Kurupuk bangreng merupakan jajanan tradisional khas sebagian masyarakat Sunda. Biasanya dijajakan pada saat pertunjukan Bangreng (kesenian yang cukup populer di Sumedang) didakan di kampung-kampung. Kemasan yang unik, panjang dan berwarna-warni membuat kerupuk ini menjadi sangat khas dan bagi sebagian orang mungkin menciptakan sebuah romantisme tersendiri. Pedagang Kurupuk Bangreng ini biasanya membawa dagangannya dengan menanggung dua buah blek (tempat kerupuk) berukuran besar yang dihubungkan oleh kayu dan tali, ketika menjajakan dagangannya si pedagang cukup diam dan "mangkal" di tempat yang strategis ditengah keramaian, hal tersebut cukup dilakukan jika si pedagang menjajakan kerupuknya di sebuah acara seperti pertunjukan seni dan pesta rakyat, tapi jika acaranya berupa iring-iringan atau pawai seperti arak-arakan Kuda Renggong, otomatis si pedagang harus mengikuti iring-iringan tersebut dengan menanggung dua blek kurupuknya. Bentuk makanannya sendiri berupa kerupuk y...
Apa diantara sobat ada yang suka dengan buah salak? buah yang orang barat sering menyebutnya dengan snake fruit ini biasanya mempunyai rasa agak asam kecut dan sedikit manis, buah ini biasanya cocok disantap siang hari ketika panas sedang terik-teriknya karena rasanya yang dominan asam bisa menyegarkan dan menghilangkan rasa kantuk, sebutan snake fruit ini didapat karena kulit buahnya mempunyai sisik yang mirip dengan binatang ular. Buah yang daun pohonnya berbentuk majemuk manyirip ini mempunyai nama latin Salacca Zalacca dan banyak tumbuh di berbagai pelosok negara kita, umumnya buahnya dijadikan buah meja yang disantap langsung ataupun dijadikan manisan. Dalam satu buah salak biasanya terdapat tiga keping buah dengan ukuran besar dan kecil. Berbicara tentang buah salak yang terkenal di Indonesia...beberapa dari sobat mungkin akan langsung menebak bahwa itu adalah salak pondoh dan salak condet karena memang buah salak tersebu...
Seni Beluk adalah sejenik seni suara. Kesenian rakyat ini tidak diiringi oleh instrumen musik ( dalam seni modern disebut acapela) , dengan pengertian bahwa suara / sora dieluk-eluk sehingga seorang pemain beluk harus kuat phisik suaranya sehingga mampu dalam memainkan suara keras serta nada panjang. pemainnya yang berjumlah empat orang atau lebih. Syair yang biasa digunakan dalam pementasan seni Beluk berasal dari naskah-naskah yang bersumber dari “Carita Babad” / Wawacan. Berdasarkan pembagian peran penyajian kesenian Beluk dapat dilihat aspek gotong-royong, kerja sama, dan komunikasi dalam mencapai sebuah keharmonisan. Aspek-aspek tersebut merupakan aspek yang menjadi ciri khas sebuah tatanan sosial masyarakat agraris. Sangat menarik dari pertunjukan Beluk adalah para juru Ilo menyajikan dengan suara yang keras dan panjang, sehingga menambah suasana yang khas pedesaan penuh keakraban dan harmoni dengan lingkungan alam sekitarnya. Frekuensi suara tinggi mer...
Tahu Sumedang , penganan yang satu ini adalah kuliner yang paling dikenal dari kabupaten Sumedang selain ubi Cilembu, dan meski tidak sampai diekspor seperti ubi Cilembu, tahu sumedang sudah mulai menyebar dan bisa dinikmati di berbagai penjuru tanah air walau masih dalam lingkup yang terbatas. Walau sudah banyak perajin tahu Sumedang yang membuat dan menjual tahu sumedang diluar daerah Sumedang, banyak yang percaya bahwa tahu sumedang yang dibuat diluar daerah Sumedang rasanya akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahu sumedang yang dibuat di Sumedang, dengan kata lain tahu sumedang kualitas baik dengan rasa khasnya hanya bisa didapat jika tahu tersebut dibuat di kabupaten Sumedang, kenapa demikian ?? konon katanya, selain keahlian perajin tahunya, hal yang membuat tahu sumedang mempunyai rasa yang khas adalah air yang dipakai dalam mengolahnya lah yang mempunyai peran penting , air tersebut adalah air yang bersumber dari gunung tampomas, gunung tampomas send...
