Tari buyung adalah tarian tradisional Jawa Barat yang biasanya dilakukan pada acara puncak pada upacara seren taun yang dilakukan masyarakat Jawa Barat. Tarian ini merupakan kreasi dari Emalia Djatikusumah, istri dari Pangeran Djatikusumah salah seorang sesepuh adat. Tarian ini menggambarkan para gadis desa yang mandi dan mengambil air bersama-sama dicurug (air terjun) Ciereng dengan menggunakan buyung (tempat air dari logam/tanah liat) Sumber : http://www.tradisikita.my.id/2015/05/10-tari-tradisional-dari-jawa-barat.html#ixzz478IImvEP
Tri Tangtu, atau sering pula disebut sebagai pikukuh tilu , atau hukum tilu, merupakan konsep cara pandang hidup orang Sunda. Secara etimologis berasal dari kata Tri artinya tiga , tangtu artinya pasti atau ketentuan. Konsep tri tangtu adalah, ” tiga untuk ber-satu, satu untuk ber-tiga ”, artinya ”tiga hal” itu sebenarnya adalah ”satu hal”, demikian juga sebaliknya. Di dalam masyarakat adat Sunda, tri tangtu merupakan wawasan, pakem atau ’kitab ahlak budaya’ sebagai rujukan perilaku yang meliputi hal: tri tangtu dina raga atau salira, tri tangtu di buwana tri tangtu di nagara. Konsep tri tangtu dina raga , merupakan wawasan atau tuntunan yang menyangkut pribadi diri manusia. Manusia memiliki aspek sebagai makhluk yang, pribadi sosial bermasyarakat ber-Tuhan Ketiga hal tersebut harus diselaraskan demi tercipta raga manusia y...
Blustru atau disebur jugak Ketela Manis ( Di jawa barat dinamakan Lapang Oyom dan di Palembang dinamakan Hurung Jawa) adalah tanaman herbal nusantara yg sudah mengalir turun temurun. Tapi sekarang ini jarang yang menjadikan untuk obat bahkan ada sebahgian kita tak tau gimana bentuknya Blustru itu. ketela manis bisa dijadikan untuk Mengobati Asma , tipsnya cucilah terlebih dulu daun blustru yg muda taruh diatas nasi panas (dapat simpan diatas saat memasak nasi) Kemudian makanlah untuk lalapan tiap hari.
Tanaman Temulawak adalah tanaman obat nusantara yg mempunyai kandungan Kurkuminnya yg berkhasiat untuk Anti Radang atau melawan Keracunan Empedu kita. biarpun temulawak tak mampu menjadikan Obat Kanker Hati ,tapi temulawak itu untuk pencegahannya karna temulawak bisa mengatasi Penyakit Hepatitis B yg perannya sebagai indikasi utama untuk Penyakit Kanker Hati.
Kota Cirebon merupakan salah satu daerah yang terletak di pantai utara Propinsi Jawa Barat bagian timur. Letak geografis yang strategis tersebut membuat Kota Cirebon digunakan sebagai jalur utama transportasi dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah via pantai utara (pantura). Daerah ini terkenal sebagai daerah yang masih memiliki Keraton yang disebut Keraton Kanoman. Keraton tersebut masih melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat seperti Kesenian Tarawangsa, upacara peringatan Bulan Sura (Dalam kalender Jawa atau Muharram pada kalender Hijriah) dan lain sebagainya. (Sumber gambar : wikipedia ) Salah satu hal yang menarik dari peringatan Bulan Sura yakni adanya sajian Bubur Sura/Syura yang khas disajiikan pada peringatan tersebut. Bubur ini berisi beberapa macam jenis makanan seperti bubur yang lengkap dengan lauk pauk seperti sayur-sayuran, kacang, sambal hingga buah-buahan disajikan di atas daun pisang berbentuk perahu seb...
