-tiba muncul dua orang perampok dari dalam hutan dengan wajah seram. Kedua perampok itu kemudian menghampiri dan mengikat Ambo Upe pada sebuah pohon, lalu membawa pergi kerbau gembalaannya.   Alkisah, di sebuah kampung di daerah Sulawesi Selatan, Indonesia, ada sebuah keluarga petani yang memiliki tiga pasang kerbau. Hewan ternak tersebut digembalakan oleh seorang anak dalam keluarga itu, bernama Ambo Upe . Ia anak yang rajin dan suka menolong terhadap sesama makhluk.   Pada suatu hari, Ambo Upe menggembalakan tiga pasang kerbaunya di sebuah padang ilalang...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sauwang
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Sauwang, yaitu alat khusus untuk meniup api. Sauwang ini terbuat dari bahan kayu bundar (glondongan) yang bagian tengahnya diberi lubang (dari ujung ke ujung). Sauwang terdiri atas dua tabung hawa. Cara penggunaan yaitu dengan menekan secara bergantian kedua alat pembangkit udara pada masing-masing tabung hawa. Agar jelasnya dapat dilihat dalam foto No. 4. Sumber: Buku Senjara Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PP1

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bata
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Bata (tempat pembakaran), yaitu sebuah gundukan menyerupai tanggul yang terbuat dari batu bata serta campuran semen. Pada bahagian bawahnya, ada sebuah lubang yang berfungsi sebagai jalan hawa atau udara yang ditiupkan melalu sauwang. Demikian, maka bata selalu terletak di depan sau wang. Kejelasan tentang bata sebagai peralatan pandai besi dapat dilihat dalam gambar di bawah ini. Sumber: Buku Senjata Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PA49

