budaya
267 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Gereja Kristus Yesus didirikan pada tahun 1945 dengan nama  Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui atau CHCTCH. Berdirinya gereja tersebut dilatarbelakangi kebutuhan pelayanan kebaktian dalam bahasa Tionghoa. CHCTCH yang telah berganti nama menjadi Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar pada tahun 1963 berada di Jalan Mangga Besar I no. 74, Jakarta Barat. Banyak pihak yang dilibatkan dalam pembangunan maupun kegiatan pelayanan yang dilakukan dalam gereja sehingga masih bisa melayani jemaat sampai sekarang.. Posisi dari gereja itu sendiri unik karena bersebelahan dengan Majelis Taklim (MT) Al-Furqan yang merupakan tempat ibadah umat muslim dan di belakangnya terdapat Klenteng Lu Jiang Yang untuk tempat beribadah umat yang beragama Buddha. Dengan demikian Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar tidak hanya melayani umat yang seagama, namun juga bisa menjangkau mereka yang berbeda kepercayaan, suku, ras, dan budaya. Hal tersebut tidak hanya diterapkan dengan lingkungan sekitar gereja,...

avatar
OSKM18_16618116_Edward Widjaja
Gambar Entri
Ali Bagente, kuliner Betawi yang sudah punah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

 Seperti masyarakat lain, warga Betawi juga memiliki makanan tradisional yang khas. Sejak zaman dahulu, makanan ini biasanya lebih banyak dibuat ketika Ramadan tiba. Alhasil, suasana puasa pun semakin terasa nikmat. Selain itu juga mudah dibuat bilamana banyak nasi yang tidak habis tinggal berkerak. Makanan tradisional Betawi ini adalah Ali Bagente. Makanan ini merupakan campuran dari China, Arab, Jawa dan Betawi. Makanan ini bisa dikatakan sudah langka, bahkan orang-orang etnis Arab-Betawi pun sudah banyak yang tidak lagi mengenal jajanan ini. Paling-paling, makanan ini baru bisa ditemukan di sekitar kawasan Condet. Menurut Indra Sutisna, pengamat budaya Betawi, makanan ini amat sederhana. Ali Bagente terbuat dari kerak (sisa nasi yang mengeras di pantat kuali ketika menanak) yang dikeringkan, kemudian digoreng, dan disiram gula ganting (gula merah yang dikentalkan). “Diduga dulunya ada orang bernama Ali yang sangat suka jajanan ini dan cinta pada orang yang me...

avatar
Oskm18_16618173_rania
Gambar Entri
Tari Topeng Betawi
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Salah satu tarian khas Betawi adalah Tari Topeng Betawi yang merupakan tarian adat masyarakat Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Sunda.Tarian ini menggunakan topeng sebagai ciri khasnya.Dulu menurut kepercayaan masyarakat betawi, tari ini dipercaya dapat menjauhkan dari hal-hal yang buruk.Namun seiring dengan berubahnya zaman, tarian ini biasanya digunakan sebagai hiburan di acara adat, khitanan, pernikahan, dan untuk memeriahkan pesta. Pertunjukan Tari Topeng Betawi ini membawakan tema yang bermacam-macam, seperti kritik sosial, cerita legenda, dan sebagainya sehingga terdapat pesan yang dapat disampaikan melalui gerakan tariannya. Kostum yang digunakan dalam Tari Topeng Betawi ini juga tergantung pada tema yang dibawakan serta topeng yang digunakan para penari terbuat dari kayu & tidak memakai pengikat pada kepala, melainkan dengan cara di gigit dibagian dalam topengnya. Dalam menarikan Tari Topeng Betawi ini, ada 3 hal yang harus dimiliki penari yaitu penari harus lemah ge...

avatar
OSKM18_16618306_Siti Nurhaliza
Gambar Entri
Tari Topeng Betawi
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Salah satu tarian khas Betawi adalah Tari Topeng Betawi yang merupakan tarian adat masyarakat Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Sunda, Jawa Barat. Tarian ini menggunakan topeng sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan antara seni tari, musik, dan nyanyian.Tarian Topeng Betawi ini bersifat teatrikal dan memiliki unsur komunikasi meskipun lewat gerakan. Dulu menurut kepercayaan masyarakat betawi, tari ini dipercaya dapat menjauhkan dari hal-hal yang buruk. Namun seiring dengan berubahnya zaman, tarian ini biasanya digunakan sebagai hiburan di acara adat, khitanan, pernikahan, dan untuk memeriahkan pesta. Pertunjukan Tari Topeng Betawi ini membawakan tema yang bermacam-macam, seperti kritik sosial, cerita legenda, dan sebagainya sehingga terdapat pesan yang dapat disampaikan melalui gerakan tariannya. Kostum yang digunakan dalam Tari Topeng Betawi ini juga tergantung pada tema yang dibawakan serta topeng yang digunakan para penari terbuat dari kayu & tidak memakai...

