Benteng Van Den Bosch terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabuapten Ngawi, Jawa Timur. Lokasi benteng ini mudah dicapai, karena terletak di Kota Ngawi. Dekat dengan Pasar Ngawi dan Alun-Alun Ngawi, atau ± 2 Km dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Ngawi. Hanya saja, bagi pengunjung yang bukan berasal dari Kota Ngawi akan sedikit bingung lantaran letak benteng tidak persis di tepi jalan, melainkan sedikit masuk dan tidak ada penanda lokasi keberadaan benteng tersebut. Sebenarnya letak benteng ini berada di pertemuan Jalan Untung Suropati dan Jalan Diponegoro, atau di seberang Taman Makam Pahlawan Dr. Radjiman Wedyodingrat Ngawi, namun karena di situ ada pintu gerbang Kompleks Batalyon Artileri Medan 12/ KONSTRAD “Angicipi Yudha” maka pengunjung dari luar Kota Ngawi akan bertanya di mana keberadaan benteng tersebut. Karena memang setelah tahun 1962, benteng ini pernah dijadikan sebagai markas Yon Armed yang berkedudukan di Rampal, Malang. &nb...
Masyarakat Kecamatan Dongko mempunyai cerita sendiri mengenai munculnya kesenian Jaranan Turonggo Yakso dari Trenggalek. Pada awalnya daerah itu dikenal upacara adat yang biasa disebut Upacara Baritan yang diaadakan setahun sekali bertepatan dengan tanggal 1 longkang(jawa : 1 suro) atau 1 muharam. Tempat upacara adat ini biasanya dilakukan di sawah/ladang yang selesai dipanen. Upacara ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada dewa pembagi rejeki yaitu Bathara Guru. Bentuk upacara masih sangat sederhana, hanya berupa sesajian yang diperuntukkan bagi nenek moyang dan pembawa rejeki. Menurut cerita rakyat setempat pada jaman dahulu kala, daerah Dongko khususnya dan Kabupaten Trenggalek umumnya adalah daerah yang sangat subur, panen selalu berhasil melimpah. Namun karena kemakmuran dan kehidupan yang berlebihan tersebut membuat warga melupakan upacara adat Baritan yang biasanya dilakukan setiap setahun sekali. OSKMITB2018
Lontong balap adalah makanan khas daerah Surabaya yang lezat. Makanan ini terdiri atas lontong, lento (tempe tua yg digoreng), kecambah, kuah dan petis. Biasanya penjual menggunakan gerobak. Namun mengapa namanya ialah lontong balap? Alkisah pada tahun 50an di Jl. Semarang di Surabaya banyak penjual lontong, dan pada masa itu penjual berjualan menggunakan gentong besar untuk menampung bahan-bahannya, sehingga mereka harus berjalan cepat sehingga seperti orang balapan (lomba lari dalam bahasa Jawa). Berikut cara pembuatannya: Bahan-bahan: 4 bungkus Lontong ( 500 gr ), dipotong-potong agak tebal 8 buah Tahu goreng matang, dipotong-potong agak tipis 8 buah Lentho goreng 200 gr Tauge Kecap manis secukupnya Bahan-bahan kuah: 1 Ltr Air matang, untuk merebus daging ( 1 ilter diambil sebagai kaldu daging ) 250 gr Daging sapi yang berlemak 50 gr Daun bawang diiris-iris 3 sdm Minyak goreng, untuk menumis Bumbu...
Onde-onde biasa (kuning) dan onde-onde hitam. Onde-onde adalah sejenis kue jajanan pasar yang populer di Indonesia . Kue ini sangat terkenal di daerah Mojokerto yang disebut sebagai kota onde-onde sejak zaman Majapahit. Onde-onde dapat ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima . Onde-onde juga populer khususnya di daerah pecinan baik di Indonesia maupun luar negeri. Onde-onde terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen . Terdapat bermacam-macam variasi, yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan dan di dalamnya diisi pasta kacang hijau . Variasi lain hanya dibuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai o...
Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah permainan tradisional yang kita sering mainkan saat jam istirahat sekolah dasar. Permainan ini sangat mudah dan unik sekali. Cara singkat untuk bermain petak jongkok ada dua yaitu berjaga dan menghindari penjaga dengan berjongkok. Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Bahkan permaian ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Mengapa permainan tradisional ini disebut atau dijuluki permainan candak ndodok? Karena permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Gambreng adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain...
