SANGGAR JAKA BARU GADINGAN INDRAMAYU PROMOSI BUDAYA TRADISI INDONESIA Profil Nama komunitas budaya: SANGGAR SENI JAKA BARU Alamat: JLN RAYA DESA GADINGAN GANG SDN 1 RT / RW 07/02 Kecamatan: SLIYEG Kabupaten: INDRAMAYU 45281 Provinsi jawa barat INDONESIA Contak person/Wa: +6287727990604 www.sanggarjakabaru@gmail.com Pendiri Sanggar Jaka Baru: KI DALANG WARSAD Ketua: ONIE Sekretaris: RASKIM ZOHANS Bendahara: SUCIPTO Sejarah Sanggar Jaka Baru Sanggar Jaka baru telah berdiri sejak tahun 1967 di bawah naungan Dalang Warsad Darya. Dalang Warsad adalah satu satunya dalang senior di Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) yang memiliki lebih dari 50 tahun bermain seni wayang cepak. Wayang cepak atau biasa disebut wayang papak sudah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia khususnya warga Jawa Barat. Popularitas ini tak lepas dari sejarah wayang cepak yang digunakan oleh Wali Songo untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah jawa. Saat ini, pertunjukan wayang cepak ini dipenta...
POHPOHAN Dalam duni botani dikenal sebagai Pilea melastomoides (Poir.) Weed. Sinonim: Pilea trinervia (Roxb.) Wight. Merupakan tumbuhan liar berupa terna, yang banyak tumbuh di pegunungan Jawa. Tumbuhan ini termasuk dalam keluarga Urticaceae. Tumbuhan ini memmiliki daun yang mirip dengan daun sedudu ( Melastoma malabracticum L.), Tetapi tumbuhan ini tidak meiliki indumentum yang tebal pada daunnya dan merupakan tumbuhan herba (berbatang basah). Pada masyarakat Sunda tumbuhan ini banyak digunakan sebagai bahan Lalapan tunggal atau Lalapan pendamping pada menu makanan seperti Ayam Bakar atau menu lalapan lainnya. Daun memiliki rasa yang hampir seperti daun mint atau kemangi. SAMBAL POHPOHAN Bahan 1 Ikat daun Pohpohan, kemudian diiris jangan terlalu tipis 6 siung bawang merah 3 siung bawang putih 1 siung bawang bombai (sesuai selera) 10-15 buah cabe rawit (sesuai selera tingkat kepedasan) 1 butir tomat (sesuai seler...
Lagu Panon Hideung diciptakan oleh komposer nasional asli betawi, adalah Ismail Marzuki yang menulis lagu Panon Hideung sekitar tahun 1936-1937. Lagu Panon Hideung berkisah tentang sosok Miss Eulis, mojang Parahiayangan yang membuat seorang Ismail Marzuki jatuh cinta. Miss Eulis yang berdarah Sunda-Arab memang bermata indah, hidung mancung dan berkulit kuning langsat. lagu Ochi Chyornye pun digubah Ismail Marzuki sesuai dengan suasana hatinya saat itu. http://www.lagudaerah.xyz/lagu-daerah-jawa-barat/
Dalam fungsinya sebagai baju pengantin, pakaian adat Sunda juga memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain. Kita bisa dengan mudah menebak secara tepat bahwa itu adalah ciri khas pakaian adat Sunda. Adapun baju adat Sunda untuk pengantin sekarang ini telah dimofifikasi sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dan modern. Namun tanpa menghilangkan kesan dan nilai adat tradisionalnya. Artinya modifikasinya tentu tidak dilakukan menyeluruh, melainkan hanya beberapa bagian tertentu saja. Cantiknya penampilan pakaian sepasang pengantin Sunda memang sudah terkenal kemana-mana. Pada umumnya pakaian adat Sunda untuk pengantin ini terinspirasi dari busana putri di masa Kerajaan Sunda masa lalu. Di bagian kepala, rata-rata menggunakan sejenis mahkota perhiasan yang dinamakan Siger. Maknanya adalah sebagai perlambang kehormatan dan sifat bijak. Busana / baju yang dikenakan pengantin wanita Sunda adalah sejenis keba...
