Bahan-bahan: 1 kg ikan (Ikan Alu-alu, bisa ikan laut lain) 800 gr tepung kanji 6 siung bawang putih 4 bungkus masako 4 biji telur 200 gr gula halus 1,5 sdm soda kue 2 liter minyak untuk menggoreng Langkah -Campurkan telur, gula dan soda kedalam wadah kemudian mixer sampai mengembang kurang lebih 5 menit -Masukkan masako, soda, bawang putih dan ikan aduk hingga rata -Campurkan tepung sedikit demi sedikit hingga kalis -Ambil sedikit adonan dan bentuk memanjang seperti pipa lalu potong kecil-kecil -Lalu goreng, 1 kali penggorengan memakan waktu sekitar 20 menit, cukup lama karena kalau tidak lama tidak akan matang sampai ke dalam. -Siap untuk disajikan. Sumber: https://cookpad.com/id/resep/823710-amplang-etam Lokasi Penjual: Amplang Sibayak Alamat: Jl. Jenderal Sudirman, Gn. Bahagia, Balik...
Hati Masak Hijau Cara Membuat: Haluskan bawang merah, bawang putih,cabai hijau, dan tomat, tumis hingga harum. Tambahkan serai memar, perahan jeruk nipis, dan garam, lalu masukkan potongan tipis hati sapi goreng. Tumis sejenak. Sumber: Suryatini N. Ganie (2010). Mahakarya kuliner: 5000 resep makanan & minuman di Indonesia dengan rasio perbandingan dasar bumbu dan bahan . Gramedia Pustaka Utama.
Jala Berurai Cara Membuat: Bungkus tepung beras dengan kain dan kukus. Angkat dan buka bungkusan, siram tepung dengan air sambil menguleni hingga menjadi adonan lumat. Cetak serasi, lalu kukus hingga matang. Sumber: Suryatini N. Ganie (2010). Mahakarya kuliner: 5000 resep makanan & minuman di Indonesia dengan rasio perbandingan dasar bumbu dan bahan . Gramedia Pustaka Utama.
Jus Nipah Cara Membuat: Campurkan isi buah nipah dengan gula pasir, lalu haluskan dengan pemadu (blender). Sajikan dengan es batu dan susu kental manis. Sumber: - Suryatini N. Ganie (2010). Mahakarya kuliner: 5000 resep makanan & minuman di Indonesia dengan rasio perbandingan dasar bumbu dan bahan . Gramedia Pustaka Utama. - https://www.qureta.com/post/pesisir-kubu-lestari
TIDAK ada orang Dayak tanpa hutan. Pemanfaatan hutan karena itu merupakan salah satu ciri yang mengakar dalam kehidupan, kebudayaan dan adat istiadat suku Dayak sejak nenek moyang mereka. Masyarakat Dayak Kenyah misalnya, mengenal konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam lewat tana’ ulen . Tana’ artinya tanah, ulen artinya dibebankan hak, milik . Dalam pengertian sempit, tana’ ulen adalah istilah untuk menyebut sesuatu yang telah dianggap sebagai milik, atau telah dikuasai dan pemanfaatan dan akses terbatas, dan dijadikan simpanan,. Secara luas, pengertian tana’ ulen adalah kawasan hutan yang dijadikan milik dan hutan lindung adat, dan pengelolaan dan pemanfaatannya juga diatur secara bersama agar agar tetap lestari untuk generasi sekang dan mendatang. Tana ’ u len biasanya berupa areal hutan yang kaya akan sumber daya alam seperti rotan ( Calamus spp ), sang (Licuala sp)...
Sarung Samarinda atau Tajong Samarinda adalah jenis kain tenunan tradisional yang bisa didapatkan di Kota Samarinda , Kalimantan Timur . Kain yang juga dikenal dengan sebutan Tajong Samarinda ini populer sebagai cendera mata khas Samarinda sejak tahun 1950-an. Menurut data Dinas Kebudayaan Kota Samarinda. Tajong Samarinda adalah bentuk asimilasi budaya antara suku Bugis Wajo, Kutai dan ukiran khas Dayak. Suku Bugis Wajo dikenal sebagai penenun berbakat, di tanah Sulawesi sana mereka masih menjaga erat tradisi menenun leluhur mereka. Sarung ini ditenun dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang disebut Gedokan . Produk yang dihasilkan untuk satu buah sarung memakan waktu 15 hari. Ciri khas Sarung Samarinda adalah bahan bakunya yang menggunakan sutera yang khusus didatangkan dari Cina. Sebelum ditenun, bahan baku sutera masih harus menjalani beberapa proses agar kuat saat dipintal. Proses pembuatan Tajong Samarinda yang ber...
Tenggarong (ANTARA News Kaltim) - Apa jadinya jika seorang warga yang logat Jawanya masih kental (medok) tapi "bemamai" (ngomel-ngomel) dengan nada tinggi 'pake' Bahasa Kutai ? Kesan pertama, baik bagi yang memahami sedikit Bahasa Kutai ataupun tidak samasekali akan menggelitik "sense of humor" karena terdengar aneh dan lucu. "Lopat leh awak ni, jadi kanak bini pembayut beneh, ndik ndak sama sekali bantu emek betepas atau masak, malah pacaran terus. Mun awak gini terus, kanak laki mana yang endak dengan awak, Tanya aja ke penonton, siapa yang endak dengan awak," tutur ibu peserta itu sambil berkacak pinggang dan sekali-kali telunjuk tangan kanannya menuding si anak. Artinya kira-kira demikian, "Astaga kamu ini, jadi perempuan tapi betul-betul pemalas, sama sekali tidak mau bantu mama mencuci atau memasak, malah pacaran terus. Kalau kamu begini terus, laki-laki mana yang mau dengan kamu. Tanya saja ke penonton, siapa yang mau sama kamu"." Mende...
Gasing sendiri merupakan salah satu khasanah permainan tradisional anak-anak Nusantara yang layak untuk dilestarikan, namun sangat disayangkan permainan gasing tradisional ini pada masa sekarang cenderung terlupakan dan tergantikan oleh beragam jenis permainan produk asing. Padahal permainan gasing tradisional pada masa lalu tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Kalimantan hingga Papua. Gasing sendiri adalah benda yang dibuat sedemikian rupa dari bahan kayu atau bambu dengan cara memainkannya yang harus diputar menggunakan seutas tali. Bentuk gasing sendiri cukup banyak dan setiap daerah juga memiliki beberapa bentuk Gasing, jika di Jawa memiliki gasing dengan delapan bentuk, sedangkan di Toraja, Sulawesi Selatan mengenal gasing dalam 32 bentuk. Sementara di Kalimantan khususnya Kalteng dalam permainan gasing tradisional atau Bagasing mengenal Gasing dalam dua varian bentuk yakni Gasing Pantau dan Gasing...
Sejarah Permainan Traditional Egrang - Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dengan ukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak besar. Permainan ini sudah tidak asing lagi, mekipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan permainan yang membutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh. . Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkak...