Ornamen
Ornamen
Peralatan Masak Aceh Aceh
Blangong Beuso - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
- 17 April 2018

Blangong beuso dikenal dalam kehidupan masyarakat Aceh, pada masyarakat gayo disebut belanga besi. Blangong beuso yang dimaksudkan di sini adalah kuali Orang-orang Aceh membedakan antara blangong tanoh dengan blangon beuso. Blangong tanoh seperti yang telah dijélaskan terdahulu mempunyai ciri tersendiri karena bentuknya yang kecil (yang paling besar berisi sekitar 20 liter air), sedangkan jika disebut blangong beuso berarti kuali yang besar yang khusus dipergunakan untuk dapur umum.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, pada waktuwaktu yang lampau sebelum masyarakat mengenal blangong dalam kegiatan dapur umum mereka mempergunakan blangong tanoh yang berukuran besar. Blangong beuso dipergunakan sebagai wadah untuk memasak gulai kambing atau gulai lainnya. Kuali dapat diperoleh hanya dengan membeli di pasar-pasar dan jarang yang merupakan milik pribadi. Sebuah kuali biasanya dibeli secara kolektif oleh masyarakat yang mendiami pada tiap-tiap perkampungan atau desa, sehingga tiap desa memiliki 2 sampai 3 buah kuali. Jika penyelenggaraan pesta besar yang membutuhkan kuali yang banyak, melalui perantaraan kepada desa dapat meninjau kepada kepala desa tetangga tanpa harus menyewanya. Untuk menunjukkan suasana persaudaraan dan persahabatan, kepada kepala desa yang meminjamnya kuali, jika nanti gulainya telah masak akan diantarkan sedikit gulai tersebut kepadanya. Perlu diketahui setiap kepala desa tidak boleh menolak permintaan dari kepala desa tetangganya yang salah seorang warga masyarakat atau desa tersebut sedang melaksanakan pesta. Di balik itu ada semacam perjanjian yang walaupun tidak pemah dibicarakan pada saat dilakukan pinjam meminjam, tetapi telah menjadi
tradisi jika alat tersebut rusak akan diganti dengan yang lain. Pengganti yang rusak tidak dibebankan kepada orang yang menyelenggarakan pesta, namun ditanggung bersama oleh warga masyarakat desa tersebut Ini mengandung pengertian bahwa alat-alat yang dipinjam pada desa lain menjadi tanggung jawab bersama, oleh karena itu harus dipelihara sebaik baiknya seperti kepunyaannya sendiri. Keadaan demikian bisa teriadi oleh karena yang berhajat menyelenggarakan pesta, telah menyerahkan pelaksanaan pesta tersebut kepada kepala desa dan tetua-tetua di kampung itu. Dengan demikian pesta itu menjadi tanggung jawab kepala desa dengan segenap warga desanya.

Penggunaan blangong beuso sebagai wadah memasak gulai khas Aceh (gulai kambing sapi, dan biri-biri), kiranya perlu juga dijélaskan secara singkat. Mula-mula daging (kambing, sapi dan biri-biri) yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam kuali, kemudian bumbu lalu diaduk menjadi rata dengan sedikit memakai air. Setelah itu kuali yang telah diletakkan ke atas tungku dihidupkan api di bawahnya sampai daging menjadi empuk, ke dalam kuali tersebut ditambah lagi sayur (nangka, pisang muda, labu atau di beberapa tempat memakai umbut pisang yang masih muda) serta diberi kuah secukupnya. Keadaan ini dibiarkan sampai sayur menjadi empuk dan sesekali digawo agar tidak hangus/mengerak.

Membersihkan blangong beuso sangat mudah. Setelah gulai diambil seluruhnya, kuali diangkat dari atas tungku dituangkan ke tanah. Pada saat kuali tersebut masih panas harus dibersihkan sisa-sisa gulai dengan menggunakan daun belimbing atau daun pisang yang masih segar dan jangan dibiarkan kuali tersebut menjadi kering lalu dibersihkan. Ini dilakukan menurut suatu keyakinan bahwa kuali yang tidak dibersihkan lalu kering sendiri. maka pada saat pemakaian yang akan datang gulainya menjadi bagus. Karena kuali merupakan milik bersama dengan sendirinya kuali-kuali tersebut dipimpin di meunasah masing-masing.
 

 

Sumber: Buku Dapur dan Alat-Alat Memasak Tradisional Propinsi Daerah Istimewa Aceh

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker