Manuk sira pege - terjemahan langsungnya adalah ayam garam jahe - adalah sajian tradisional Tapanuli (khususnya dari puak Simalungun) yang semakin langka. Sudah sangat jarang sajian ini muncul - baik sebagai sajian sehari-hari, maupun sebagai sajian khusus pada saat upacara adat. Konon, di masa lalu, ada tradisi bahwa para laki-laki dewasa sebelum berangkat perang harus melakukan upacara makan daging dengan irisan jahe untuk membuat badan lebih hangat dan jiwa pun lebih semangat. Tradisi ini mirip mizu-sake di Jepang - yaitu minum air putih dalam cawan sake - bagi para penerbang kamikaze sebelum melakukan tugas terakhirnya. Dalam salah satu literatur budaya Tapanuli, ditemukan informasi bahwa manuk sira pege adalah sajian hajatan yang dilakukan ketika para pemuda selesai belajar mandihar (semacam silat adat). Pada upacara " graduation ", di atas selembar tikar baru, diletakkan selembar daun pisang dan seekor ayam panggang. Ayamnya harus ayam merah, dikuku...
Ialah Rondang, produk kuliner warisan budaya suku Batak. Rondang memang memiliki banyak kesamaan dengan Popcorn. Soal bahan baku, Popcorn dan Rondang sama-sama diolah dari jagung. Juga sama-sama melewati proses dipanasi agar meledak dan bertransformasi bentuk alias mengembang. Pun sama-sama diberi gula untuk memberi rasa manis. Rondang identik dengan pasta adat orang Batak. Rondang diambil dari proses jagung jadi kembang atau mengembang. Sumber: http://isiantar.com/rondang-popcorn-nya-orang-batak/rondang-cemilan-khas-suku-batak/ http://isiantar.com/rondang-popcorn-nya-orang-batak/
Siapa yang menyangka kalau Teh Kayu Aro di Jambi, adalah teh kualitas no. 1 di dunia? Teh Ty Poo, perusahaan Inggris produsen teh premium dunia, yang terkenal di Inggris didirikan Sir John Jr., memakai bahan baku Teh Kayu Aro, dimana memosok produk teh ke keluarga bangsawan di Eropa. Bukan hanya itu Ratu Belanda sejak Ratu Wihelmina, Ratu Juliana hingga Ratu Beatrix adalah penikmat teh kayu aro ini. Namun sayangnya bangsa Indonesia tidak mampu atau tidak bisa merasakan nikmatnya aroma teh yang diambil dari pucuk teh pilihan, menghasilkan teh berwarna orange bening dengan rasa kental di lidah dan bertahan lama yang dihasilkan oleh dataran tinggi Kayu Aro, Kerinci - Jambi, Sumatera- Indonesia. Perusahan Teh Kayu Aro dibuka oleh perusahaan Belanda dengan nama Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdan (NV HVA) tahun 1925, merupakan perkebunan teh terluas di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki gunung Himalaya, dengan luas 3.020 hektar, yang rata-r...
Kembang goyang merupakan salah satu nama cemilan berbahan dasar tepung beras dan santan kelapa. Cemilan ini menjadi primadona saat upacara pernikahan adat berlangsung. Bentuknya mirip dengan bunga dan cara membuatnya dengan cara digoreng. nah, saat menggoreng cemilan ini, adonan kue harus di goyang, sehingga dimakan kembang goyang. Rasa sajian kuliner kembang goyang ini beragam ada yang tawar dan ada juga yang manis, namun ada juga yang mempunyai rasa gurih saat dicoba. Meskipun kembang goyang ini mirip dengan kue kembang goyang yang ada di Jawa Timur, namun bisa jadi sejarah dari kedua jenis kue ini berbeda. Meskipun begitu, kita harus tetap menghargainya dan menyerap informasi tersebut agar wawasan tentang budaya nusantara kita menjadi lebih lengkap lagi dan tentunya menambah rasa cinta kita terhadap tanah air sendiri. sumber : https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-bengkulu/
Apabila kamu pernah jalan-jalan ke Cirebon bersama orang tua, pasti pernah melihat kerupuk warna warni yang bergantungan di sepanjang toko oleh-oleh maupun perjalanan pulang ketika melewati jalur pantai utara (pantura). Ayo, siapa yang mengetahui. Apa nama kerupuk warna-warni itu? Ilustrasi Kerupuk melarat, Foto: Bandung.panduanwisata.com Kerupuk pasir, kerupuk khas Cirebon Selain kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi ataupun kulit kerbau. Cirebon yang dikenal sebagai kota Udang, memiliki kerupuk spesial. Apalagi namanya kalau bukan kerupuk pasir, atau dikenal dengan kerupuk melarat. Terbuat dari tepung tapioka, garam dan bawang putih, serta memiliki rasa gurih dan sangat renyah, kerupuk ini sangat pas jika disantap bersama dengan saus sambal atau buat cemilan. Asal mula nama kerupuk pasir dan cara mengolah Sebenarnya nama asli kerupuk tersebut bukanlah kerupuk pasir atau kerupuk melarat seperti yang sudah cukup di kenal seperti ini...
Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang sangat menakjubkan yang juga dilihat dari budaya dan adat setempat juga sangatlah menarik perhatian lokal maupun mancanegara yang dengan keindahan segala adat istiadatnya membuat Sumatera Utara semakin terkenal. Beberapa konstruksi bangunan, warisan nenek luhur juga membuat Sumatera Utara ini semakin kaya akan segala adat tradisionalnya. Termasuk makanan atau masakan khas dari Sumatera Utara. Beberapa suku juga seperti Batak dan lainnya. Salah satu masakan yang terfavorit adalah masakan dari ikan tawas yang biasa disebut di daerah Sumatera Utara atau suku Batak dengan sebutan "Dengke Laen." Dengke Laen ini adalah merupakan olahan ikan tawes yang dicampur beberapa bumbu sehingga makanan ini terasa enak dan nikmat. Berikut adalah resep cara mudah membuat Dengke Laen. Bahan yang mesti disiapkan: 500 gram ikan yang tidak sembarangan yaitu ikan tawes ambillah tangkai serai secuk...
Jika kita mengingat kota Padang kita pasti akan mengingat rumah makan Padang yang banyak tersebar di seluruh wilayah tanah air. Namun selain itu kami juga akan memberikan resep kue lapek bugih atau lepat bugis yang merupakan salah satu makanan tradisional asal Sumatera Barat. Kue ini sebenarnya hampir sama dengan kue bugis di Betawi atau kue mendut di Jawa Tengah. Namun tentu saja lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Artinya masing-masing daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam hal makanan sekalipun. Jika di Jawa bahan isian enten dibuat dengan campuran gula merah, sedangkan di Sumatera Barat dicampur dengan gula pasir. Perbedaan yang lain jika di Jawa menggunakan tepung ketan putih di Sumatera menggunakan tepung ketan hitam dan ketan putih. Seperti halnya makanan khas Sumatera Barat yang lain santan sangat dominan dalam pembuatan kue ini. Itulah uniknya kue tradisional Nusantara, semua mengikuti tradisi daerah masing-masing. Dengan adanya perbeda...
Sumatra adalah salah satu pulau besar yang ada di Indonesia. Pulau ini memiliki banyak keanekaragaman budaya dan juga makanan. Anda yang sering berada di Sumatra sebaiknya menikmati suasana dan budaya sumatera yang sangat keren. Ada banyak sekali kesenian dan budaya local menarik yang bisa ditemukan. Makanan khas Sumatra juga sangat beragam. Jika anda senang menikmati kuliner Indonesia, anda harus tahu bahwa Sumatra juga memiliki banyak makanan unik yang menggugah selera dan bahkan hampir punah. Masakan sumatera yang hampir punah harus diketahui oleh rakyat indonesia agar ada kesadaran untuk kembali melestarikan makanan yang special dan sudah menjadi khas dari masyarakat Sumatra sejak lama. Setelah anda mengetahui mengenai Masakan sumatera yang hampir punah , anda akan merasa semakin tertarik akan banyak hal yang sudah hampir punah di Sumatara. Bukan hanya binatang saja yang bisa punah, makanan yang dulunya menjadi makanan khas yang sering dinikmati masyarakat ju...
Kue pohul-pohul merupakan kudapan khas tradisional Batak dari Tapanuli, Sumatera Utara. Bentuknya seperti kepalan jari tangan. Cara membuatnya sederhana dan mudah, yakni dengan dicetak dengan tangan. Itu sebabnya disebut kue pohul-pohul, yang berarti kepalan. Dulu, pohul-pohul sering disajikan dalam acara adat Batak marhusip . Marhusip merupakan musyawarah adat persiapan pernikahan. Kini, kudapan lezat ini disajikan dalam berbagai acara. Pohulpohul sering menjadi buah tangan dalam kunjungan adat. Misalnya saat membahas rencana pernikahan antar keluarga. Pohulpohul biasanya dijadikan oleh-oleh bersama olahan ikan mas. Pohul-pohul tak hanya sekedar kue ringan. Ada filosofi di dalamnya. Pertama, pohul-pohul dibentuk dengan diremas secara kuat sehingga menjadi kue yang kuat, tak mudah hancur. Kedua, bekas lima jari dalam permukaan kue melambangkan dua hal. Di antaranya yaitu jabatan tangan tanda kesepakatan dan lima waktu penting dalam budaya Batak ya...