Bangunan vihara berada di tengah-tengah atau titik sentral Kota Bogor tepatnya di Pasar Bogor, mudah dicapai oleh kendaraan umum maupun kendaraan pribadi roda 2 ataupun kendaraan roda 4 dari pusat kota. Batas-batas vihara, di sebelah timur dan selatannya terletak bangunan supermarket Bogor Plaza, di sebelah barat Jalan Surya Kencana dan Jalan Otto Iskandardinata dan di utara dengan Kebun Raya Bogor. Vihara Mahacetya Dhanagun yang dikenal juga dengan nama Hok Tek Bio terletak di Jalan Surya Kencana No.1, Kelurahan Babakan Pasar. Kecamatan Bogor Timur. Berada pada koordinat 106° 47' 994" BT dan 06° 36'31" LS dengan ketinggian 510 meter dari permukaan laut. Tempat pemujaan atau tempat ibadah bagi masyarakat Cina tradisional dalam istilah Indonesia asli disebut Klenteng. Istilah ini dikaitkan dengan bunyi klenteng-klenteng atau klenting-klenting yang berasal dari genta-genta kecil. Sesuai dengan bunyinya maka tempat ini disebut klenteng. Isti...
Tugas Pokok Melaksanakan penelitian penyakit hewan. Fungsi penelitian veteriner dibidang bakteriologi, virologi, parasitologi, patologi, toksikologi, mikologi, epidemiologi dan bioteknologi untuk pengembangan produksi dan lingkungan; penelitian farmakologi dan teknik penyehatan hewan; melaksanakan eksplorasi, evaluasi, pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah mikroba veteriner untuk pengembangan produksi dan pelestarian lingkungan; sebagai Laboratorium Rujukan Nasional di bidang diagnosis penyakit hewan di Indonesia; melaksanakan pelayanan teknis, kerjasama dan penyebarluasan hasil-hasil penelitian; melaksanakan fungsi penyelenggaraan tata usaha balai. Organisasi Unit Kerja ini berada di bawah: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan sumber :http://www.litbang.pertanian.go.id/unker/one/562/
Salah satu kesenian budaya dari kabupaten ciamis ini memiliki hubungan dan sejarah dengan daerah Sukamantri. Maka dari itu ia dijuluki Bebegig Sumantri. Di daerah utara Desa Sukamantri, Tawang Mangu, terdapat penguasa bernama Prabu Sampulur yang konon sakti. Dalam rangka menjaga tempat tersebut, Prabu Sampulur membuat sebuah topeng besar layaknya wajah raksasa untuk menakut-nakuti orang agar tidak merusak tempat tersebut. Topeng tersebut dinamakan bebegig. Sumber : https://ilmuseni.com/seni-budaya/contoh-seni-budaya-indonesia
Motif ini menampilkan penataan ornamen yang sama atau motif ulang yang ditata agak renggang, misalnya adalah motif Piring Selampad dan Kembang Kantil. Bila anda mau mencari batik asli di cirebon, jangan lupa mampir ke tempat wisata di cirebon dan jajanan menarik di cirebon . Karena banyak sekali keindahan dan wisata yang ditawarkan oleh kota cirebon. Untuk penginapan anda tidak perlu khawatir karena hotel di cirebon sangat banyak dan banyak sekali jenisnya. Selamat berlibur. Sumber : http://www.jdlines.com/2015/08/5-ciri-khas-motif-batik-cirebon.html Tags : BATIK CIREBON INFO ...
Ketika sebagian besar daerah Cirebon masih tertutup hutan belantara, dan ajaran Hindu masih dianut oleh sebagian penduduk Cirebon. Maka pada saat itu pulalah Mbah Kuwu Cirebon dengan dibantu teman dan kerabatnya bersemangat menyebarkan ajaran Islam. Sambil menyebarkan agama tak lupa pula membabat hutan dan membuka pedukuhan-pedukuhan baru. Tersebutlah nama Kyai Ageng Buyut Membah, seseorang dari Negeri Iraq, yang datang ke Indonesia karena diutus oleh ayahandanya untuk menyebarkan Agama Islam dan memperbaiki akhlaq serta aqidah Bangsa Indonesia khususnya didaerah Cirebon. Kyai Ageng Buyut Membah, diutus oleh ayahandanya tidak langsung datang ke Tataran Cirebon, melainkan ke Pesantren Sunan Muria, dan ia berguru disana. Dipesantren itu Kyai Ageng Buyut Membah berkenalan dan bersahabat dengan keturunan Sunan Muria yang bernama Raden Jaka Pendil. Dipesantren itulah Kyai Ageng Buyut Membah mendapat nama baru yaitu Raden Suminta. Teringat akan pesan ayahandanya yaitu untuk me...