Masyarakat Kecamatan Dongko mempunyai cerita sendiri mengenai munculnya kesenian Jaranan Turonggo Yakso dari Trenggalek. Pada awalnya daerah itu dikenal upacara adat yang biasa disebut Upacara Baritan yang diaadakan setahun sekali bertepatan dengan tanggal 1 longkang(jawa : 1 suro) atau 1 muharam. Tempat upacara adat ini biasanya dilakukan di sawah/ladang yang selesai dipanen. Upacara ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada dewa pembagi rejeki yaitu Bathara Guru. Bentuk upacara masih sangat sederhana, hanya berupa sesajian yang diperuntukkan bagi nenek moyang dan pembawa rejeki. Menurut cerita rakyat setempat pada jaman dahulu kala, daerah Dongko khususnya dan Kabupaten Trenggalek umumnya adalah daerah yang sangat subur, panen selalu berhasil melimpah. Namun karena kemakmuran dan kehidupan yang berlebihan tersebut membuat warga melupakan upacara adat Baritan yang biasanya dilakukan setiap setahun sekali. OSKMITB2018
Kue lumpur adalah salah satu dari banyak kue basah. Termasuk kue basah karena kue lumpur tidak bisa tahan lama. Berasal dari daerah Sidoarjo, Jawa Timur, kue lumpur juga banyak ditemukan di daerah-daerah lain. Kue bertekstur lembut ini berbentuk seperti bulan dan berwarna dominan coklat dan kuning dengan dihiasi kismis di tengahnya. Bahan untuk membuat kue lumpur: 500gram kentang, dikukus dan dihaluskan 250gram tepung terigu 250gram gula pasir 850ml santan hangat 4 butir telur 100gram mentega cair 1 sdt garam 1 sdt vanili kismis untuk topping Cara membuat: Kocok telur, vanili, dan gula dalam wadah dengan mixer sampai mengental. Masukkan kentang dan aduk hingga rata. Tambahkan tepung terigu ke dalam adonan dan aduk hingga rata. Tambahkan garam, santan, dan margarin cair. Aduk hingga rata. Panaskan cetakkan kue lalu oleskan dengan margarin. Tuangkan adonan ke dalam cetakkan kue dan...
Surabaya merupakan salah satu kota yang terkenal atas kulinernya.Terdapat banyak sekali makanan dari pedas, gurih hingga yang manis, misalnya saja rawon, rujak cingur,semanggi, lontong balap dan masih banyak lagi. Nah kali ini mimin akan sedikit mengulas salah satu makanan khasnya Surabaya nih. So lets check it out. Makanan yang kali ini akan dibahas adalah rawon sapi surabaya. Rawon merupakan makanan sejenis sop dengan kuah warna hitam yang diberi irisan daging sapi . Sebagai pelengkap dari rawon kita dapat menambahkan empal, telur asin, perkedel kentang, ataupun kerupuk. Rawon memiliki aroma yang khas karena menggunakan bahan dasar kluwek. Kluwek inilah yang juga berperan memberi rasa gurih dan warna hitam pada kuah rawon. Namun jika kita tidak memilih kualitas kluwek yang baik rasa rawon akan menjadi pahit dan tidak gurih. Cara membuat rawon pun cukup mudah yaitu dengan menumis rempah-rempah ( kluwek, bawang putih, bawang merah dsb ) yan...
Situs pemakaman Aryo Blitar adalah sebuah komplek pemakaman/ tempat peristirahatan terakhir dari Adipati Blitar yaitu Aryo Blitar. Pemakaman ini terletak di wilayah kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Lokasi tepatnya yaitu Jalan Pamungkur Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar atau sebelah barat daya kurang lebih 2 KM dari pusat kota Blitar. Aryo Blitar sendiri sebenarnya mempunyai nama asli Gusti Soedomo dia diangkat menjadi K.G.P. Adipati Haryo Blitar 1, dia adalah paman dari Hamengku Buwono 1( Pangeran Mangkubumi) raja dari Keraton Yogyakarta. Adipati Aryo Blitar sendiri diyakini sebagai Pendiri ( pepunden ) Blitar. Menurut sejumlah buku sejarah, terutama buku Bale Latar, Blitar didirikan pada sekitar abad ke-15. Nilasuwarna atau Gusti Sudomo , anak dari Adipati Wilatika Tuban, adalah orang kepercayaan Kerajaan Majapahit, yang diyakini sebagai tokoh yang mbabat alas. Sesuai dengan sejarahnya, Blitar dahulu adalah hamparan hutan yang masih belum ter...