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bessing
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Bessing, adalah salah satu jenis senjata tajam yang terbuat dari besi/logam. Bila bessing terpasang pada sebuah/sebatang gagang yang terbuat dari kayu berukuran cukup panjang, sehingga peng gunaannya mirip dengan lembing (lihat gambar 1) Bentuk tombak seperti di atas ini dapat ditemukan pula di berbagai daerah lainnya dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Namun, kesamaan bentuk tidaklah berarti seluruh unsurnya pun sama. Perbedaan antara satu daerah dan daerah lain biasanya tercakup sama dalam hal arti simbolik. Bessing sebagai alat untuk menyerang lawan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, bessing ditusukkan atau disodokkan ke badan lawan. Kedua bessing dilontarkan ke arah lawan sebagai mana halnya penggunaan lembing. Sawerigading (lihat tulisan Pananrangi Hamid: 1986), sedangkan bessing sebagai senjata sodok atau tusuk masih terjadi sampai zaman revolusi fisik untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamirkan. Bahkan, senjata bessing tersebut masih...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bessing Banranga
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Bessing Banranga, ialah tombak bercabang yang terbuat dari besi. Gagangnya terbuat dari kayu yang panjangnya sekitar 1 meter lebih (lihat gambar 2). Bes banranga termasuk salah satu jenis senjata yang digunakan, baik di dalam pertempuran maupun berburu binatang. Seperti halnya bessing (tombak bermata tunggal), maka bessing banranga (tombak bercabang) di daerah Bone juga diguna kan masyarakat untuk menyerang lawan, Cara penggunaannya pun dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dilontarkan dan di tusukkan ke badan lawan, sambil penyerang tetap memegang gagang senjata (bessing banranga)-nya. Pada zaman yang silam bessing banrangga digunakan untuk: berperang, berburu, serta menjaga keamanan raja dan keluarga nya di istana. Dewasa ini, dimana daerah Bone sudah termasuk dalam wilayah hukum Tepublik Indonesia, rakyat tidak lagi ikut dalam kegiatan pertempuran. Perburuan pun sudah langka, malah an raja dan istananya tidak lagi berfungsi seperti sediakala. Kon sekwensi logis daripadan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Alameng
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Alameng, ialah senjata menyerupai kelewang, namun penggunaannya diletakkan (lihat gambar 3). Bentuk alameng ini dikenal hampir di seluruh wilayah pemu kiman suku Bugis. Hal ini tidak mengherankan karena sejak zaman yang silam alameng termasuk salah satu jenis senjata tradisional yang selalu digunakan dalam pertempuran. Alameng adalah salah satu jenis senjatra tradisional yang digunakan untuk menyerang lawan. Dalam hal ini, alameng sebagai senjata untuk menyerang, cara penggunaannya ialah menetakkan nya atau membacokkannya ke badan lawan. Senjata ini pun ter masuk salah satu alat perang di zaman dahulu kala. Namun, se karang tidak digunakan lagi untuk tujuan perang. Dalam konteks kehidupan budaya, selain untuk berperang alameng dianggap mempunyai tujuan-tujuan tertentu, yaitu: perdamaian/persahabatan, ekonomi, politik, religious dan lain sebagainya. Tujuan penggunaan alameng tersebut berkaitan dengan fungsi fungsinya sebagai alat yang dianggap mempunyai arti dan makna tertentu da...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tappi’ (keris)
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Tappi’, adalah senjata tajam berupa keris yang terbuat dari besi. Senjata ini disebut pula "gajang”. Bentuk semakin ke ujung semakin kecil dan akhirnya meruncing (lihat gambar 4). Dari hasil studi kepustakaan dapat diketahui bahwa bentuk senjata tajam seperti ini terdapat hampir di seluruh kawasan kepu lauan Indonesia, meskipun motif/ragam hiasnya berbeda satu dan lainnya. Penggunaan tappi yang disebut keris ialah untuk menusuk lawan. Jelaslah, bahwa senjata tradisional jenis keris tersebut merupakan salah satu alat untuk membunuh lawan, baik dalam arena pertarungan perorangan maupun di dalam perang massal. Pada zaman dahulu hampir setiap orang di daerah Bone memiliki, menyimpan dan menggunakan keris sebagai senjata. Tappi’, mempunyai fungsi kekerabatan yang lebih spesifik jika dibandingkan dengan jenis-jenis senjata tradisional lainnya. Keunikannya, karena tappi dapat berfungsi sebagai pengganti diri bagi pemiliknya. Hal ini, tercermin antara lain dala...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kawali
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Kawali, ialah senjata tajam yang berupa badik. Senjata ini ter buat dari besi dengan ujung runcing. Badik terdapat pula di daerah Makassar dan Mandar, meskipun dengan nama yang agak berbeda. Bentuk badik di daerah Bone dapat dilihat pada gambar 5 di bawahini. Kawali (badik), adalah senjata tradisional orang Bugis yang mempunyai fungsi sosial kurang lebih sama dengan fungsi tappi’ (keris). Hanya terdapat sedikit perbedaan dalam hal lingkup peng gunaannya. Tappi’ pada layaknya digunakan oleh kaum bangsa wan, sedangkan kawali, atau badik digunakan oleh todeceng dan tosama. Selebihnya adalah sama dengan fungsi tappi’. Sumber: Buku Senjata Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PA37  

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kanna
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Kanna, ialah senjata yang dipergunakan untuk membela diri dari serangan senjata lawan (perisai). Perisai ini telah dikenal di kalangan masyarakat Bugis sejak zaman kejayaan kerajaan-kerajaan lokal. Bahkan, dalam ceritera rakyat "Pau-Paunna Sawerigading”, kanna tersebut memang sudah digunakan, baik oleh Sawerigading dan lasykarnya dari Luwu maupun oleh lasykar kerajaan Cina yang berpusat di Latanete. Perisai yang disebut kanna adalah alat untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Kanna ini dapat melindungi bagian bagian tubuh dari serangan senjata apapun. Ini disebabkan karena cara pemakaian kanna hanya dipegang dengan sebuah tangan, sehingga dapat secara mudah digerakkan ke kanan, ke kiri, ke atas ataupun ke bawah, sesuai dengan perubahan arah serangan musuh. Pada masa sekarang kanna tidak digunakan lagi sebagai perisai maupun senjata tradisional. Sejalan dengan itu alat tersebut tidak diproduksi lagi. Kalaupun masih ada satu atau dua buah di daerah Bone, maka itu han...

avatar
Deni Andrian