Suluk Kutub ini tidak diketahui penulisnya, namun ditemukan dalam Suluk Acih Ranggasasmito. Jika apa yang tertulis di naskah ini merupakan pemikiran lazim di era Islam Demak, mungkin juga akan diberangus seperti Syeh Siti Jenar yang menyatakan, “Ora Ana Pengeran, Sing Ana ya Ingsun”. Suluk Kutub adalah dialog yang antara Maulana Rum Amir Khaji dengan Syeh Sangsu Tabaris yang diklaim wali kutub dari tanah Jawa. Pertanyaan yang diajukan oleh Syeh Sangsu Tabaris memang nakal,”siapa sebenarnya yang kau sembah?”, ketika dijawab Maualan Rum bahwa yang disembah adalah Allah, Tuhan Yangesa, menurut dalil-dalil. Maka dijawab oleh Syeh Sangsu Tabariz, shalatnya hanya sia-sia. Jawaban mengejutkan oleh Syeh Sangsu Tabaris bahwa yang disembah sebenarnya adalah Ingsun. Sisi lain dari suluk ini, nampaknya klaim bahwa Syeh Sangsu Tabariz ini orang Jawa apakah dimaksudkan untuk mendekatkan kepada orang Jawa (proximity) atau klaim Jawa yang tidak mau ketinggalan dalam...
Konon, di suatu daerah di Jawa Barat, sekitar daerah Cianjur, hiduplah seorang lelaki yang kaya raya. Kekayaannya meliputi seluruh sawah dan ladang yang ada di desanya. Penduduk hanya menjadi buruh tani yang menggarap sawah dan ladang lelaki kaya tersebut. Sayang, dengan kekayaannya, lelaki tersebut menjadi orang yang sangat susah menolong, tidak mau memberi barang sedikitpun, sehingga warga sekelilingnya memanggilnya dengan sebutan Pak Kikir. Sedemikian kikirnya, bahkan terhadap anak lelakinya sekalipun. Di luar sepengetahuan ayahnya, anak Pak Kikir yang berperangai baik hati sering menolong orang yang membutuhkan pertolongannya. Salah satu kebiasaan di daerah tersebut adalah mengadakan pesta syukuran, dengan harapan bahwa panen di musim berikutnya akan menjadi lebih baik dari panen sebelumnya. Karena ketakutan semata, Pak Kikir mengadakan pesta dengan mengundang para tetangganya. Tetangga Pak Kikir yang diundang berharap akan mendapat jamuan makan dan minum yang menyenangk...
Naskah Serat Sastra Gendhing karya Sultan Agung merupakan salah satu naskah Jawa yang berisi ajaran panduan moral agar manusia mengenal sang pencipta dan mengerjakan perbuatan yang bermanfaat terhadap sesama umat manusia yang didasari dengan ilmu pengetahuan. Secara substantif serat ini merupakan karya monumental Sultan Agung yang menerangkan dua disiplin dalam ilmu keislaman, yakni ilmu teologi dan ilmu mistik. Ilmu teologi merupakan disiplin ilmu yang menerangkan tentang ke-esaan Tuhan, sedangkan ilmu mistik adalah disiplin ilmu yang menjelaskan tentang pola komunikasi manusia dengan Tuhannya bahkan sampai menguraikan bagaimana manusia dapat menyatu denganNya. Dalam ajaran Islam, mistik Islam dikenal dengan nama ilmu tashawwuf. Corak mistik yang diuraikan dalam serat ini meliputi tashawwuf amali dan tashawwuf falsafi. Tashawwuf amali bersentuhan dengan ajaran tentang bagaimana manusia berhubungan dengan Tuhan tanpa meninggalkan ilmu syari’at dengan mengerjakan amal k...
Kitab Suluk Linglung tidak terlalu di kenal karena di samping isinya hampir sama dengan kitab dewaruci, kitab ini juga belum lama di terbitkan. Kitab ini di tulis oleh Sunan Kalijaga pada masa menjelang akhir hayatnya, setelah itu kitab itu di bungkus dengan kain putih beliau kemudian berpesan pada salah satu putranya agar benda tersebut di simpan baik – baik dan terus dan di wariskan kepada generasi selanjutnya secara turun temurun untuk menjaga benda pusaka itu, akan tetapi Sunan Kalijaga sendiri tidak pernah mengatakan kepada ahli waris nya bahwa itu adalah sebuah kitab. Begitu seterusnya sampai pada akhir abad ke 20 kitab tersebut akhirnya jatuh ke tangan salah seorang keturunan Sunan Kalijaga ke -14 yang bernama R.Ay. Supartini Mursidi. Singkat kisah buku ini di berikan kepada seorang penulis yang bernama Drs Muhamad Khafid Kasri yang merasa mendapat petunjuk ghaib bahwa R.Ay. Supartini menyimpan warisan kitab dari Sunan Kalijaga berupa kitab kuno bertuliskan huruf ar...
