1.886 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Meukotop - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Pengaruh budaya Islam dalam adat Aceh juga terasa dengan adanya kopiah sebagai penutup kepala pelengkap pakaian adat Aceh. Kopiah ini bernama Meukeutop. Meukotop adalah kopiah lonjong ke atas yang dilengkapi dengan lilitan Tangkulok, sebuah lilitan dari tenunan sutra berhias bintang persegi 8 dari bahan emas atau kuningan. Anda bisa melihat bagaimana bentuk Meukotop pada gambar di bawah ini.     Sumber:  http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-aceh-nama-gambar-dan.html

avatar
Fachni
Gambar Entri
Baju Kurung - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Baju Kurung Baju atasan untuk wanita adalah baju kurung lengan panjang. Baju ini memiliki kerah dan motif sulaman benang emas yang khas seperti baju China. Adapun dari bentuknya, baju ini terbilang gombor panjang hingga pinggul untuk menutup seluruh lekuk dan aurat tubuh dari si pemakainya. Dari bentuk dan motifnya tersebut, menunjukan bahwa baju ini adalah hasil perpaduan budaya Melayu, Arab, dan Tionghoa.     Sumber:  http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-aceh-nama-gambar-dan.html

avatar
Fachni
Gambar Entri
Kain Songket Aceh - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Kain Tradisional
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain Songket Aceh atau tenun ikat tradisional Aceh ini adalah kerajinan tangan yang dilakukan secara tradisional dan turun temurun dengan menggunakan alat tenun tradisional yaitu alat-alat dari kayu dan benang yang berwarna-warni. Hasil dari tenunan tradisional ini kemudian dibuat berbagai macam keperluan, antara lain: sebagai bahan pakaian adat tradisional Aceh, hiasan meja, hiasan dinding, serta keperluan lainnya.     Sumber:  http://www.tanohaceh.com/?cat=176

avatar
Fachni
Gambar Entri
Kerawang Gayo - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Kain Tradisional
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kerawang Gayo adalah kerajinan bordir masyarakat Gayo, Aceh Tengah. Bordir Kerawang Gayo memiliki corak yang khas, dimana mempunyai makna filosofi yang dalam dari setiap ukiran dan bentuknya. Bordir Kerawang Gayo ini sering dipakai untuk hiasan dinding, alas meja, motif pakaian, tas dan lain sebagainya. Motif Kerawang Gayo tidak hanya diminati masyarakat lokal saja, namun daerah Aceh lainnya juga banyak mencari motif ini. Bahkan wisatawan dari luar daerah Aceh juga menyukai kerajinan yang menggunakan Kerawang Gayo ini.   Motif Kerawang hanya terdiri dari empat bagian, jikalau adapun tambahan lainnya sudah merupakan hasil dari variasi. Adapun empat bagian itu adalah sebagai berikut:   Emun Berangkat (Awan Berangkat) yang menyerupai huruf S sambung menyambung, putar berputar. Ini melambangkan perjuangan hidup dalam menempuh kehidupan. Suka duka, susah senang, sempit luas. Ada masa-masa tertentu yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan tidak ada jalan lu...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Putri Hijau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Raja Mukhayat Syah, sang Raja Aceh, memandang langit di sebelah Timur yang berwarna hijau. Ia sering melihat warna hijau itu dengan penasaran. “Warna hijau di langit yang selama ini Tuan lihat, ternyata cahaya dari tubuh seorang putri!” pengawal memberikan laporan. “Tentu putri tersebut sangat cantik, bukan?” Raja Mukhayat Syah semakin penasaran. “Ya, benar, Tuanku. Dia adalah putri Raja Sulaiman, dari Kesultanan Deli. Bila sang putri sedang bermain di taman ataupun mandi di sungai, maka langit akan memantulkan cahaya tubuhnya,” pengawal menjawab yakin. Putri Hijau sangat terkenal dengan kecantikannya. Ia pun sangat disayangi oleh rakyatnya. Sang putri anak kedua dari Raja Sulaiman. Kakaknya bernama Pangeran Mambang Jazid dan adiknya bernama Pangeran Mambang Hayali. Semenjak Raja Sulaiman wafat, maka kesultanan dipimpin oleh Pangeran Mambang Jazid. Raja Kesultanan Aceh akhirnya menyampaikan lamaran kepada sang putri. Namun sang...

avatar
Rabirowo
Gambar Entri
Asal-Usul Nama Kota Tapak Tuan, Aceh Selatan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Tapak Tuan, sebuah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan. Tapak Tuan dikenal juga dengan sebutan Kota Naga. Nama Tapak Tuan tidak lepas dari cerita dan legenda Tuan Tapa dan dua ekor naga raksasa.   Di wilayah ini, terdapat sejumlah tempat wisata yang memiliki banyak cerita. Ada pantai Tapak Tuan Tapa, air terjun 7 tingkat, Pulau Dua, Batu Berlayar, dan makam Tuan Tapa. Di bibir pantai Tapak Tuan Tapa, terdapat jejak telapak kaki raksasa berukuran sekitar 4 x 3 meter. Tapak kaki manusia ini berada di atas bebatuan karang pantai.   Lalu, bagaimana asal usul nama Tapak Tuan? Berikut kisahnya:   Alkisah, dizaman dahulu kala, di Aceh Selatan hidup sepasang naga. Sepasang naga ini, memiliki anak perempuan yang disebut Putri Naga atau Putri Bungsu. Putri ini cantik jelita. Putri nan rupawan ini, menurut cerita didapat dari laut lepas disaat selesai badai dahsyat yang menenggelamkan sebuah kapal dari daratan cina.   Konon, pada saat itu,...

avatar
Suhindarto
Gambar Entri
Sambal Sabu (Udang Rebon)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Sambal sabu merupakan salah satu jenis sambal yang terkenal di Aceh. Pada umumnya sambal ini menggunakan udang sabu sebagai bahan utamanya. Akan tetapi udang sabu tersebut dapat diganti dengan udang rebon, ebi, maupun udang papai tergantung dari selera masyarakat. Bahan serta pembuatan sambal ini cukup simple, kalian bisa dengan mudah membuatnya dirumah. Berikut bahan serta langkah pembuatan sambal sabu ini : Bahan-bahan : 2 genggam udang sabu/ udang rebon/ ebi/ udang papai. Cabe rawit secukupnya 3 buah belimbing sayur (bisa diganti dengan asam sunti) 5 siung bawang merah Gula, garam, dan penyedap rasa secukupnya Langkah Pembuatan : Rendam sebentar udang rebon, bilas hingga bersih dan tiriskan. Nyalakan api kecil, sangrai udang rebon sampai kering dan wangi. Selanjutnya cuci bersih bahan sambal : belimbing sayur, bawang merah dan cabe rawit. Iris-iris bahan sambal tersebut agar lebih mudah untuk diulek. Tamb...

avatar
Indahmnrt
Gambar Entri
Hadiah dari Ular Raksasa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Pada zaman dulu di negeri Semeuleu tersebutlah seorang raja yang kaya, arif, dan bijaksana. Sayangnya ia tidak memiliki seorang putra mahkota. Setelah menunggu lama, berkat usaha dan doa akhirnya Permaisuri melahirkan seorang putra yang diberi nama Rohib. Raja dan permaisuri sangat sayang dan memanjakan anaknya. Rohib pun tumbuh besar. Ia lalu dikirim ke kota untuk menuntut ilmu. Sayangnya, Rohib tak menyelesaikan sekolahnya. Raja menjadi sangat marah. Rohib diusir dan diberi modal uang untuk berdagang. Di tengah perjalanannya, Rohib melihat banyak orang yang menganiaya binatang. Rohib tidak tega melihatnya. Ia menawarkan sebagian uang agar mereka berhenti menganiaya binatang. Modal Rohib untuk berdagang pun nyaris habis. Ia berhenti di tengah hutan dan menangis meratapi nasibnya. Tiba-tiba, datang seekor ular besar mendekatinya. Rohib sangat ketakutan. Tetapi ular itu berkata, “Jangan takut anakku. Aku takkan memangsamu. Sesungguhnya aku hendak memberimu hadiah karena kam...

avatar
dans suha
Gambar Entri
Ditelan Batu Ajaib
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Di desa Penurun di Tanah Gayo, hidup keluarga petani yang sangat miskin dengan dua anaknya. Setiap hari, Pak Tani berburu di hutan dan menangkap belalang di sawah. Belalang-belalang itu disimpannya dalam lumbung untuk diolah Bu Tani menjadi makanan. Suatu hari, Pak Tani belum juga pulang dari berburu. Kedua anaknya merengek kelaparan. Di dapur sudah tidak ada makanan apapun. Bu Tani kemudian menyuruh anaknya untuk mengambil belalang di lumbung dekat rumah mereka. Ternyata, ketika berada di lumbung, si anak lupa menutup pintu lumbung sehingga semua belalang beterbangan. Ia kembali ke rumah sambil menangis tersedu. Ia berterus terang kepada Bu Tani. Ya Tuhan! Bu Tani amat terkejut. Ia tahu Pak Tani akan marah besar. Pak Tani pun pulang tanpa membawa seekor hewan buruan. Bu Tani lalu berterus terang apa yang terjadi dengan mengatakan semua itu karena kecerobohannya. Mendengar hal itu, Pak Tani sangat murka dan mengursi Bu Tani. Sambil menangis Bu Tani pergi menuju ke Atu Be...

avatar
dans suha