Nama bubur ini adalah bubur sagu rangi. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahan utama bubur ini adalah dari sagu rangi (bukan tepung sagu). Rasanya mantab, dengan saus gula merah yang dipadukan dengan nangka matang membuatnya terasa wangi dan pastinya sangat istimewa untuk sajian keluarga tercinta. Terkadang anak-anak di rumah pengen dibuatkan hidangan sebagai pelengkap makan. Oleh karena itu bunda juga harus kreatif dalam memilih dan memilah apa yang semestinya bisa dilakukan di rumah. Percaya deh dengan bubur sagu rangi ini mereka tak bosan-bosannya menikmati sajian ini. Bahan Bubur Sagu Rangi 150 gram sagu rangi 1.000 ml air untuk merendam 200 gram gula pasir 1/2 sendok teh garam 2 lembar daun pandan, diikat simpul 1.250 ml air 150 gram talas kukus, dipotong-potong kotak Bahan Sausnya 400 ml santan dari 1/2 butir kelapa 1/4 sendok teh garam 2 lembar daun pandan, diikat simpul 100 gra...
Usai kita memahami bahwa kata-kata mempunyai kekuatan yang luar biasa' kemudian kita berkeinginan memfungsikan kekuatan ini sebaik mungkin agar memberikan kebaikan bagi kita. Terdapat tiga kaidah yang seharusnya kita ingat-ingat dalam mengendalikan kekuatan kata-kata agar membawa dampak yang positif bagi kita. Berucap Positif Ilustrasi berikut dapat menerangkan bagaimana kata-kata baik yang disampaikan seseorang bisa menghindarkannya dari persoalan. Pada suatu malam, seorang raja bermimpi aneh. Dalam mimpi tersebut gigi sang raja terlepas semuanya. Paginya dirinya mengundang ahli ilmu yang dapat menafsirkan mimpi tersebut. Orang pintar pertama yang diseru berkata kepada raja, "Paduka Raja, mimpi Paduka maknanya bahwa semua keluarga dan kerabat dekat Paduka akan wafat." Mendengar berita yang jelek ini, kemarahan sang raja membludak. Sang raja menginstruksikan pada prajuritnya untuk memenjarakan orang pandai pertama tersebut. Berikutnya Raja mengundang orang kedua un...
Pletokan adalah permainan tradisional yang berasal dari Jakarta. Permainan yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi anak laki-laki, karena dengan permainan ini mereka akan merasakan serunya peperangan, dalam permainan ini juga mengajarkan arti pentingnya strategi dan kerjasama kelompok. Nama pletokan diambil dari bunyi yang dihasilkan oleh bambu dengan ukuran 30- 40 cm dan diameter ½ cm – 2 cm. Permainan ini mencerminkan peperangan, zaman dahulu yang belum menggunakan senjata modern seperti pistol. Permainan ini mengajarkan bahwa pentingnya, bekerja sama dan mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan. Cara Bermain: Buatlah dua kelompok dan carilah tempat yang bisa digunakan untuk bersembunyi dan menembak. Peluru terbuat dari kertas yang di basahi dan dibuat bulat lalu di masukan ke lubang bambu. Pemain memiliki tiga kali kesempatan, jika sudah terkena tembakan selama tiga kali maka akan gugur. Ronde berlangsung 2 kali, jik...
Mimisan atau hidung yang mengeluarkan dara, penyakit ini sering menyerang anak-anak. Tanda-tandanya darah segar kerap keluar dari lubang hidung, daarah yang keluar bisa sedikit dan bisa banyak. Mimisan dapat diobati dengan daun sirih, caranya: gukung selembar daun sirih lalu gulungan daun tersebut dimasikkan kedalam lubang hidung yang terkena mimisan, diamkan gulungan daun sirih tersebut hingga mimisan sembuh. Sumber: ImajiNews
Kalau tidak, nona, karena bulan, sayang Tidaklah bintang, ya nona, tidaklah bintang ya nona meninggi hari Kalau tidak, nona, karena tuan, sayang Tidaklah kami, ya nona, tidaklah kami, ya nona sampai kemari Sirih kuning, nona, batangnya ijo, nona Yang putih kuning, ya nona, yang putih kuning, ya nona memang sejodo Ani-ani, nona, bukannya waja, sayang Dipakailah anak, ya nona, dipakailah anak. ya nona patah tangkainya Kami nyanyi, nona, memang sengaja, sayang Lagunya asli, ya nona, lagunya asli, ya nona pusaka lama Sirih kuning, nona, lagi ditampin, nona Kami menyanyi, ya nona, kami menyanyi, ya nona mohon berhenti Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-dki-jakarta.html
Dilihat dari bentuknya, rumah tradisional Betawi memperlihatkan pengaruh arsitektur luar, seperti Eropa, Cina, dan Arab. Hal ini terlihat dari bentuk pintu, jendela, lubang angin, dan ornamen-ornamen lain. Kendati demikian, bentuk arsitektur lokal juga tidak ditinggalkan, salah satunya adalah bentuk rumah panggung. Kalaupun bukan rumah panggung, lantai rumah dibuat lebih tinggi dari tanah. Seperti layaknya daerah lain di Indonesia, suku Betawi juga memiliki rumah adat yang sangat unik. Ada dua jenis rumah adat Betawi. Yang pertama adalah Rumah Bapang atau sering disebut Rumah Kebaya. Ciri khas rumah ini adalah teras rumahnya yang luas, disanalah ruang tamu dan bale atau kursi tempat santai pemilik rumah berada, dengan gaya bangunan semi terbuka hanya di batasi pagar setinggi 80 cm. Lisplank rumah kebaya diukir dengan ornamen segitiga berjajar (gigi balang). Di bagian tengah sebagai ruang tinggal tertutup dinding, di luarnya merupakan teras terbuka dikelilingi pagar karawang rend...
Dalam khazanah cerita rakyat Betawi terdapat sebuah cerita yang terkenal yaitu “Nyai Dasima”. Ketenaran cerita ini dapat dibuktikan dengan kemunculan dalam berbagai bentuk : prosa (novel, bacaan anak – anak), puisi (syair, pantun), drama (Komedie Stamboel, Miss Riboet), film dan sinetron. Cerita ini semakin bertambah popular karena adanya lintas budaya. Cerita ini tidak saja terdapat dalam budaya Betawi dengan ditampilkan dalam pertunjukan lenong, misalnya, tetapi juga dalam budaya Sunda (Gending Karasmen), dan budaya Jawa (Rombongan Sandiwara Lokaria). Pada tahun 1896 G. Francis menerbitkan novel yang diberi judul Tjerita Njai Dasima . Henry Chambert – Loir dalam “Malay Literature in the 19th Century” menyebutkan bahwa di Leningraad terdapat cerita “Nyai Dasima” dalam koleksi Akhmad Beramka tentang syair nomor 68. Tidak disebutkan tahun penciptaan manuskrip ini, namun Akhmad Beramka aktif menulis antara tahun 1906 sampa...
Apakah kalian pernah mendengar lirik lagu ini? “Ular naga panjangnya bukan kepalang, berjalan-jalan selalu riang kemari, umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dia nya yang terbelakang”, ya ini merupakan lagu biasa dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain ular naga, permainan tradisional ini bisa membuat jantung menjadi deg-degan diringi canda tawa yang menyenangkan. Sejarah Permainan Keberadaan ular naga sudah diketahui sejak zaman dahulu, permainan ini membutuhkan pemain yang banyak, permainan tradisional ular naga merupakan permainan turun temurun dan asal usulnya tidak begitu jelas dan seperti apa latar belakang permainan ini, yang pastinya permainan ini memiliki nilai sejaranya sendiri. Nama ular naga pada permainan ini disebabkan karena permainan ini membentuk barisan memanjang yang diibaratkan seperti ular, ular naga adalah hewan mitos yang keberadaannya tidak pasti. Peraturan dan Cara Bermain Permainan ini membutuhkan 10 orang pe...
Permainan tradisional lompat tali merupakan permainan yang terbuat dari karet gelang, keret gelang dihubungkan dengan cara mengikatnya hingga membentuk panjang. Permainan ini pada umumnya sering dimainkan oleh anak-anak perempuan. Tali dari karet gelang yang digunakan adalah karet gelang yang belum matang. Sejarah Permainan Tradisional Lompat Tali Permainan tradisional ini sudah ada sejak Belanda masih menjajah Indonesia, pada awalnya permainan ini hanya dimainkan oleh anak-anak Belanda yang berada di Indonesia. Ada juga yang berpendapat kalau asal permainan tradisional ini berasal dari Benua Eropa yang kemudian menyebar ke benua-benua lainnya termasuk ke benua Asia Tenggara tepatnya di Indonesia. Beberapa pendapat lain juga mengatakan bahwa permainan ini berasal dari Cina, Mesir, Australia dan negara lainnya, tidak ada kejelasan yang pasti mengenai sejarah permainan tradisional satu ini. Peraturan dan Cara Bermain Pemain dalam permainan in...