1.886 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Blangong Beuso - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Blangong beuso dikenal dalam kehidupan masyarakat Aceh, pada masyarakat gayo disebut belanga besi. Blangong beuso yang dimaksudkan di sini adalah kuali Orang-orang Aceh membedakan antara blangong tanoh dengan blangon beuso. Blangong tanoh  seperti yang telah dijélaskan terdahulu mempunyai ciri tersendiri karena bentuknya yang kecil (yang paling besar berisi sekitar  20 liter air), sedangkan jika disebut blangong beuso berarti kuali yang besar yang khusus dipergunakan untuk dapur umum. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, pada waktuwaktu yang lampau sebelum masyarakat mengenal blangong  dalam kegiatan dapur umum mereka mempergunakan blangong tanoh yang berukuran besar. Blangong beuso dipergunakan sebagai wadah untuk memasak gulai kambing atau gulai lainnya. Kuali dapat diperoleh hanya dengan membeli di pasar-pasar dan jarang yang merupakan milik pribadi. Sebuah kuali biasanya dibeli secara kolektif oleh masyarakat yang...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Sangku - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Sangku yang terdapat di dalam masyarakat Aceh disebut  kukuran. Oleh masyarakat Gayo dan masyarakat Aneuk Jamee menyebutnya dandang Untuk sangku ada pula yang menyebut  dangdang. Sangku terdiri dari dua bagian yaitu bagian atas dan bawah dengan bentuknya ramping di tengah. Dalam perkembangan selanjutnya sangku seperti ini sudah jarang diketemukan, karena orang telah membuatnya dalam bentuk yang lebih mudah yaitu sama besarnya dari atas sampai ke bawah. Kalau pada bentuk awal pembuatannya dua kali (membuat bagian atas dan bawah yang kemudian disambung dengan sistem soder di tengahnya atau pada pinggang) dan di pinggang bagian dalam diberikan pembatas berupa sekat yang berlubang kecü-kecil. Pada bentuk yang sekarang yang dijumpai tidak lagi dibuat pinggang dan penyekatnya diletakkan dengan menggunakan tompang (kayu atau besi) dari bawah. Sangku dibuat dari seng dengan bentuknya yang bulat. Ukuran sebuah dandang masyarakat menyebutnya dengan...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Punceuek - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Punceuek sebagai salah satu alat memasak yang dipergunakan di dalam masyarakat Aceh, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan alat untuk mengukus nasi pulut. Punceuek berbentuk kerucut yang dianyam dari daun iboh yaitu sejenis daun lontar. Punceuek  ada juga yang dibuat dari upih pinang. Punceuek yang dibuat dari upOi pinang diberi berlubang-lubang kecil guna air dapat menguap ke dalamnya, sedangkan yang dari daun iboh melalui selah-selah anyaman air dapat menguap ke dalamnya. Punceuek biasanya di dalam masyarakat Aceh dipergunakan untuk memasak nasi pulut dengan cara pengukusan. Punceuek  dapat diperoleh dengan mudah, karena semua wanita terutama ibu-ibu yang sering menganyam tikar dapat membuatnya. Pun ceuek yang dibuat dari daun iboh dapat bertahan lebih lama jika dibandingkan yang dibuat dari upih pinang. Punceuek yang dibuat dari upih pinang hanya bisa dipergunakan sampai 5 kali pakai, sedangkan yang dianyam dari daun i...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Reungkan - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Sebagai bahan bakar kebutuhan rumah tangga tradisional adalah kayu. Memasak dengan kayu memberikan akibat sampingan berupa pengotoran dapur dan peralatannya. Dapat dipastikan periuk dan belangan cepat sekali hitam. Kalau diletakkan disembarangan tempat maka menyebabkan tempat itu kotor pula. Untuk mengatasi hal ini maka sebagai lapik bagi periuk dibuat reungkan. Reungkan terbuat dari anyaman daun kelapa. Daun kelapa untuk sebuah reungkan tidak boleh terlalu tua dan juga tidak boleh terlalu muda (yang masih berupa janur). Dengan demikian reungkan dapat bertahan lebih lama dari pada memakai daun kelapa yang sudah tua. Reungkan termasuk alat dapur yang jarang diperjual belikan. Ibu-ibu rumah tangga dapat dengan mudah membuatnya.     Sumber:  http://www.wacana.co/2012/03/alat-memasak-tradisional-aceh/

avatar
Fachni
Gambar Entri
Batu Giling (Batee Seumeupeh) - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Aceh menyebutnya batee seumeupeh, yang dipahat dari batu membentuk semacam wadah untuk menggiling bumbu masak. Bumbu masak seperti bawang, cabai, dan sebagainya ditumpuk di atas badan batu giling itu yang selanjutnya digiling secara manual. Sekarang, batu giling itu masih digunakan bila arus listrik berhenti (mati). Kelebihan yang dimiliki benda padat ini adalah bisa menghasilkan racikan bumbu padat, dan katanya bumbu yang telah digiling akan lebih terasa ketimbang bumbu yang digiling dengan blender (alat modern). Bentuk batee seumeupeh pipih, bagian atas dan bawahnya segi empat, sedangkan aneuk batee seumeupeh bulat panjang. “Batee seumeupeh dan aneuk batee seumeupeh terbuat dari batu sungai yang dipahat dan kemudian dijual di pasar. Panjang sebuah sebuah batu giling kira-kira 30 cm dengan lebar kira-kira 20 cm dan tingginya 10 cm. Gambar di bawah adalah tampilan batu giling, benda yang sudah dibuat berbentuk bulat lonjong itu berperan sebagai penggiling yang menghancurka...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Kukuran Kelapa (Geulungku) - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Kukuran kelapa atau geulungku digunakan untuk mengkukur kelapa, hampir tiap rumah masih menyimpan jenis alat dapur tradisional ini. Untuk mengoperasikannya butuh keahlian dan teknik tertentu karena ujung kukuran bergerigi yang bisa saja menyebabkan kulit tangan terluka. Kukuran digunakan untuk mengkukur, mengeruk (mengikis) isi kelapa. Kukuran merupakan alat yang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan masyarakat karena sebagian masyarakat Aceh resep masakannya masih menggunakan santan kelapa.     Sumber:  https://steemkr.com/culture/@abduhawab/alat-alat-dapur-tradisional-aceh-aceh-traditional-utensils

avatar
Fachni
Gambar Entri
Sempol Gampang Kemang - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Sanggul sempol gampang kemang dipakai oleh pengantin wanita aceh dari akad nikah hari pertama sampai hari ke 10.   Alat untuk membuat sanggul sempol gampang kemang : sisir hairpiece/cemara pengikat rambut jepit   aksesoris/perhiasan yg digunakan : pating renggiep : dipakai di tengah-tengah sanggul bagian belakang. pating melambangkan agar pengantin berperilaku atau berbudi bahasa yg baik. pating emas ; pating emas terbuat dari emas atau perak. pating emas yg digunakan ialah 3 buah yaitu di kanan, kiri, dan depan tengah sanggul. pating emas melambangkan kekuatan atau kekukuhan rumah tangga. lelayang : lelayang terbuat dari emas, perak, atau imitasi yang berbentuk segitiga sama kaki yg dipasang dengan telap malo dibagian belakang sanggul di bawah kerah baju. telap malo (pita merah) : Telap malo ini melambangkan keberanian, sedangkan lelayang melambangkan bahwa pengantin mulai menjadi ibu rumah tangga, yang...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Baju Meukeusah - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Baju meukeusah adalah baju yang terbuat dari tenunan kain sutra yang biasanya memiliki warna dasar hitam. Warna hitam dalam kepercayaan adat Aceh disebut sebagai perlambang kebesaran. Oleh karena itulah tak jarang baju Meukeusah ini dianggap sebagai baju kebesaran adat Aceh. Pada baju meukeusah kita dapat menemukan sulaman benang emas yang mirip seperti kerah baju China. Kerah dengan bentuk tersebut diperkirakan karena adanya asimilasi budaya aceh dengan budaya China yang dibawa oleh para pelaut dan pedagang China di masa silam.     Sumber:  http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-aceh-nama-gambar-dan.html

avatar
Fachni
Gambar Entri
Celana Sileuweu - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Sama seperti baju, celana panjang yang dikenakan pada pakaian adat Aceh untuk laki-laki juga berwarna hitam. Akan tetapi, celana atau dalam Bahasa Aceh disebt Sileuweu ini dibuat dari bahan kain katun. Beberapa sumber menyebut nama celana ini adalah Celana Cekak Musang. Celana khas dari adat Melayu. Sebagai penambah kewibawaan, celana cekak musang dilengkapi dengan penggunaan sarung dari kain songket berbahan sutra. Kain sarung yang bernama Ija Lamgugap, Ija krong, atau ija sangket  tersebut diikatkan ke pinggang dengan panjang sebatas lutut atau 10 cm di atas lutut.     Sumber:  http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-aceh-nama-gambar-dan.html

avatar
Fachni