Asal Cerita Rakyat Desa Karangmekar,Kecamatan Karangsembung,Kabupaten Cirebon Asal dari Desa Kubangkarang dan terwujud dari Desa Kubangkelor dan Desa Karangsembung Wetan. Pada masa zaman Wali Sanga,Syeh Syarif Hidayatullah,Sultan Gunung Jati Cirebon,sebagai Imam Wali dan sebagai Penasihat Wali ialah Pangeran Cakra Buana alias Embah Kuwu Sangkan alias Embah Kuwu Cirebon. Kisah pada suatu ketika di Keraton Cirebon sedang mengadakan musayawarah yang di hadiri oleh Sultan Kalijaga,para Pangeran Cirebon dan hadiri pula oleh Embah Kuwu Cirebon,dalam musyawarah tersebut sedang memperbincangkan rencana untuk mmembuat suatu kampung/desa/pedukuhan yang akan diberi Gebang Kinatar. Didalam musyawarah mendapat keputusan bahwa Emah Kuwu Cirebon untuk di tugaskan mencari tempat kesebelah timur yang ditemani oleh gadeknya yakni Embah Berai,adapun Sultan Cirebon dan Sunan Kalijaga,serta para Pinangeran ke daerah Lurah Agung Kuningan. Keberangkatan Embah Kuwu Cirebon Giran...
Zaman dahulu Desa Warukawung yang babak yasa ialah Embah Sangkan Kuwu Cirebon . Konon kabarnya beliau tidak mau disebut namanya, tetapi cukup disebut Ki Gede Penderesan saja. Tujuan semula pokoknya beliau bermaksud menyebarkan Agama Islam di pelosok dusun, yang kini tapak petilasannya disebut Ki Buyut Cabuk. Sebenarnya bukan Cabuk tetapi Cisabuk, karena beliau semenjak pindah tempat dari pemukimannya, sabuknya beliau ditinggalkan yakni dekat sungai Cisabuk, adalah tempat pesiaran peribadatan. Tetapi beliau bukan mengembangkan ajaran Agama Islam saja, disamping itu pula beliau berwiraswasta membuat gula aren(enau) dari pohon kawung. Memang ditempat itu banyak pohon Kawung dan Waru yang tumbuh dengan suburnya, maka tepatlah perkampungan itu disebut Desa Warukawung. Pohon waru terkenal sekali dibutuhkan keperluan pertanian atau keperluan perumahan. Lulub waru perlu sekali untuk pemijang, yakni tali pengikat ged...
Makanan khas ini unik karena bentuknya mirip duit (indonesia=uang). Bahan asal dari tepung, gula, dan telur. Cara membuatnya yaitu dengan dibentuk bulatan tipis seperti bentuk duit kemudian digoreng. Kalau di makan akan renyah di lidah dan terasa manis. Akan terasa nikmat jika buat teman santai. sumber : https://elrajab.com/makanan-khas-cikarang/
andari.” Upacara siram tawandari juga dilaksanakan dengan maksud untuk membuang seluruh noda dan penyakit. Uniknya, dalam prosesi siraman menurut adat Cirebon, kedua calon pengantin menjalani upacara siraman bersama-sama. Oleh karena itu, sebelum prosesi dimulai, pihak keluarga calon pengantin wanita melakukan ritual menjemput calon pengantin pria. Agar lebih jelas, berikut adalah urutan prosesi siram tawandari. Pertama, juru rias membawa kedua calon pengantin ketempat upacara siraman (cungkup). Saat menuju tempat siraman kedua calon pengantin ditutup kain putih pada bahunya. Dengan iringan bunyi gamelan atau karawitan, kedua calon pengantin juga didampingi oleh kedua belah orang tua dan para sesepuh. Kedua, calon pengantin wanita duduk di sebelah kiri calon pengantin pria pada kursi yang tersedia. Sebelum siraman calon pengantin diberi lulur pada dada dan punggungnya, sementara sang juru rias sambil membaca doa dan mantra keselamatan untuk kedua...