monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
319 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
PANGERAN CODET Asal Mula Nama Kampung Condet Dan Kampung Gedong
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Kampung Condet yang menjadi Kelurahan Balekambang dan Kampung Gedong yang menjadi Kelurahan Batuampar, sebuah daerah yang terletak di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, ternyata menyimpan sebuah legenda, dimana kedua wilayah kelurahan tersebut masih menjadi satu wilayah dengan nama CONDET. Dahulu, Condet adalah milik rakyat. Namun, sejak penjajah masuk ke wilayah Betawi, daerah Condet dan sekitarnya dikuasai oleh seorang tentara Belanda yang bernama Jan Ament. Ia adalah seorang yang suka bertindak sewenang-wenang, sehingga wilayah Condet menjadi terbagi dua. Oleh karena itu, masyarakat Condet pun melakukan perlawanan terhadap Jan Ament. Pada pertengahan abad ke-18 M., di tanah Betawi ada seorang pangeran yang kaya-raya bernama Pangeran Geger. Masyarakat sekitar lebih akrab memanggilnya dengan nama  Pangeran Codet  karena terdapat bekas luka di dahinya.    Wilayah kekuasaan sang pangeran meliputi daerah yang kini dikenal sebagai wilayah Co...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH SALIHOEN " SI PITUNG PENDEKAR BETAWI "
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Si Pitung adalah salah satu pendekar Betawi berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Selain itu Si Pitung menggambarkan sosok pendekar yang suka membela kebenaran dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh penguasa Hindia Belanda pada masa itu. Kisah pendekar Si Pitung ini diyakini nyata keberadaannya oleh para tokoh masyarakat Betawi terutama di daerah Kampung Marunda di mana terdapat Rumah dan Masjid lama yang dibangun oleh si Pitung, di Jakarta Utara. Si Pitung lahir di daerah Pengumben, di sebuah kampung di Rawabelong yang pada saat ini berada di sekitar lokasi Stasiun Kereta Api Palmerah. Ayahnya bernama Bang Piung dan ibunya bernama Mpok Pinah. Pitung menerima pendidikan di pesantren yang dipimpin oleh Haji Naipin, seorang pedagang kambing.   Si Pitung merupakan nama panggilan asal kata dari bahasa Sunda pitulung (minta tolong atau penolong). Kemudian, nama panggilan ini menjadi Pitung.  Nama asli si Pitung sendiri adalah Salihun (Salih...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH PENDEKAR SI PANJANG TAUKE PEMBERANI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Pada zaman penjajahan Belanda, banyak TAUKE (pedagang keturunan Cina) yang tinggal di Batavia (Jakarta). Mereka hidup kompak dan saling membantu. Rupanya, kekompakan para tauke Cina ini tidak disenangi oleh Belanda karena dianggap kerap merugikan. Orang-orang kompeni pun berniat untuk memecah belah dan menghancurkan usaha para tauke Cina itu. Pada suatu masa dimana Batavia sudah dalam jajahan kompeni VOC Belanda, sektor perdagangan tetap dikuasai oleh para pedagang keturunan Cina atau kaum tauke. Para tauke ini memiliki organisasi yang kokoh dan dibangun dengan rapi hingga ke pelosok.   Rupanya, keberadaan para tauke membuat geram para orang-orang kompeni Belanda. Mereka tidak menyukai tindakan para tauke tersebut. Untuk itu, Gubernur Jenderal Baron van Imhoff sebagai penguasa Batavia saat itu mengadakan rapat bersama dengan para pejabat kompeni Belanda lainnya. “Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi para tauke itu, Tuan?” tany...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Banji Swastika
Ornamen Ornamen
DKI Jakarta

Ukiran bunga matahari biasanya terletak pada bagian atas pintu ruang tamu. Hiasan ukiran bunga matahari ini melambangkan bahwa kehidupan pemilik rumah harus menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar, karena matahari dilambangkan sebagai sumber kehidupan dan terang, terang matahari di sini diartikan bahwa pemilik rumah harus selalu memiliki pemikiran dan batin yang terang. Ukiran ini juga bermakna sebagai penerang yang akan menerangi hati para penghuni rumah tersebut. #oskm18

