Motif Kain
Motif Kain
Motif Kain Kalimantan Timur Samarinda
Sarung Samarinda
- 10 Maret 2018

Sarung Samarinda atau Tajong Samarinda adalah jenis kain tenunan tradisional yang bisa didapatkan di Kota SamarindaKalimantan Timur. Kain yang juga dikenal dengan sebutan Tajong Samarinda ini populer sebagai cendera mata khas Samarinda sejak tahun 1950-an. Menurut data Dinas Kebudayaan Kota Samarinda. Tajong Samarinda adalah bentuk asimilasi budaya antara suku Bugis Wajo, Kutai dan ukiran khas Dayak. Suku Bugis Wajo dikenal sebagai penenun berbakat, di tanah Sulawesi sana mereka masih menjaga erat tradisi menenun leluhur mereka. Sarung ini ditenun dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang disebut Gedokan. Produk yang dihasilkan untuk satu buah sarung memakan waktu 15 hari. Ciri khas Sarung Samarinda adalah bahan bakunya yang menggunakan sutera yang khusus didatangkan dari Cina. Sebelum ditenun, bahan baku sutera masih harus menjalani beberapa proses agar kuat saat dipintal.

Proses pembuatan Tajong Samarinda yang bermula dari benang sutra yang diimpor dari China, pewarnaan benang, proses pemintalan, aksi para penenun di gedokan, hingga membeli langsung ke penenun atau koperasi yang menyediakan Tajong Samarinda yang sudah jadi. Harga bervariasi dari Rp 275 ribu hingga Rp 800 ribu, bergantung motif dan kerumitannya. Lama pengerjaan satu Tajong standar sendiri berkisar 2 minggu.

Sehelai sarung yang dihasilkan pengrajin biasanya memiliki lebar 80 centimeter dan panjang 2 meter. Dengan ukuran sarung sebesar itu pasti ada jahitan sambungan di bagian tengahnya yang dibuat dengan menggunakan tangan. Sarung asli tidak pernah disambung dengan menggunakan mesin jahit. Inilah salah satu cara untuk membedakan kain yang asli dari yang palsu atau buatan mesin pabrik.

 

Sejarah

Keberadaan para penenun kain ini adalah bagian dari sejarah eksodus Bugis Wajo yang diperkirakan tiba di tanah Borneo sekitar tahun 1668. Rombongan ini dipimpin oleh La Mohang Daeng Mangkona, yang masih berdarah biru kesultanan Gowa. Rombongan ini hijrah ke wilayah Kesultanan Kutai karena konsekuensi Perjanjian Bongaya yang merugikan Kerajaan Gowa, terlebih mereka telah kalah perang setelah diserbu pasukan Belanda. Para eksodus ini lalu mendapat perlindungan suaka dari Kesultanan Kutai dengan perjanjian La Mohang Daeng Mangkona harus tunduk kepada Kesultanan Kutai. Bentuk suaka yang diberikan adalah koloni wilayah baru di mana La Mohang Daeng Mangkona dan seluruh keluarga serta pengikutnya kemudian bermukim dan bercocok tanam di daerah yang sekarang dikenal sebagai Samarinda Seberang. Yang kemudian menjadi pusat peradaban di selatan sungai Mahakam. Cikal bakal kota Samarinda.

Orang Bugis pendatang inilah yang mengembangkan corak asli tenun Bugis menjadi tenun Samarinda.

 

Alat Tenun

Alat tenun tradisional Sarung Samarinda secara keseluruhan terbuat dari kayu, tanpa ada yang bermesin. Semua peralatan tersebut dibuat secara sederhana, dan seluruh proses menenun dikerjakan oleh tenaga manusia, dari memberi warna benang, memintal, menenun sampai mencuci, tidak ada yang dilakukan oleh mesin. secara keseluruhan peralatan tenun sarung samarinda terbagi atas 4 bagian:

  1. Unuseng (alat pemintal)
  2. Saureng (alat penyusun corak)
  3. Apparising (alat tempat memasukkan benang)
  4. Pemalu (alat tempat penggulung benang)

 

Bahan

Bahan yang digunakan untuk membuatan Sarung Tenun Samarinda adalah:

  1. Benang Sutra alam atau Warm Silk
  2. Benang Sutra Import yang disebut Spoon silk
  3. Bahan pewarna yang bermacam-macam warna Import

pada umumnya bahan-bahan tersebut diimport dari Jerman dan Jepang.

 

Corak dan Warna

Warna yang dominan adalah warna-warna tua dan kontras. warna-warna yang dominan adalah: hitamputihmerahungubiru laut, dan hijau. sedangkan warna lain hampir tidak pernah tampil. Corak yang dibuat dalam Sarung Samarinda sangatlah beragam, serta memiliki makna dan nilai filosofi masing-masing, berikut beberapa corak sarung Samarinda yang umum di tenun.

