wayang
190 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ketuk Tilu
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

  Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan. Istilah ketuk tilu adalah berasal dari salah satu alat pengiringnya yaitu boning yang dipukul tigakali sebagai isyarat bagi alat instrument lainnya seperti ¿rebab, kendang besar dan kecil, goong¿ untuk memulai memainkan sebuah lagu atau hanya sekedar instrumentalia saja. Dilihat dari aspek pertunjukannya tari ketuk tilu terbagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama, sepengiring melantunkan irama gamelan, rebab dan kendang untuk menarik perhatian masyarakat. Pada bag...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Tari Topeng Klana Cirebon
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari topeng Klana menggambarkan sifat manusia yang penuh amarah, bertabiat buruk, dan serakah. Tari topeng Klana ini adalah salah satu dari lima topeng Panca Wanda (Panji, Rumyang, Tumenggung, Klana, dan Samba/Pamindo). Tari Topeng Cirebon sudah ada sejak abad 10 atau 11 Masehi. Dulu tari topeng hanya dipertunjukkan untuk kalangan tamu kerajaan dan para patih kerajaan, atau kalau ada tamu dari luar negeri, tari topeng Cirebon hanya ditonton oleh orang-orang tertentu. Sedangkan rakyat biasa hanya bisa menonton dari kejauhan atau kalau di dalam keraton tariannya. Masyarakat hanya melihat dari teralis jendela luar seperti mengintip. Pada masa itu kebanyakan masyarakat masih memeluk agama islam kejawen atau islam yg bercampur dengan kebudayaan hindu seperti membakar dupa dll. Pada zaman itu terdapat wali atau tokoh-tokoh pemimpin islam, mereka selain menyebarkan agama islam mereka juga mendalami kebudayaan masyarakatnya. Karena pada masa itu para wali/tokoh pemimpin agama islam...

avatar
Oskm18_16618315_priscillayolaaulia Loe
Gambar Entri
Wayang Kila (Kidung Lakbok)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Wayang Kila merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat Lakbok  dalam acara ruwatan, mengingat Lakbok dulunya bekas kerajaan Galuh. Wayang ini pertama kali dipentaskan pada hari Minggu, 15 Nopember 2015, berlokasi di Lapangan Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Dipimpin Ki Dalang bernama Dian Herdiana secara perdana mementaskan sebuah pagelaran wayang bernama Wayang Kila (Kidung Lakbok). Hadir dalam pementasan Wayang Kila ini, Sekdis Pendidikan Provinsi Jawa Barat, H. Dedi, Kabid Kebudayaan Disdik Kabupaten Ciamis, H. Tatang, Kepala BKD Kabupaten Ciamis, Ir. Suyono, anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ketua dan Pengurus IGORA se-Kabupaten Ciamis, unsur Muspika Kecamatan Lakbok, dan para tamu undangan lainnya. “Kila juga bisa diartikan dalam bahasa sundanya adalah kila-kila atau ciri dimana dulunya Lakbok ini adalah sebuah kerajaan yang subur makmur loh jinawi. Kerajaan yang pernah berdiri di Lakbok bernama Banjar Patroman. Kerajaan Banjar Pa...

avatar
oskm18_16718393_sabrina
Gambar Entri
Wayang Hihid
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Wayang Hihid             Wayang Hihid merupakan salah satu bentuk seni tari yang berasal dari Kota Bogor, Jawa Barat. Tarian ini seperti tarian wayang biasa, tetapi tarian tersebut menggunakan kipas atau hihid. Hihid ini terbuat dari bambu, bentuknya ini seperti kipas yang digunakan pedagang sate. Hihid itu berarti membawa angin, ada angin hitam dan ada angin putih. Dimana angin putih ini angin yang membawa kebaikan, sedangkan angin hitam ini angin yang membawa keburukan.             Tarian Wayang Hihid ini membutuhkan penari minimal enam orang, dimana satu orang itu membawa dua hihid atau dua kipas. Tarian Wayang Hihid memiliki gerakan dasar yang menyerupai gerakan dasar tarian sunda pada umumnya, serta bentuk gerakannya yang lebih sederhana dan energik apabila dibandingkan dengan gerakan tari Jaipong, bedanya tarian tersebut menggunakan kipas atau hihid. Yang unik dari tarian ini adalah...

avatar
OSKM18_16718194_Muhammad Imadur Risalah
Gambar Entri
Hajat Bumi Kampung Nyenang
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hajat Bumi Kampung Nyenang adalah sebuah acara yang rutin dilakukan oleh masyarakat Kampung Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy.Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil alam yang dipanen. Tak hanya itu, hajat bumi sebagai bentuk memperlihatkan bahwa Kampung Nyenang masih mempertahankan kebudayaan dan kesenian yang ada. Hal yang membedakan Hajat Bumi Kampung Nyenang dengan hajat bumi daerah lain adalah hiasan atau ranggeuyan dalam tenda atau panggung. Di daerah lain, di Jawa Barat khususnya hiasan tenda berupa olahan makanan seperti opak, rangginang, kicimpring, dan lainnya. Tapi di Kampung Nyenang ranggeyan berupa hasil sawah dan kebun berupa ikatan padi, rambutan, kelapa, durian, manggis, kecapi, nanas, sirsak, dan lainnya. Sedangkan umbi berupa singkong, talas, ubi, gadung, dan lainnya. Hal unik lain yang membedakan Hajat Bumi Kampung Nyenang dengan Hajat Bumi daerah lain adalah dalam prosesi tradisi maupun kesenian yang mendukungnya. Di Hajat Bumi Kampung Nyenang tidak ada hiburan kesenian...