avatar
OSKM18_19818051_Nadya Safitri
Gambar Entri
Permainan Dampu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Permainan Dampu adalah permainan tradisional asal Betawi yang membutuhkan ketrampilan dalam melompat. Para pemain hanya membutuhkan sebuah benda pipih yang mudah dilempar, biasanya bisa berupa batu. Pertama - tama, pemain membuat area permainan sebagai berikut.   Sumber : http://izzatunited.blogspot.com/2017/09/bendan-permainan-beragam-nama.html Kemudian, secara bergiliran pemain pertama melempar batunya ke kotak nomor 1, lalu mulai melompat hanya dengan menggunakan satu kaki dengan syarat kotakyang terdapat batunya tidak boleh dilangkahi. Lompat dari kotak 2 dan seterusnya lalu balik ke kotak 2. Sebelum melompat melewati kotak nomor 1, pemain harus mengambil batunya terlebih dahulu baru melompat melewati kotak nomor 1. Setelah semua pemain mendapat gilirannya, pemain giliran pertama melempar batunya ke kotak nomor 2 dan permainan dilakukan dengan cara yang sama dan seterusnya.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM2018_16018026_Owen
Gambar Entri
Gebleghi
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Kepercayaan atau mitos ini bisa ditemui pada masyarakat Betawi yang menempati beberapa wilayah seperti di Kampung Baru Kelapa Dua Wetan, Pondok Ranggon, Pasar Rebo. Menurut warga sekitar, mereka percaya bahwa setiap bayi yang dilahirkan selalu didampingi dengan empat "saudara kandungnya" yang tidak bisa dilihat dengan mata. Empat saudara kandung masing-masing dinamai ; Mbok Tutuban, Nyai Gumelar, Urihi dan tali ari-ari dari sang bayi. Tali ari- ari ini dianggap sebagai saudara yang keempat yang disebut Gebleghi. Tali ari-ari ini kemudian dikubur dan rohnya menjadi penjaga dan pelindung saudaranya yang hidup. Bagi para warga yang mempercayai mitos ini, mereka juga harus memperdulikan saudara- saudara dari sang bayi. Oleh sebab itu, mereka sering memberikan sesajen yang dipasang di keempat penjuru rumah saat sedang mengadakan suatu acara, seperti acara ulang tahun sang anak, acara khitanan, dan acara pernikahan. Sesajen ini disebut ancak.   #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_ftmd_william_ekasurya
Gambar Entri
Seni Pertunjukan Lenong
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

  Lenong merupakan salah satu seni teater tradisional dari Jakarta, yang merupakan sandiwara rakyat Betawi menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Betawi. Teater ini diiringi musik gambang kromong yang terdiri atas berbagai macam alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, dan juga alat musik yang berasal dari Tionghoa seperti  tehyan ,  kongahyang , dan  sukong . Biasanya, skenario lenong berkembang dari humor tanpa plot cerita yang dirangkai sehingga menjadi pertunjukan semalam dengan lakon yang panjang dan utuh. Lenong dilengkapi dengan dekorasi yang disesuaikan dengan setiap babak pada cerita. Lenong biasa dimulai dengan dimainkan musik lagu-lagu berirama Mars untuk mengundang penonton. Pada pembukaan acara, dimainkan acara Hormat Selamat dengan lagu Angkat Selamet. Selain itu, pada acara tambahan biasanya mengg...

avatar
OSKM18_16518318_Ayutari Ayutari Dian Putri
Gambar Entri
Toya
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
DKI Jakarta

Toya adalah senjata berupa tongkat panjang yang pada umumnya terbuat dari rotan. Banyak aliran dan perguruan beladiri yang menggunakan toya sebagai senjata yang dipelajari di dalam latihannya. Di dalam pencak silat, toya menjadi senjata wajib yang dipakai di dalam pertandingan pencak silat kategori tunggal. Tongkat dari batang kayu atau bambu ini umumnya digunakan sebagai pemikul, baik memikul barang dagangan atau membawa ember kayu berisi air. Selain itu, tongkat juga dipakai sebagai alat bantu berjalan. Konon, berdasar catatan sejarah, penggunaan tongkat sebagai senjata dipelopori oleh pendeta  Buddha   Zen , Tatmo Cowsu atau  Bodhidharma , pada pada tahun 517 SM [1] . Kemudian penggunaan tongkat sebagai senjata diajarkan kepada para murid dan pendeta di  wihara   Buddha   Zen  (kemudian dikenal sebagai biara Shaolin) tempat  Bodhidharma mengabdikan hidupnya. Seiring pengaruh seni beladiri  kungfu  pada sen...

avatar
OSKM18_16118076_Benedictus
Gambar Entri
Gigi Balang
Ornamen Ornamen
DKI Jakarta

Gambar 1. Ornamen Gigi Balang pada lisplang rumah adat Betawi Sumber: jakarta-tourism.go.id Kota Jakarta dipenuhi dengan beragam seni dan kebudayaan Betawi yang sarat akan makna dan filosofi. Hal ini tentunya juga tidak terlepas dari peran para pendatang di Jakarta yang turut mempengaruhi kekayaan seni dan budaya Betawi, baik dalam bidang musik, pertunjukan, makanan dan minuman, maupun arsitektur, yakni rumah adat Betawi. Pada rumah adat Betawi, kita akan menjumpai beragam ornamen, dengan berbagai warna maupun bentuk. Salah satu ornamen yang sering dijumpai pada rumah adat Betawi adalah Gigi Balang. Ornamen yang menghiasi lisplang pada rumah-rumah Betawi ini terbuat dari kayu yang dipotong membentuk lubang bulat dan ujung yang runcing pada salah satu sisinya. Tidak hanya sebagai hiasan belaka, gigi balang memiliki makna yang mendalam. Ornamen berbentuk segitiga berjajar yang menyerupai gigi belalang yang melambangkan sikap hidup belalang, yakni selalu jujur, ra...

avatar
Oskm18_16518197_ivan