Bahan-bahan 3 buah ubi ukuran sedang (dikukus, haluskan) 400 gr tepung terigu 5 sdm gula 1 sdt fermipan 1/2 sdt garam 150 ml air hangat kuku 2 sdm mentega (dicairkan) 1 sachet SKM putih Langkah Siapkan bahan, buat bahan biang, campurkan air, 1 sdm gula, garam, dan fermipan, aduk, diamkan kurleb 15 menit. Masukkan tepung, ubi yang dihancurkan, telor, gula, SKM, uleni dengan bahan biang sedikit demi sedikit. Masukkan mentega uleni s...
Bahan-bahan 50 ml minyak sayur 120 gr dark chocolate 20 gr coklat bubuk 3 butir telur 80 gr gula 50 gr tepung terigu 150 gr ubi jalar kukus, haluskan Toping : Almond Langkah Panaskan minyak sayur (jgn terlalu panas), masukkan dark chocolate, aduk sampai meleleh, sisihkan. Biarkan hingga dingin Campur tepung terigu dan coklat bubuk, sisihkan Mixer dgn kec.tinggi telur dan gula pasir, mixer sampai mengembang saja....
Sumber : https://postharvestnotes.wordpress.com/2013/11/07/makanan-olahan-dari-pati-dan-tepung-ubi-jalar/ https://cookpad.com/id/resep/1407394-sweet-potato-bunsroti-ubi
PAPUA , wilayah paling timur Indonesia ini dikenal menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Ada laut yang indah, pantai pasir putih, gunung, hutan, rimba, dan kebun. Objek wisata yang paling mendunia adalah Raja Ampat. Setiap turis yang datang, baik lokal maupun mancanegara pasti kagum melihat pulau-pulau yang bersusun di sekelilingnya. Namun, bicara soal Papua dan kekayaan alamnya, maka tak lengkap jika tak bicara soal makanan khas kawasan yang disebut-sebut surga dunia ini. Makanan khas Papua yang paling terkenal kelezatannya adalah Papeda dan sop asam, berbagai olahan ikan. Meski semua itu nikmat dan menggugah selera tetapi ada satu rahasia yang membuat masakan khas Papua jadi super nikmat. Apalagi kalau bukan sambal dabu-dabu. Sambal yang disajikan mentah ini sangat membuat semua makanan naik level jadi lebih sensasional. Menurut Tante Selly, wanita paruh baya asal Papua yang tinggal di Wardo, Biak, sambal dabu-dabu adalah sambal yang disajikan untuk makanan seh...
Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur adalah sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut, makanan ini disebut Tananoko atau Papedah Biji-bijian. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Bahan yang digunakan untuk pembuatan Tananoko adalah tepung sagu dan air. Kemudian Tepung sagu yang sudah disiapkan dicampur dengan air hingga mencair lalu diendapkan setelah itu diremas-remas kembali hingga...
Karirano adalah cara memasak tradisional suku-suku bangsa Gwenanggia (Moor, Mambor, Ariti, Arui, Keuw, Woa, Kuri, Koan, Wasi Wararei, Sanemarei, Banggatusui, Burate dan Makimi) di Kabupaten Nabire Papua. Cara memasak karirano dilakukan sebelum suku-suku bangsa tersebut mengenal alat memasak yang diintroduksi dari luar kebudayaan mereka seperti periuk, wajan dan sebagainya. Teknik memasak karirano dilakukan dengan cara ; Bahan makanan yang hendak dimasak terlebidahulu dibungkus dengan daun kemudian menggali tanah dengan kedalaman 20 cm s/d 40 cm, dan menguburkan bahan makanan yang telah dibungkus tersebut, setelah itu dinyalakan api tepat diatas tempat menguburkan bahan makanan tersebut dengan besar nyala api disesuaikan dengan banyaknya jumlah bahan makanan yang dimasak. Panas api dengan sendirinya akan mematangkan bahan makanan yang telah dikubur tersebut. Apabila diperkirakan bahwa bahan makanan sudah matang maka api dipadamkan dan bahan makanan diangkat dan siap untuk diko...
Umbos adalah jenis makanan tradisional masyarakat pada beberapa suku bangsa di Kabupaten Keerom yaitu olahan sagu kering dicampur daging atau ikan yang dimasak sampai mendidih. Setiap kali diadakan pesta adat Umbos harus disediakan karena merupakan makanan adat ( trdisional ). Umbos sudah ada sejak nenek moyang mereka, tradisi memasak ini biasanya dilakukan oleh beberapa suku bangsa (etnis) yang mendiami wilayah kabupaten Keerom dan kini masih terus dilestarikan karena ibu-ibu yang sekarang ini masih memasak Umbos dirumah mereka. Tradisi memasak seperti ini sudah cukup lama dilakukan beberapa suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Keerom sebelum masyarakat mengenal peralatan memasak modern. Teknik memasak seperti ini hampir sama dengan pembutan masakan bubur manado pada masyarakat Sulawesi Utara, atau bubur ayam pada masyarakat Jawa, tetapi perbedaanya terletak pada bahan yang digunakan yaitu sagu (makanan pokok/khas Papua) serta ikan dan daging sebagai lauk. Sumber : http...
Mulus adalah jenis masakan tradisional masyarakat pada beberapa suku bangsa di kabupaten Keerom, Papua. Cara Pembuatan: Mulus yaitu olahan sagu yang dibungkus dengen daun kemudian dibakar, namun sebelum dibakar/diasap/diasar terlebih dahulu dicampur dengan potongan daging atau ikan, setiap kali diadakan pesta adat Mulus harus disediakan karena merupakan makanan adat atau trdisional, Mulus sudah ada sejak nenek moyang mereka, tradisi memasak ini sudah ada pada beberapa suku bangsa (etnis) yang mendiami wilayah kabupaten Keerom dan kini masih terus dilestarikan karena ibu-ibu yang sekarang ini masih memasak Mulus di rumah mereka. Tradisi memasak seperti ini sudah digunakan sebelum masyarakat mengenal peralatan memasak modern. Pada masa itu masyarakat sudah menggenal sempen yang terbuat dari tanah liat,yang bentuknya seperti panci untuk memasak dan satunya lagi seperti Loyang untuk menampung air dan mencuci peralatan dapur dan sampai kini makanan ini t...
Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur, Papua terbuat dari sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, Biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Makanan tradisional masyarakat Yaur dan Napan yang terbuat dari sagu adalah Kaioki. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara ritul perkawinan, peneguhan kepala suku atau acara adat lainnya. Pada umumnya adalah orang-orang khusus setempat yang diten...