 

  • Lebba Suasa

Corak labba suasa adalah corak yang pertama kali dibuat oleh para pengerajin tenun Samarinda. Namun kini corak lebba suasa tidak dikeluarkan lagi, hal tersebut dikarenakan corak lebba suasa jarang yang menggemari dipasaran, didaerah asalnyapun (Sulawesi Selatan) sorak ini jarang lagi terlihat. corak labba suasa terdiri dari 2 warna, yaitu warna hitam dan putih. pada tepi atau sisi sarung diberi corak warna merah.

 

  • Kamummu (Hatta)

Corak Kamummu (Hatta) yaitu warna biru yang dikombinasikan dengan warna hitam.corak kamummu disebut juga corak Hatta, penamaan corak Hatta ini tidak terlepas dari faktor sejarah. Dimana pada saat Dr. Mohammad Hatta menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pada saat itu berkunjung ke Samarinda, dan oleh Koperasi RUWI (Rukun Wanita Indonesia) Cabang Samarinda menyerahkan sarung samarinda bercorak Kamummu kepada Moh. Hatta. sejak saat itulah corak Kamummu disebut juga corak Hatta.

 

  • Anyaman Palupuh (Tabba)

Corak anyaman palupuh disebut juga corak tabba. corak ini terdiri dari 2 macam: yaitu tabba biasa dan tabba galak. disebut anyaman palupuh karena corak ini menyerupai bambu. Tabba atau palupuh artinya bambu.

 

  • Assepulu Bolong

Pulu atau pulut artinya ketan. bolong artinya hitam. Assepulu bolong artinya Ketan Hitam. Disebut demikian karena corak ini warnanya hitam, sehitam beras pulut hitam. Warna hitam yang bersih dan bercahaya indah.

 

  • Rawa-Rawa Masak

Rawa-rawa yaitu nama sejenis buah jambu. Rawa-rawa yang masak berwarna merah muda atau lembayung. Dinamakan demikian karena corak ini berwarna lembayung seperti warna rawa-rawa masak.

 

  • Coka Manippi

Corak ini mempunyai latar belakang cerita tentang putri bangsawan Kutai yang suatu hari bermimpi masuk kedalam surga loka. di dalam mimpi tersebut sang putri melihat warna-wani yang sangat menawan hatinya, dan ketika terbangun dari mimpinya sang putri sangat gundah dan merindukan warna yang ada dalam mimpi tersebut. Kemudian sang putri memanggil penenun untuk menenun sarung dengan warna-wani yang ada dalam mimpinya. Corak tersebut selanjutnya disebut Coka Manippi yang artinya ditaklukkan oleh mimpi. Menurut riwayatnya bahwa pada zamanya dulu corak Coka Manippi dilarang dipakai oleh masyarakat biasa. Corak ini khusus untuk dipakai oleh keluarga bangsawan Kutai.

 

  • Billa Takkajo

Corak ini dalam bahasa Indonesia artinya cahaya kilat. Billa Takkajo artinya kilat memintas. Dengan dominan warna merah, biru dengan garis putih.

 

  • Garanso

Corak ini hanya terdiri dari 2 warna yaitu warna hitam dan biru tua. Garanso artinya garang atau galak. Paduan warna hitam biru merupakan warna yang galak.

 

  • Burica

Corak Burica artinya merica atau sahang. Corak ini seperti butir-butir sahang, bunga bulat-bulat kecil sebesar sahang, oleh sebab itu disebut corak burica.

 

  • Siparape

Siparape artinya merapat yang artinya merapat. Corak ini sengaja dibuat untuk penganting baru. Kedua pengantin saling merapat dan berkasih mesra dalam masa-masa bulan madu mereka.

 

  • Kudara

Sama dengan corak hatta, corak ini adalah corak yang awalnya adalah sebuah corak sarung yang dihadiahkan kepada Presiden Soekarno ketika berkunjung ke Samarinda. Kudara artinya negara. Dinamakan demikian karena corak ini adalah corak yang diberikan kepada Negara.

 

  • Sabbi

Corak ini merupakan corak kreasi baru. corak sabbi dibuat untuk dipakai untuk wanita. Untuk kelengkapannya ditambahkan dengan selendang dengan corak yang sama.

 

  • Pucuk

Sama dengan corak sabbi. corak pucuk adalah hasil kreasi baru dan dibuat khusus untuk wanita lengkap dengan selendangnya.

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Sarung_Samarinda

https://undas.co/2015/05/sarung-samarinda-identitas-sebuah-eksodus/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Jipeng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba Pagar Jabu - Sahan - Pohung
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ilmu Tamba Tu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker