Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Festival Bau Nyale
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Setiap tahun, Pulau Lombok akan menjalankan sebuah tradisi yang sangat unik. Tradisi tersebut dikenal dengan nama Festival Bau Nyale. Festival ini adalah sebuah festival rakyat, dimana banyak orang akan pergi ke laut untuk menangkap cacing laut Nyale. Festival ini diadakan di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini diadakan setiap tahun pada hari ke-20 bulan ke-10 dalam kalender Sasak tradisional yang jatuh sekitar bulan Februari. Kata Bau Nyale sendiri memiliki arti. Bau berarti “menangkap” dan Nyale adalah sejenis cacing laut yang hanya ada di hari festival ini diadakan. Ini menyebabkan antusiasme, para penduduk untuk ikut serta dalam festival ini, meningkat.   Festival Bau Nyale terpaut dengan legenda Putri Mandalika. Menurut legenda, Putri Mandalika merupakan putri dari kerajaan Tunjung Beru yang tidak suka dengan kebijakan ayahnya yang telah mengadakan suatu kompetisi untuk memperebutkan Mandalika sebagai i...

avatar
OSKM18_16518159_Cynthia Athena Mahadewi Subroto
Gambar Entri
Tradisi Keba
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Keba atau acara tujuh bulanan dimaknai sebagai tradisi untuk meminta keselamatan dan pertolongan kepada Yang Maha Kuasa. Keba atau yang biasanya dikenal dengan acara tujuh bulanan merupakan salah satu tradisi adat jawa. Keba merupakan prosesi adat Jawa yang ditujukan untuk wanita yang sedang hamil pada masa tujuh bulan. Selain meminta doa akan keselamatan dan prtolongan, acara ini disertai pula dengan doa agar si anak menjadi pribadi yang baik dan sesuai yang diharapkan. Prosesinya dimulai dengan siraman dengan tujuan meminta keselamatan untuk si ibu dan bayi yang sedang dikandungnya. Air yang digunakan diambil dari tujuh sumber. Yang melakukan siraman pun adalah orang tua dari kedua belah pihak Dalam acara tersebut, si ibu pun membuat rujak untuk dibagikan kepada para tamu. Konon katanya semakin pedas rujak tersebut menandakan si bayi berjenis kelamin laki-laki. Keluarga si ibu juga membuat bubur, yaitu bubur merah dan bubur putih, yang nantinya bubur itu akan dibagik...

avatar
OSKM18_16518348_Sulis Tiana
Gambar Entri
Tari Lenggang Nyai
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari Lenggang Nyai adalah salah satu kesenian tari masyarakat Betawi di Jakarta. Nama Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata "lenggang" yang berarti melengak-lengok, sedangkan "nyai" diambil dari nama tokoh yang menginspirasi tarian ini. Tarian ini terinspirasi dari kisah hidup Nyai Dasimah. Konon, Nyai Dasimah merupakan wanita cantik dari Betawi yang berada dalam kebingungan dalam memilih pasangan hidupnya. Pada saat itu, ia dihadapkan pada dua laki-laki yang berbeda kebangsaan. Salah satunya merupakan pria Belanda, sedangkan yang lainnya merupakan pria Indonesia. Setelah pemikiran panjang, akhirnya Dasimah memilih untuk menikah bersama pria Belanda. Setelah menikah, kehidupan Dasimah pun berubah. Adanya aturan-aturan yang dibuat suaminya membuat Nyai Dasimah merasa terkekang. Karena merasa hak-haknya sebagai wanita telah dirampas, Dasimah memutuskan untuk memberontak dan memperjuangkan kebebasannya. Gerakan tari Lenggang Nyai menggambarkan karakter seorang Nyai Dasi...

avatar
OSKM2018_16618179_Darlene Vega
Gambar Entri
Dukun Sembur
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
DKI Jakarta

Dukun atau yang sering disebut "orang pintar" adalah orang-orang yang dianggap punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan dunia spiritual dan membuat mereka dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat. Dukun sangat terkenal di Indonesia dan sering muncul di film-film tradisional yang menggambarkan kemampuan mereka untuk mengusir arwah, menjampi-jampi, menyembuhkan pasien, dan lain-lain. Salah satu hal yang paling khas digambarkan di film-film tersebut adalah bahwa dukun-dukun tersebut selalu menyembur pasiennya. Alhasil, dukun di dunia modern selalu dihubungkan dengan semburan, hingga ada lagu berjudul "Mbah Dukun" oleh Endang Kurnia yang berbunyi: Ada mbah dukun sedang ngobatin pasiennya..   Konon katanya sakitnya karna diguna-guna..   Sambil komat-kamit mulut mbah dukun baca mantra..   Dengan segelas air putih lalu pasien disembur..   Sungguh terkenal semburannya,...

avatar
Oskm18_16218143_beatrice Brigita Sanusi
Gambar Entri
Ade Palang Pintu Sebelum Ente Kawinan
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Perkawinan ala Betawi kurang afdol rasanya kalau melewatkan tradisi yang satu ini nih, namanya "Buka Palang Pintu".  Buka Palang Pintu adalah salah satu prosesi yang diadakan sebelum melaksanakan akad nikah untuk menyambut calon mempelai pria beserta rombongannya saat datang ke rumah mempelai wanita. Konon katanya, tradisi ini dilakukan sebagai simbol kesiapan lahir batin seorang lelaki betawi untuk membangun rumah tangga dengan calon mempelai wanita. Buka Palang Pintu ini dilakukan oleh beberapa perwakilan dari kedua belah pihak, dari pihak lelaki maupun wanita. Sedikitnya dibutuhkan seseorang yang bisa berpantun, seorang atau dua orang pesilat, dan beberapa pemain rebana yang akan melantunkan shalawat, lalu di belakangnya diikuti oleh rombongan kerabat yang membawa seserahan, biasanya berupa roti buaya, buah-buahan, uang, pakaian, dan lain-lain. Prosesi Palang Pintu dimulai ketika calon mempelai pria memasuki pekarangan rumah calon mempelai wanita. Dimulai dari...

