Patarik-tarik Bakakak adalah sebuah tradisi yang biasa dilakukan dalam suatu acara pernikahan yang berasal dari Jawa Barat.Bakakak adalah sebuah makanan khas Sunda yang berupa ayam yang dibakar secara utuh. Sejarah: Tidak ada yang mengetahui pasti sejarah dan siapa yang menciptakan tradisi ini karena sudah dilakukan secara turun-temurun dan diwariskan Tata cara pelaksanaan: 1).Siapkan Ayam Bakakak 1 ekor 2).Ayam tersebut diberikan kepada pasangan pengantin 3).Masing-masing Pengantin memegang bagian kaki ayam bakakak 4).Ada aba2 untuk saling tarik-menarik bagian ayam tersebut sampai salah satu pengantin mendapatkan bagian yang besar atau yang kecil Menurut kepercayaan masyarakat,pengantin yang mendapatkan bagian yang besar maka ia akan membawa kesejahteraan yang lebih besar dalam kehidupan berumah tangga mereka di kemudian hari. Setelah masing2 pengantin melakukan Patarik bakakak,ayam yang mereka dapatkan akan dimakan dan saling tukar menukar suapan.Hal ini d...
Banyak sekali jenis permainan di tanah Jawa ini khususny di kota Bandung yang mayoritas adalah orang sunda. Salah satu permainan yang cukup menarik minat masyarakat terutama anak kecil adalah engkle. Engkle ini dimainkan seorang diri akan tetapi bisa dimainkan beramai". Pada waktu saya kecil, jika saya merasa bosan saya dapat memainkan permainan ini sendirian. Akan tetapi jika lagi bersama teman-teman, kami juga dapat bermain engkle ini bersama. Bagaimana sih cara mainnya? 1 para pemain harus melompat dengan menggunakan satu kaki di setiap kotak-kotak yang telah digambarkan sebelumnya di tanah. Arena atau kotak untuk permainan juga memiliki banyak jenis. 2 Untuk dapat bermain, setiap anak harus mempunyai semacam pion yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun batu yang datar. Pion dilempar ke salah satu kotak yang tergambar di tanah, petak dengan pion yang sudah berada diatasnya tidak boleh diinjak oleh pemain lainnya, jadi para pemain harus melompat ke kotak...
Mungkin kata "Jengglong" terdengar asing ditelinga kita. Namun perlu diketahui bahwa Jengglong merupakan salah satu alat musik tradisional dari daerah Jawa Barat (sunda) yang dimainkan secara dipukul sama halnya seperti memainkan Gong dan Bonang. Bentuk dari alat musik ini sendiri tidak berbeda jauh dengan alat musik Bonang, namun lebih besar sedikit yaitu berbentuk bundar dengan diameter 30-40 cm dan berbahan perunggu. Hal yang sangat signifikan untuk membedakan jengglong dengan bonang dapat terlihat dari jumlahnya, karena alat musik jengglong hanya terdiri dari 6 buah bundaran perunggu, jauh lebih sedikit dari alat musik Bonang. Selain itu nada yang dihasilkan oleh Jengglong dan Bonang pun cukup berbeda. Penempatan alat musik Jengglong itu sendiri diletakkan disuatu dudukan yang terbuat dari kayu. Untuk memukul Jengglong digunakan alat pemukul empuk. Fungsi dari alat musik ini yaitu sebagai pengiring dalam musik degung khususnya dalam mengiringi musik daerah khas Jawa Barat...
Pertunjukkan Adu Domba Garut Domba sendiri di Garut menjadi salah satu ikon kota Garut. Cara pemeliharaan domba Garut sendiri tidak sembarangan. Selain diberi rumput pilihan, domba Garut juga sering diberi susu yang dicampur madu. Banyak pula manfaat yang dapat diambil dari domba Garut yang menjadi oleh-oleh khas-khas kota Garut, seperti kulit domba yang dimanfaatkan untuk pembuatan jaket, tas, dan sepatu. Dagingnya pun bisa diolah menjadi sate. Pertunjukkan seni adu domba Garut merupakan salah satu pertunjukkan seni yang acapkali dipentaskan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Biasanya pertunjukkan ini menjadi ajang hiburan rakyat setempat. Pertunjukkan ini biasanya diiringi oleh musik kendang penca untuk menyemarakkan suasana. Pada dasarnya, pertunjukkan ini merupakan kompetisi antara dua domba Garut. Kedua domba ini akan bersiap di sebuah lapangan besar dengan berhadap-hadapan sambil mengarahkan tanduknya yang besar dan kokoh. setelah ada aba-aba dimulai, kedua domba ak...
GKP Palalangon adalah gereja tertua yang ada di Ciranjang, bertempat fi pemukiman desa Palalangon, Ciranjang, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemukiman tersbeut adalah pemukiman dimana umat kristen paling terkonsentrasi dan salah satu yang masih menerapkan sistem marga dengan nama-nama kristen pada seluruh warganya. Pemukiman ini erbentuk ketika Nederlandsche Zendings Vereeniging (NZV), lembaga misi pekabaran Injil dari Rotterdam, Belanda datang pada tahun 1901 dan prihatin melihat kondisi umat Kristen pribumi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, NZV mengirim seorang Sunda Bernama B.M. Alkem untuk menemukan lahan pemukiman bagi warga Kristen Pribumi tersebut, hingga jadilah pemukiman yaitu Palalangon yang artinya menara. Pemukiman ini merupakan salah satu pemukiman Kristen terbesar di Jawa Barat, sementara GKP Palalangon sendiri adalah sal;ah satu gerjea tertua di JAwa Barat. #OSKMITB2018
Gedung Juang Tambun adalah sebuah situs sejarah yang terletak di kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw van Tamboen.Gedung Juang Tambun dan stasiun Tambun yang telah dihancurkan yang terletak di belakang gedung ini, dua-duanya bergaya Art Deco dan merupakan satu kesatuan sejarah tidak terpisahkan. Gedung Juang 45 Bekasi adalah sebuah situs gedung bersejarah pada masa kemerdekaan yang berada di Jl. Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510. Gedung ini sering juga disebut Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi,  seperti nama pemiliknya pada masa lalu, keluarga Khouw Van Tamboen. Gedung ini terletak dipinggir jalan utama, sehingga dapat dilihat dari pinggir jalan langsung ketika melintas, Jalan Sultan Hasanuddin terbilang sebagai jalan utama yan...
KAWIN CAI Kabupaten Kuningan secara turun temurun telah memiliki kearifan lokal dalam menghormati dan menjaga air sebagai sumber kehidupan tradisi tersebut diberinama Tradisi Kawin Cai atau sebelumnya disebut Tradisi Mapag Cai. Masyarakat Kuningan meyakini bahwa air bersih yang berlimpah yang bersumber dari alam yaitu mata air Gunung Ciremai sebagai berkah kehidupan dari Yang Maha Kuasa, oleh karenanya harus dihormati dan dijaga kelestariannya. Tradisi Kawin Cai/ Mapag Cai ini adalah prosesi mempertemukan air dari tujuh sumber mata air Cibulan Desa Manis Kidul dengan air dari sumber mata air Balong Dalam Tirtayatra. Ritual ini biasa dilakukan setiap tahun pada hari kamis malam jumat kliwon. Inti ritual ini mengawinkan air dari 7 sumur mata air Cibulan dengan mata air Balon Dalem Tirtayatra yang berjarak sekitar 5 kilometer. 7 sumur di mata air Cibulan dilambangkan sebagai pengantin laki-laki. Sementara mata air Balon Dalem disimbulkan sebagai mempelai perempuan. Sebelum penga...
Langgir Badong merupakan salah satu bentuk seni tari yang berasal dari Kota Bogor, Jawa Barat. Diciptakan pada tahun 2009 oleh koreografer Tesya Alfionita, tarian ini mengandung cerita yang mencerminkan sikap “Langgir” yaitu kalajengking dalam bahasa Sunda, kalajengking dianggap sebagai hewan yang cenderung diam, namun apabila terganggu akan mengeluarkan racun yang dapat menyebabkan kematian. Hal tersebut mengandung makna agar senantiasa tidak mengganggap remeh orang yang cenderung diam dan kurang aktif karena bisa jadi orang yang diam tersebut lebih baik dan dapat menimbulkan bahaya bagi orang – orang yang meremehkannya. Tarian Langgir Badong memiliki gerakan dasar yang menyerupai gerakan dasar tarian sunda pada umumnya, serta bentuk gerakannya yang lebih sederhana dan energik apabila dibandingkan dengan gerakan tari Jaipong, selain itu para penari juga ditu...
Wayang Kila merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat Lakbok dalam acara ruwatan, mengingat Lakbok dulunya bekas kerajaan Galuh. Wayang ini pertama kali dipentaskan pada hari Minggu, 15 Nopember 2015, berlokasi di Lapangan Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Dipimpin Ki Dalang bernama Dian Herdiana secara perdana mementaskan sebuah pagelaran wayang bernama Wayang Kila (Kidung Lakbok). Hadir dalam pementasan Wayang Kila ini, Sekdis Pendidikan Provinsi Jawa Barat, H. Dedi, Kabid Kebudayaan Disdik Kabupaten Ciamis, H. Tatang, Kepala BKD Kabupaten Ciamis, Ir. Suyono, anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ketua dan Pengurus IGORA se-Kabupaten Ciamis, unsur Muspika Kecamatan Lakbok, dan para tamu undangan lainnya. “Kila juga bisa diartikan dalam bahasa sundanya adalah kila-kila atau ciri dimana dulunya Lakbok ini adalah sebuah kerajaan yang subur makmur loh jinawi. Kerajaan yang pernah berdiri di Lakbok bernama Banjar Patroman. Kerajaan Banjar Pa...