HARI PAHLAWAN
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kerupuk Jangek - Padang - Sumatera Barat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Kerupuk adalah makanan yang paling tepat sebagai teman makan makanan apapun, mulai dari bakso, soto, nasi goreng, hingga dimakan sebagai cemilan juga enak. Sehingga warga Andalas mengeluarkan dan membuat produk kerupuk dari kulit kerbau ataupun kulit sapi menjadi kerupuk jangek dengan cita rasa renyah sebagai oleh-oleh cemilan khas Padang. Bentuk dari kerupuk ini sangatlah beragam, ada yang kotak memanjang, persegi, hingga bentuk lain. Pembuatannya juga sangat mudah, yang diperlukan hanyalah kulit sapi atau kerbau, garam, dan minyak goreng, serta panas matahari. Caranya adalah dengan menjemur kulit hewan berkaki empat tadi sampai bersih lalu direbus sampai kulit tadi benar-benar empuk dan bulu-bulunya sedikit demi sedikit hilang. Setelah itu baru bisa dipotong kecil-kecil sesuai selera dan diberi taburan garam yang nantinya akan dijemur dibawah sinar matahari selama 3 sampai 7 hari. Terakhir saat kulit benar-benar kering, selanjutnya adalah menggorengnya. Rasa dari...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kue Sapik
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Kue sapik adalah kue tradisional yang memiliki rasa renyah yang dibuat dari bahan-bahan seperti telur, margarin, gula pasir, tepung beras, garam, dan kayu manis. Bentuknya hampir mirip dengan kue semprong namun bentuknya segitiga. Kue khas Sumatera Barat ini kerap disajikan saat hari besar Idul Fitri maupun acara lain seperti acara pernikahan maupun acara sunatan atau khitanan. Selain memiliki rasa yang renyah, kue ini memiliki rasa gurih namun dalam pembuatannya harus memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Cara membuatnya dengan mencampurkan gula pasir, tepung beras, garam, dan kocokan telur dalam satu wadah, kemudian diberi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk, lalu adonan siap dimasukkakn ke cetakan yang telah dilumuri margarin. Kemudian cetakan tadi langsung dipanggang sambil dibolak-balik sampai benar-benar matang.       Sumber: http://makananoleholeh.com/oleh-oleh-khas-padang/

avatar
Oase
Gambar Entri
Martutu Aek
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Martutu aek adalah  pembaptisan , pada  tradisi Batak kuno , dengan air kepada seorang anak yang baru lahir (sekitar usia tujuh hari) dengan membawanya ke homban (mata air di tengah ladang). Upacara ritual ini dimulai dengan doa yang disampaikan oleh Ulu Punguan kepada Mulajadi na Bolon. Kemudian sang Ulu Punguan membentangkan ulos ragi idup di atas pasir. Lalu Ulu Punguan meneteskan minyak kelapa ke dalam cawan yang telah berisi jeruk purut untuk memastikan bahwa tondi si bayi tersebut berada di dalam badan. Setelah itu, bayi yang hendak diberi nama dimandikan di mata air. Ulu Punguan lalu menyapukan kunyit ke tubuh bayi dan menguras bayi tersebut degan jeruk purut. Setelah diuras, Ulu Punguan mengoleskan minyak kelapa ke dahi bayi. Lalu, Ulu Punguan mencabut pisau Solam Debata yang dibawanya untuk memberkati bayi tersebut. Dengan memohon kepada Mulajadi Na Bolon, Ulu Punguan menarikan kain putih agar kain putih tersebut diberkati oleh Mulajadi Na Bolon sebagai...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Martutu Aek
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Martutu aek adalah  pembaptisan , pada  tradisi Batak kuno , dengan air kepada seorang anak yang baru lahir (sekitar usia tujuh hari) dengan membawanya ke homban (mata air di tengah ladang). Upacara ritual ini dimulai dengan doa yang disampaikan oleh Ulu Punguan kepada Mulajadi na Bolon. Kemudian sang Ulu Punguan membentangkan ulos ragi idup di atas pasir. Lalu Ulu Punguan meneteskan minyak kelapa ke dalam cawan yang telah berisi jeruk purut untuk memastikan bahwa tondi si bayi tersebut berada di dalam badan. Setelah itu, bayi yang hendak diberi nama dimandikan di mata air. Ulu Punguan lalu menyapukan kunyit ke tubuh bayi dan menguras bayi tersebut degan jeruk purut. Setelah diuras, Ulu Punguan mengoleskan minyak kelapa ke dahi bayi. Lalu, Ulu Punguan mencabut pisau Solam Debata yang dibawanya untuk memberkati bayi tersebut. Dengan memohon kepada Mulajadi Na Bolon, Ulu Punguan menarikan kain putih agar kain putih tersebut diberkati oleh Mulajadi Na Bolon sebagai...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Paulak Une
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Pada suku  Batak Toba  perkawinan adalah merupakan suatu peristiwa besar, mengundang hulahula, boru, dongan tubu serta dongan sahuta sebagai saksi pelaksanan adat yang berlaku. Dalam adat Batak Toba perkawinan haruslah diresmikan secara adat berdasarkan adat  dalihan na tolu , yakni Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Perkawinan pada masyarakat  Batak Toba  sangat kuat sehingga tidak mudah untuk bercerai karena dalam perkawinan tersebut banyak orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab di dalamnya. Adapun  tata cara perkawinan  secara normal berdasarkan ketentuan adat terdahulu ialah perkawinan yang mengikuti 9 tahap, tahap kedelapan adalah  Paulak Une . Acara ini dimasukkan sebagai langkah agar kedua belah pihak bebas saling kunjung mengunjungi setelah beberapa hari berselang setelah upacara perkawinan yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah upacara perkawinan, pihak pengantin lak...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Dalihan Natolu
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Kalau diartikan langsung “Dalihan Natolu” adalah “Dalihan” artinya sebuah tungku yang dibuat dari batu, sedangkan “Dalihan Natolu” ialah tungku tempat memasak yang diletakkan diatas dari tiga batu. Ketiga dalihan yang dibuat berfungsi sebagai tempat tungku tempat memasak diatasnya. Dalihan yang dibuat haruslah sama besar dan diletakkan atau ditanam ditanah serta jaraknya seimbang satu sama lain serta tingginya sama agar dalihan yang diletakkan tidak miring dan menyebabkan isinya dapat tumpah atau terbuang. Dulunya, kebiasaan ini oleh masyarakat Batak khususnya  Batak Toba  memasak di atas tiga tumpukan batu, dengan bahan bakar kayu. Tiga tungku jika diterjemahkan langsung dalam bahasa  Batak Toba  disebut juga dalihan natolu. Namun sebutan dalihan natolu paopat sihalsihal adalah falsafah yang dimaknakan sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan  masyarakat Batak . Sehari-hari alat tungku me...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Kopi Kong Tong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Kedai kopi yang sudah ada sejak tahun 1925 itu, pertama kali didirikan oleh laki-laki berdarah Tionghoa Lim Tee Kek. Saat itu  kedai kopi Kok Tong  yang berada di Jl. Jl. Cipto no 115, Pematang Siantar itu masih terbilang sederhana. Dulunya Kedai ini mulai buka dari jam 6 pagi seiring dimulai beragam aktifitas dagang hingga berakhirnya seluruh aktifitas warga di pukul 10.00 malam hari. Kini Kedai Kopi Kok Tong di Siantar tepatnya berada di persimpangan Jalan Wahidin dan Jalan Cipto menjadi area paling populer untuk nongkrong. Meski banyak kedai kopi bahkan cafe sederhana disekitarnya, kedai kopi Kok Tong terlihat lebih mencolok karena kedai itu selalu tampak ramai pengunjung serta tempat yang sangat strategis. Tentu saja karen di kedai Kopi Kong Tong ini menawarkan rasa kopi yang enak. Konon, untuk membuat kopinya, pemiliki Kopi Kok Tong, Lim Tee Kee melakukan semua prosesnya sendiri. Dari memilah  biji kopi terbaik  yang sudah kering, menyangrai, dan mer...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Ulos Bintang Maratur
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Apakah Anda sudah mengenal ulos bintang maratur?! Kalau belum berikut penjelasan mengenai ulos ini untuk Anda. Jadi  Ulos Bintang Maratur  ini adalah jenis Ulos yang paling banyak digunakan di dalam acara-acara adat Batak. Menurut informasi yang kami kumpulkan, ada dua jenis Ulos Bintang Maratur. Atau lebih tepatnya ada dua jenis asal pembuat jenis ulos ini, yakni dari Tapanuli (Tarutung) dan Toba (Balige dan Samosir sekitarnya). Bisa dikatakan motif dan corak hampir sama, yaitu motif zigzag mirip gelombang nadi (turun-naik) atau lebih mirip dengan gambaran gelombang suara/ audio. Belum pasti bagaimana sebenarnya gambar asal dari motif tersebut, apakah dulunya pengerajin tenun ulos batak jaman dulu membuatnya karena bias dari pancaran cahaya bintang atau hal lain tapi tu mungkin saja. Ini hanya asumsi saja. Namun ada yang membedakan Ulos Bintang Maratur dari kedua asal tersebut diatas. Kalau Ulos Bintang Maratur yang berasal dari Tapanuli Utara (Tarutung) itu m...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Ulos Ragi Huting
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Sekali lagi Ulos Ragi Huting ini sekarang sudah sangat Jarang dan tidak pernah di pakai samasekali, dulu sejak zaman penjajahan Belanda, anak perempuan (gadis-gadis)  harus memakai Ulos  Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari yang dililitkan di dada (Hobahoba) yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah seorang putri (gadis perawan) batak Toba yang ber-adat. Sumber: http://berandabatak.blogspot.com/2013/09/jenis-jenis-ulos-dan-fungsinya_1.html

avatar
Fennec_fox