avatar
Oskm18_19818105_tanto
Gambar Entri
Ngunjung perpaduan islam dan budaya daerah
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ngunjung/Munjung Ngunjung/Munjung merupakan ritual leluhur masyarakat indramyu, dimana Ngunjung bersal dari kata berkunjung atau bisa dimaknai berziarah. Kesamaan antara ngunjung dan berziarah adalah sama-sama mengunjungi makam. Bedanya, berziarah dilakukan kapan saja dan ke orang terdekat, Sementara ngunjung memilki waktu khusus dan berkunjung ke makam leluhur yang dianggap penting dan berjasa dalam daerah. Alasan melakukan Munjung atau Ngunjung pada situs leluhur adalah pertama untuk mendoakan arwah-arwah pendahulu yang telah tiada, agar leluhur mendapatkan kebahagiaan di alam kelanggengan. Kedua agar anak cucu tetap terjalin hubungan kekeluargaan yang erat, ketiga agar anak cucu tetap mengenang jasa-jasa para leluhur yang telah membabad desa atau pedukuhan, sehingga mereka menaruh rasa hormat dan tidak melupakan sejarah, keempat untuk memberitahukan kepada warga akan datangya musim rendengan (garapan sawah/ladang), sehingga perlu kekompakan dalam pengolahan dan b...

avatar
OSKM_16318029_IFAN DANDI NURSHAFARA
Gambar Entri
Keunikan Tari Topeng Cirebon
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari topeng tentu sudah tidak asing di telinga kita bukan?.Saya sendiri belum pernah melihat pertunjukkan tari topeng secara langsung tetapi setiap kali mendengar kalimat "Tari Topeng",saya selalu membayangkan seorang penari dengan topeng yang dikenakan.Namun,ketika berbincang dengan ibu saya,beliau mengatakan ada pula kesenian yang bernama Tarian Topeng Cirebon yang sudah hampir punah.Lalu,apa perbedaan dan keunikan Tari Topeng Cirebon ini?. Nah,jika tari topeng identik dimainkan dengan jumlah penari yang sedikit,maka lain hal dengan Tari Topeng Cirebon ini karena tarian ini umumnya memiliki jumlah penari sebanyak lima orang.Lalu apa saja nama tokoh dan perbedaan watak para tokoh yang dimainkan para penari ini?. 1.Panji Kalau kamu mempunyai teman bernama Panji,mungkin saja ibunya terinspirasi dari nama tokoh topeng ini.Karena topeng panji ini menggambarkan tokoh yang penuh kesucian dan berakhlak mulia.Wah,menarik ya. 2.Samba Samba ini adalah tokoh topeng yang me...

avatar
OSKM18_16518051_Jeihan aulia
Gambar Entri
Wayang Hihid, Inovasi Kesenian Sunda
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Wayang Hihid adalah tarian Sunda yang menjadi ciri khas kebudayaan kota Bogor. Kesenian ini diciptakan oleh Bapak Ade Suarsa, seniman Sunda berprestasi, pada tahun 2009. Seperti namanya, Hihid, yang berarti kipas, properti tarian ini adalah kipas-kipas bambu yang melekat pada punggung penari. Hihid terbuat dari anyaman bambu yang melambangkan kesederhanaan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.  Bentuk penyajian Tari Wayang Hihid ini berupa tari kelompok yang pada awalnya seorang dalang akan membacakan kakawen sebagai bubuka (pembukaan), kemudian mulai dengan irama yang ramai menggambarkan kehidupan sehari-hari dimasyarakat yang digambarkan dengan datangnya 6 orang penari perempuan yang membawa hihid sebagai properti dengan gerakan yang energik. Berdasarkan wawancara saya dengan Pak Ade beberapa waktu silam, beliau dengan timnya, Sanggar Edas Production, terus gencar mensosialisasikan tarian ini baik di kancah nasional maupun internasional. Jerih payahnya pun me...

avatar
OSKM18_16718246_Adhystie Nurul Izzah
Gambar Entri
Cingciripit
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Dalam permainan petak umpet ada yang bersembunyi dan ada yang bertugas mencari temannya yang bersembunyi yang biasanya disebut ucing.  Dalam budaya Sunda di daerah Jawa Barat cara yang digunakan untuk menentukan siapa yang akan menjadi ucing dalam suatu permainan adalah melalui permainan cingciripit. Cingciripit telah digunakan dalam waktu yang cukup lama dan mungkin masih banyak digunakan oleh anak - anak di daerah Jawa Barat. Cingciripit biasanya dilakukan dengan meletakkan jari setiap orang yang ikut dalam permainan di telapak tangan orang yang dituakan, lalu akan dinyanyikan lagu dengan lirik : Cingciripit , tulang bajing kacapit Kacapit ku bulu pare, bulu pare saseukeutna Jol pa dalang mawa wayang Jeng Jrek Nong Setelah lagu selesai dinyanyikan telapak tangan akan ditutup dan orang yang jarinya terjepit oleh telapak tangan orang yang dituakan, akan menjadi ucing dalam permainan. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16918250_Michael Julian Estefan