Dali Ni Horbo Makanan tradisional Sumatera Utara dengan nama dali no horbo merupakan olahan dari susu kerbau yang dimasak sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk susu yang menggumpal seperti keju. Jika keju dibuat dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu, dali justru dibuat dengan cara tradisonal tanpa bantuan bahan kimia apapun. Selain disebut dengan dali, keju batak tersebut kerap disebut dengan bagot ni horbo karena bagot berarti susu sesuai bahan utamanya. Penggunaan susu kerbaunya juga tidak asal-asalan, karena yang akan diambil hanya dari induk kerbau yang baru melahirkan anak dengan umur 1 bulan. Begitu pula dengan proses memerahnya yang hanya dilakukan saat pagi hari saja dan setelah 5 bulan diperah, bulan selanjutnya tidak lagi diperah. Umumnya, untuk membuat makanan asal Sumatera Utara ini hanya memerlukan susu kerbau bersama dengan air nenas dan air hasil perasan daun pepaya. Susu kerbau nantinya akan direbus sampai benar-benar mendidih, saat itu biasanya p...
Gendang Singanaki Kayu, kulit binantang. Gendang khas Batak Karo terdiri dari dua bagian yaitu gendang yang penganaki dan anak gendang yang dinamakan gerantung/enek-enek. Gendang yang berukuran kecil dan ramping ini dibunyikan dengan alat pemukul. Gendang berfungsi sebagai pembuat ritme dalam satu ensambel musik gendang lima sendalanen yang dimainkan bersma sarune. Alat musik ini dimainkan pada saat upacara adat yang berkaitan dengan religi dan pesta muda-mudi (guro-guro aran).
Lagu ini merupakan lagu tradisional dengan tempo up beat . Lagu ini sangat populaer di Masyarakat Pakpak. Lagu ini dapat dinyanyikan pada saat acara formal maupun non-formal Lirik Lagu Cikala le pongpong Cikala le pongpong oe, ue merbuah si nangka bari le oe si manguda bagendari en dak mengkabari Mela mo cituk kene turang ulang ulaken kene male ulah-ulah nde neidi bagi ulang mo… dak bagi… Kade mo lemlem pagemu pucuk bincoli mo kabir-kabiren kade mo kelleng ate mu anak maholi man pabing-abingen Pong kirpong lepong kirpong Sumber: https://meanttobegood.wordpress.com/2009/07/08/lagu-pakpak-cikala-le-pongpong/ http://www.pariwisatasumut.net/2014/02/lagu-daerah-sumatera-utara.html
Margala merupakan salah satu jenis permainan anak yang dilakukan oleh anak-anak etnis Batak di daerah Kawasan Danau Toba. Permainan ini dikategorikan juga sebagai salah satu jenis olah raga tradisonal. Permainan ini mengandalkan kerjasama tim, mengandalkan kecepatan kaki dan pikiran untuk mengatur strategi mengalahkan lawan. Ada sebagian daerah Toba provinsi Sumatera Utara menamakannya Marcabor. Mirip dengan permainan galasin, atau disebut juga galah asin atau gobak sodor di beberapa daerah lain. Permainan margala menuntut kegesitan setiap para pemainnya. Pasalnya permainan ini apabila tersentuh oleh lawan main maka ia langsung kalah. Selain itu dituntut pula kekompakan antara pemainnya karena saat permainan dilangsungkan biasanya tidak terjadinya komunikasi. Permainan ini terdiri dari dua kelompok, setiap kelompok yang menjaga ibarat membaca arah gerak par a lawannya, layaknya orang menghitung strategi dan peluang yang ingin diciptakan, maka seperti itulah hakikat permainan...
Tradisi Kenduri Laut adalah salah satu tradisi tahunan yang sering dilakukan masyarakat pesisir di Pulau Sumatera, salah satunya di daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil laut yang mereka dapatkan. Selain sabagai upacara adat, Tradisi Kenduri Laut ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang kesana. Karena selain dilakukan acara ritual yang bersifat sakral, tradisi ini kemudian juga dimeriahkan dengan berbagai acara seperti perlombaan, pertunjukan dan acara hiburan lainnya. Asal Usul Tradisi Kenduri Laut Tradisi Kenduri Laut ini merupakan salah satu tradisi warisan budaya masyarakat pesisir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tradisi sejenis juga banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir pantai sumatera lainnya, namun masyarakat Tapanuli Tengah memiliki caranya sendiri untuk melaksanakan kenduri laut ini. Dilihat dari letak geografisnya, Tapanuli Tengah sendiri...
Ikan Arsik adalah makanan tradisional khas batak , biasanya disajikan dalam bentuk memanjang seperti berenang dan berjumlah ganjil . Jumlah ikan mas yang disajikan sesuai dengan statusnya, antara lain: - Satu ekor disajikan untuk pasangan yang baru menikah; - Tiga ekor disajikan untuk pasangan yang baru memiliki anak; - Lima ekor disajikan untuk pasangan yang memiliki cucu; dan - Tujuh ekor disajikan untuk pemimpin bangsa batak Bahan yang Dibutuhkan 1 kg Ikan Mas (usahakan ikan mas warna merah). Jika tidak memiliki nampan yang besar, ikan mas dapat dipotong menjadi empat bagian 4 buah jeruk nipis ukuran sedang Sangge-sangge/Sere 12 Batang Bawang batak, daun singkong atau kacang panjang untuk uram-uramnya Asam potong Cabai merah da...
Fakhe nifalögu adalah nasi yang di masak menggunakan beras khas asli nias selatan, yang membuat nya unik adalah memasak nya itu menggunakan periuk tanah liat yang setengah lingkaran bola. Penyajian nya di telungkupkan diatas daun pisang, makanya di beri nama Fakhe nifalögu. Sejatinya fakhe nifalögu disajikan dengan lauk daging babi, atau anak babi. Fakhe nifalogu biasanya di jumpai pada acara acara tertentu, misalnya pesta pernikahan, upacara adat, menjamu tamu penting atau bangsawan dan upacara upacara adat lainnya. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Fakhe nifalögu adalah nasi yang di masak menggunakan beras khas asli nias selatan, yang membuat nya unik adalah memasak nya itu menggunakan periuk tanah liat yang setengah lingkaran bola. Penyajian nya di telungkupkan diatas daun pisang, makanya di beri nama Fakhe nifalögu. Sejatinya fakhe nifalögu disajikan dengan lauk daging babi, atau anak babi. Fakhe nifalogu biasanya di jumpai pada acara acara tertentu, misalnya pesta pernikahan, upacara adat, menjamu tamu penting atau bangsawan dan upacara upacara adat lainnya. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Pelleng merupakan jenis makanan khas kuliner suku Pakpak salah satu suku penduduk lokal di Kota Subulussalam. Pelleng ini jenis kuliner khas Pakpak yang mirip bentuknya seperti nasi tumpeng makanan khas Jawa. Pelleng ataupun nasi kuning merupakan salah satu masakan khas yang paling populer di kalangan Suku PakPak. Pada masa lampau, Pelleng merupakan makanan bagi mereka yang hendak berangkat berperang. Sebelum berangkat ke medan perang, maka mereka menyantap Pelleng sebagai makanan yang berfungsi untuk membangkitkan semangat dan keberanian. Kini kuliner ini dibuat ketika dimulainya suatu pekerjaan seperti saat seorang anak yang akan menempuh ujian, meratau, berhasil dengan apa yang dicita-citakan, hendak meminang, hajatan, bercocok tanam, membuka lahan baru, bahkan setelah panen sebagai rasa syukur terhadap yang Maha Kuasa. Tujuannya sendiri sebenarnya tergantung jenis peristiwa atau upacara. Pelleng adalah nasi yang ditumbuk dengan kunyit sampai bentuknya menjadi nasi lembek ya...