Bahan-bahan Mie Basah 100 gram Tauge 200 gram Tahu 2 buah Bawang Merah 5 buah Bawang Putih 3 siung Cabai (Cabe) Merah 3 buah Oncom 100 gram Air secukupnya Garam secukupnya Kecap Manis secukupnya Gula Pasir secukupnya Tauco 4 sendok makan Daun Bawang 1 batan Cara Membuat Haluskan bawang merah, bawang putih dan cabe lalu tumis hingga matang Masukkan tauc o, daun bawang, oncom, kecap, garam, gula dan air. Jika tidak ada oncom bisa tidak digunakan Masak hingga saus mengental dan matang Atur bahan lain seperti mie, toge dan tahu yang sudah direbus diatas piring. Bisa ditambahkan lo...
Wayang papak merupakan sejenis wayang golek yang sudah langka, wayang papak merupakan wayang yang terbuat dari kayu yang dibuat untuk sebgai sarana penyampaian pesan moral, pesan pesan yang disampaikan merupakaa symbol symbol wayang yang dikaitkan dengan pelaksanaan ibadah dan dilakukan saat itu sebagai sarana penyebaran agama islam.dalam pertunjukan wayang papak memiliki stuktur sebagai berikut : Tatalu, merupakn instrument instrument saat dalang dan sinden masuk panggung Gending jejer / kawit, memulai pertama Catur / isi, merupak isi pertunjukan Paseban, musyawarah Bebegalan, menceritakan Negara lain Perang Panakawan Tutug, akhir pertunjukan cerita Waditra yang mengiringi wayang papak terdiri dari laras pelog dan laras salendro. Yang sering digunakan dalam pertunjukan adalah salendro dengan rincian, Gambang Gender Suling Saron 1 Saron 2 Bonang Kendang Jenglong...
Tari Jaipong atau dikenal sebagai Jaipongan adalah tarian yang diciptakan pada tahun 1961 oleh Gugum Gumbira. Pada masa itu, ketika Presiden Soekarno melarang musik rock and roll dan musik barat lainnya diperdengarkan di Indonesia, seniman lokal tertantang untuk mengimbangi aturan pelarangan tersebut dengan menghidupkan kembali seni tradisi. Tari Jaipong merupakan perpaduan gerakan ketuk tilu, tari topeng banjet, dan pencak silat (bela diri). Ketuk tilu sangat populer di desa, tetapi pada saat itu dianggap buruk di kalangan perkotaan, karena gerakannya yang sensual, bahkan erotis. Tak jarang penari ketuk tilu merangkap juga sebagai pelacur. Dalam karyanya, Gugum Gumbira pada saat itu berusaha melestarikan bentuk dasar ketuk tilu, tetapi dengan tempo musik yang dipercepat. Sehingga membuat penari menjadi lebih aktif. Ia juga mempertahankan bentuk tradisioanl ketuk tilu, di mana penari merangkap sebagai penyanyi, tetepi dipadukan dengan...
Di tatar sunda, khususnya di daerah bandung dan sekitarnya terdapat sebuah cerita yang disampaikan untuk mencegah anak agar tidak bermain sesuatu sore, cerita tentang sosok nenek-nenek yang bernama ma onam
Jaipongan terlahir melalui proses kreatif dari tangan dingin H Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan merupakan garapan yang menggabungkan beberapa elemen seni tradisi karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain. Jaipongan di karawang pesat pertumbuhannya di mulai tahun 1976, di tandai dengan munculnya rekaman jaipongan SUANDA GROUP dengan instrument sederhana yang terdiri dari gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden atau juru kawih. Dengan media kaset rekaman tanpa label tersebut (indie label) jaipongan mulai didistribusikan secara swadaya oleh H Suanda di wilayah karawang dan sekitarnya. Tak disangka Jaipongan mendapat sambutan hangat, selanjutnya jaipongan menjadi sarana hiburan masyarakat karawang dan mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari segenap masyarakat karawang dan menjadi fenomena baru dalam ruang seni budaya karawang, khususnya seni pertunjukan hiburan rakyat. Posisi Jaipongan pada saat itu menjadi seni pertu...