avatar
OSKM18_16918075_Nisrina Nurulita Khairunnisa
Gambar Entri
Tradisi "NGAHIRAS"
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi Ngahiras merupakan suatu bentuk gotong royong yang masih hidup di  beberapa kelompok masyarakat di daerah pedesaan Jawa Barat. Menurut kamus bahasa daerah, ngahiras berarti menyuruh tanpa imbalan (upah). Menurut istilah, ngahiras adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk membantu satu pihak. Perbedaan antara gotong royong pada umumnya dengan ngahiras ini terletak pada manfaat. Kegiatan gotong royong yang biasa dilakukan di masa kini seperti kerja bakti membersihkan jalanan atau membangun pos ronda memiliki manfaat yang bersifat untuk kepentingan umum. Hasil dari gotong royong tersebut biasanya dapat digunakan untuk kepentingan bersama dan bisa digunakan oleh siapa saja. Sementara itu, walaupun sama-sama dilakukan secara gotong royong, tradisi ngahiras menghasilkan sesuatu yang lebih cenderung digunakan untuk kepentingan perseorangan. Sebut saja membantu pembuatan fondasi rumah sementara pembangunan tahap lain dari rumah diperhitungkan upahnya atau kaum...

avatar
OSKM18_16718016_rahadian tirta subrata
Gambar Entri
Menawannya Busana Tradisional Banten
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

     Banten merupakan provinsi yang baru lahir pada tahun 2000 hasil pecahan dari Provinsi Jawa Barat. Sebagai provinsi yang baru terbentuk, tentu saja kebudayaannya merupakan hasil dari adaptasi kebudayaan Jawa Barat. Selain itu, budaya Banten pun juga dipengaruhi oleh daerah lain, seperti Sumatra. Hal ini dikarenakan, Banten merupakan sebuah kota pelabuhan yang sangat maju pada zaman dahulu sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran, asimilasi, dan akulturasi budaya.       Baju tradisional Banten juga merupakan hasil adaptasi dari daerah lain, terutama Jawa Barat. Hal ini dapat diketahui dari motif dan corak dari pakaian adat Banten yang memiliki banyak kemiripan dengan Jawa Barat (Suku Sunda). Secara umum, busana adat Banten terbagi menjadi tiga berdasarkan fungsinya. Diantaranya adalah pakaian adat pengantin, baju pangsi, dan pakaian adat Baduy (salah satu suku yang mendiami wilayah Banten). Berikut ini penjelasannya: 1. Pakaian Adat P...

avatar
OSKM18_16618166_Jehant Fatra Hadi
Gambar Entri
Tari Wala
Tarian Tarian
Papua

Tari Wala merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Raja Ampat, Papua Barat. Tarian ini merupakan salah satu tari yang jarang diketahui orang tetapi cukup dikenal di kalangan masyarakat kabupaten Raja Ampat, tarian ini merupakan tarian khas yang berasal dari Suku Matbat di wilayah Misol, Kabupaten Raja Ampat. Tarian Wala merupakan tarian yang awal mulanya diangkat dari kisah nenek moyang suku Matbat yang diangkat atas dasar penghormatan terhadap kearifab lokal masyarakat setempat akan pentingnya hubungan kekerabatan satu sama lain dan sekaligus sebagai penghargaan terhadap pemimpin tertinggi yang dimana dulunya wilayah tersebut masih dalam bentuk kerajaan. Nah, untuk mengenang budaya dan kearifan lokal tersebut munculah ide-ide dari para tetua adat untuk menyusun tari-tarian dalam bentuk syair-syair yang menceritakan bagaimana perjalanan mereka sehari-hari. Peristiwa-peristiwa itu seperti pembayaran mas kawin, meminang wanita, pemberian kepada raja berupa hasi...

avatar
OSKM18_16618136_Kenny Laurent Suadisurya
Gambar Entri
Tari Sembah atau Tari Sigegh Penguten
Tarian Tarian
Lampung

  Tari sembah Sigeh Penguten merupakan tari adat budaya lampung yang berasal dari suku Pepadun. Semula tarian ini di persembahkan  untuk menyambut kedatangan para raja dan tamu-tamu istimewa. Sebagai cara menunjukan keramahan dan penghormatan. Mungkin karena hal ini kemudian tari sembah sigeh penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain diperagakan diupacara-upacara adat serta upacara penyambutan tamu agung, tari sembah juga sering di peragakan di acara pernikahan adat Lampung, fungsinya tetap sama yaitu sebagai upacara penyambutan untuk para tamu ytari sigeh pengutenang hadir di acara tersebut. Busana dan Atribut tari sembah Sigeh Penguten. Tari sembah Sigeh Penguten merupakan tari adat tradisional lampung yang di segala aspek menonjolkan seni budaya lampung. Terutama pada busana dan atribut yang dikenakannya ada ciri lampung yang khas. Seperti siger dan tanggai ataupun kain tapis yang dikenakan para penari. Semua khas lampung dan hanya ada di daerah Lampung....

avatar
OSKM18_16418120_Marcel Velino