HARI PAHLAWAN
133 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
BATU BADAONG (CERITA RAKYAT MALUKU)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

Di sebuah desa di pulau Tanimbar (Maluku), hiduplah seorang pria kaya bersama istri dan 2 orang anak yang sudah tumbuh menjadi seorang pemuda dan seorang gadis, mereka berdua sangat dimanjakan oleh ayah mereka sehingga mereka mempunyai sifat yang malas dan sombong. Mereka memiliki banyak pelayan yang siap melayani semua keinginan mereka. Ketika ayah mereka meninggal, semua pelayan pergi karena tidak tahan dengan perlakuan mereka. Sehingga sang ibulah yang menggantikan tugas-tugas para pelayan itu. Mulai dari mempersiapkan makanan, menyapu, mengepel, hingga menyetrika dikerjakan oleh ibunya dengan ikhlas. Namun, sungguh tidak terpuji. Kedua anak itu memperlakukan ibu mereka seperti pelayan. Jika ada yang salah mereka tak segan-segan membentak, seperti seorang majikan yang sedang marah kepada budaknya. Hati ibu yang malang sungguh sangat sakit, tetapi hanya bisa pasrah. Bagimanapun juga, mereka adalah putra-putrinya tercinta. Sekurang-ajar apapun perlakuan mereka, ibuny...

avatar
Roro
Gambar Entri
Legenda Asal Mula Telaga Biru
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

Dahulu kala Di provinsi Maluku, di daerah Halmahera terdapat sebuah air di antara pembekuan lahar panas. Karena menggenang dalam waktu yang cukup lama. Sehingga membuat airnya menjadi berubah warna menjadi biru. Karena peristiwa ini aneh, penduduk desa di daearah sana membuat acara ritual untuk menemukan jawaban atas kejadian ini.   “Timbul dari Sininga irogi de itepi Sidago kongo dalulu de i uhi imadadi ake majobubu” Timbul dari akibat patah hati yang remuk-redam, meneteskan air mata, mengalir dan mengalir menjadi sumber mata air. Itulah arti kejadian tersebut, yang ditemukan berkat ritual.   Setelah Ritual itu selesai di lakukan maka, Kepala Desa menyuruh warganya untuk berkumpul di pusat desa. Tetua adat dengan penuh wibawa bertanya “Di antara kalian siapa yang tidak hadir namun juga tidak berada di rumah”. Para penduduk mulai saling memandang. Masing-masing sibuk menghitung jumlah anggota keluarganya. Akhirnya diketahui bawa ada...

avatar
Roro
Gambar Entri
Legenda Tanjung MarthaFons
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

Ada satu Desa di jazirah Baguala namanya Desa Poka, biasanya disebut Desa Poka-Rumah Tiga. Dulu di Desa ini tinggal satu keluarga yang sangat sederhana namun mereka hidup bahagia. Kepala keluarga bernama Bapak Bram. Beliau bekerja sebagai petani dan biasanya mendayung perahu membawa penumpang dari Poka-Rumah Tiga ke Galala pulang pergi, sedangkan istrinya bernama Ibu Mina. Ibu Mina adalah wanita yang cantik, rajin dan bekerja membantu Bapak Bram menambah penghasilan keluarga yaitu dengan cara bakar sagu untuk dijual. Bapak Bram dan Ibu Mina mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik, saat itu berusia 16 tahun. Anak itu bernama Martha, berkulit hitam, rambutnya ikal panjang terurai hingga betis. Setiap sore sehabis Ibu Mina membakar sagu, biasanya Martha berjalan menjual sagu kepada orang-orang disekitar Desa Poka. Dia selalu memakai baju cele merah muda (baju adat wanita Ambon), dengan rambut yang dikonde, dan sagu ditaruh diatas baki. Martha berjalan menjualnya denga...

avatar
Roro
Gambar Entri
Aer Goraka dari Ambon
Makanan Minuman Makanan Minuman
Maluku

Aer goraka yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai air jahe ini biasa disajikan bersama dengan pisang goreng dan kacang tanah yang telah digoreng terlebih dahulu. Aer goraka sering disajikan pada sore atau malam hari terlebih ketika cuaca sedang mendung dan hujan. Sumber :  http://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-ambon/

avatar
Roro
Gambar Entri
Makan Patita tradisi dari Ambon
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Maluku

Makan Patita adalah tradisi yang rajin dilakukan dalam setahun. Makan Patita diselenggarakan untuk merayakan hari-hari penting seperti 17-an, HUT kota dll. Makan  Patita adalah tradisi makan bersama sekelompok masyarakat dengan menyajikan menu makanan khas Maluku seperti ikan asar, kokohu, patatas rebus, singkong rebus dll. Setiap rumah akan memasak menu khas Maluku dalam jumlah banyak kemudian, menu-menu itu akan dibawa ke lokasi makan patita untuk dimakan bersama-sama. Makan Patita biasanya berlokasi ditempat terbuka seperti lapangan, jalan-jalan desa dan ada juga yang didalam gedung. Meja Patita adalah sebutan untuk tempat meletakan makanan. Biasanya meja patita ada yang terbuat dari daun kelapa atau daun pisang yang ditata disepanjang jalan/lokasi sebagai alas, ada juga yang menggunakan meja kayu yang ditutupi daun pisang sebagi meja. Tradisi ini bertujuan untuk mengenalkan menu khas Maluku juga meningkatkan kekerabatan dan kebersamaan dalam kehidupan masyrakat. ...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pukul Sapu tradisi unik di Ambon
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Maluku

