Budaya Indonesia
1.693 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Toggle navigation Tradisi Ciptagelar di Sukabumi Mampu Pertahankan Kampung Adat Oleh: Ahmad Rayadie 24 Maret, 2017 - 19:12 JAWA BARAT Abah Ugi/AHMAD RAYADIE/PR SEBAGAI wilayah yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, berada di Kampung Sukamulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai keistimewaan. Kampung Gede adalah sebuah kampung adat karena eksistensinya masih dilingkupi oleh tradisi atau aturan adat warisan leluhur. Berdasarkan data yang diperoleh, di Kasepuhan Ciptagelar jumlah warga kasepuhan sebanyak 15.795 jiwa atau 3.833 KK. Sementara warga kasepuhan yang berada di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar sebanyak 338 jiwa terhimpun dalam 76 KK. Secara geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar memiliki wilayah administrasi mencakup tiga wilayah. Wilayahnya meliputi, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi Kampung adat yang mempunyai ciri khas. Tidak hanya bentuk rumah, tapi t...

avatar
Oskm18_16018057_anisa
Gambar Entri
Sawarga Roadshow
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Seni budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai kawasan Geopark dunia. Sudah seharusnya Ciletuh memiliki garapan musik yang kelak bisa menjadi identitas kawasan ini. Melihat kondisi ini sejumlah komunitas seni budaya yang bermitra dengan Paguyuban Alam Pakidulan (PAPSI), pun melahirkan garapan musik yang diberi nama Sawarga. Sawarga sendiri merupakan garapan musik hasil eksplorasi para seniman terhadap hampir seluruh seni musik tradisi yang ada di kawasan ini, meramunya dalam sebuah komposisi nada yang harmonis, hingga meski berakar kuat pada tradisi karya musik tesebut, tetap bisa dinikmati oleh bangsa asing sekalipun. Jenis musik yang diusung Sawarga, merupakan progresif kontemporer. Menurut Agus Ridwan, selaku Produser Sawarga, untuk detil musik dipercayakan kepada Chanra Hardy Nugraha (29 tahun), seniman yang penah besar di Kecamatan Waluran, sementara buat manajerial dipegang Noer Ramlan (39 tahu...

avatar
Oskm18_16018057_anisa
Gambar Entri
NGABUNGBANG
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sebuah tradisi yang sangat unik karena jarang dilakukan pada zaman sekarang, apalagi di kota-kota besar. Kesibukan yang padat, tergesernya budaya lama dengan budaya baru serta berjalannya waktu membuat tradisi ini hilang dengan sendirinya. Budaya Ngabungbang berasal dari suku Sunda, Jawa Barat. Kita akan flashback bagaimana tradisi ini dilaksanakan. Pada zaman dahulu ketika bulan purnama muncul, penduduk desa duduk di halaman rumahnya masing-masing. Mereka bersantai sambil melihat bulan. Biasanya hal ini dilakukan setelah shalat Isya. Anak-anak bermain dengan gembira, muda-mudi yang bersenda gurau, dan orang tua yang berbincang-bincang. Bisa juga sambil menyantap makanan. Mereka yang melakukan tradisi ini merasa rileks dan enjoy. Jika kantuk sudah datang maka mereka akan menyelesaikan kegiatan tersebut dan pergi tidur. Agar budaya ini dapat dikenal lagi maka kita harus lestarikan.

avatar
OSKM_FSRD_Ghevira
Gambar Entri
Senjata Traditional Suku Baduy
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Barat

Senjata merupakan keharusan bagi setiap suku yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah senjata tradisional khas suku Baduy yaitu Bedog dan Beliung. Karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan ke hutan yang lain, tentu saja mereka perlu membawa dan menggunakan senjata tersebut untuk menyerang ataupun mempertahankan diri mereka dari ancaman dengan menggunakan Bedog dan Beliung. Bedog atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut juga dengan golok terdiri dari dua macam, yaitu bedog polos   dan bedog pamor. Bedog polos dibuat menggunakan besi baja per pegas bekas dari kendaraan bermotor yang ditempa berulang-ulang. Bedog ini digunakan oleh orang Baduy untuk menebang pohon, mengambil bambu, dan keperluan lainnya. sedangkan Bedog Pamor Proses pembuatannya lebih lama dan memerlukan pencampuran besi dan baja yang khusus. Bedog pamor memiliki urat-urat   atau motif gambar yang menyerupai urat kayu dari pangkal hingga ujung b...

avatar
OSKM18_16018134_MarthaTania Oktorani
Gambar Entri
Tari Dayang Sumbi, Tari Penyambut Tamu
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Bandung Barat memang sudah dikenal dengan banyaknya tempat wisata yang menarik dan bagus untuk dijadikan spot foto, tidak hanya itu Bandung Barat juga memiliki banyak budaya yang harus dilestarikan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, sekarang Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki tarian penyambutan dan persembahan khas Bandung Barat yang rencananya akan segera dipatenkan, yaitu Tari Dayang Sumbi. Tari Dayang Sumbi merupakan tarian khas Bandung Barat yang dipadukan dari berbagai tarian tradisional Jawa Barat dan diharapkan dapat menjadi salah satu ikon Kabupaten Bandung Barat. Tari ini berdurasi sekitar tujuh menit serta diiringi dengan musik tradisional Sunda. Pertunjukannya dibagi menjadi dua sesi yaitu tari penyambutan dan tari persembahan. Pada sesi pertama, ada 10 orang penari yang terdiri dari enam orang perempuan dan empat orang laki-laki. Sedangkan pada sesi kedua, hanya terdiri dari tujuh orang penari perempuan. Makna yang terkandung dari tari ini adalah untuk m...

avatar
OSKM_16018395_Hasna Luthfi
Gambar Entri
Seni Gondang Buhun
Ritual Ritual
Jawa Barat

Gondang Buhun adalah kesenian khas Kampung Kuta yang tidak terdapat di daerah lain. Dalam kesenian gondang , alat yang digunakan adalah alu biasanya tingginya mencapai 2 meter, dan lisung yang panjangnya 2,5 meter. Biasanya lisung diisi dua ikat padi atau masyarakat Kamp Kuta menyebutnya dua geugeus pare. Tapi dalam kesenian gondang yang ditampilkan dalam Upacara Adat Nyuguh kali ini tidak menggunakan padi. Kesenian kondang selalu diadakan setiap kali ada hajatan baik itu pernikahan maupun khitanan. Kesenian kondang diadakan di pagi buta. Ibu-ibu yang ada di kampung kuta menumbuk padi dengan menggunakan lesung dan halu. Suara dihasilkan dari halu yang dipukulkan ke lesung sambil menumbuk padi hingga menjadi beras.  Itulah budaya dan kesenian jawa barat yang hampir punah, agar budaya dan kesenian tersebut tidak punah maka kita sebagai anak bangsa Indonesia dan penerus bangsa Indonesia harus melestarikan setiap budaya dan kesenian Indonesia. Banyak cara untuk melestarikan Bud...

avatar
OSKM18_16318142_Dimas Pramudya
Gambar Entri
Kue Tradisional yang Jarang Orang Dengar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Mungkin Anda sering mendengar dodol khas Garut. Namun, pernahkah Anda mendengar makanan khas Garut lainnya, yaitu “Burayot ”. Memang nama “Burayot” sedikit tidak enak didengar, karena bagi sebagian orang kata “Burayot” dianggap sedikit berbau pornografis. Burayot sendiri dalam bahasa sunda berarti menggelantung, karena bentuknya yang agak panjang dan terlihat menggelembung dibagian bawahnya. Burayot terbuat dari gula merah, tepung beras, sedikit santan dan minyak goreng . Bahan yang digunakan sama dengan bahan untuk membuat kue cuhcur dan ali agrem sehingga menjadikan kue Burayot memiliki rasa yang mirip seperti kue cuhcur dan ali agrem. Bahkan saya pernah membaca bahwa kue cuhcur dan ali agrem merupakan transformasi dari kue Burayot . Kue Burayot sangat pas disantap saat hangat-hangat(baru dimasak) dengan teh tawar panas. Untuk di daerah seperti Bandung atau kota besar lainnya mungkin akan sedikit sulit untuk menemukan makanan...

avatar
OSKM18_16218051_Indah
Gambar Entri
Tari Ritual Syukur Rakyat Sukabumi
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Dogdog Lojor berasal Sukabumi lebih tepatnya di Cisolok. Kesenian Dogdog Lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau Kesatuan Adat Banten Kidul yang tersebar disekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan Dogdog Lojor, yaitu nama salah satu waditra di dalamnya, tetapi disana juga digunakan Angklung karena ada kaitannya dengan ritual padi. Setahun sekali setelah panen, seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat merupakan tempat kediaman kokolot (sesepuh) dan tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai dengan petunjuk gaib.   Instrumen yang digunakan dalam Dogdog Lojor ini adalah dua buah Dogdog Lojor dan empat buah Angklung. Keempat buah Angklung tersebut memilki nama, yang terbesar dinamakan Gonggong, kemudian Panembal, Kingking dan Inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang pemain sehingga semuanya berjumlah enam orang.  ...

avatar
OSKM18_16318101_Anissa
Gambar Entri
Ragam Rumah Adat Sunda
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Masyarakat Sunda memiliki kebiasaan yang sangat ramah dan sopan .Sifat – sifat orang Sunda tersebut dapat kita buktikan dengan bergaul langsung dengan mereka dan kita juga dapat melihat rumah adatnya yang mengandung simbol – simbol kepribadian mereka . Jawa Barat memiliki rumah adat yang khas sebagai ciri daerah setempat . Rumah adat Jawa Barat memiliki banyak nama dan rupa . Terdapat enam rumah adat yang memiliki keunikan dan perbedaan masing – masing . Perbedaanya dapat dilihat dari atap rumah dan bahan dalam pembuatan rumah tersebut.Berikut ini lima rumah adat yang ada di Jawa Barat : Imah Badak Heuay Disebut badak heuay dikarenakan bentuk atapnya seperti seekor badak yang sedang membuka mulutnya (menguap). Rumah ini terdiri dari 2 bagian atap, bagian kecil dan besar. Bagian besarnya terletak pada bagian belakang, sedang bagian kecil menudungi bagian depan rumah tempat ini biasanya dijadikan sebagai tempat menerima tamu lelaki. Imah...

avatar
OSKM_16018387_Lia ITB_18