Di Kabupaten Tebo, terdapat satu desa kecil bernama Semabu yang memiliki tradisi unik. Tradisi tersebut biasa muncul jika di desa tersebut ada acara pesta, baik pernikahan, sunatan, dan pesta lainnya. Tradisi tersebut adalah adanya hidangan nasi ibat. Nasi tersebut terkenal karena dapat tahan selama tiga hari. Nasi ibat sebenarnya adalah nasi putih. Namun, dalam penyajiannya, nasi putih tersebut dibungkus dengan menggunakan daun pisang. Disamping dapat mengawetkan nasi tersebut hingga tiga hari, aroma khas yang timbul dari daun pisang menjadi daya tarik tersendiri ketika menyantapnya. Dalam penyajiannya, nasi ibat ditemani oleh aneka lauk pauk yang lezat dan menggugah selera. Nasi ibat ini juga seringkali dijadikan sebagai bekal untuk anggota keluarga yang akan melakukan perjalanan jauh. Hal tersebut dapat menghemat biaya dan memudahkan orang tersebut, karena daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus dapat langsung dibuang.
Salah satu tokoh yang legendaris di Jambi adalah Rang Kayo Hitam. Beliau merupakan salah satu raja ternama di dataran tanah Jambi. DI bawah pimpinanannya kerajaan Melayu Jambi menjadi kerajaan yang besar dan terkenal. Ia merupakan salah satu putra dari pasangan Putri Selaro Pinang Masak dan Datuk Berhalo. Pada masa pemerintahannya, ia sempat melakukan satu gebrakan besar. Saudaranya yaitu Rang Kayo Pingai bermaksud mengirimkan upeti kepada raja Mataram, namun hal tersebut dihalangi oleh Rang Kayo Hitam. Raja Mataram yang murka berniat mengirimkan pasukan ke tanah Jambi. Sebelum hal itu terjadi, Rang Kayo Hitam bersama Rang Kayo Pingai terlebih dahulu mendatangi Jawa lengkap dengan peralatan perang. Kedatangan Rang Kayo Hitam dihentikan oleh pasukan Raja Mataram di pelabuhan. Seketika itu juga Rang Kayo Hitam merubah dirinya menjadi seorang bocah yang disekujur tubuhnya penuh dengan kudis. Pasukan kerajaan merasa jijik dan meninggalkan anak kecil tersebut. Raja Mataram me...
Jika Anda ingin tahu salah satu oleh-oleh khas daerah Jambi, tepatnya Kerinci, mungkin dodol kentang dapat menjawab rasa penasaran tersebut. Awalnya mengapa masyarakat di daerah Kerinci menciptakan dodol kentang karena di daerah tersebut kentang menjadi salah satu komoditas unggulan. Disamping unggulan, jumlahnya yang melimpah juga mengundang rasa kreativitas masyarakatnya untuk berekperimen dan menambah penghasilan mereka disamping bertani. Rasa dodol kentang ini berbeda dengan dodol lainnya. Tidak begitu kenyal dan lebih lembut, dengan rasa manis yang tidak terlalu menggigit. Meskipun bahan utamanya adalah kentang, namun dalam pembuatannya, dodol kentang tentu membutuhkan bahan-bahan pendukung lain. Diantaranya adalah kelapa, gula, tepung ketan, garam, dan lain sebagainya. Terdapat beraneka varian rasa dari dodol kentang, diantaranya adalah original, stroberi, pandan, coklat, dll. Bahan-bahan: kentang kelapa gula tepung ketan putih garam vanili...
Candi yang terletak di Kecamatan Muaro Sebo, Muaro Jambi, Jambi ini merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah yang patut dilestarikan. Komplek Candi Muaro Jambi ini merupakan warisan budaya Budha yang pernah menjadi salah satu pusat pengajaran agama Budha di tanah air. Beberapa reruntuhan seperti Stupa, Arca Gajah Singh, dan Arca Prajinaparamitha menjadi bukti nayata akan hal itu. Sejak tahun 2012, situs bersejarah ini resmi dibuka untuk umum dan menjadi objek wisata Indonesia. (Sumber : http://indonesiaexplorer.net/menguak-candi-muaro-jambi-peninggalan-sejarah-kerajaan-sriwijaya.html)
Tari Sekapur Sirih merupakan salah satu tarian tradisional khas daerah Jambi. Tari ini biasa dipersembahkan untuk menyambut tamu penting atau tamu besar. Biasa juga disebut tari selamat datang. Terdiri dari sembilan penari, lengkap dengan payung untuk memayungi tamu, serta berpakaian adat khas Jambi, berupa baju kurung, kain songket, dan hiasan kepala berupa sunting. Tak lupa pula salah satu penari membawa Cerano (wadah) berisi daun sirih yang nantinya akan diberikan kepada tamu tersebut. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Sekapur_Sirih).
Tari Sekapur Sirih merupakan salah satu tarian tradisional khas daerah Jambi. Tari ini biasa dipersembahkan untuk menyambut tamu penting atau tamu besar. Biasa juga disebut tari selamat datang. Terdiri dari sembilan penari, lengkap dengan payung untuk memayungi tamu, serta berpakaian adat khas Jambi, berupa baju kurung, kain songket, dan hiasan kepala berupa sunting. Tak lupa pula salah satu penari membawa Cerano (wadah) berisi daun sirih yang nantinya akan diberikan kepada tamu tersebut. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Sekapur_Sirih).
Serangko merupakan salah satu alat musik khas daerah Jambi. Alat musik tiup ini dulu digunakan di daerah Kerinci untuk terompet perang atau peringatan tertentu, seperti musibah kematian. Terbuat dari tanduk kerbau yang panjangnya mencapai 1,5 meter. (Sumber : http://alatmusiktradisional.com/alat-musik-tradisional-sumatera-jambi.html).
Serdam merupakan alat musik tradisional Jambi yang mirip dengan suling/seruling. Terbuat dari bambu berukuran kecil dan diberi lubang sebanyak empat buah. Biasa dipakai untuk mengiringi musik tradisional Melayu. (Sumber : http://alatmusiktradisional.com/alat-musik-tradisional-sumatera-jambi.html).
Prasasti Karang Berahi terletak di Dusun Batu Bersurat, Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Secara astronomis berada pada koordinat 02º03’16.22” LS dan 102º28’09.73” BT. Di situs ini ditemukan sebuah prasasti batu kemudian dikenal dengan nama Prasasti Karang Berahi. Prasasti ini bertuliskan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno, pertama kali ditemukan pada tahun 1904 oleh L. Berkhout , seorang kontrolir Belanda untuk daerah Bangko. Penemuan prasasti ini kemudian diteliti N.J. Krom, yang menyatakan Prasasti Karang Berahi merupakan salah satu prasasti yang dikeluarkan Kedatuan Sriwijaya. Krom juga membandingkan baik isi dan karakter huruf Prasasti Karang Berahi mirip dengan Prasasti Kotakapur (686 M) yang ditemukan di Pulau Bangka. Masih terkait dengan Situs Karang Berahi, yaitu adanya temuan struktur bata di lahan bekas persawahan penduduk di barat desa sekitar 200 m...