Pengertian Alat Musik Angklung Asal Masyarakat Sunda Jawa Barat Penjelasan alat musik tradisional Angklung yang berasal dari masyarakat Sunda Jawa Barat. Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya cukup mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bunyi yang dihasilkan disebabkan oleh benturan badan pipa bambu. Bunyi yang dihasilkan bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010 Asal Usul Angklung Belum ditemuka...
"TOTOPONG / IKET" Totopong (ikat kepala) mulai dikenal sekitar tahun 1450 Masehi atau pada masa Kerajaan Pajajaran. Awalnya, totopong dikenakan untuk melindungi kepala dari panas terik dan sebagai identitas diri.Pada masa perang kemerdekaan, totopong digunakan sebagai identitas para pejuang. Pada era itu pula, totopong menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan. Totopong juga menjadi simbol pemersatu dan pengobar semangat orang Sunda kala itu. Totopong merupakan ikat kepala terbuat dari kain polos atau kain batik. Ukuran kain pada umumnyasekitar 1 m2. Khusus totopong, memiliki ukuran setengah meter dan bentuk kain terbelah tengah secara diagonal atau sering dise-but setengah iket. Totopong biasanya memiliki motif batik khusus, misalnya batik kangkung, kumeli, sida mukti, kawung ece, seumat sahurun, gjringsing, manyingnyong, katuncar mawur, kalangkang ayakan, dan porod, eurih. Sebagaimasyarakat agraris, para leluhur Sunda memanfaatkan totopong sebagai pelindung dari sengatan matahar...
Siapa yang tidak kenal rengginang? Camilan asli Nusantara ini sudah lama dikonsumsi sejak zaman dahulu. Pada awalnya, bahan pembuatan rengginang adalah sisa nasi yang tidak habis yang dikeringkan dengan dijemur kemudian digoreng. Namun kini sudah banyak varian rengginang yang tidak hanya mengandalkan bahan sisa nasi. Adalah Rengginang Ketan dari Karawang yang menggunakan ketan sebagai bahan utamanya. Rasanya yang gurih dan manis, pas untuk disajikan pada saat acara kumpul bersama keluarga. Ingin mencoba varian lain rengginang ini? Silahkan simak resep berikut ini. Bahan-bahan: ¼ kg beras ketan 1 sendok teh gula pasir 1 sendok teh garam 100 ml air Bumbu Halus: 1 sendok teh terasi bakar 2 siung bawang putih Cara Membuat: 1. Cuci bersih beras ketan dan rendam dalam air selama kurang lebih satu jam. 2. Kemudian kukus beras ketan tersebut dalam waktu 15-20 menit. Lalu sisihkan 3. Campur semua bumbu halus, gula, garam dan air. Aduk secara merata. Rebus campuran terseb...
Siapa yang tidak kenal Kerupuk Uyel? Kerupuk yang berasal dari Tasikmalaya ini sangat terkenal seantero Nusantara. Kerupuk ini sering dijadikan teman makan bersama nasi dan lauk pauk. Kerupuk ini memang gampang dijumpai di mana-mana, tapi bila memang ingin membuat sendiri boleh mencoba dengan resep berikut. Bahan-bahan: 500 gram tepung tapioka 50 gram tepung terigu 125 ml air 20 gram garam 15 gram bawang putih 15 gram gula pasir Penyedap rasa secukupnya Minyak goreng secukupnya Cara Membuat: 1. Tumbuk dan goreng bawang putih. Dinginkan dan campur dengan garam, gula pasir dan penyedap rasa. 2. Tambahkan tepung tapioka dan terigu. Tuang air sambil diuleni hingga kalis. Tambah pewarna jika suka. 3. Cetak berbentuk bulat keriting (uyel-uyel) dengan cetakan berlubang kecil-kecil. 4. Kukus hingga matang, kurang lebih 15-25 menit. 5. Jemur hingga kering di bawah panas matahari. 6. Panaskan minyak, goreng hingga matang. 7. Angkat, tiriskan dan sajikan. Sumber: http://carabuatresep.bl...