Desa Watukuro, Kecamatan Purwodadi yang terletak di ujung selatan Kabupaten Purworejo dan berbatasan langsung dengan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini diambil dari nama raja dari kerajaan Mataram Hindu sekitar abad 9 M. Nama tersebut diambil untuk mengingat kejayaan kerajaan mataram hindu yang saat itu dipimpin oleh raja Dyah Balitung Watukuro. https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4131589/desa-watukuro-jejak-peninggalan-mataram-hindu-di-purworejo
Museum Mansinam Patung Jesus, Pulau Mansinam Plaats: Pulau Mansinam Provincie: Papua Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Museum Mansinam Patung Jesus Pulau Mansinam 98311 Kapubaten Manokwari...
Museum Mulawarman, Kota Kutai Kartanagara Openingstijden: Senin – Kamis: 09.00 – 16.00 WIT, Jumat: 09.00 – 11.30, Sabtu – Minggu: 09.00 – 16.00 Plaats: Kota Kutai Kartanagara Provincie: Kalimantan Timur Land: IND Type organisatie: Museum...
Satu lagi sentra batik yang tersohor hingga ke mancanegara. Batik Yogyakarta selalu mengangkat motif dengan dominasi warna hitam, cokelat, dan putih. Motif yang terkenal dari jenis batik ini adalah tambal, pamiluto, parang kusumo, dan truntum. Ide motif pada batik ini umumnya bersumber dari sosok manusia atau hewan. Filosofi batik ini tak lain adalah mengenai nilai-nilai moral. Sumber : https://fnrbatik.com/motif-batik/
Tari Serimpi Jawa Barat Tari Serimpi ini memiliki keunikan, yaitu tari yang selalu dibawakan oleh 4 penari, karena kata Srimpi adalah sinonim bilangan 4. Hanya pada Srimpi Renggowati penarinya ada 5 orang. Menurut Dr. Priyono nama serimpi dikaitkan ke akar kata “impi” atau mimpi. Menyaksikan tarian lemah gemulai sepanjang 3/4 hingga 1 jam itu sepertinya orang dibawa ke alam lain, alam mimpi. Tarian Serimpi hidup di lingkungan istana Yogyakarta. Serimpi merupakan seni yang Adhiluhung serta dianggap pusaka Kraton. Tema yang ditampilkan pada tari Serimpi sebenarnya sama dengan tema pada tari Bedhaya Sanga, yaitu menggambarkan pertikaian antara dua hal yang bertentangan antara baik dengan buruk, antara benar dan salah antara akal manusia dan nafsu manusia. https://www.silontong.com/2018/08/31/tarian-tradisional-daerah-jawa-barat/
Tari Golek Tari Golek ini berasal dari daerah Yogyakarta Jawa Barat yang pertama dipentaskan di Surakarta pada upacara perkawinan KGPH. Kusumoyudho dengan Gusti Ratu Angger tahun 1910. Seiring berjalan waktu, tarian ini mengalami persesuaian dengan gaya Surakarta. Tari ini menggambarkan cara-cara berhias diri seorang gadis yang baru menginjak masa akhil baliq, agar lebih cantik dan menarik. https://www.silontong.com/2018/08/31/tarian-tradisional-daerah-jawa-barat/
Sumber :Arsip.Dok DKI Jakarta Lokasi Patung Perjoangan Jatinegara berada di ujung Selatan Jl. Matraman Raya, di sebuah area di tengah-tengah pertemuan Jl. Jatinegara Barat dan Jl. Urip Sumoharjo, persis di depan Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Eukomunia (Gereja Protestan Jemaat Koinoia). Monumen yang pembuatannya diprakarsai oleh Gubernur KDKI Jakarta Ali Sadikin i...
Masjid Agung Nur Sulaiman merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kabupaten Banyumas yang telah terdaftar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah pada 2004 dengan Nomor 11-12/Bas/44/TB/04. Masjid yang berlokasi di sebelah barat Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas ini dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Semula masjid tersebut dikenal dengan sebutan Masjid Agung Banyumas. Namun sejak 1992 berganti nama menjadi Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas. Masuknya Masjid Agung Nur Sulaiman ke dalam daftar cagar budaya bukan tanpa alasan. Bangunan tersebut merupakan peninggalan sejarah yang dibangun saat ibu kota kabupaten itu masih berada di Banyumas atau sebelum dipindah ke Purwokerto. Masjid tersebut diperkirakan dibangun tidak lama setelah pembangunan pendopo "Bale Sipanji" atau rumah kabupaten. Berdasarkan Babad Banyumas yang dihimpun Oemardani dan Poerbasewojo, pendopo "Bale Sipanji" dibangun Rade...
Permakaman Imogiri, Pasarean Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan kompleks permakaman yang berlokasi di Imogiri, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Permakaman ini dianggap suci dan kramat karena yang dimakamkan disini merupakan raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram. Permakaman Imogiri merupakan salah satu objek wisata di Bantul. Makam Imogiri dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Panembahan Senopati Raja Mataram I. Makam ini terletak di atas perbukitan yang juga masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu. Sejarah Ketika Sinuhun Hanyokrowati (Sinuhun Sedo Krapyak) meninggal, maka puteranya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom pada waktu sedo itu sedang pergi tirakat ke pegunungan Selatan. Sehingga sebagai wakil pemegang pemerintahan ialah Gusti Pangeran Martopuro. Sesudah setahun lamanya ia bertirakat, maka ia pulang dari pegunungan tersebut sebab sudah sedikit lama dicari-cari oleh pe...