Antar Sotong yaitu para nelayan berkumpul menggunakan perahu dan lentera untuk mengundang cumi-cumi dari dasar laut mengikuti cahaya lentera mereka menuju tepi pantai dimana masyarakat sudah menunggu untuk menciduk mereka dari laut sumber : https://sopigpsite.wordpress.com/2016/10/22/kebudayaan-maluku/
Sekali peristiwa datanglah dari arah Barat pulau Yamdena tiga orang masing-masing bernama Ratulolun, Famela dan Iru. Mereka tinggal diatas sebuah gunung yang bernama LASYERI. Karena mereka berdiam di gunung maka tentu saja mereka tidak pernah melihat laut. Pada suatu ketika mereka berkeinginan untuk turun ke laut mencari ikan melalui sungai LOKLAKISI, yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka dan sungai itu mengalir dan bermuara di tepi laut. Mereka lalu pergi mengambil kulit kayu untuk dijadikan semacam perahu yang akan dipergunakan mengikuti aliran sungai itu sampai ke laut. Setelah segala sesuatu disiapkan maka berangkatlah mereka mengikuti aliran sungai itu menuju tepi pantai untuk menangkap ikan. Namun sebelum mereka berangkat mereka janjikan istri-istri mereka agar bilamana bulan akan terbit para istri tersebut harus menyusul mereka ke laut. Demikianlah pekerjaan mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian ketika mereka lagi menyusuri sungai Loklakisi untuk melaksanakan t...
Secara administratip pemerintahan pulau ini dibagi menjadi dua kecamatan yakni Kecamatan Buru Utara dengan Ibu kotan Namlea dan Kecamatan Buru Selatan dengan ibu kota Leksula. Sebelum lahir kota Leksula sebagai pelabuhan dan ibu kota dari 54 desa dalam Kecamatan Buru Selatan ini, maka desa Tifu dipilih oleh penjajah Belanda sebagai pelabuhan dan ibu kota Onderafdeling. Tempat ini dipilih oleh Belanda justru karena letaknya sangat terlindung dalam sebuah teluk kecik yang indah dan tenang. Namun pada satu saat timbullah pikiran bahwa latar belakang kedudukan Tifu tidak begitu baik karena terletak dalam sebuah teluk yang indah yang mengambil bentuk seperti kolam sehingga menutupi pemandangan laut lepas yang indah. Akibatnya kota ini dialihkan ke sebuah dusun kecil dan kemudian dinamakan Leksuka yang hingga kini berperan sebagai kota dan kota pelabuhan Kecamatan Buru Selatan. Walaupun kota/desa Tifu telah dilupakan oleh beberapa generasi sebagai ibu kota dan kota pelabuhan yang...
Banda Naira punya banyak keunggulan budaya yang pantas dipromosikan sebagai daya tarik wisata. Salah satunya adalah Tari Cakalele Banda yang biasa ditemukan di kampong (desa) Lontor, kampong Baru, kampong Waer, kampong Salamong, kampong Negre dan kampong Run . Cakalele Banda terbilang unik di banding tarian cakalele di daerah lain di Maluku. Tarian ini merupakan perpaduan seni tari, seni busana dan seni berperang. Pakaiannya yang warna warni dihiasi dengan burung Cerderawasih diatas topi para penari, menyerupai motif kostum elite bangsawan pasukan kerajaan Inggris, terkesan mengagumkan siapa saja yang melihatnya. Tidak heran kalau Cakalele ini adalah tarian elite dan prestise bagi masyarakat Banda dan karena itu juga diperuntukkan untuk menerima tamu-tamu terhormat yang datang ke Banda. Namun tidak setiap saat tarian Cakalele ini dapat dipentaskan, karena disamping biayanya yang cukup mahal, mencapai jutaan rupiah sekali masa pentas, juga Cakalele selalu berhubungan deng...
Tari Soya-Soya Yang pertama adalah Tari Soya-Soya yang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Maluku Utara. Tari Soya-soya ini memainkan peran yang penting terhadap masyarakat Maluku Utara. Konon, Tari khas Maluku ini merupakan tarian yang ditampilkan untuk acara penyambutan. Menyambut siapa? Adalah menyambut pasukan setelah perang melawan musuh. Sultan Baabullah adalah pencipta Tari Soya-soya ini. Ia menciptakannya dengan tujuan sebagai penyemangat para pasukan Ternate pasca tewasnya Sultan Khairun. Berdasarkan informasi yang didapat, Sultan Khairun adalah ayahanda dari Sultan Baabullah yang tewas saat merebut Benteng Nostra Senora del Rosario (Benteng Kastela) dari tangan Portugis pada 25 Februari 1570. Singkatnya, tari Soya-soya dimaknai sebagai tarian perang pembebasan dari tangan Portugis. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-adat-tradisional-daerah-maluku/
Tari Dengedenge Pada tarian yang ketiga ini bernama Tari Dengedenge. Sebuah tarian merupakan tarian pergaulan berasal dari Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Dimainkan secara berkelompok, dalam pertunjukannya, para penari tersebut akan diiringi oleh nyanyian-nyanyian yang berupa syair pantun dan mempunyai makna cinta dan harapan dimasa depan. Tidak jarang Tari Dengedenge ini diakhiri dengan sebuah kesepakatan untuk menikah diantara si penari wanita dan pria. Nyanyian pengiring ini biasanya dibawakan dengan cara saling berbalas-balasan. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-adat-tradisional-daerah-maluku/
Tari Tide Tide Tarian Tide Tide khas Maluku yang keempat ini adalah tarian tradisional yang berasal dari Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Pada pertunjukannya, tarian ini biasanya ditarikan secara berpasangan oleh penari pria dan wanita dipentas pertujukan suatu acara yang dihadiri banyak penonton dari masyarakat setempat. Berdasarkan sejarah, Tari Tide Tide dahulunya merupakan tarian pergaulan masyarakat yang ditarikan oleh para pemuda-pemudi di Halmahera Utara. Kapan tarian Tide Tide ini dipertontonkan? Tarian ini biasanya ditampilkan disaat pesta adat atau acara yang bersifat hiburan lainnya. Bisa dilakukan sebulan sekali atau sesuatu dengan jadwal acara yang ada. Tari Tide Tide juga dapat dimaknai sebagai romantisme dan keharmonisan para pemuda-pemudi di Halmahera Utara. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-adat-tradisional-daerah-maluku/
Tari Bambu Gila Kabarnya, Tari Bambu Gila dari Maluku ini memiliki unsur mistis. Tarian ini dibawakan oleh enam orang pria yang memegang batang bambu panjang yang “hidup”. Bukan sembarang batang bambu. Namun batang bambu yang sudah dibacakan mantera. Para penari akan bergerak secara dinamis mengikuti gerakan bambu gila yang berguncang-guncang tersebut. Meski bernilai mistis, ada nilai filosofis pada tarian ini, yaitu gerakan kompaknya melambangkan jiwa persatuan dan gotong-royong yang tertanam dalam budaya masyarakat Maluku. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-adat-tradisional-daerah-maluku/
Tari Poco-poco Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan tarian ini, bukan? Ya namanya tarian Poco – poco. Anak-anak sampai orang tua kenal dengan nama tarian yang khas ini. Populer sejak tahun 2000-an, tarian Poco – poco ini awalnya dikenal sebagai gerakan senam di antara lingkungan militer saja. Namun seiring berjalannya waktu, tarian poco – poco kemudian berkembang menjadi sebuah tarian yang digemari seluruh masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Lagu pengiring tarian ini juga berjudul “Poco-poco” dan diciptakan oleh pria asal Ambon yang bernama Arie Sapulette. Bahkan bukan cuma populer saja, tarian poco – poco juga sudah menjadi instrumen bagi para pecinta senam aerobik di Indonesia. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-adat-tradisional-daerah-maluku/