avatar
OSKM18_16618306_Siti Nurhaliza
Gambar Entri
Asal mula Nasi Tumpeng
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Nasi Tumpeng - menurut agama Buddha - merupakan asimilasi budaya Indonesia dengan agama Buddha aliran Vajrayana/Tantrayana. Nasi tumpeng itu sendiri merupakan sebuah simbol mandala/persembahan.  Di tengah nasi tumpeng terdapat nasi kuning berbentuk kerucut. Nasi kuning ini mensimbolkan Gunung Semeru, dimana dalam agama Buddha Vajrayana merupakan gunung emas yang merupakan pusat dari dunia. Makanan pelengkapnya seperti perkedel, tempe orek, dan lain lain yang disajikan di sekitar nasi menyimbolkan 8 pulau yang berada di 8 mata angin. Sementara itu, potongan cabai yang tertusuk di nasi menyimbolkan matahari dan bulan. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16518269_chokyi
Gambar Entri
Kisah Kampung Kresek
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Kampung Kresek, merupakan sebuah daerah yang sekarang lebih dikenal dengan Cakung, lebih tepatnya daerah Tipar Cakung. Pada daerah tersebut, terdapat dua buah makam yang letaknya bersebelahan. Makam tersebut bernama Situs Keramat Buyut Kresek  dan  Situs Keramat Kumpi Ibu.  Situs Keramat Kumpi Ibu terletak di sebelah barat Situs Keramat Buyut Kresek yang berada di bawah pohon besar, bernama pohon kresek. Kedua makam ini dikeramatkan oleh warga setempat. Kisah Buyut Kresek telah ada sejak zaman Kerajaan Tarumanegara. Buyut Kresek merupakan seorang Begawan yang mendapat perintah dari Prabu Purnawarman (Raja Purnawarman) untuk membuat kali Ghomati pada abat 5-6 M. Kali Ghomati yang panjangnya 11km membentang dari pusat Kerajaan Tarumanegara sampai Sakapura. Seusai pembuatan kali Ghomati, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Tugu, Raja Purnawarman memberi 1000 ekor sapi kepada 1000 orang Brahmana di daerah yang sekarang dikenal dengan Pulo Gebang. Warga setempat...

avatar
OSKM18_16518139_Martinus
Gambar Entri
Musik Indah dari Jakarta
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Seperti yang kita tahu, pulau Jawa terdiri dari beragam daerah yang memiliki suku dan  budaya yang berbeda. Salah satunya adalah daerah khusus ibukota Jakarta atau yang biasa dikenali dengan nama DKI Jakarta. Penduduk asli dari DKI Jakarta adalah suku betawi, yang sudah menempati Jakarta sejak abad ke-17. Pada waktu itu DKI Jakarta masih bernama Batavia. Mengenai asal usul penduduk asli Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil perkawinan antar etnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh  Belanda  ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang  Sunda ,  Melayu ,  Jawa ,  Arab ,  Bali ,  Bugi...

avatar
OSKM_16118056_Yosua Natanael
Gambar Entri
GPIB Immanuel Jakarta, Gereja Yang Dahulu Kala Hanya Untuk Petinggi Hindia Belanda
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

GPIB Immanuel, atau yang dikenal dengan nama Gereja Immanuel, merupakan sebuah Gereja bersejarah yang terletak di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Peletakan batu pertama Gereja yang dirancang oleh J.H. Horst ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 1935 dan selesai pada 24 Agustus 1939. Gereja ini dulunya bernama Willemskerk untuk menghormati raja Willem I, raja Belanda yang berkuasa dari tahun 1813 sampai tahun 1840.  Pilar-pilar putih bergaya Eropa klasik menopang teras Gereja ini. Tangga masuk Gereja ini berbahan kayu jati yang tingginya lebih dari 5 meter. Pohon-pohon rindang yang ada di halaman Gereja ini juga menambah kesan hijau pada Gereja ini. Masuk lebih dalam, bangku-bangku gereja terbentang. Ada dua bagian bangku yakni di sisi tengah dan di sisi tembok. Bangku di tengah dalam terbujur dalam beberapa baris, sementara deretan bangku sisi tembok melengkung. Hal paling menarik ketika sampai di ruang utama Gereja Immanuel Jakarta adalah pipa-pipa orgel cantik ya...

avatar
OSKM_16018098_Stefanus
Gambar Entri
Cagar Alam Rumah si Pitung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Rumah si Pitung sebenarnya adalah rumah saudagar kaya yang bernama Haji Naipin. Beliau menghibahkan rumahnya kepada si Pitung. Si Pitung dikejar-kejar Kompeni Belanda karena dia penentang garis keras kompeni Belanda. Si Pitung menjadikan rumah tersebut untuk padepokan silat. Ia berniat membantu Rakyat Betawi supaya berani melawan Kompeni Belanda dan jangan mau dijajah terus. Rumah si Pitung letaknya dekat Pantai Marunda, dekat masjid Al-Alam juga. Bentuk rumahnya seperti rumah panggung dengan kamar tidur 1, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan pintu belakang. Rumah si Pitung adalah saksi perjuangan si Pitung untuk menentang kebengisan Kompeni Belanda. Oleh karena itu, pemerintah DKI Jakarta menjadikan rumah si Pitung sebagai Cagar Budaya Betawi di Pesisir Pantai Utara Jakarta. Rumah si Pitung telah mengalami beberapa kali perbaikan sampai saat ini. Dari awal masih tanah hingga sudah diperbaiki jalanan akses menuju rumah Pitung. Dan menjadi salah satu tempat destinasi wisata jakar...

avatar
OSKM_16718362_Griselda Melania Yahya