Pukul Sapu adalah tradisi berikutnya. Pukul Sapu merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat desa Mamala sebuah desa yang berada di pulau Ambon.Tradisi ini dilakukan setiap 7 Syawal atau sepekan setelah hari raya Idul Fitri, tradisi ini dilakukan oleh para lelaki. Mereka bertelanjang dada dengan menggunakan celana pendek dan ikat kepala. Sebelum mereka melakukan aktraksi pukul memukul mereka akan dikumpulkan di rumah adat untuk mengikuti serangkaian acara adat dan meminta doa kepada leluhur agar diberkati. Pemain pukul sapu berjumlah 10 sampai 15 orang yang terbagi dalam 2 kelompok dengan warna celana berbeda. Mereka memegang sapu lidi yang terbuat dari tulang daun pohon mayang (Pohon Enau) dengan panjang sekitar 1,5 meter dengan diameter pangkal lidi 1-3 cm. Mereka akan mulai saling memukul sampai tubuh mereka luka-luka dan bengkak, namun para pemain pukul sapu mengatakan bahwa mereka tidak pernah merasa sakit pada tubuh mereka, mereka hanya mereasa nyaman dan geli ket...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tradisi Timba Laor dari Ambon
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Maluku

Laor adalah sebutan untuk hewan laut mirip cacing yang hidup dikarang. Biasanya masyarakat akan pergi ke pantai pada malam hari untuk mengambil hewan ini. Hewan ini dimakan dengan mentah atau digoreng. Laor mentah hanya dicampur dengan cuka dan garam ditambah irisan bawang merah sedangkan laor yang digoreng tentunya digoreng seperti biasa. Namun tradisi ini tidak setiap tahunnya ada karena laor tidak muncul setiap tahunnya.  Sumber :  https://keepo.me/royke.warella/7-tradisi-masyarakat-maluku-yang-menjadi-daya-tarik-pariwisata

avatar
Roro
Gambar Entri
Sopi, Si Pendamai dan Pemecah Masalah #DaftarSB19
Makanan Minuman Makanan Minuman
Maluku

Dalam banyak tradisi lokal di Indonesia, minuman beralkohol memainkan peran yang cukup penting. Minuman-minuman ini dikenal dengan berbagai nama dan sebutan salah satunya adalah sopi. Sopi adalah minuman beralkohol lokal yang terkenal sepanjang Nusa Tenggara hingga Maluku. Di Maluku Tenggara Barat, sopi dibuat dari sari pohon enau (Arenga pinnata). Masyarakat lokal mengenal pohon ini dengan nama Pohon Koli atau Pohon Tuak. Sopi dibuat dari sari pohon yang telah disuling. Sopi hasil sulingan pertama biasanya memiliki kadar alkohol yang cukup kuat. Sopi ini pun dikenal dengan nama sopi kepala. Masyarakat Maluku Tenggara Barat percaya bahwa konsumsi sopi kepala seharusnya tidak boleh lebih dari satu sendok teh setiap hari. Dan fungsi utama sopi kepala adalah sebagai obat. Hasil sulingan setelahnya lah yang biasa hanya disebut dengan nama sopi. Dalam banyak kegiatan masyarakat, sopi memiliki peran yang cukup penting. Mulai dari menyambut tamu, pernikahan, kematian, hingga sebaga...

avatar
Eva Jessica
Gambar Entri
Tempayan Soya cerita rakyat Ambon
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

Salah satu yang paling menarik adalah mengunjungi salah satu kampong di daerah pegunungan yakni Desa Soya. Letaknya sekitar 400m di atas permukaan laut, pada permukaan gunung sirimau (950m). Desa Soya indah dan penuh tumbuhan yang hijau dan udara pegunungan yang sejuk dan di penuhi aroma Cengkih, Pala, buah-buahan. Di Desa ini juga ada cerita misterius bercampur legenda dan mitos tentang cerita putri raja Soya yang bernama ”LUHU“ itu masih tetap di ceritakan secara turun temurun. Mitos ini berawal pada Zaman Penjajahan. Putri raja Soya yang bernama LUHU jatuh cinta pada seorang perwira Belanda, namun pernikahan mereka tidak di setujui sang ayah. Akibatnya putri LUHU membunuh dirinya. Arwahnya tidak pernah menemukan kedamaian dan kerap kembali ke Soya untuk menculik laki-laki sebagai suami yang tidak pernah ia kawini atau anak-anak yang tidak pernah ia peroleh. Setelah beberapa hari barulah korban penculikan ditemukan, kadang masih hidup atau sudah mati. Bila masih hidup maka k...

avatar
Widra