Bahan Utama yang Diperlukan Untuk Membuat Rendang Sunda: 1 kg daging sapi (bagian sengkel) 2 lembar daun salam 2 buah sereh (geprek) 2 cm laos (geprek) 2 lembar daun jeruk sejumput ketumbar bubuk sejumput kunyit bubuk garam dan gula secukupnya 1 liter santan Bumbu Rendang Khas Sunda yang Dihaluskan: 10 buah cabai merah 5 buah cabai rawit 1 buah bawang bombay 5 siung bawang putih Cara Mengolah Daging Untuk Rendang: Langkah pertama yang bisa anda lakukan terlebih dahulu adalah dengan mengolah daging bagian sengkel sebelum kita berikan bumbu dan kita masak menjadi rendang. Silahkan potong-potong daging sengkel sesuai dengan selera dengan bentuk persegi kotak. Setelah daging dipotong-potong merata sesuai dengan selera. Cuci bersih daging dengan air yang mengalir dan pastikan jika kotoran yang ada pada daging sengkel bisa dibersihkan secara keseluruhan. Setelah dicuci, tirisk...
Dalam bahasa jawa cirebon intip berarti kerak, sama seperti namanya intip terbuat dari kerak nasi yang dihasilkan dari kerak nasi yang di tanak atau masak. Intip beras cirebon ini memiliki rasa gurih dan manis. Jika pada rasa manis intip tersebut dibuat dengan tambahan gula , Berikut cara membuat Intip beras khas cirebon. Bahan-Bahan : Kelapa 2 butir Bawang putih 1 kg Bawang merah 250 gram Bawng putih 1 kg ketumbar 1 ons Garam 250 gram Gula pasir 4 kg Cara Membuat : Jemur kerak nasi hingga kering dibawah sinar matahari. Buat santan dengan 2 butir kelapa. Haluskan bumbu. campur bumbu kedalam air santan secara perlahan sambil diaduk-aduk. Goreng intip yang telah dijemur dibawah sinar matahari, hingga intip tenggelam kedalam minyak panas. Angkat intip yang telah digoreng lalu olesi dengan air santan yang telah dicampur dengan bumbu. Setelah diolesi bumbu, tunggu hingga bumbu mengering dan...
Gedung Djuang Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi. Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910. Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi saat revolusi fisik. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan republik Indonesia (RI). Perlu diketahui bahwa pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Re...
Bujangga Manik merupakan naskah yang sangat penting dan sangat berharga. Naskah ini ditulis dalam aksara dan bahasa Sunda. Naskah ini ditulis dalam bentuk puisi naratif berupa lirik yang terdiri dari delapan suku kata, di atas daun nipah yang saat ini disimpan di Perpustakaan Bodleian di Oxford sejak tahun 1627 (MS Jav. b. 3 (R), cf. Noorduyn 1968:469, Ricklefs/Voorhoeve 1977:181). Naskah Bujangga Manik seluruhnya terdiri dari 29 lembar daun nipah, yang masing-masing berisi sekitar 56 baris kalimat yang terdiri dari 8 suku kata. Naskah ini menggambarkan keadaan pulo Jawa dan lautnya pada saat perdagangan laut dikuasai oleh Kesultanan Malaka. Yang menjadi tokoh dalam naskah ini adalah Prabu Jaya Pakuan alias Bujangga Manik, seorang resi Hindu Sunda yang, walaupun merupakan seorang prabu pada keraton Pakuan Pajajaran (ibu kota Kerajaan Sunda, yang bertempat di wilayah yang sekarang menjadi kota Bogor), lebih suka menjalani hidup sebagai seorang resi. Sebagai seorang resi, dia melakukan...
Sanghyang Siksakanda ng Karesian merupakan naskah didaktik, yang memberikan aturan, resep serta ajaran agama dan moralitas kepada pembacanya.Sanghyang Siksakanda ng Karesia merupakan "Buku berisi aturan untuk menjadi resi (orang bijaksana atau suci)". Naskah ini disimpan di Perpustakaan Nasional di Jakarta dan ditandai dengan nama kropak 630. Naskah ini terdiri dari 30 lembar daun nipah. Naskah ini bertanggal "nora catur sagara wulan (0-4-4-1)", yaitu tahun 1440 Saka atau 1518 Masehi. Naskah ini telah menjadi rujukan dalam publikasi yang diterbitkan oleh Holle dan Noorduyn. (1987:73-118).[3] Naskah Sanghyang Siksakanda ng Karesian berasal dari Galuh (salah satu ibukota Kerajaan Sunda).