Buncis merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan, di antaranya terdapat di Baros (Arjasari, Bandung). Pada mulanya buncis digunakan pada acara-acara pertanian yang berhubungan dengan padi. Tetapi pada masa sekarang buncis digunakan sebagai seni hiburan. Hal ini berhubungan dengan semakin berubahnya pandangan masyarakat yang mulai kurang mengindahkan hal hal berbau kepercayaan lama. Tahun 1940-an dapat dianggap sebagai berakhirnya fungsi ritual buncis dalam penghormatan padi, karena sejak itu buncis berubah menjadi pertunjukan hiburan. Sejalan dengan itu tempat penyimpanan padi pun (leuit; lumbung) mulai menghilang dari rumah-rumah penduduk, diganti dengan tempat-tempat karung yang lebih praktis, dan mudah dibawa ke mana-mana. Padi pun sekarang banyak yang langsung dijual, tidak disimpan di lumbung. Dengan demikian kesenian buncis yang tadinya digunakan untuk acara-acara ngunjal (membawa padi) tidak diperlukan lagi. Nama kesenian buncis berkaitan...
Brahmandapurana adalah sebuah karya sastra jawa kuno berbentuk prosa. Karya sastra ini tidak memuat penanggalan kapan ditulis dan oleh perintah siapa. Tetapi dilihat dari gaya bahasa kemungkinan berasal dari masa yang sama dengan Sang Hyang Kamahayanikan. Namun ada perbedaan utama, yaitu Sang Hyang Kamahayanikan adalah kitab kaum penganut agama Buddha Mahayana sedangkan Brahmandapurana ditulis untuk dan oleh penganut agama (Hindu) siwa. Brahmandapurana adalah kitab Purana yang pertama disusun di antara delapan belas kitab Purana atau Mahapurana . Kitab ini mengandung legenda dan mitologi Hindu mengenai penciptaan alam semesta ( sarga ); proses penghancuran dan penciptaan kembali alam semesta secara periodik ( pratisarga ); sejarah Dinasti Surya dan Candra; kisah para dewa orang suci dan para raja kuno. Naskah asli kitab Brahmapurana ini tidak utuh lagi; naskah Brahmapurana yang ada sekarang ini merupak...
PARIGI,(PRLM).-Potensi seni budaya Kabupaten Pangadaran dapat dijadikan pendukung sektror pariwisata alam yang menjadi andalam pendapatan asli daerah. Tradisi ampih pare huma dengan kesenian angklung beluk di Dusun Margajaya, Ds. Margacinta, Kec. Pariri, Kab. Pangandaran, yang diselenggarakan tiap tahun sangat unik dan menarik. “Selama ini wisatawan yang datang ke Kabupaten Pangandaran hanya ingin melakukan perjalanan wisata alam menikmati suasana laut. Padahal seperti halnya daerah agraris lainnya di Jawa Barat, di Kabupaten Pangandaran juga banyak masyarakat yang masih melaksanakan tradisi dan sangat menarik untuk diangkat menjadi pariwisata seni dan budaya,” ujar Pejabat Bupati Pangandaran, Enjang Nafandi, Kabupaten Pangandaran pada acara Revitalisasi Kesenian Tradisional Angklung Badud, bertempat di Dusun Margajaya, Ds. Margacinta, Kec. Pariri, Kab. Pangandaran, Sabtu (31/5). Dikatakan Enjang, upacara tradisi dan kesenian tradisi untuk mendukung sektor pa...
Artefak berbentuk lumpang dan alu yang berada di Kompleks Siti Inggil Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jawa Barat memiliki nama Lingga dan Yoni. Nama Lingga melekat pada alu. Yoni merupakan nama dari lumpang, keduanya terbuat dari batu. Sejarawan Cirebon, Nurdin M Noer mengatakan Lingga dan Yoni yang berada di Kompleks Siti Inggil itu bekas alat penumbuk terasi petis pada era awal Islam masuk di Cirebon. "Awal masuknya Islam, Lingga dan Yoni digunakan sebagai penumbuk terasi petis. Lingga dan Yoni ini sering dikisahkan di kisah pewayangan yang tak lepas dari kisah-kisah masa Hindu," tutur Nurdin saat ditemui detikcom di kediamannya di Kelurahan Larangan, Harjamukti, Kota Cirebon, Sabtu (11/11/2017). Artefak Lingga juga bisa diartikan sebagai simbol kejantanan pria. Artefak Lingga juga bisa diartikan sebagai simbol kejantanan pria. Foto: Sudirman Wamad Nurdin menjelaskan, Lingga merupakan gambaran dari laki-laki karena...
Kliningan yaitu seperangkat gamelan yang berlaras salendro diiringi oleh Juru Sekar yang terdiri dari Sinden dan Wira Swara, jikalau dipergelarkan secara khusus disebut Kiliningan. Kiliningan juga disebut sebagai siku-siku segitiga yang biasa dipukul. Kiliningan berasal dari daerah Pantai Utara Jawa Barat ( Karawang , Bekasi , Purwakarta , Indramayu , dan Subang ). Bentuk Kilining seperti Gender (alat gamelan Jawa). Walaupun kilining sekarang sudah tidak dipakai dalam pertunjukanna, nama kesenian ini tetap disebut seni Kiliningan, walauoun sudah tidak ada alat kiliningnya. Seni Kiliningan termasuk dalam ragam karawitan sekar-gending. Oleh karena itu, juru kawih atau disebut juga sinden, memiliki peran yang sangat sentral dalam seni Kiliningan. Materi seni Kiliningan terdiri dari dua unsur yang menyatu, ya itu juru sekar atau penyanyi dengan juru gending atau pemain musik. Yang termasuk ke juru sekar dal...