makanan
11.268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Serabi Banjarnegara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia. Jajan pasar yang cukup exist sampai sekarang ini memang sungguh sangat nikmat. Dengan berbahan dasar kelapa parut. Serabi Banjarnegara ini mirip dengan serabi Jakarta. Bedanya sirup gula Jawa diguyur di permukaan serabi saat proses memasak. Serabi khas Banjarnegara ini tidak memakai saus kinca seperti serabi Bandung. Jika berkunjung di Banjarnegara, kita dapat menikmatinya di pagi hari di sekitar jalan Pasar Kota Banjarnegara yang masih menggunakan alat tradisional atau original. Dengan menggunakan tungku kecil menggunakan bara api untuk memasak serabi tersebut. Dengan menggunakan wajan atau panci kecil yang terbuatdari tanah liat semakin menambah cita rasa serabi Banjarn...

avatar
Widra
Gambar Entri
Leye - Intil
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Leye merupakan diversifikasi Makanan pokok dengan bahan dasar Jagung. Hasil tanaman jagung di Banjarnegara melimpah selain padi. Di daerah tertetusperti Purwanegara,Mandiraja atau di daerah utara seperti Pagentan, Wanayasa, Karangkobar, Pandanarum kerap dijumpai nasi jagung atau biasa disebut ” Leye ” . Sangat enak apabila dihidangkan dengan ” gesek ” ataupun ” juwi ” ( ikan asin kecil) dengan tambahan sayur dan gorengan. Leye sangat nikmat dengan rasa gurih dan asin. Sedangkan adapula yang berasa manis, biasa disebut Intil. Rasanya manis hampir sama dengan getuk . Jajanan tradisional ini bisa ditemukan di Desa Bantarwaru, Madukara atau Pasar kota Banjarnegara dan Jajanan pagi di Jl. Jend. Soedirman Alun – Alun Banjarnegara. sumber: http://budparbanjarnegara.com/pariwisata/cindera-mata/kuliner-khas/leye-intil/

avatar
Widra
Gambar Entri
sunatan tempo dulu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Khitanan atau sunatan pada zaman dahulu merupakan salah satu hajat dari setiap orang berumah tangga. Dizaman dahulu, pelaksanaan khitanan dilaksanakan sangat meriah. Si anak yang hendak disunat terlebih dahulu ditandu dan diiringi oleh tarian-tarian atau kesenian daerah yang ada di masyarakat setempat. Bagi yang memiliki uang lebih banyak anak naik kuda pilihan ada juga yang menggunakan sepeda unta. Keesokan harinya, setelah subuh atau sekitar jam lima pagi iring-iringan itu berangkat ke sungai dan si anak disuruh berendam terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup berendam, si anak kemudian dibawa kembali ke rumah dan dimasukkan ke dalam krobongan (semacam ruang khusus untuk melakukan proses sunat). Di dalam krobongan juru khitan (dukun sunat) telah siap untuk melaksanakan tugasnya. Adapun alat yang digunakan untuk menyunat anak di zaman dahulu masih sangat sederhana dan jauh dari steril. Tanpa obat bius dan tanpa dijahit. Sehingga darah akan cenderung mengucur deras. Tidak jarang anak di...

avatar
Widra
Gambar Entri
Nopia
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Nopia merupakan salah satu makanan khas Banyumas yang bahan bakunya terbuat dari tepung terigu dan gula kelapa/gula jawa. Proses pembuatannya, adonan tepung terigu dibentuk bulat lonjong seperti telur dan diisi gula jawa. Kemudian dipanggang didalam tungku hingga mengembang dan kering. Nopia ini mempunyai aneka rasa atau aroma seperti : rasa cokelat, durian, cocopandan, nanas dan aneka rasa lainnya. Banyak diproduksi sebagai home industry di kota Purwokerto. Sehingga wisatawan dapat memperolehnya dengan mudah dipusat oleh-oleh atau di supermarket. Nopia ini sangat cocok sebagai oleh-oleh karena dapat disimpan dalam waktu yang relative lama. http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id/read/18980/nopia#.X0ZEvMgzbIU

avatar
Widra
Gambar Entri
UPACARA ADAT BERSIH DESA DALUNGAN
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dalungan sebenarnya adalah nama sebuah desa di Kecamatan Kebakkramat. Tepatnya Desa Dalungan, kelurahan Macanan Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. Desa Dalungan mempunyai suatu kegiatan upacara bersih desa, yang akhirnya membudaya dan tetap dilestarikan sebagai suatu tradisi masyarakat, dan akhirnya kegiatan bersih desa itu disebut Dalungan. Upacara bersih desa ini termasuk upacara religi, diselenggarakan dengan maksud agar seluruh penduduk di wilayah desa Dalungan selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT dan terhindar dari segala hal-hal yang bersifat tidak baik sehingga merugikan masyarakat desa, misalnya di bidang kesehatan agar masyarakat terhindar dari wabah penyakit, untuk pertanian petani bisa berhasil dalam panennya, sehingga desa Dalungan menjadi aman tentram murah sandang pangan dan sejahtera. Upacara bersih desa Dalungan sudah dilaksanakan sejak dulu kala sampai sekarang secara turun temurun, sehingga upacara bersih desa Dalungan sudah menjadi warisan leluhur ya...

avatar
Widra
Gambar Entri
UPACARA ADAT SURAN JOMBOLEKA
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Setiap pergantian tahun Jawa tepatnya awal bulan Suro yaitu tanggal 1 s/d 3 Suro masyarakat mengadakan kegitana ritual di Punden Jombaleko. Ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan 3 hari berturut-turut oleh masyarakat Dukuh Ngledok, Ngablak dan Talpitu. Pada malam harinya juga diadakan tirakatan sebulan penuh yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan para Peziarah dari luar daerah. Jalanya Upacara Adat Suran : Sore hari menjelang waktu Magrib pelakasanaan ritual, tokoh masayarakat dan Juru Kunci telah menyanggarkan kendi berjumlah tujuh (7) yang berisi air sumur setempat untuk di semayamkan di makam Arya Kusuma. Pagi harinya warga telah kambing di area punden, hewan yang di sembelih tidak boleh cacat dan harus Kambing kendit yaitu berbulu hitam dan begaris putih di badannya. Masakan yang untuk sesaji tidak boleh di cicipi dan yang masak tidak boleh dalam keadaan datang bulan (menstruasi). Siang hari sekitar jam 10.00 WIB, masyarakat berbondong-bondong dat...

avatar
Widra
Gambar Entri
UPACARA ADAT JULUNGAN
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Waktu Pelaksanaan: Upacara tradisi Julungan dilaksanakan tiap Selasa kliwon pada Wuku Julungwangi pada Kalender Jawa. Prosesi Upacara: Pada waktu dulu upacara Julungan hanya dilaksanakan di punden, tempat yang diyakini warga sebagai tempat moksanya leluhur yang banyak membantu warga, yaitu Kyai Honggodito. Warga sebelumnya telah melakukan bersih desa dan juga membersihkan lokasi punden leluhur. Kemudian tiap warga membawa masakan dibawa ke punden diadakan untuk kenduri dan do’a bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa. Selesai kenduri makanan dibagi-bagi kepada seluruh warga. Sekarang dengan sedikit kemasan, juga dilaksanakan kirab. Dari pagi setelah diadakan persiapan-persiapan, seluruh warga dengan membawa aneka ubarampe sesaji untuk kenduri yaitu nasi uduk , ingkung (ayam utuh yang dimasak dan tidak potong-potong) sambel goreng dan juga membawa segala macam hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, pala kependem, bunga dll. Untu nantinya setelah diadakan do’a bersama dipunden lal...

avatar
Widra
Gambar Entri
LKK_CIAMIS2013_MLM10
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM10 TASAWUF LKK_CIAMIS2013_MLM10 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa TS 44 hal/19 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Judul naskah dijumpai pada kaver depan Kitab Tasawuf, ditulis oleh Sayyid Abdul Wahab al-Arif Billah, ditulis pada Hari Sabtu 3 Rabiul Awal 1302 Hijrah, Dicetak dan diterbitkan oleh Almiriyah al Kainah di Makkah pada tahun 1301 Hijrah. Kitab ini milik Muhammad Afiyah. Naskah tasawuf ini ditulis dalam bahasa Arab. Ketebalan 40 halaman, setiap halaman 19 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman, diganti dengan tanda penghubung ke halaman berikutnya. Naskah ditulis di atas kertas Eropa dengan tulisan tangan tinta hitam, dijilid dengan benang. Kondisi kertas sedikit agak usang, pada sisi kertas sudah agak mengeriting, namun tulisan masih jelas dibaca. Naskah ini diawali dengan: ” Alḥamdulillāh al Raḥmān Al Raḥīm, Alḥamdu lillāh al-Raḥmān al-Raḥīm. Alḥamdulillāh faraḍa al-taubata, wa ḥarrama...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Asal Mula Pohon Aren
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada zaman dahulu kala di Tanah Karo, Sumatra Utara , hidup sebuah keluarga sederhana dengan dua orang anak. Anak pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh. Yang kedua seorang anak perempuan bernama Beru Sibou. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, namun ayah mereka adalah seorang pekerja keras. Ia bekerja keras siang dan malam untuk menghidupi keluarganya. Hingga akhirnya karena bekerja terlalu keras, ia jatuh sakit dan meninggal dunia. Sepeninggal sang ayah, sang ibu bekerja keras untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Karena bekerja keras, sang ibu jatuh sakit. Ketiadaan biaya untuk berobat membuat sakitnya bertambah parah dan akhirnya meninggal. Tare Iluh dan Beru Sibou kini menjadi anak yatim piatu. Mereka berdua kemudian diasuh oleh bibinya, adik dari ayah mereka. Tare Iluh sebagai kakak merasa sangat sedih dengan penderitaan yang mereka alami. Setelah kedua orang tua mereka meninggal, kini bibi merekalah yang membanting tulang menghi...

avatar
Bangindsoft